Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Politik » Halaman 5

Politik

1765549040722

Sonny T. Danaparamita Salurkan Bantuan Benih Padi untuk 299 Kelompok Tani di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Upaya memperkuat sektor pertanian kembali dilakukan oleh anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H. Melalui program aspirasinya, sebanyak 299 kelompok tani di Banyuwangi memperoleh bantuan benih padi yang didistribusikan pada Rabu (10/12/2025).

Bantuan tersebut mencakup luasan lahan 1.990 hektare dengan total 49.750 kilogram benih varietas Inpari 32, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan adaptif di berbagai kondisi lahan. Bantuan ini diberikan sebagai dukungan peningkatan hasil panen petani sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

Koordinator Rumah Aspirasi wilayah selatan, GARASI Prayogi Adi Pratama, menjelaskan bahwa bantuan benih tersebut merupakan bentuk kepedulian Sonny kepada para petani Banyuwangi yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan.

Salah satu penerima manfaat, Kelompok Tani Wargo Makmur di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, turut menyampaikan apresiasi. Ketua kelompok, Selamet, merasa terbantu dengan adanya distribusi benih tersebut. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk menyambut musim tanam. Harapannya hasil panen semakin meningkat,” ungkapnya.

Sonny T. Danaparamita berharap program ini menjadi pemicu semangat petani agar terus produktif. “Kami ingin memastikan para petani memiliki dukungan yang cukup untuk meningkatkan hasil pertanian. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di Banyuwangi,” ujarnya.

Dengan tersalurnya bantuan ke ratusan kelompok tani ini, pemerintah daerah dan para petani diharapkan semakin berdaya dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan. (*)

IMG-20251209-WA0115

Menteri Koperasi Kunjungi UMKM PIRA Banyuwangi di Sela Agenda Bimtek Gerindra Jatim

BANYUWANGI || jejakindonesia.id Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Gerindra Jawa Timur yang digelar di El Royal Hotel Banyuwangi memasuki hari kedua pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (08–10 Desember 2025), dengan suasana yang dinamis dan produktif.

Di sela-sela agenda Bimtek, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menyempatkan diri mengunjungi UMKM PIRA, salah satu pelaku usaha lokal yang memproduksi jajanan khas Banyuwangi. UMKM tersebut berlokasi di area luar gedung tempat kegiatan berlangsung dan turut menampilkan berbagai produk olahan tradisional yang menjadi ciri khas daerah.

Dalam kunjungannya, Menteri Koperasi meninjau langsung proses penyajian produk, berdialog dengan pelaku UMKM PIRA, serta mencicipi jajanan khas Banyuwangi yang dipamerkan. Ia mengapresiasi kreativitas dan konsistensi pelaku UMKM dalam menjaga cita rasa lokal sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

"UMKM seperti PIRA ini adalah contoh nyata kekuatan ekonomi rakyat. Produk jajanan khas daerah memiliki potensi besar untuk berkembang, asal terus didorong kualitas, kemasan, dan pemasarannya. Pemerintah berkomitmen mendukung UMKM agar bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Dr. Ferry Joko Juliantono di sela kunjungan.

Sementara itu, rangkaian Bimtek hari kedua di dalam gedung diikuti peserta dari seluruh DPC Partai Gerindra se-Jawa Timur. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan struktur organisasi, konsolidasi kader, serta strategi perjuangan partai yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara peran politik dan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM lokal.

Pelaksanaan Bimtek di El Royal Hotel Banyuwangi berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan dijadwalkan berakhir pada Rabu, 10 Desember 2025, dengan agenda penutupan serta perumusan rekomendasi akhir.

red.

IMG-20251209-WA0110

Personel Brimob Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

Kualasimpang || jejakindonesia.id — Personel Satuan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mengawal proses penormalan jaringan listrik pascabanjir di Aceh Tamiang. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memastikan pekerjaan teknis dari pihak PLN berjalan aman, lancar, dan tanpa gangguan, terutama mengingat kondisi medan yang masih penuh dengan genangan serta infrastruktur yang terdampak.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, pengamanan terhadap petugas penormalan listrik merupakan langkah penting agar pemulihan suplai listrik dapat berlangsung cepat demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun di permukiman yang terdampak banjir.

“Personel Brimob kita tempatkan untuk memberikan pengamanan dan dukungan penuh bagi tim PLN. Kehadiran Polri di lapangan sangat dibutuhkan agar proses penormalan listrik dapat berjalan dengan aman dan efektif,” ujar Joko, Selasa, 9 Desember 2025.

Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dalam masa pemulihan, baik untuk penerangan, akses informasi, maupun kegiatan pelayanan publik yang sedang beroperasi di posko-posko tanggap darurat.

Oleh karena itu, Polri berkomitmen mendampingi seluruh proses hingga suplai listrik kembali normal.

Sementara itu, perwakilan PLN menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan serta pengamanan yang diberikan Brimob Polda Aceh. Kehadiran personel di lapangan dinilai sangat membantu mempercepat proses penormalan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Brimob. Sinergi ini membuat kami dapat bekerja lebih cepat dan aman. Semoga penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar pihak PLN.

Dengan kolaborasi antara Polri, PLN, dan berbagai pihak lainnya, proses pemulihan di Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan segera.

IMG-20251130-WA0057

Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga Minta Kapolda dan Wakapolda Atensi Kasus Korban Yang Dilapor Balik Oleh Pelaku Pencurian

MEDAN || jejakindonesia.id - Setelah mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban beberapa waktu yang lalu, korban yang menjadi terlapor karena disuruh penyidik untuk mengamankan pelaku pencurian mengirimkan surat ke Komisi III DPR RI meminta agar persoalan tersebut dapat dibahas di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI

AS menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Kapolri, Wakapolri PJU Mabes Polri, Kapolda Sumut dan PJU Polda Sumut namun belum mendapatkan balasan, bahkan ia mengaku sudah juga mengirimkan surat ke Komisi III DPR RI dan mengirimkan pesan wa ke beberapa anggota Komisi III DPR RI namun hanya bapak Mangihut Sinaga yang membalas wa.

“Kami tidak ingin di jadikan tersangka dalam laporan pelaku pencurian ke Polrestabes Medan dalam hal dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama sama, maka dari itu kami datang ke LPSK dan mengirimkan surat sampai meminta hal tersebut dibahas di DPR RI. Kami meminta perlindungan, dimana kami disuruh oleh penyidik Polsek Pancur Batu yang menangani laporan kami untuk mengamankan pelaku dan saat itu penyidik juga ikut bersama kami, kami tidak ada melakukan penganiayaan secara bersama sama seperti yang mereka tuduhkan itu,” ujar AS

Perlu saya jelaskan, bahwa saya di hubungi penyidik Brigadir SH dan dia meminta saya untuk datang ke café depan Royal Sumatera. Saat itu sebenarnya saya tidak bisa datang karena saya sedang membawa barang barang, namun karena dia bilang mau nangkap pelaku pencurian makanya saya datang. Namun kami heran kenapa dia tidak datang bersama petugas unit reskrim malahan dia membawa seorang pria yang belakangan saya ketahui merupakan Polisi gadungan.

“Ada seorang wanita yang kami suruh mancing pelaku saat itu kami sudah berkumpul semua di café itu, namun anehnya saat wanita itu mengirimkan pesan kepada adik saya bahwa dia sudah berada di hotel bersama pelaku, hal tersebut kami beritahukan kepada penyidik, penyidik Brigadir SH malahan menyuruh kami yang mengamankan pelaku sementara dia menunggu di pos 1 hotel tersebut, saya hanya mengamankan satu pelaku dan saat saya coba amankan pelaku itu malahan mengeluarkan pisau sehinga saya pun dengan spontan membela diri agar tidak ditusuk oleh pelaku yang saya lihat memegang pisau,” sebutnya

Kedua pelaku yang kami amankan pun kami serahkan kepada penyidik Brigadir SH dan atas perintahnya kami membawa pelaku ke Polsek Pancur Batu. Namun beberapa hari kemudian keluarga pelaku pencurian malahan melaporkan kami ke Polrestabes Medan, mirisnya wanita yang kami suruh untuk memancing pelaku dan pria yang datang bersama penyidik malahan dijadikan saksi dalam laporan pelaku pencurian tersebut.

“Kami menduga penyidik Polsek Pancur Batu Brigadir SH yang menyuruh wanita dan pria itu untuk menjadi saksi karena cuma dia yang tau nomor hape dan alamat mereka. Suasana Polsek Pancur Batu Sempat ricuh karena pada tanggal 24 September 2025 dimana penyidik melepaskan SM terduga penadah yang kami amankan di daerah Pancing, padahal dirumah SM lah kami temukan sejumlah hape hasil curian disimpan, saat itu SM juga mengakui bahwa dia tau kalau itu barang curian, namun penyidik malahan melepaskan nya malam itu dan besoknya Propam Polrestabes Medan datang ke Polsek Pancur Batu untuk menyelidiki hal tersebut, semua ini terjadi karena penyidik menyuruh kami mengamankan pelaku, coba kalau kami tidak disuruh untuk mengamankan pelaku hal ini tidak akan terjadi, lagian kenapa dia tidak membawa petugas reskrim Polsek Pancur Batu untuk mengamankan pelaku malahan membawa Polisi gadungan,” ungkapnya

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga yang kami minta tanggapannya menganai hal tersebut mengaku sudah mengirimkan pesan kepada Kapolda dan Wakapolda Sumut.

“Saya sudah lapor Kapolda dan Wakapolda agar di atensi, mungkin karena masalah banjir mereka lagi sibuk,” balasnya padea sabtu 29 November 2025 (Leodepari)

IMG-20251125-WA0054

Dukung Produktivitas Nelayan, Sonny T. Danaparamita Serahkan Jaring Baru untuk Kelompok Nelayan di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Upaya memperkuat sektor perikanan terus dilakukan Anggota DPR RI Komisi IV Dapil III Jawa Timur, Sonny T. Danaparamita. Pada Senin (24/11/2025), Sonny menyalurkan bantuan jaring kepada sejumlah kelompok nelayan di wilayah Banyuwangi sebagai tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan masyarakat pesisir.

Total terdapat lima kelompok nelayan yang menerima bantuan tersebut, yakni:

Putra Nelayan (Muncar)

Samudra Indah (Muncar)

Andaan Makmur (Muncar)

Putra Baru (Muncar)

17 Nelayan Pecemengan (Blimbingsari)

Dalam kesempatan tersebut, Sonny menjelaskan bahwa kondisi alat tangkap yang banyak mengalami kerusakan menjadi perhatian utama. Para nelayan sebelumnya menyampaikan kebutuhan tersebut dalam berbagai pertemuan.

“Kami menindaklanjuti keluhan para nelayan terkait jaring yang sudah tidak layak digunakan. Bantuan ini kami ajukan melalui mitra kerja agar dapat segera disalurkan. Harapannya bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan mereka,” kata Sonny.

Penyaluran bantuan di wilayah Muncar dilakukan oleh Koordinator GARASI (Griya Rajut Aspirasi), Prayogi Adi Pratama, mewakili rumah aspirasi Sonny T. Danaparamita.

Sementara itu, Nasikin, Ketua Kelompok 17 Nelayan Pecemengan Blimbingsari, mengapresiasi bantuan alat tangkap yang disampaikan langsung oleh Sonny.

“Terima kasih kepada Pak Sonny atas perhatian dan bantuan jaring baru ini. Sudah lama kami memiliki kendala alat tangkap yang rusak. Dengan alat ini, kami bisa kembali melaut dengan lebih baik,” ujarnya.

Bantuan alat tangkap ini diharapkan menjadi dorongan bagi nelayan Banyuwangi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan kegiatan perikanan di pesisir selatan. (*)

error: Content is protected !!