Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 886

Peristiwa

IMG-20250824-WA0036

Sorotan Pada Oknum Ketua Organisasi Pers Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

MADURA || jejakindonesia.id - Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali diguncang oleh dinamika internal yang memantik pertanyaan serius tentang integritas dan independensi profesi jurnalis. Sorotan tertuju pada oknum ketua organisasi pers di Kabupaten Pamekasan Madura, yang secara terbuka mengkritik karya tulis rekan seprofesinya sendiri berjudul 'Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang.

Tulisan tersebut, yang ditulis oleh Halik jurnalis media daring lokal mengangkat suara pedagang kecil yang merasa terpinggirkan dalam hiruk-pikuk acara kemeriahan Sultan Madura.

Di tengah euforia pesta, Halik memilih berdiri di sisi yang sunyi menyuarakan jeritan mereka yang tak terdengar.

Namun, alih-alih mendapat dukungan dari sesama insan pers, Halik justru dihadapkan pada serangan balik dari oknum ketua organisasi pers yang seharusnya menjadi penjaga marwah profesi.

Ironisnya, sosok oknum yang di gambarkan mirip seperti cerita 'Sengkuni' yang pernah 'makan bangku' kuliah itu justru terlihat menggadaikan independensinya demi kenyamanan relasi dan kepentingan tertentu.

Perbedaan sudut pandang ini memicu saling sindir melalui rilis resmi organisasi yang dipimpinnya, memperlihatkan betapa rapuhnya solidaritas profesi ketika idealisme mulai dikompromikan.

Halik dan rekan-rekannya tetap teguh, menjadikan tulisannya sebagai perlawanan sunyi yang bermartabat sebuah sikap yang langka di tengah derasnya arus pragmatisme.

"Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis seharusnya menjadi penjaga nurani publik, bukan sekadar pengikut arus kekuasaan dan penjaga isi perut pribadi," pungkas Ade. Minggu (24/08/2025).

Namun, di Pamekasan, kebebasan pers tampaknya mulai terbelenggu oleh kepentingan yang tak kasat mata yang bersembunyi di balik simbol dan seremoni.

Ade, sapaan akrab sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur yang mengikuti perkembangan kasus ini, menyatakan, “Siapa yang paling dirugikan? Pastinya Masyarakat. Bahkan Sultan pun ikut merugi, karena oknum di sekelilingnya gagal, janjinya menjaga suasana tetap kondusif, malah menambah gaduh.” cetusnya.

Di era digital, satu tulisan bisa menjadi bara yang menyulut kesadaran publik. Meski Halik bersama rekan-rekannya mendapat tekanan dan perundungan dari pihak-pihak yang berlindung di balik ‘Ketiak Sultan’ mereka tetap berdiri tegak, menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.

Menulis bukan sekadar menyusun kata, tapi mengukur keberanian dan integritas. Lebih lanjut Ade, menjaga independensi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Sebab ketika isi perut menjadi alasan untuk membungkam nurani, profesi jurnalis tak lagi menjadi penjaga kebenaran. Melainkan sekadar pelayan kepentingan.

Ade juga menyampaikan kepada masyarakat luas, "dibalik profesi kami, masih ada rekan kami yang punya hati nurani. Untuk menyuarakan kebenaran," Tutupnya.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

IMG-20250823-WA0017

Anak Korban Kekerasan di Pasar Kebayoran Baru Pulih, Diserahkan ke Dinsos DKI Jakarta

JAKARTA || jejakimdonesia.id — Anak berinisial MK (7) yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran dan ditemukan dalam kondisi luka parah di Pasar Kebayoran Baru pada Juni 2025 lalu, kini telah berangsur pulih. Hari ini, Jumat (22/8/2025), MK secara resmi diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pengasuhan, perawatan, serta pemenuhan hak-hak dasarnya.

MK ditemukan oleh seorang petugas keamanan Pasar Kebayoran Baru dalam kondisi mengenaskan. Saat ditemukan, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk luka bakar di wajah dan tubuh, patah tulang pada lengan kanan, patah rahang, memar pada area mata, luka lebar di kaki, dan luka di bagian dagu.

Dalam proses penanganan kasus ini, Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri bekerja sama dengan KPPP, Kementerian Sosial, serta RS Polri Kramat Jati untuk memberikan perlindungan dan perawatan medis secara intensif. Selama hampir dua bulan perawatan, korban menjalani serangkaian operasi, di antaranya:

- Operasi ortopedi untuk penanganan tulang lengan kanan yang patah

- Operasi rahang akibat patah pada bagian mulut

- Operasi bedah plastik untuk menutup luka robek di beberapa bagian tubuh

Hasil observasi tim medis juga menemukan bahwa korban mengalami gizi buruk, memiliki riwayat diabetes, TB paru, dan kondisi tubuh yang tidak stabil dengan suhu tubuh yang kerap naik-turun.

Meski sempat kritis, kondisi MK kini berangsur membaik. Berat badannya naik signifikan dari 9 kg menjadi 16 kg. Jika sebelumnya MK tidak dapat duduk atau berjalan, kini ia sudah bisa duduk dan berjalan dengan bantuan. Selain itu, pemulihan psikologis juga menunjukkan kemajuan signifikan, ditandai dengan kemampuan komunikasi dua arah dan mulai sering tersenyum.

Direktur PPA & PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr. Nurul Azizah, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan MK.

“Alhamdulillah, kondisi anak korban MK saat ini sudah jauh lebih baik. Kami bersama tim medis, psikolog, dan Kementerian Sosial berupaya maksimal untuk memastikan pemulihan fisik dan mentalnya. Hari ini, anak MK kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta agar mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang lebih optimal,” ujar Brigjen Pol Nurul Azizah.

Selain pemulihan korban, penyidik Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri masih terus melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan dan penelantaran ini. Pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilakukan, termasuk penyusunan sketsa wajah terduga pelaku.

Brigjen Pol Nurul Azizah menegaskan bahwa Polri akan mengusut tuntas kasus ini.

“Kami terus melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mencari keberadaan pelaku. Perlindungan terhadap anak merupakan prioritas kami, dan kami akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait agar kasus ini segera terungkap,” tegasnya.

Mulai hari ini, MK berada di bawah pengasuhan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pendampingan psikologis lanjutan, pemenuhan hak dasar, dan perawatan yang lebih menyeluruh.

IMG-20250822-WA0044

Pupuk Indonesia Sosialisasikan Program dan Edukasi kepada pengunjung di Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2025

MEDAN || jejakindonesia.id – PT Pupuk Indonesia berpartisipasi aktif dalam ajang Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2025 dengan membuka stand pameran sekaligus mensosialisasikan berbagai program inovasi yang ditujukan untuk mendukung petani, khusus nya di Sumatera Utara.

Selain memperkenalkan produk-produk unggulan dari PI Grup, Pupuk Indonesia juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai sejumlah program, antara lain uji tanah gratis, sosialisasi pengetahuan produk, pola pemupukan berimbang, serta Teknologi pertanian seperti Precision Farm yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas pengetahuan bagi petani khusus nya petani di Sumatera utara.

Dalam kegiatan ini, perusahaan juga menyampaikan informasi mengenai tata cara menjadi distributor pupuk subsidi maupun non-subsidi, serta mekanisme penebusan bagi petani yang terdaftar di sistem e- RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sebagai penerima sah pupuk bersubsidi dari pemerintah.

“Harapan kami melalui kegiatan tahunan ini, masyarakat dan petani di Sumatera Utara semakin memahami keunggulan produk Pupuk Indonesia Group, bisa membedakan pupuk asli dengan pupuk palsu, serta mengetahui skema penebusan pupuk subsidi yang benar,” kata Hendra Sagita
Junior Officer Pendukung Penjualan Regional 1A
Pupuk Indonesia, di Medan, Kamis (21/8/2025).

Ia menambahkan, partisipasi PI Group di PIISU bukan kali pertama, sebab pada tahun 2024 lalu perusahaan juga turut serta dalam ajang serupa.

Melalui konsistensi ini, perusahaan berharap petani dapat semakin teredukasi tentang penggunaan pupuk yang tepat sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kualitas hasil panen lebih optimal.

Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara 2025 diharapkan menjadi wadah kolaborasi pemerintah, swasta, serta masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi dan sektor pertanian berkelanjutan.Adel

IMG-20250820-WA0058

*Di duga dibawa kabur pacar. Siswi SMK PGRI 1 GIRI hilang

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kejadian anak di bawah umur kembali terjadi di banyuwangi, kali ini menimpa dara belia usia 16th berinisial FA yang masih duduk di bangku SMK PGRI 1 GIRI. Rabu 20/08/25

Tragedi hilangnya dara belia FA usia 16th terjadi sejak hari minggu tanggal 17 Agustus 2025, FA tinggal bersama keluarga di lingkungan kelurahan kepatihan. Hingga malam ini hari rabu 20 Agustus 2025 FA tidak kunjung pulang kerumah.

Kejadian hilangnya FA membuat pihak keluarga terguncang sehingga berlanjut dengan laporan di polresta banyuwangi dengan nomor LP : STTLPM/225/VIII/2025/SPKT. Dalam pasal 332 ayat (1) ke-1, diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.

di duga dara belia FA berusia 16th dibawa seorang pria berinisial AS warga gombengsari kalipuro yang kesehariannya sebagai sopir logistik.

Halimah ibunda dari FA saat di jumpai awak media menyampaikan kejadian ini sangat membuat keluarga terpukul, terlebih lagi FA masih di bawah umur. Ungkap Halimah

"Saya sangat terpukul mz, anak perempuan saya mulai hari minggu tgl 17 Agustus 2025 hingga malam ini tidak pulang kerumah, Teman-teman dari anak saya ngomong bahwa anak saya mau ke rumah pacarny yaitu AS di lerek gombengsari, selain itu pernah mz ke bali anak saya di bawa dan tidak pamit ke saya"

Saya berharap bantuan dari bapak kapolresta banyuwangi bapak rama samtama putra memohon bantuan agar anak perempuan saya kembali pulang. Imbuh ibunda FA.

Reporter :

IMG-20250820-WA0027

Diduga Rem Blong Kereta Tidak Berhenti di Stasiun Sidoarjo

SIDOARJO || jejakindonesia.id -Suasana mencekam terjadi di jalur rel kawasan Candi, Sidoarjo, Selasa (19/8/2025) sekitar pukul 19.18 WIB. Rangkaian Commuter Line Jenggala yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo Kota terus melaju hingga akhirnya berhenti darurat di kilometer 28+1 petak Sidoarjo–Tanggulangin.

Kereta diduga mengalami gangguan rem sehingga tidak dapat berhenti di stasiun. Peristiwa itu membuat ratusan penumpang panik, bahkan sebagian di antaranya sempat meloncat dari gerbong. Warga sekitar membantu menenangkan sekaligus mengevakuasi penumpang yang terlihat kebingungan.

Setelah berhenti, kondisi di dalam gerbong semakin kacau karena listrik padam. Penumpang akhirnya memilih turun dan menunggu kepastian transportasi pengganti. Hingga larut malam, petugas PT KAI masih melakukan penanganan terhadap rangkaian yang mengalami kerusakan sistem tersebut

(Redho)

error: Content is protected !!