Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 846

Peristiwa

IMG-20250928-WA0008

Nelayan Serahkan 14 Tuntutan ke Istana, Ketum SNI Minta Presiden Prabowo Dengarkan Suara Pesisir

JAKARTA || jejakindonesia.id - Gelombang suara dari pesisir Indonesia kembali menggema di pusat pemerintahan. Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) resmi mendatangi Kantor Sekretariat Negara pada Jumat (26/9/2025)

Ia menyampaikan 14 poin tuntutan hasil Rembug Nelayan Nasional. Aspirasi tersebut ditujukan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Ketua Umum SNI, Hadi Sutrisno menjelaslan bahwa tuntutan itu bukan sekadar suara kelompok kecil.

“Ini hasil rembuk nasional. Suara dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi bersatu. Kami ingin Presiden mendengar langsung jeritan hati para nelayan,” ujar Hadi Sutrisno, Minggu (28/9/2025).

Salah satu sorotan utama adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) laut yang dianggap membebani nelayan.

“Kami menolak. Nelayan sudah cukup terbebani dengan pungutan lain. PBB laut hanya membuat hidup semakin sulit,” lanjut Ketua Umum SNI

Selain itu, SNI menolak kebijakan naturalisasi kapal asing. Mereka khawatir kebijakan itu mengancam ruang hidup nelayan kecil.

“Laut Indonesia harus untuk rakyat Indonesia, bukan asing,” tambah Hadi Sutrisno

Dalam audiensi, Wakil Mensesneg Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pemerintah akan menampung aspirasi nelayan dan meneruskan kepada Presiden RI.

“Kami memahami aspirasi ini penting. Pemerintah akan menindaklanjuti,” ucap Juri dengan nada meyakinkan para SNI

Aksi SNI ini menjadi simbol perjuangan jutaan nelayan. Publik menanti sikap tegas Presiden RI, Prabowo terhadap tuntutan ini.(red)

IMG-20250927-WA0062

Kreasi Anak MAN Pasuruan: Inovasi Keripik Pisang dengan Ragam Rasa Unik

PASURUAN || jejakindonesia.id  – Kreativitas generasi muda kembali hadir melalui sentuhan tangan siswa MAN Pasuruan kelas 10 D. Dengan semangat kebersamaan, mereka berhasil menghadirkan inovasi produk olahan keripik pisang dengan berbagai varian rasa yang unik dan memikat.

Tak sekadar camilan biasa, keripik pisang ini dikemas dengan penuh kreasi. Varian unggulan seperti cokelat, taro, tiramisu, hingga matcha menjadi daya tarik tersendiri yang siap menggugah selera para penikmat jajanan.

Proses produksi dilakukan secara higienis dan sederhana namun tetap terjaga kualitasnya, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga tahap pengemasan. Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa untuk menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, dan produktif.

Kegiatan ini dipelopori oleh Maulana Nuh Alam Syah bersama lima rekan lainnya. Melalui karya yang diberi nama “Keripik Pisang Rasa-Rasa Dapur Ganyeng”, mereka berharap dapat memupuk kepedulian terhadap jajanan khas nusantara sekaligus mendorong lahirnya generasi siswa yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi di masa depan.

 

 

(RED)

IMG-20250927-WA0048

Ditutup dengan Pelepasan 1.000 Lampion, Kaliploso Hartimoon Carnival 2025 di Banyuwangi Berlangsung Meriah

BANYUWANGI ||jejakindonesia.id - Lapangan Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, penuh sesak ribuan warga pada Jumat (26/9/2025) malam. Mereka berbondong-bondong datang untuk menyaksikan malam puncak Kaliploso Hartimoon Carnival 2025.

Karnaval ini memamerkan hasil pertanian petani setempat. Di kawasan panggung, dijejer tumpeng buah dan sayur dari kebun warga, mulai padi, jagung, terong, tomat, kacang panjang, mentimun, petai, nanas, jeruk, jambu air, pisang dan hasil bumi lainnya.

Sejak awal acara, pengunjung juga disuguhi beragam penampilan seni budaya. Anak-anak Desa Kaliploso ikut ambil bagian dengan menampilkan atraksi yang memadukan tari tradisional khas Banyuwangi, mulai Gandrung, Jaranan Buto, Jaripah, dan lainnya.

Dengan kostum penuh warna dan gerakan enerjik, para penari cilik berhasil memukau penonton. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir ke lokasi juga berdecak kagum melihat performa mereka.

“Kami bangga, ternyata desa-desa yang ada di Banyuwangi, penuh dengan kreatifitas. Dan ini diwujudkan oleh masyarakat Desa Kalipuloso,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi desa ini karena berhasil mengangkat potensi pertanian, khususnya hortikultura, dengan memadukannya bersama seni budaya, dan ekonomi.

Ia berharap festival Kaliploso Hartimoon Carnival bisa mendongkrak perekonomian warga. Apalagi ajang ini turut diramaikan ratusan pelaku UMKM dengan dukungan penuh masyarakat desa.

“Saya melihat setiap tahunnya event di Desa Kaliploso ini semakin baik dan meriah. Mudah-mudahan kegiatan pada malam hari ini berdampak pada peningkatan ekonomi di Desa Kalipuloso,” kata Ipuk.

Kepala Desa Kaliploso, Rudi Hartono, menjelaskan acara Kaliploso Hartimoon Carnival ini digelar selama empat hari, 24-27 September. Rangkaian kegiatan meliputi karnaval, pameran hasil pertanian, hiburan rakyat, pentas seni tradisional, dan kuliner desa.

“Karnaval ini rutin kami gelar untuk mengangkat kekayaan produk pertanian dari Desa Kaliploso. Dan ini adalah ajang kebanggaan petani lokal sebagai wujud syukur atas hasil bumi Kaliploso. Semoga berdampak positif bagi ekonomi desa,” harapnya.

Malam puncak ditutup dengan pelepasan seribu lampion oleh Bupati Ipuk bersama warga, yang menghiasi langit Desa Kaliploso.

IMG-20250927-WA0047

394 Pesepeda Susuri 86,9 Kilometer Keindahan Alam di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sebanyak 394 cyclist dari berbagai daerah dan mancanegara meramaikan Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025. Selain diikuti para atlet profesional, ajang ini juga diramaikan komunitas dan pecinta balap sepeda.

Mereka datang dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jatim, Kalimantan, Lampung, Maluku, dan berbagai daerah lainnya. Sementara dari mancanegara ada dari Kolombia, Prancis, Jerman, Italia, Nederland, New Zealand, Filipina, dan Singapura.

Dilepas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pantai Marina Boom, Sabtu (27/9/2025) pukul 06.00, para rider diajak menelusuri rute sejauh 86,9 kilometer keindahan alam Banyuwangi hingga nantinya finish di Paltuding, Ijen.

Bupati Ipuk mengatakan, event ini bagian dari upaya menegaskan branding Banyuwangi sebagai kota sepeda. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi berbagai pihak yang menggelar event sepeda di Banyuwangi.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Ijen KOM 2025. Mari nikmati bersepeda di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025 ini, kata Ipuk, menambah sederet event balap sepeda di Banyuwangi, seperti Tour de Banyuwangi Ijen (28-31 Juli), Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (20-21 September), hingga Banyuwangi BMX (15-16 November).

Melalui sejumlah event bergengsi tersebut, Banyuwangi tidak hanya menawarkan keindahan wisata alam. Lebih dari itu, Ipuk juga bertekad menjadikan Banyuwangi sebagai pusat sport tourism di Indonesia.

"Event yang menggabung olahraga dengan seni dan budaya lokal seperti ini, menjadi cara daerah untuk memperkenalkan Banyuwangi kepada kepada lebih banyak orang," kata Ipuk.

Sementara itu, penggiat olahraga sepeda Azrul Ananda, menambahkan bahwa rute Ijen menjadi salah satu tantangan paling terkenal di Indonesia, bahkan sudah mendunia.

Balap sepeda di Banyuwangi Bluefire Ijen KOM ini menjadi seri penutup Mainsepeda Trilogy 2025, setelah sebelumnya digelar Bromo KOM (17 Mei) dan Kediri Dholo KOM (20 Juli).

Trek Ijen memiliki tantangan khas yang tidak dimiliki daerah lain. Tanjakan yang masuk kategori hors categorie ini sudah beberapa kali dilalui pembalap profesional sekelas Union Cycliste Internationale (UCI).

Liliana Herawati, peserta kategori Women 35-39 asal Purwokerto, Jawa Tengah, mengaku takjub bisa ikut merasakan sensasi gowes di Banyuwangi.

“View-nya bagus banget, ya. Sepertinya baru pertama kali start dari pantai. Jam 5 sudah terang banget, saya sampai kaget, kirain telat,” ujar Liliana sambil tersenyum.

Pantai Marina Boom dipilih sebagai titik start Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025 agar para rider dapat menikmati matahari terbit dengan latar pantai dan siluet pegunungan Ijen.

Dari sana, para cyclist diajak menelusuri spot-spot indah Banyuwangi di sepanjang rute. Melewati hamparan sawah hijau, perkampungan, perkebunan, hingga wilayah menyusuri lansekap kaki Gunung Ijen yang terkenal indah. (*)

IMG-20250927-WA0046

Bupati Ipuk Ajak Tokoh Agama Kuatkan Keluarga dan Jaga Kerukunan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para tokoh agama untuk terus menguatkan ketahanan keluarga serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Sabtu (27/9/2025).

“Pada kesempatan ini, kami mengajak para tokoh agama sekalian, untuk bersama-sama memperkuat kehidupan keluarga di tengah masyarakat. Keluarga yang harmonis adalah awal dari semua kebaikan,” ungkap Ipuk.

Ketahanan keluarga tersebut, imbuh Ipuk, akan menjadi ketahanan secara luas. Karena banyak persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat dipicu terlebih dahulu dari kehidupan keluarga yang tidak harmonis. Dari permasalahan kriminal hingga korupsi.

“Dalam khutbah-khutbahnya, selipkan pesan-pesan penguatan keluarga. Sampaikan tentang parenting, finansial planing dan pesan-pesan lain yang bisa membuat harmonis,” terangnya.

Selain itu, Ipuk juga mengharapkan peran para tokoh agama untuk menjaga kondusivitas lingkungan. Berbagai potensi yang bisa mengancam kerukunan, khususnya di kalangan umat beragama, harus dimitigasi lebih awal.

“Apalagi saat ini, daerah harus menghadapi tantangan efisiensi. Akan ada banyak program kemasyarakatan yang berkurang. Ini perlu pendekatan yang tepat agar tidak menimbulkan gejolak sosial,” ungkap Ipuk.

Pemkab Banyuwangi sendiri, lanjut Ipuk, terus berupaya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan berbagai program inovatif diharapkan perekonomian dapat tumbuh dengan baik, lapangan kerja bisa tersedia, sehingga masyarakat dapat hidup dengan baik. Dengan kesejahteraan yang terjamin, akan memberikan bantalan sosial yang kokoh untuk menjaga kerukunan.

“Kami akan terus berinovasi untuk melahirkan program yang berdampak besar. Dengan anggaran yang efisien, tapi outcome yang didapat harus optimal,” pungkasnya.

Hadir dalam rakor tersebut para tokoh agama dari lintas iman. Tampak di antaranya Ketua FKUB Banyuwangi, Ketua Bamag Banyuwangi, Ketua LDII Banyuwangi dan sejumlah tokoh agama lainnya.

error: Content is protected !!