Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 848

Peristiwa

IMG-20250926-WA0066

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Bupati Ipuk Kembali Serahkan 7 Ambulans ke Puskesmas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan 7 unit mobil ambulans ke sejumlah puskesmas.

Tujuh unit mobil ambulans tersebut diserahkan kepada Puskesmas Tapanrejo, Kembiritan, Tegaldlimo, Kebaman, Tampo, Karangsari, dan Gendoh. Ambulans tersebut telah diserahkan kepada puskesmas, Kamis (25/9/2025).

Ipuk menyampaikan, seluruh puskesmas di Banyuwangi sebenarnya telah memiliki fasilitas mobil ambulans. Penyerahan unit ambulans baru tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan di level puskesmas.

“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan fasilitas baru ini, kami minta puskesmas terus memperkuat layanan jemput bola, serta lebih cepat dan tanggap melayani masyarakat,” kata Ipuk.

Tujuh unit mobil ambulans tersebut dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang lebih mutakhir. Mulai peralatan pemeriksaan jantung, penanganan kegawatdaruratan, genset, hingga media promosi kesehatan.

“Pengadaan ambulans kami lakukan secara bergilir setiap tahun, baik untuk puskesmas rawat inap maupun rawat jalan,” urai Ipuk.

Selain ambulans, Pemkab juga menambah kendaraan operasional bagi para tenaga kesehatan yang bertugas di daerah yang sulit dijangkau. Di tahun 2024, pemkab melakukan pengadaaan 2 unit ambulance dan 24 motor trail, kepada puskesmas wilayah kerjanya sulit dijangkau.

Seperti diketahui, Banyuwangi merupakan daerah terluas di Jatim yang sebagian wilayahnya secara geografis terletak di wilayah hutan dan perkebunan milik taman nasional dan Perhutani, sehingga ada lokasi yang sulit dijangkau.

"Saya harap, seluruh tenaga kesehatan bekerja optimal. Perbanyak jemput bola, ramah kepada pasien, perbanyak inovasi untuk meningkatkan layanan. Saya harap tidak ada lagi keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan di Banyuwangi,” pesan Ipuk.

IMG-20250926-WA0060

Ayo! Saksikan Turnamen Voli Kapolda Kalteng Cup 2025 di GOR Serbaguna Palangka Raya

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Ayo masyarakat, para pemuda-pemudi di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Datang dan saksikan bersama ajang bergengsi Turnamen Bola Voli Piala Kapolda Kalteng Cup 2025, di GOR Serbaguna, Jl. Tjilik Riwut Km. 5, Kota Palangka Raya, pada Minggu, 28 September 2025.

Mari datang, ramaikan dan sukseskan acara ini. Ajang ini merupakan event tingkat nasional yang akan memperebutkan piala Kapolda Kalteng Cup 2025 dan diikuti oleh seluruh klub bola voli terbaik se-Kalteng.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menerangkan, turnamen voli ini diadakan untuk memberikan wadah bagi para atlet voli dari berbagai kalangan. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan memajukan olahraga voli di Prov. Kalteng.

"Melalui turnamen ini, Polda Kalteng ingin memberikan ruang bagi masyarakat, terutama anak muda, untuk tetap aktif berolahraga dan berkompetisi. Tak terkecuali, mempererat tali silaturahmi antarkomunitas voli di Provinsi Kalteng," jelas Kabidhumas, saat dikonfirmasi, Jumat (26/9/2025).

Erlan menyebut, partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan dapat semakin memeriahkan acara ini, sekaligus mendukung Polri dalam mempromosikan gaya hidup sehat.

"Kami mengundang seluruh pecinta voli dan masyarakat untuk hadir dan menyaksikan pertandingan ini. Ayo berbondong-bondong datang dan ramaikan Liga Voli Kapolda Kalteng Cup 2025, tanpa tiket masuk alias gratis, mulai 28 September hingga 6 Oktober di GOR Serbaguna," tutupnya.

IMG-20250926-WA0052

Satgas Madago Raya Beri Motivasi Ratusan Siswa Dua Sekolah di Poso Lewat Hipnoterapi

POSO || jejakindonesia.id - Ratusan siswa SMKN 1 Poso dan SMKN 2 Poso mendapat pengalaman unik pada Kamis (25/9/2025). Mereka mengikuti kegiatan hipnoterapi atau hipnomotivasi yang digelar Satgas III Preventif Operasi Madago Raya di dua sekolah kejuruan tersebut.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh dua perwira Satbrimob Polda Sulteng. Di SMKN 1 Poso, hipnoterapi dipimpin oleh PS Kasi Provos Sat Brimob Iptu Zulfahdi Nur Lubis, sementara di SMKN 2 Poso dipandu oleh PS Kaurren Subbagrenmin Iptu Kusairi, S.Sos.I., M.Pd.I. Sebanyak 114 siswa di SMKN 1 dan 93 siswa di SMKN 2 antusias mengikuti sesi tersebut.

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K.,M.Si menyebut hipnoterapi menjadi salah satu cara membangkitkan semangat siswa. Ia menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjaga stabilitas keamanan.

“Melalui hipnomotivasi, kami ingin memberikan dorongan positif kepada pelajar agar lebih percaya diri, lebih semangat belajar, serta semakin menghargai dirinya dan orang tuanya,” kata Kombes Kurniawan yang juga selaku Dansat Brimob Polda Sulteng.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh interaksi. Para siswa tampak serius mengikuti arahan instruktur, sementara guru dan kepala sekolah ikut mendampingi. Banyak siswa mengaku menemukan motivasi baru usai mengikuti sesi hipnoterapi.

Kepala SMKN 1 Poso, Neni Hartati Ruutana, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas III Preventif Ops Madago Raya. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan kembali semangat belajar siswa.

“Anak-anak menemukan jati dirinya, tumbuh motivasi, dan semakin memahami pentingnya menghormati orang tua,” ucap Neni.

Neni juga berharap program serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran aparat dengan pendekatan edukatif semacam ini dapat memberi dampak positif bagi perkembangan siswa.

“Kami berterima kasih dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan hipnomotivasi ini, Satgas Madago Raya tidak hanya fokus pada tugas pengamanan, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda. Upaya ini diharapkan dapat mencetak pelajar Poso yang lebih optimistis dan siap menghadapi masa depan.

IMG-20250926-WA0022

Dampak Gempa Banyuwangi, Tujuh Bangunan Rusak di Tiga Desa Kecamatan Wongsorejo

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Gempa berkekuatan 5,7 magnitudo terjadi di timur laut Banyuwangi, Kamis (26/9/2025) tepatnya pukul 16.04 WIB. Akibat gempa tersebut terdapat tujuh bangunan rusak yang tersebar di tiga desa Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, titik gempa berada di 46 kilometer (km) timur laut Banyuwangi, di kedalaman 12 kilometer (km).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi hingga malam ini terus mendata dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

Tercatat tujuh titik kerusakan bangunan dengan skala ringan hingga sedang di tiga desa. Keseluruhannya berada di Kecamatan Wongsorejo, yang merupakan wilayah Banyuwangi yang paling dekat dengan titik gempa.

Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto menjelaskan, kerusakan paling banyak terjadi di Desa Bimorejo. Diding dapur, rumah, dan atap empat rumah warga rusak setelah diguncang gempa.

"Bahkan salah satunya kerusakan mencapai 25 persen. Kondisinya retak berbahaya," kata Danang.

Kerusakan lainnya terjadi di Desa Sidodadi. Atap dan genting masjid Babul Muttaqin di desa tersebut ambrol hingga materialnya turun ke lantai masjid. Berikutnya, kerusakan juga tercatat di dapur rumah warga di Desa Bajulmati.

BPBD masih berkomunikasi dengan perangkat desa, aparat, dan para relawan di lapangan untuk menghimpun sebanyak mungkin informasi dampak gempa tersebut.

"Ibu Bupati Ipuk terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan. Kami diminta untuk segera melakukan assesment di lapangan," jelas Danang.

BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait soal penanganan lanjutan terhadap bangunan milik warga yang menjadi korban bencana itu.

"Untuk korban jiwa nihil. Kerugian berupa materiil akibat kerusakan bangunan," imbuh Danang.

Di Banyuwangi, gempa dirasakan merata hampir di seluruh wilayah. BMKG menyebut, gempa tidak berpotensi tsunami.

IMG-20250926-WA0021

Sabet 15 Trofi, Kontingen Banyuwangi Raih Juara Kategori Utama Jumbara PMR ke X Jatim

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Kontingen Banyuwangi berhasil menyabet 15 Trofi juara pada kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke X yang diikuti 38 kota/kabupaten se Jatim. Kesuksesan ini mengantarkan kontingen PMR Banyuwangi menjadi juara Kategori Utama pada kegiatan tersebut.

JUMBARA PMR X PMI tingkat Provinsi Jawa Timur berlangsung 17-21 September di Bumi Perkemahan Semen Gresik, Kabupaten Gresik. Kontingen Banyuwangi yang terdiri atas 58 peserta berasal dari anggota PMR tingkat Mula, Madya dan Wira dari SD-SMA/MA se Banyuwangi.

“Selamat kepada kontingen PMR Banyuwangi yang telah meraih prestasi membanggakan ini. Terima kasih atas telah berjuang membawa nama harum bagi Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk, Kamis (25/9/2025).

Jumbara PMR adalah kegiatan khas Palang Merah Indonesia yang dirancang untuk anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan relawan muda. Tidak hanya lomba dan berlatih kepalang merahan tapi peserta juga melakukan berbagai kegiatan seperti Kewirausahaan dan Pameran, Jurnalistik Remaja, Bakti Masyarakat, Bakti Lingkungan, Remaja Tangguh, Simulasi Pertolongan Pertama, Parade Budaya hingga Olahraga Persahabatan.

“Dengan kegiatan ini akan memperkuat karakter sekaligus menumbuhkan semangat peduli sesama. Semoga semua pelajaran dan pengalaman yang didapatkan bisa diterapkan pada keseharian,” harap Ipuk.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, pembina, fasilitator, pengurus PMI Banyuwangi dan seluruh pihak yang terlibat yang telah mendampingi dan membimbing para anggota PMR di kegiatan ini,” imbuh Ipuk.

Ditambahkan Wakil Bupati Banyuwangi sekaligus Ketua PMI Banyuwangi Mujiono, Banyuwangi mendapatkan 15 Trofi dan meraih Juara Kategori Utama setelah sukses menang di berbagai kategori lomba. Diantaranya lomba Parade Budaya, Fasilitator Kreatif, Remaja Tangguh, Jumbara Rising Star Tingkat Mula, Wahana Kepalangmerahan hingga Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Mula.

“Diantara berbagai lomba tersebut Banyuwangi banyak mendapatkan juara satu sehingga dinobatkan sebagai Juara Kategori Utama,” kata Mujiono.

error: Content is protected !!