Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 830

Peristiwa

IMG-20251007-WA0063

Kapolda Sulbar Giatkan Sinergi Polri-Bulog di Polman, Perkuat Ketahanan Pangan

Polewali Mandar || jejak-indonesia.id - Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., mempererat sinergi antara Polri dan Perum Bulog dengan mengunjungi Gudang Bulog GSP Amassangan di Desa Rea, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (06/10/25).

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja Kapolda di wilayah Polman, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sulbar didampingi oleh Kapolres Polman beserta jajaran pejabat utama Polres Polman. Rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Polman, Faris Sudirman AR dan Kepala Gudang Bulog Amassangan, Mustofa.

Kapolda Sulbar menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah wujud dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Ia menekankan bahwa Bulog memegang peranan kunci dalam keberhasilan program tersebut.

"Kunci kesuksesan program pemerintah ada di Bulog. Saya berharap kerja sama antara Polri dan Bulog dapat berjalan searah agar target keduanya bisa tercapai," tutur Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menyoroti pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam menjalin komunikasi yang efektif dengan para petani. Komunikasi ini diharapkan dapat membantu petani dalam menjaga kualitas hasil panen, khususnya kadar air jagung, agar memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Polri dan Bulog dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Sulawesi Barat, serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan bagi masyarakat.

IMG-20251007-WA0059

Bidpropam Polda Kaltim Laksanakan Pengawasan Pelayanan Gizi di SPPG, Pastikan Kualitas dan Keamanan Konsumsi Terjamin

BALIKPAPAN || jejakindonesia.id — Dalam rangka memastikan kualitas pelayanan serta keamanan konsumsi bagi penerima manfaat, Bidpropam Polda Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pengecekan dan pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kaltim, pada Senin (6/10/2025) pagi.

Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kabidpropam Polda Kaltim, dan berlangsung di lokasi SPPG Polda Kaltim sejak pukul 07.00 WITA hingga selesai. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek kebersihan, kelayakan bahan pangan, proses pengemasan (packing), hingga pengangkutan makanan ke kendaraan distribusi.

Adapun menu yang disiapkan pada hari tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu : Porsi kecil: Nasi 140 gram, ayam kecap 1 potong, tahu goreng 1 potong, tumis jagung & wortel 1 sendok, serta jeruk 1 buah. Porsi besar: Nasi 150 gram, ayam kecap 1 potong, tahu goreng 1 potong, tumis jagung & wortel 1 sendok, serta jeruk 1 buah.

Total 3.405 porsi makanan dibagikan kepada para penerima manfaat, yang meliputi : TK Kemala Bhayangkari (77 siswa), SD Kemala Bhayangkari (348 siswa), SDN 001 Balikpapan Kota (728 siswa), SDN 001 Balikpapan Selatan (326 siswa), SDN 009 Balikpapan Selatan (234 siswa). SMPN 12 Balikpapan (1.236 siswa)

Seluruh proses pelaksanaan pengawasan melibatkan personel Provos dan Paminal Bidpropam Polda Kaltim, masing-masing diwakili oleh Aipda Fajar dan Briptu Dion (Provos), serta Aipda Julianto dan Briptu Bambang (Paminal).

Kabidpropam Polda Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif dalam memastikan seluruh tahapan pelayanan pemenuhan gizi berjalan sesuai prosedur dan standar keamanan pangan.

“Pengawasan ini penting dilakukan untuk menjamin bahwa makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat, khususnya para siswa, telah melalui proses yang higienis, aman, dan layak konsumsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam setiap lini pelayanan publik, termasuk dalam bidang pemenuhan gizi yang menjadi perhatian serius institusi kepolisian.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat apresiasi dari pihak terkait atas konsistensi Polda Kaltim dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

IMG-20251007-WA0058

Ajak Siswa Cinta Tanah Air, Satgas Madago Raya Gelar Upacara di Poso Pesisir Selatan

Poso || jejakindonesia.id - Semangat kebangsaan terus digaungkan Satgas III Preventif Operasi Madago Raya di wilayah tugasnya. Tak hanya menjaga keamanan, personel Satgas juga aktif menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi muda.

Salah satunya melalui kegiatan upacara bendera bersama siswa SDN Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Senin (6/10/2025).

Upacara berlangsung penuh khidmat dan diikuti oleh Danpos Tabalu bersama personel Pos Kamtibmas, Kepala Sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa SDN Patiwunga. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting mempererat sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan di wilayah operasi Satgas Madago Raya.

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata pembinaan terhadap pelajar agar memiliki jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan sejak dini.

“Melalui upacara bendera, kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air serta menanamkan disiplin dan semangat persatuan kepada anak-anak di wilayah ini,” ujar Kombes Kurniawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/10/2025).

Ia menegaskan, pendekatan humanis dan edukatif menjadi prioritas Satgas Madago Raya dalam menjalankan tugas di lapangan. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kedamaian dan persatuan bangsa.

Kepala SDN Patiwunga, Meilyn Wowor, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Satgas Madago Raya di sekolahnya. Ia menyebut kegiatan itu memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk lebih memahami makna simbol-simbol negara.

“Anak-anak sangat senang dan bersemangat mengikuti upacara. Ini menjadi pembelajaran langsung yang menumbuhkan rasa hormat terhadap bendera Merah Putih dan nilai-nilai kebangsaan,” tutur Meilyn.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Madago Raya berharap hubungan baik antara aparat dan masyarakat terus terjalin harmonis. Pembinaan seperti ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cinta damai, berjiwa nasionalis, dan menjadi pelopor persatuan di Tanah Poso.

IMG-20251007-WA0038

Tiga Karang Taruna Desa Konsolidasi, Serahkan Dokumen Aspirasi ke Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tiga perwakilan Karang Taruna dari Desa Kedungringin, Desa Kedungrejo, dan Kelurahan Klatak, melakukan pertemuan bersama pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, di Ruang Kopian, Minggu malam (04/10/2025).

Dalam forum tersebut, para pemuda menyerahkan dokumen aspirasi bertajuk “Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi”, yang berisi kritik dan harapan terhadap peningkatan tata kelola serta pemerataan organisasi Karang Taruna di seluruh wilayah Banyuwangi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, Rizki Alfian, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan aspirasi yang disampaikan teman-teman Karang Taruna desa. Kami terbuka untuk berdiskusi, saling mendengar, dan tentu akan berusaha semaksimal mungkin agar Karang Taruna ke depan bisa menjadi lebih baik,” ujar Rizki.

Dalam dokumen 'Surat Cinta' yang diserahkan, terdapat 18 poin aspirasi dan tuntutan yang disusun oleh para kader muda. Isi surat tersebut menyoroti sejumlah hal penting, antara lain:

1. Perlunya evaluasi berkala terhadap kinerja organisasi,
2. Peningkatan transparansi dan birokrasi yang sistematis,
3. Perbaikan tata kelola administrasi,
4. Pemerataan pembinaan hingga ke tingkat akar rumput, serta
5. Penguatan peran Karang Taruna sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar simbol seremonial.

Secara garis besar, surat itu meminta agar Karang Taruna Kabupaten tidak hanya fokus pada kegiatan formalitas, melainkan benar-benar hadir mendampingi Karang Taruna desa, memperbaiki pola komunikasi, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif dan inisiatif.

Pada kesempatan itu juga, Afa dari Desa Kedungringin menjelaskan, bahwa aspirasi tersebut lahir dari semangat konsolidasi pemuda yang ingin melihat organisasi berjalan sesuai nilai AD/ART.

“Pertemuan kali ini adalah buah cinta yang lahir dari proses konsolidasi pemuda Karang Taruna yang melahirkan ‘Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi’. Aspirasi ini kami sampaikan dengan tujuan menumbuhkan kembali spirit berkarang taruna dan mengoptimalkan birokrasi yang tersistematis, berlandaskan AD/ART dan peraturan organisasi," tuturnya.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, atas terselenggaranya kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna di Kecamatan Muncar, tepatnya di Pantai Cemara. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memberikan multiplier effect bagi destinasi wisata Pantai Cemara,” imbuh Afa.

Sementara itu, Kiki dari Karang Taruna Desa Kedungrejo menegaskan pentingnya langkah konkret pasca-aspirasi ini. “Kami rasa seluruh kegelisahan yang ada perlu dijadikan bahan pertimbangan sekaligus evaluasi bagi pengurus. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah langkah apa yang akan kita ambil ke depan untuk mengembangkan nama organisasi," katanya.

"Sebenarnya, masih banyak kegiatan yang diminati oleh para pemuda, terutama kegiatan yang dapat mempersatukan seluruh Karang Taruna, seperti olahraga dan aktivitas sosial lainnya. Hal-hal seperti ini seharusnya mulai dipikirkan, dan segera dijalankan agar kegiatan yang dilakukan oleh tingkat kabupaten tidak sekadar menjadi formalitas belaka,” sambung Kiki.

Penutup pertemuan, Ardiansyah dari Kelurahan Klatak, menyampaikan harapan agar Karang Taruna Kabupaten memberikan dukungan nyata terhadap pembentukan organisasi di tingkat desa.

“Kami berharap, ada pendampingan ataupun dorongan dari Karang Taruna Kabupaten kepada setiap stakeholder desa maupun kelurahan untuk membantu terbentuknya Karang Taruna di setiap desa. Dengan begitu, secara tidak langsung Karang Taruna di tingkat kecamatan akan terbentuk dengan sendirinya," ucapnya.

Ia menyebutkan, ketidakmerataan saat ini mempersulit administrasi dan komunikasi, dan berharap pertemuan tersebut menjadi momentum langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten.

"Kondisi saat ini masih belum merata, dan hal itu tentu mempersulit dalam proses administrasi maupun komunikasi. Pertemuan ini menjadi momentum yang jarang terjadi, sehingga kami berharap ada langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten untuk terus mengawal pemerataan organisasi hingga ke seluruh pelosok Banyuwangi,” ujar Ardiansyah.

Dari keseluruhan isi Surat Cinta, para pemuda menyimpulkan bahwa mereka tidak sedang mengkritik secara destruktif, melainkan mendorong agar Karang Taruna Kabupaten menjadi lebih inklusif, responsif, dan aktif dalam pembinaan kader muda. Mereka berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya kembali semangat baru Karang Taruna Banyuwangi yang lebih berdaya dan berdampak bagi masyarakat.

IMG-20251007-WA0037

Quick Respon Polri Bantu Padamkan Kebakaran di Kodam Lama Jayapura

PAPUA || jejakindonesia.id - Quick Respon Polri, Sebanyak 3 (Tiga) unit mobil rantis AWC milik Polri bantu padamkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kompleks Kodam Lama Jalan Sukun Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan, Senin (6/10) pagi sekitar Pukul 09.10 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kabag Ops Kompol Ferdinand E. Numbery, S.I.K., M.H membenarkan penanganan quick respon pelayanan Polri tersebut.

Kabag Ops menerangkan, berawal saat mendengar adanya peristiwa kebakaran di TKP melalui HT/Radio, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil AWC milik Polresta Jayapura Kota.

“Saat sampai di TKP, mobil AWC langsung lakukan upaya pemadaman, turut serta juga mobil rantis AWC milik Satuan Brimob Polda Papua bersama AWC milik Direktorat Samapta Polda Papua.

“Total keseluruhan ada tiga unit mobil rantis AWC milik Polri dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura bersama delapan unit mobil Water Suplay,” terang Kabag Ops Polresta.

Dirinya menambahkan, api baru berhasil dipadamkan setelah 90 menit kemudian, dimana menurut informasi awal personel piket yang turun ke lokasi kejadian bahwa ada sekitar 22 unit rumah habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai 3,5 Milliar Rupiah.

error: Content is protected !!