Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 831

Peristiwa

IMG-20251007-WA0027

Ketua Umum FW-FRN Pusat Ajak Seluruh Anggota Bersatu Dukung Polri Lewat Media: Bentuk Tim “FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Ketua Umum Forum Wartawan – Forum Rakyat Nusantara (FW-FRN) Pusat, Agus Flores, mengajak seluruh pengurus dan anggota FW-FRN di seluruh Indonesia untuk bersatu dan aktif mendukung kegiatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui pemberitaan yang positif, cepat, dan terpercaya.

Dalam instruksinya, Agus Flores menyerukan kepada pengurus FW-FRN di setiap kabupaten/kota agar menugaskan minimal 5 orang perwakilan di setiap Polres. Para perwakilan ini akan bertugas khusus untuk membantu pemberitaan kegiatan Polri, serta menjadi bagian dari tim yang dinamakan:

FRN FAST RESPON COUNTER POLRI NUSANTARATim ini dibentuk sebagai garda terdepan FW-FRN untuk merespons cepat segala informasi yang berkaitan dengan kegiatan Polri di wilayah masing-masing. Mereka akan berperan aktif dalam mempublikasikan informasi akurat, menangkal berita hoaks, dan membangun citra positif institusi kepolisian melalui jaringan media FW-FRN.

> “Ayo, rekan-rekan FRN. Mari kita bersatu mendukung kegiatan Polri lewat media kita masing-masing. Titipkan lima orang di setiap Polres untuk menjadi bagian dari *FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara. Ini adalah kontribusi kita sebagai mitra strategis kepolisian,” tegas Agus Flores.

Dengan semangat kolaboratif dan nasionalisme, FW-FRN siap memperkuat sinergi antara media dan Polri untuk menjaga stabilitas sosial, menciptakan ruang publik yang informatif, dan mempercepat distribusi informasi resmi ke masyarakat.

FW-FRN Pusat berkomitmen menjadikan FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara* sebagai motor penggerak media dalam menyuarakan kerja-kerja positif Polri demi keamanan dan ketertiban nasional.

Redaksi :Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara provinsi aceh

IMG-20251007-WA0026

Presiden Prabowo: Agus Flores Adalah Generasi Cerdas, Sekejap Mata Ribuan Wartawan Turun Meliput

JAKARTA || jejakindonesia.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan pujian terbuka terhadap sosok muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Flores, yang dinilainya sebagai representasi generasi cerdas Indonesia masa depan

Pujian tersebut disampaikan dalam sebuah forum nasional yang mempertemukan tokoh-tokoh muda, aktivis sosial, dan insan pers dari berbagai daerah.

> “Agus Flores adalah bagian dari generasi cerdas bangsa ini. Ia hadir dengan visi, kerja nyata, dan semangat membangun daerah.” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas dari dunia pers.Hanya dalam hitungan detik, ribuan wartawan dari berbagai media nasional dan internasional turut meliput peristiwa tersebut, menjadikan nama Agus Flores trending di berbagai platform digital.

Profil Singkat Agus Flores Agus Flores dikenal sebagai aktivis muda dan penggerak perubahan di wilayah timur Indonesia. Ia telah menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, gerakan literasi, serta kampanye lingkungan hidup yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di NTT dan sekitarnya.

Konsistensi dan dedikasinya membuat Agus Flores menjadi figur yang disegani, tidak hanya di tingkat lokal, namun juga mulai dikenal secara nasional.

Dukungan dan Sorotan Media Pascapernyataan Presiden, media sosial langsung ramai dengan dukungan terhadap Agus Flores. Warganet menilai, inilah saatnya tokoh-tokoh muda seperti Agus diberi ruang lebih luas dalam pembangunan bangsa.

Beberapa media besar juga dilaporkan telah menjadwalkan wawancara khusus dengan Agus Flores untuk membahas pandangannya mengenai masa depan generasi muda Indonesia.

Simbol Kebangkitan Pemuda Daerah
Pujian Presiden Prabowo dinilai sebagai simbol bahwa pemerintah membuka ruang bagi kepemimpinan muda dari daerah Agus Flores dianggap sebagai contoh nyata bahwa siapa pun, dari mana pun asalnya, dapat memberi kontribusi besar bagi negeri ini.

> “Kami bangga, dan kami siap melangkah lebih jauh demi Indonesia.” ujar Agus Flores singkat saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan.
Redaksi:Syahbudin Padang – FRN Aceh

IMG-20251007-WA0012

Polda Jatim Pastikan Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Maksimal, 17 Korban Telah Teridentifikasi

SURABAYA || jejakindonesia.id – Polda Jawa Timur menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya,Senin (6/10/2025).

Hingga saat ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

“Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan para ahli yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

“Kegiatan ini melibatkan banyak unsur dan para ahli yang bekerja selama 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan,”kata Kombes Pol Abast.

Disebutkan oleh Kombes Pol Abast, Operasi DVI ini bertujuan untuk mengidentifikasi para korban dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin.

"Kami ingin seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya dengan penuh kehati-hatian,”ujar Kombes Pol Abast.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga menjelaskan bahwa kegiatan identifikasi dilakukan di Dua lokasi yaitu di Posko antemortem yang berada di Ponpes Al Khoziny, Buduran dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sedangkan posko postmortem,lanjut Kombes Pol Abast tetap dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Kami berterima kasih kepada keluarga korban, relawan, dan seluruh tim yang bekerja dengan sabar dan empati. Semoga kerja keras ini menjadi bentuk tanggung jawab dan solidaritas kita dalam menjaga nilai kemanusiaan di tengah duka yang mendalam,” pungkas Kombes Pol Abast.

Dikesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menjabarkan hasil identifikasi terbaru.

Dari 8 kantong jenazah yang diperiksa, 7 telah berhasil teridentifikasi sebagai berikut :

1. Mohamad Rohihan Mustafa (17), warga Jalan KH Shazili, Makiti, Kamal, Bangkalan – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

2. Abdul Fattah (18), warga Asem Manunggal – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

3. Wasiyur Rohit (17), warga Jalan Gayungan 8, Gang Mawar 14-B, Surabaya – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

4. Mohamad Aziz Pratama Yudhistira (16), warga Kampung Pulo, Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi Barat – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

5. Mohamad Davin (13), warga Jalan Bonowati Selatan, Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah – teridentifikasi melalui medis dan properti (dua kantong jenazah milik satu orang).

6. Mohammad Ali Rahbini (19), warga Dusun Plasah Birem, Tambelang, Sampang, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan medis.

7. Suleyman Hadi (15), warga Morleke, Kola, Modung, Bangkalan, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti.

Selain Tujuh jenazah tersebut, terdapat satu body part yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari korban atas nama Mohamad Davin.

Untuk menghindari kesimpangsiuran data, Kabid Dokkes Polda Jatim menegaskan bahwa total keseluruhan kantong jenazah yang diterima tim DVI berjumlah 59 kantong.

“Dari lokasi Sidoarjo, kami menerima 5 kantong, dan dari RS Bhayangkara Surabaya ada 54 kantong," tegasnya.

Sebelumnya sempat ada perbedaan perhitungan karena Satu korban memiliki Dua nomor kantong.

"Kini kami pastikan total tetap 59 kantong,” jelasnya.

Kombes Pol Khusnan menambahkan, proses identifikasi masih terus berlangsung dengan pendalaman terhadap data antemortem dan postmortem.

“Dari hasil identifikasi dan properti yang ditemukan, seluruh korban yang kami identifikasi sejauh ini merupakan para santri,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa beberapa kantong jenazah memang tidak berisi tubuh yang utuh.

“Dari hasil rekonsiliasi, ditemukan bahwa ada tubuh yang terpisah antara badan dan kaki," ujarnya.

Setelah dicocokkan dengan data keluarga, lanjut Kombes Pol Wahyu Hidayati dipastikan bahwa dua kantong tersebut merupakan bagian dari Satu orang. (*)

IMG-20251006-WA0087

Danpasmar 1 Pimpin Prajurit Jalasena Berikan Penghormatan Kepada Presiden Republik Indonesia

JAKARTA || jejakindonesia.id - Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) memimpin ribuan prajurit Jalasena TNI AL untuk memberikan penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto pada Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI yang digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (05/10/2025).

Dengan derap langkah yang gagah nan menawan para prajurit Jalasena memberikan penghormatan yang dibarengi dengan langkah Defile guna mencerminkan sikap kedisiplinan para prajurit TNI khususnya TNI AL dalam menyambut HUT ke-80 TNI.

Defile prajurit Matra Laut ini terdiri dari berbagi satuan TNI AL diantaranya Koarmada RI, Korps Marinir dan Gabungan dari Kodaeral serta Kodiklatal.

Derap langkah Defile prajurit Jalasena yang tergabung falam Kontingen Upacara TNI AL ini terlihat lugas dan tegas sekaligus mampu mengundang decak kagum para Pejabat dan Tamu Negara yang hadir di mimbar kehormatan. Gerakan kompak yang ditampilkan prajurit TNI AL ini juga mampu membius puluhan ribu masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian Upacara HUT ke-80 TNI ini.

Usai memimpin pasukan Upacara Kontingen TNI AL, Jenderal Bintang Dua lulusan AAL Tahun 1996 itu mengaku sangat bangga kepada para prajurit-prajurit Petarung Samudera TNI AL karena telah berhasil menampilkan penampilan yang memukau para rangkaian Upacara Parade dan Defile peringatan hari jadi TNI ini.

Luar biasa, para prajurit sangat bersemangat untuk memberikan penampilan semaksimal mungkin di depan Presiden, Wakil Presiden, pimpinan lembaga, tamu undangan serta seluruh masyarakat yang hadir disini. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan karir saya di militer. Saya bangga kepada seluruh prajurit Petarung Samudera TNI AL. Terima kasih semuanya, ujar Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili.

Sumber: Dispen Kormar, Pasmar 1

IMG-20251006-WA0077

Kasus Arisan Online dengan Sistem “Duos” dan Bunga Hingga 300 Persen Diduga Rugikan Banyak Warga Banyuwangi

BANYUWANGI | Jejak Indonesia — Kasus dugaan arisan bodong kembali mengguncang Kabupaten Banyuwangi. Seorang perempuan muda berusia 24 tahun asal Kecamatan Bangorejo berinisial A.K. menjadi korban jebakan arisan daring dengan sistem duos yang dijalankan oleh seorang pengelola berinisial W.K. melalui grup WhatsApp dan media sosial.

Menurut kuasa hukumnya, Supriyadi, S.H., M.H., C.MD., C.MSP. dari Kantor Hukum Mahardhika & Partners, kliennya telah mengalami kerugian besar akibat sistem bunga dan denda yang tidak manusiawi.

> “Klien kami hanya menerima sekitar sebelas juta rupiah, namun diwajibkan membayar hingga lebih dari lima puluh juta rupiah. Sistem yang disebut duos ini bukan arisan, tetapi praktik pinjaman berbunga tinggi yang melanggar hukum,” tegas Supriyadi kepada awak media, Senin (06/10/2025).

Modus Arisan Berkedok Pinjaman. Dari hasil investigasi tim hukum, pelaku membuka sejumlah grup arisan dengan berbagai nama seperti “Get 7 Juta”, “Get 25 Juta”, hingga “Get 30 Juta”. Peserta diwajibkan menyetor uang ke rekening pribadi atas nama W.K. di beberapa bank nasional, termasuk Mandiri, BRI, dan BCA.

Selain potongan admin dan denda, pelaku juga menawarkan sistem duos atau buka manis, di mana peserta harus menambah setoran besar untuk bisa menerima giliran pencairan lebih cepat.

> “Praktik seperti ini termasuk penghimpunan dana tanpa izin dan penipuan berkedok arisan. Unsurnya sudah memenuhi Pasal 378 dan 372 KUHP serta melanggar UU Perbankan,” ujar Supriyadi.

Korban Collapse Finansial

Korban A.K., warga Bangorejo, kini mengalami kebangkrutan total akibat beban bunga dan tekanan finansial yang terus bertambah. Seluruh penghasilannya habis untuk membayar kewajiban dari skema yang tidak transparan.

“Awalnya saya pikir ini arisan biasa, tapi lama-lama jadi seperti hutang berbunga tinggi. Setiap kali mau ikut giliran, harus bayar lebih banyak lagi. Akhirnya saya rugi besar dan tidak sanggup melanjutkan,” ungkap A.K. dengan nada sedih.

Skema Berantai Duos: Modus Baru Eksploitasi Digital

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh tim hukum Mahardhika & Partners, korban sempat menerima sebesar Rp14 juta, namun uang tersebut tidak pernah benar-benar dinikmati karena langsung digunakan untuk menutup setoran sebelumnya. Sementara total kewajiban yang dibebankan mencapai Rp23 juta ditambah biaya admin.

“Jadi korban seolah menerima dana, padahal uang itu tidak pernah benar-benar cair untuk kebutuhan pribadi. Saat tak mampu membayar, pelaku membuatkan arisan duos baru agar utang lama bisa ditutup dengan setoran peserta baru. Ini jelas pola skema ponzi yang eksploitatif dan melanggar hukum pidana,” ujar Supriyadi.

Langkah Hukum Mahardhika & Partners, Kantor Hukum Mahardhika & Partners telah mengirimkan Surat Somasi Resmi kepada pihak pengelola, menuntut pengembalian dana pokok dan penghentian seluruh kegiatan arisan tersebut. Jika dalam waktu tujuh hari tidak ada tanggapan, tim hukum akan menempuh jalur pidana dengan laporan resmi ke Kepolisian serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi.

“Kami akan laporkan secara resmi agar pelaku diproses hukum. Sudah banyak warga yang dirugikan, terutama di wilayah Banyuwangi Selatan. Kami juga meminta pihak kepolisian segera memblokir rekening pelaku agar tidak ada korban baru,” tambah Supriyadi.

Peringatan untuk Masyarakat kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap arisan online atau investasi yang menjanjikan pencairan cepat dengan iming-iming bonus besar. Banyak praktik seperti ini ternyata merupakan penghimpunan dana tanpa izin yang berpotensi merugikan secara finansial maupun psikologis.

Jejak Indonesia akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.

Redaksi: Jejak Indonesia • Kontributor: [Nama Reporter] • Editor: [Nama Editor] • Foto: Ilustrasi / Dok. Mahardhika & Partners

error: Content is protected !!