Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Peristiwa » Halaman 31

Peristiwa

IMG-20260802-WA0047

Sat Reskrim dan Si Propam Polres Padang Lawas Razian Pekat, Amankan 5 Pasangan Bukan Suami Istri dari Penginapan

PADANG LAWAS || Jejak-indonesia.id — Upaya menciptakan situasi kondusif dan mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) terus digencarkan oleh aparat kepolisian. Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) bersama Seksi Propam Polres Padang Lawas menggelar operasi razia di sejumlah kamar penginapan di wilayah Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Operasi pekat yang berlangsung sejak Sabtu malam (1/8/2026) hingga Minggu dini hari (2/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB tersebut berhasil menjaring setidaknya lima pasangan yang diduga kuat bukan suami istri sah.

Mewakili Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yulianto, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas AKP Irwansah Sitorus—didampingi Kasi Propam Iptu Salim serta Kanit Pidum Ipda Arpan Harahap—menjelaskan bahwa razia ini berfokus pada penegakan hukum dan pencegahan potensi kejahatan di area penginapan.

"Langkah ini kami ambil guna menjaga ketertiban umum serta mencegah maraknya tindakan asusila dan praktik kriminalitas, seperti prostitusi terselubung hingga potensi peredaran gelap narkoba di kawasan penginapan," ujar AKP Irwansah dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Pembinaan dan Pendataan

Usai terjaring dalam kamar penginapan, kelima pasangan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Padang Lawas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Sat Reskrim.

Selain pendataan identitas, pihak kepolisian juga memberikan imbauan serta pembinaan khusus agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

"Seluruh pasangan yang terjaring kami minta keterangannya di Mapolres. Setelah itu, kami berikan pembinaan secara persuasif agar mereka menyadari kekeliruannya dan tidak mengulangi perbuatan serupa," pungkas AKP Irwansah.

Guna memastikan situasi wilayah tetap aman dan terkendali, Polres Padang Lawas berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serta razia rutin di tempat-tempat keramaian dan penginapan yang berpotensi menjadi lokasi pelanggaran pekat.

IMG-20260802-WA0044

Polres Klungkung Gelar Upacara Perabuan Dinas Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana

KLUNGKUNG || Jejak-indonesia.id -  Polres Klungkung melaksanakan Upacara Perabuan Dinas sebagai penghormatan terakhir kepada Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana yang berlangsung di Krematorium Punduk Dawa, Desa Pesinggahan Tengah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, (2/8).

Upacara dipimpin oleh Kompol I Wayan Sujana, S.H., M.M. selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh personel Polres Klungkung dan Polsek banjarangkan , keluarga almarhum, serta para pelayat. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan institusi Polri atas jasa dan pengabdian almarhum selama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan bahwa upacara perabuan dinas merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terakhir dari Negara dan Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada anggota Polri, baik yang masih aktif maupun purnawirawan, atas dedikasi, jasa, dan pengabdiannya selama menjalankan tugas.

“Atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia, keluarga besar Polda Bali dan Polres Klungkung, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Purnawirawan AKBP (Purn) I Gusti Made Karyana. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ungkap Inspektur Upacara.

Mewakili keluarga, pihak keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polres Klungkung, atas penghormatan yang diberikan melalui pelaksanaan upacara perabuan dinas. Keluarga juga memohon maaf apabila semasa pengabdian almarhum terdapat kekhilafan maupun kekurangan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Upacara perabuan dinas berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa hormat sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum kepada institusi Polri, bangsa, dan negara.

IMG-20260802-WA0043

Agus Flores Desak Kapolri, agar Dirkrimsus Polda Kalteng Diganti

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Tengah. Ia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan Ditreskrimsus karena dinilai belum optimal dalam menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat, khususnya terkait dugaan aktivitas tambang ilegal.

Menurut Agus Flores, masih banyak pengaduan masyarakat yang belum mendapatkan tindak lanjut. Ia juga mengaku menerima masukan dari sejumlah jurnalis yang menilai komunikasi dengan Ditreskrimsus kurang responsif, termasuk ketika dilakukan konfirmasi melalui sambungan telepon.

"Kalau memang banyak laporan masyarakat yang menumpuk dan belum ditindaklanjuti, tentu harus menjadi bahan evaluasi. Penegakan hukum harus berjalan cepat, profesional, dan terbuka kepada masyarakat," ujar Agus Flores. Minggu, (2/8/2026).

Ia menilai penanganan persoalan tambang ilegal merupakan salah satu tugas penting Ditreskrimsus. Karena itu, menurutnya, diperlukan peran yang lebih aktif agar persoalan tersebut tidak terus berlarut.

Agus juga berpendapat bahwa arahan Kapolda Kalimantan Tengah agar setiap keluhan masyarakat ditindaklanjuti harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Menurutnya, setiap anggota Polri wajib mendukung kebijakan pimpinan, sejalan dengan program Kapolri serta agenda pemerintah dalam penegakan hukum dan perlindungan lingkungan.

Selain itu, Agus menyoroti penanganan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berpendapat Ditreskrimsus semestinya memiliki peran lebih aktif dalam mendukung upaya tersebut bersama satuan kerja lainnya.

Atas dasar itu, Agus Flores mendorong agar dilakukan evaluasi terhadap pimpinan Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah. Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan kinerja belum optimal, maka pergantian pejabat dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.

"Polri memiliki banyak perwira yang berprestasi dan profesional. Evaluasi jabatan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Agus Flores.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Agus Flores sebagai narasumber dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi terkait dalam rangka meningkatkan pelayanan, respons terhadap laporan masyarakat, serta efektivitas penegakan hukum di wilayah Kalimantan Tengah.

situasi-di-pantai-saat-proses-pencarian-nelayan-hilang-diterjang-ombak-besar-di-pasuruan-1785628803164_169

Nelayan Pasuruan Hilang Terseret Ombak Besar di Pantai Penunggul

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Sugianto (44), warga Dusun Sawahan, Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan hilang setelah terjatuh dari perahunya akibat hantaman ombak besar di perairan Pantai Penunggul, Sabtu (1/8/2026) malam.

Peristiwa naas bermula saat korban berangkat melaut bersama dua rekannya, Misnajin (76) dan Saiful Bahri (37), sekitar pukul 16.30 WIB. Seiring memburuknya kondisi cuaca di tengah laut, ketiganya sepakat berbalik arah menuju daratan sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketika posisi perahu berada sekitar 1,5 kilometer dari bibir pantai, cuaca semakin ekstrem disertai tiupan angin kencang. Gelombang besar tiba-tiba menghantam perahu, hingga membuat Sugianto terlempar ke dalam laut.

Saiful Bahri selaku rekan di lokasi kejadian segera berupaya menolong dengan melemparkan ban pelampung. Namun sayang, sebelum korban sempat meraihnya, gulungan ombak besar berikutnya datang kembali dan menyeret Sugianto hingga lenyap dari pandangan.

“Sempat melemparkan ban pelampung, namun sebelum ia sempat memegangnya ombak besar kembali menghantam. Ia pun terseret dan tak terlihat lagi,” ujar Saiful pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

Setelah melakukan pencarian mandiri selama sepuluh menit tanpa hasil, kedua rekan korban kembali ke daratan dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib sekitar pukul 22.30 WIB.

Aipda Laswanto, Kasubnit Lidik Satpolairud Polres Pasuruan, membenarkan laporan tersebut. Ia menyebutkan tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud, Polsek Nguling, Ditpolairud Polda Jatim, BPBD, Basarnas, beserta para nelayan setempat segera diterjunkan untuk melakukan penyisiran di kawasan sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan.

IMG-20260802-WA0040

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Dialogis di Pantai Gumuk Kantong, Imbau Wisatawan Utamakan Keselamatan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di kawasan wisata pesisir, personel Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan patroli dialogis di kawasan Wisata Pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.32 WIB hingga selesai tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dengan personel yang bertugas, Aipda I Wayan Wedhana, selaku Kanit Satpolairud Unit Selatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli di sekitar kawasan wisata sekaligus menyampaikan edukasi dan imbauan kepada wisatawan lokal, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), pengelola wisata perairan, serta para pengunjung yang tengah menikmati suasana Pantai Gumuk Kantong.

Petugas mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pantai, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat apabila menemukan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan.

Tidak hanya itu, Satpolairud Polresta Banyuwangi juga mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Pengunjung juga diimbau mematuhi seluruh rambu-rambu keselamatan yang dipasang oleh petugas penjaga pantai sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kecelakaan laut.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan kegiatan rutin yang bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya keselamatan saat berwisata di kawasan pesisir.

> "Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, menjaga kebersihan pantai, serta segera melapor kepada petugas apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan kawasan wisata yang aman, nyaman, dan kondusif," ujar Kasat Polairud Polresta Banyuwangi.

 

Melalui kegiatan tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Wisata Pantai Gumuk Kantong tetap terjaga dengan baik. Seluruh rangkaian patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, kondisi cuaca pada saat kegiatan berlangsung terpantau cerah, dengan ombak landai, kecepatan angin sedang, serta air laut dalam kondisi pasang, sehingga masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan pantai.

error: Content is protected !!