Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Daerah » Halaman 4

Daerah

IMG-20250813-WA0060

Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumut Akan Gelar Aksi di Polda & Kejati, Desak Usut Dugaan Penyelewengan Dana BOS SMAS Kesuma Bangsa Londut

Medan, Jejak - Indonesia.id |  Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia Sumatera Utara (MAKI Sumut) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat, 15 Agustus 2025, menuntut penegakan hukum atas dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAS Kesuma Bangsa Londut pada Tahun Anggaran 2023 dan 2024.

Aksi ini akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di MMTC Pancing, kemudian massa yang berjumlah sekitar 70 orang akan bergerak menuju Polda Sumut dan Kejati Sumut sebagai titik aksi.

Dalam pernyataan sikapnya, MAKI Sumut mengungkapkan hasil investigasi awal yang menemukan dugaan manipulasi anggaran, pembayaran honor yang tidak wajar, dan penggunaan dana yang tidak transparan. Mereka menduga praktik tersebut berpotensi melanggar hukum dan merugikan keuangan negara.

Adapun tuntutan yang akan dibawa dalam aksi tersebut, antara lain:

1. Kejati Sumut segera memeriksa Kepala Sekolah dan bendahara terkait potensi penyalahgunaan Dana BOS 2023–2024.

2. BPKP dan Inspektorat melaksanakan audit investigatif menyeluruh dan mempublikasikan hasilnya ke publik.

3. Dinas Pendidikan Sumut menonaktifkan Kepala Sekolah selama proses audit dan menunjuk pelaksana tugas sementara.

4. Pihak sekolah membuka dokumentasi dan bukti fisik (kwitansi, absensi, daftar honor, dokumentasi kegiatan) sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

5. Jika terbukti melanggar hukum, pelaku diproses pidana dan ditahan tanpa kompromi sesuai UU Pemberantasan Korupsi.

Aksi ini akan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan seperti toa, spanduk, dan pernyataan sikap tertulis. MAKI Sumut menegaskan, gerakan ini dilakukan demi menegakkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan. (Adel)

IMG-20250813-WA0097

Forum Banyuwangi Bergerak Kecam Pernyataan PLH Sekda Soal Kenaikan PBB

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Gabungan elemen aktivis Banyuwangi yang tergabung dalam Forum Banyuwangi Bergerak (FBB) menyatakan sikap keras terhadap pernyataan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (PLH Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., yang akrab disapa Kanda.

Dalam pernyataannya, Kanda menyebut bahwa isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Banyuwangi adalah “hoax”. Namun, FBB menilai pernyataan tersebut justru menyesatkan publik.

“Mana yang disebut hoax? Faktanya, pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu, Peraturan Daerah (Perda) kenaikan PBB telah disepakati dan ditandatangani oleh Bupati Banyuwangi bersama DPRD Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD, Bapak Michael,” tegas juru bicara FBB.

FBB menilai pernyataan PLH Sekda justru berpotensi menjadi penyebaran informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemkab Banyuwangi segera membatalkan Perda tersebut.

“Jika tidak dibatalkan, pada 25 Agustus mendatang kami akan menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang membebani masyarakat,” tegas FBB dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Banyuwangi belum memberikan tanggapan resmi terkait sikap penolakan dari Forum Banyuwangi Bergerak tersebut. (red)

IMG-20250812-WA0149

Kemnaker dan Austria Perkuat Kerja Sama Pelatihan Vokasi di BPVP Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Pemerintah Austria bekerjasama memperkuat pendidikan vokasi di Banyuwangi. Kolaborasi itu dilakukan lewat pengembangan kejuruan pariwisata dan pengelasan (welder) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan dokumen Development of Vocational Training Center (Pusat Pengembangan Pelatihan Vokasi) Banyuwangi dalam acara Inauguration of School Operation BPVP Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (11/8/2025).

BPVP Banyuwangi yang berada di Kecamatan Muncar telah menyelenggarakan ratusan pelatihan yang telah diikuti ribuan warga Banyuwangi sejak 2019. Ada tujuh kejuruan yang saat ini dikembangkan BPVP Banyuwangi yaitu kejuruan Pariwisata, Teknologi Pengolahan Pertanian, Fashion Technology, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Otomotif, Pertanian, dan Teknik Las.

Menaker Yassierli menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Austria atas kerjasama ini. Austria tidak hanya memberi dukungan pendanaan penuh tapi juga transfer pengetahuan, penguatan manajemen pelatihan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas SDM pelatihan melalui supervisi dan pendampingan para ahli dari Austria

“Bidang pariwisata dan welder merupakan dua bidang yang saat ini banyak dibutuhkan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan industri dan SDM dengan kompetensi yang terstadarisasi dan dibutuhkan,” kata Menaker Yassierli.

Yassierli berharap melalui kerja sama ini, masyarakat, khususnya generasi muda Banyuwangi dan sekitarnya, akan memiliki akses terhadap pelatihan keterampilan yang modern, berstandar industri, dan siap bersaing untuk masuk ke pasar kerja domestik maupun global.

“Banyuwangi sendiri dipilih untuk kerjasama yang strategis ini karena memiliki potensi ekonomi dan pertumbuhan pariwisata yang tinggi. Juga disini industri konstruksinya tengah berkembang dimana terdapat permintaan yang tinggi terhadap SDM dengan ketrampilan welder professional,” kata Menaker.

“Penguatan vocational training centre ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan industri. Harapan saya BPVP bisa menjadi pusat pelatihan vokasi di timur Jawa,” imbuh Menaker.

Duta Besar Austria Thomas Loidl mengatakan pengembangan pendidikan kejuruan tersebut merupakan bagian kerjasama panjang kemitraan selama 70 tahun dengan Pemerintah Indonesia.

“Austria punya tingkat non empemloyment yang sangat rendah, hal ini karena pendidikan vokasi kami yang kuat. Kami senang bisa terlibat dalam kerjasama ini. Saya berharap pengembangan pendidikan vokasi di Banyuwangi akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kemnaker dan Austria yang telah melakukan penguatan pendidikan vokasi di Banyuwangi.

“Harapan kami dengan adanya pendidikan vokasi dengan standar internasional ini sebagai langkah peningkatan kualitas SDM daerah. Peluang anak-anak muda Banyuwangi semakin lebar untuk berkiprah hingga mancanegara. Bahkan bisa menjadi bekal untuk berwirausaha,” harapnya.

Ditambahkan Kepala BPVP Muncar Arsad untuk workshop pariwisata saat ini ada lima jurusan yang telah dibuka yakni management kitchen, management restaurant, management front office,house keeping dan tour guide. Masa pendidikan berlangsung selama 6-8 bulan yang dilanjutkan dengan on job training.

“Untuk workshop Welder akan segera digulirkan. Pendidikannya gratis dan ada asrama bagi peserta dari luar kota. Informasi pendaftaran bisa diakses secara online,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara BPVP Banyuwangi dengan 10 mitra industri strategis di Banyuwangi dalam rangka penguatan kolaborasi pelatihan vokasi.

(red)

IMG-20250810-WA0169

HUT Ke 53 dan Sekaligus Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80 Petrokimia Gresik Gelar Jalan Sehat

Gresik, Jejak - Indonesia.id |  Ribuan warga memadati area Gunungsari dan Babat untuk mengikuti jalan sehat yang digelar Petrokimia Gresik dalam rangka HUT ke-53 perusahaan sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80.

Acara dibuka oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap masyarakat sekitar instalasi pengolahan air. “Kami melihat inilah kesempatan untuk menjalin kebersamaan sambil memperhatikan kesehatan warga,” ujarnya.

Selain jalan sehat, sorotan utama acara adalah program lingkungan yang dijalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Pj. Kepala DLH Jatim, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., M.Han., CIPA, CIHCM, turut hadir dalam penanaman bibit pohon di area pengolahan air Gunungsari dan penyerahan ribuan bibit untuk penghijauan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas .

Menurut Nurkholis, “Penghijauan DAS Brantas adalah investasi lingkungan jangka panjang. Partisipasi korporasi seperti Petrokimia Gresik membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian alam bisa berjalan berdampingan".

Petrokimia Gresik juga mendukung konservasi di Taman Keanekaragaman Hayati, Desa Wedani, dengan fokus pada flora langka seperti Sawo Kecil, Kesambi, Kepel, Ki Sampang, dan Bunga Kantil. Program ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan pelestarian keanekaragaman hayati bagi generasi muda.

Adityo menambahkan, “Setiap langkah kita, termasuk perayaan ulang tahun, harus meninggalkan dampak positif bagi lingkungan. Semakin hijau bumi kita, semakin terjaga masa depan".

Acara ditutup dengan senang hati dan kebersamaan: jalan sehat, senam pagi, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pengundian doorprize dan grand prize menarik, menjadikan perayaan kemerdekaan tak hanya meriah, tapi juga bermakna untuk masa depan lingkungan.
(Redho)

IMG-20250810-WA0166

Saat Lagu Daerah Dibawakan dengan Aransemen Berkelas di Jazz Gunung Ijen Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Jazz Gunung Ijen 2025, konser musik yang memadukan musik jazz berbalut keindahan alam Gunung Ijen, menyuguhkan penampilan berkelas bagi pecinta musik, di Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, Sabtu (9/8/2025) malam.

Di Series Ketiga Jazz Gunung itu, penyanyi Banyuwangi, Suliyana, membawakan lagu-lagu daerah yang familiar di telinga publik, dengan aransemen jazz bersama 13 personel Glam Orchestra.

Lagu-lagu daerah berbahasa Jawa seperti Cundamani, Kanggo Riko, Layang Sworo, dan lainnya dibawakan dengan nuansa jazz berkelas, mampu membius para penonton yang membuat mereka tak beranjak dari tempatnya meski malam itu diguyur gerimis.

"Suliyana mampu menyulap lagu-lagu daerah itu berkelas dunia. Jadi terasa mewah mendengarnya,” ungkap salah satu pengunjung, Aditya Purnama.

Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono, mengatakan apa yang dilakukan Suliyana dan Glam Orchestra, sebagai upaya melahirkan cita rasa musik yang mendunia.

“Jazz terbukti mamu menjadi medium untuk merebranding sesuatu menjadi lebih berkelas,” terangnya.

Acara yang bertajuk BRI Jazz Gunung Series 3 Ijen ini, merupakan rangkaian pagelaran musik jazz, yang dua series sebelumnya diselenggarakan di Gunung Bromo. Beberapa gunung lain di Indonesia juga bakal dihelat series tersebut. “Kita juga bakal menggelarnya di Gunung Golo Mori di Labuan Bajo,” sebut penghobi fotografi itu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menyaksikan Jazz Gunung Ijen, mengapresiasi pagelaran yang telah berlangsung secara konsisten sejak 2013 itu. Menurutnya, hal tersebut memperkaya segmentasi pariwisata di Bumi Blambangan.

“Ini merupakan bagian dari Banyuwangi Festival yang rutin diselenggarakan. Kami menghadirkan perhelatan seni, dari yang bersifat etnik hingga modern. Dari yang kolosal hingga yang segmented,” ungkap Ipuk.

"Kami juga mengapresiasi penyelanggara Jazz Gunung, yang menggandeng musisi lokal Banyuwangi, dan bisa membuktikan musik daerah bisa dipadu apik dengan balutan jazz," tambah Ipuk.

Jazz Gunung Series 3 Ijen 2025 mengangkat konsep “jazz n beyond” mengusung konsep pemberdayaan ekonomi. Gerai-gerai UMKM lokal menjadi sajian utama di lokasi acara.

Para pengunjung dapat berbelanja dari warung-warung yang dikurasi dari sekitar Taman Gandrung Terakota. “Festival tak sekadar festival. Tapi, harus mengusung upaya pemberdayaan ekonomi lokal,” tambah Ipuk.

Selain Suliyana, di konser ini juga menghadirkan grup musik lokal, Jazz Patrol Kawitan, Temenggungan. Berbagi panggung dengan para musisi jazz kenamaan lainnya. Seperti The Aartsen ft. Adam Zagorski, Irsa Destiwi Trio, Dua Empat, Kevin Yosua Trio ft. Fabien Mary, hingga Surabaya Pahlawan Jazz.

Tak hanya itu, pada event jazz gunung tahun ini juga menggandeng ISI Yogyakarta yang menampilkan pameran seni visual bertajuk "Fora Fauna", dan pameran batik bertemakan "Beta Jamur". (red)

error: Content is protected !!