Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Daerah » Halaman 2

Daerah

IMG-20251017-WA0124

Diduga Proyek Jalan Airmadidi Amburadul dan Tidak Sesuai Spesifikasi,Warga Minta KPK Trun Lapangan

Sulut, ||  Jejak - Indonesia.id,  Proyek preservasi jalan Airmadidi, Sulawesi Utara, semakin menjadi sorotan tajam dengan dugaan korupsi yang semakin menguat. Pasalnya, hasil investigasi awak media di lapangan menemukan fakta yang mencengangkan: pengecoran jalan mudah hancur hanya dengan ditekan satu jari.

Temuan ini jelas menunjukkan kualitas pekerjaan dan material yang digunakan jauh dari standar spesifikasi. Salah seorang pekerja yang berhasil diwawancarai oleh awak media mengungkapkan bahwa mereka hanyalah pekerja yang mengikuti perintah terkait jumlah material yang akan dicampur dan kualitas beton yang akan dihasilkan. Pengakuan ini mengindikasikan adanya perintah dari atasan untuk melakukan penghematan material, yang berakibat pada kualitas pekerjaan yang buruk.

Ironisnya, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait proyek bermasalah ini. Ia hanya mengarahkan awak media untuk menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kantor. Sikap bungkam Satker ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam proyek tersebut. Jumat 17 Oktober 2025.

Masyarakat dan para pengguna jalan merasa kecewa dan geram dengan kualitas pekerjaan yang asal jadi ini. Mereka khawatir jalan yang baru saja diperbaiki akan kembali rusak dalam waktu singkat, sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan dan memboroskan anggaran negara.

Proyek preservasi jalan Airmadidi ini seharusnya menjadi prioritas untuk meningkatkan infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Namun, jika proyek ini dikerjakan dengan kualitas yang buruk dan diduga sarat korupsi, maka tujuan tersebut akan sulit tercapai.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, seperti Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dan Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara, segera turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap proyek preservasi jalan Airmadidi ini. Jika terbukti ada indikasi korupsi, para pelaku harus segera ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara sangat penting untuk mencegah praktik korupsi dan memastikan pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Publik berhak tahu ke mana anggaran negara digunakan dan bagaimana proyek-proyek pembangunan dilaksanakan. Jangan biarkan para koruptor merampok uang rakyat dan merusak masa depan bangsa! Saatnya usut tuntas dan berantas korupsi hingga ke akar-akarnya!

 

Tim.

IMG-20251001-WA0233

Kebijakan Tanpa Solusi, Garda Satu Kecam Tindakan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi Terhadap PKL Banjarsari

Banyuwangi - Jejak - Indonesia.id | Kamis, 25 September 2025, tim Garda Satu Banyuwangi mendapatkan Undangan dari Pemerintah Daerah Banyuwangi untuk membahas terkait kebijakan pemerintah banyuwangi terhadap nasib Penjual Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Widuri, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi yang terdampak perencanaan pembangunan pembatas pagar.

Pembahasan tersebut pemerintah kabupaten banyuwangi di wakili oleh Asisten Pemerintahan Bramuda dan dihadiri pihak kepolisian serta kejaksaan.

Dalam pembahasan solusi penjual kaki lima, Asisten Pemerintahan bapak Bramuda dengan tegas berjanji akan memberikan solusi agar para PKL tetap bisa mencari nafkah. Namun fakta yang didapat dalam beberapa hari oleh tim Garda Satu Banyuwangi melakukan pendampingan terhadap PKL tidak mendapatkan solusi. Ternyata tidak ada realisasi.

"Kalau meminjam istilah Pak Prabowo, ini hanya omon-omon,.

Ketua GARDA SATU, Nurhadi saat di temui tim awak media pada Rabu 1 Oktober 2025 menganggap pemerintah banyuwangi memiliki Kebijakan yang tidak jelas, tidak responsif terhadap kebutuhan PKL, atau tidak mengakomodasi kepentingan mereka dalam penataan ruang dapat dianggap tidak tepat dan menyulitkan kondisi PKL. Penegakan hukum dan kebijakan yang tidak jelas dan efektif dapat menimbulkan masalah baru karena tidak ada solusi yang terintegrasi antara penertiban, penataan, dan pemberdayaan.,"ucapnya.

Kebijakan penataan PKL dapat membuat mereka sengsara jika tidak dibarengi dengan solusi pemberdayaan yang memadai, seperti penyediaan lokasi relokasi yang layak dan akses terhadap permodalan serta pembinaan wirausaha. Meskipun bertujuan menjaga ketertiban dan fungsi ruang kota, kebijakan yang hanya fokus pada penertiban tanpa dukungan ekonomi dan penataan yang komprehensif justru dapat menghambat aktivitas PKL dan menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dilain sisi Sekretaris GARDA SATU, Dedi menjelaskan, Pemerintah harusnya menyediakan lahan yang layak dan memberikan akses yang baik agar pedagang dapat berjualan dengan baik dan tidak mengganggu ketertiban

"Saya menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi arogan dan hanya memberi janji manis tanpa realisasi,"ungkapnya.

Lanjut Dedi, Regulasi yang secara spesifik menjelaskan dan mengakomodasi kebutuhan PKL akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi mereka.

Dengan menggabungkan penertiban dengan upaya pemberdayaan yang komprehensif, kebijakan pemerintah diharapkan dapat menata pedagang kaki lima tanpa harus membuat mereka sengsara, dan justru dapat memberikan manfaat ekonomi serta kontribusi positif bagi kehidupan kota.

Garda Satu menegaskan, kebijakan seharusnya pro-rakyat, bukan malah menyengsarakan rakyat kecil yang hanya ingin bertahan hidup, "pungkas Dedi (tim)

IMG-20250830-WA0206

Tanah Gogol Desa Sawo Cangkring Wonoayu Beralih Fungsi,Diduga Lahan Alih Fuksi tidak masuk Pemdes

Sidoarjo || Jejak - Indonesia.id, Simpang siur aturan tanah Gogol Desa Sawo Cangkring Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo,jadi buah bibir warga desa. Salah satu tempat lahan tanah Gogol menjadi beralih fungsi warung lapak yang disewakan. Sabtu 30 Agustus 2025." Untuk didirikan warung, namun harus melalui prosedur yang benar, yaitu dengan sistem sewa menyewa atau pemanfaatan lainnya yang diatur oleh Peraturan Desa (Perdes) dan mendapatkan persetujuan dari pemerintah desa, karena tanah tersebut adalah aset desa yang tidak boleh diperjualbelikan.

Saat awak wartawan mencoba konfirmasi pihak kades Nursio, kades tidak ada di tempat.

Tujuan kami untuk tanyakan prosedur yang berlaku di desa Wonoayu, mengenai pemanfaatan tanah kas desa, karena setiap desa bisa memiliki peraturan yang berbeda.

Lokasi Gogol Desa Sawo Cangkring dikelolah salah satu warga setempat,bernama Syaifudin atau di sapa Udin.pengelolah Udin saat di konfirmasi,mengatakan.kalau lahan Gogol memang kami sewakan kepada seseorang.sewa lapak tersebut berpariatif,ada yang satu tahunya 1.5 juta ada yang 2 juta.

Sampai brita ini diturunkan,pihak Kepala Desa Sawo Cangkring belum memberikan jawaban. (tim)

IMG-20250824-WA0042

Calo Tiket Bus Terminal Bungurasih Dikeroyok Sudah Di Tangani Kanitreskrim Polsek Waru,AKP Adik Agus Putrawan S.H.,M.H. Dengan Cepat

Sidoarjo, Jejak - Indonesia.id | Terminal Bungurasih di Sidoarjo memang terkenal sebagai sarang calo tiket bus.Banyak penumpang yang menjadi korban penipuan calo tiket di Terminal ini.Praktek calo ini yang merajalela di Terminal Bungurasih disebabkan minimnya pengawasan dan sanksi yang lemah dari pihak pengelola terminal.

Dalam kasus Rudy, seorang calo tiket bus di kawasan Terminal Bungurasih, Sidoarjo, dikeroyok sejumlah orang karena diduga tidak mau mengembalikan uang tiket sesuai harganya ,menunjukkan bahwa calo tiket di Terminal ini beroperasi dengan sangat agresif.Rudy dikeroyok setelah salah satu penumpang bus tujuan Banyuwangi merasa dirugikan karena hanya diberi pengembalian Rp 100.000 dari tiket seharga Rp.125.000.

Peristiwa pengeroyokan itu sempat terekam kamera dan viral di media sosial dan dibenarkan oleh Kanitreskrim Polsek Waru,AKP Adik Agus Putrawan S.H.,M.H.,terjadi pada hari Rabu (20/8/25) sekitar pukul 05.00 WIB.Agus menyampaikan,kejadian itu bermula saat salah satu penumpang bus yang belum diketahui identitasnya hendak naik bus tujuan Banyuwangi.

"Dia datang sekitaran pukul 03.00 WIB.Sampai di pintu keluar bus antar Kota ditawari (tiket) oleh saudara Rudy alias Kentit seorang calo tiket,penumpang itu membeli tiket dari Rudy namun, hingga pukul 05.00 WIB, bus tak kunjung diberangkatkan.Ia lantas meminta uang pengembalian tiket dari Rudy.

Karena merasa jengkel kemudian penumpang tadi menghubungi kawan-kawannya dan datang sekitar 6-8 orang dengan membawa kendaraan motor langsung mengeroyok Rudy," ucapnya.

Saat ini,polisi melakukan penyelidikan meski Rudy belum diketahui keberadaannya dan belum melapor ke Polsek Waru.

Kita masih mencari karena korban belum melapor,masih kita cari di rumah sakit ya,"ujarnya.(Redho)

IMG-20250823-WA0100

Deteksi Dini, 44.917 Pelajar di Banyuwangi Telah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7 - 18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, telah menyasar 44.917 pelajar di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan program yang dimulai sejak 14 Juli 2025 tersebut, akan terus dilakukan hingga menjangkau 184.771 siswa, mulai SD hingga SMA baik sekolah negeri, swasta maupun sekolah keagamaan (pondok pesantren).

“Pemeriksaan kesehatan masih akan terus kita laksanakan hingga menjangkau seluruh pelajar di Banyuwangi,” kata Ipuk, Jumat (22/8/2025).

Ipuk menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis sangat bermanfaat untuk upaya deteksi dini penyakit pada pelajar, dan menjadi bahan pemerintah untuk melakukan tindakan pencegahan.

"Pemeriksaan kesehatan ini menjadi deteksi dini. Hasil dari pemeriksaan menjadi bahan evaluasi, sehingga fasilitas kesehatan baik Puskemas dan rumah sakit segera melakukan tindakan. Misalnya ditemukan karies gigi pada anak, langsung dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, begitu juga jika ditemukan potensi penyakit lainnya,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga rutin melakukan pencegahan melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), untuk menghindari anemia pada sejumlah remaja putri

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, memasuki pekan ke-enam pelaksanaan, program ini telah menjangkau 35.372 siswa SD, 8.292 siswa SMP , dan 1.253 siswa SMA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayoritas siswa dalam kondisi baik.

“Untuk pemeriksaan tekanan dan kadar gula darah, mayoritas siswa dinyatakan normal. Namun demikian, meski kecil kita juga menemukan kasus hipertensi dan hiperglikemia,” urai Amir.

Gangguan kesehatan gigi (karies) dan pendengaran juga ditemukan. Begitu juga dengan gangguan kesehatan mata, yang diduga karena pengaruh intensitas tinggi penggunaan gadget.

"Siswa yang terdeteksi terdapat gangguan kesehatan, sudah langsung ditindaklanjuti oleh Puskesmas atau rumah sakit," tambah Amir. (red)

error: Content is protected !!