Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 38

Berita

IMG-20260721-WA0042

Bangun Jiwa Kedirgantaraan Sejak Dini, Saka Dirgantara Lanud I Gusti Ngurah Rai Gelar Safari Dirgantara di Alam Paragliding Benoa

BADUNG || Jejak-indonesia.id - Semangat membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mencintai dunia kedirgantaraan terus diwujudkan oleh Lanud I Gusti Ngurah Rai melalui

Dinas Teritorial Lanud I Gusti Ngurah Rai,Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan Safari Dirgantara yang melibatkan anggota Saka Dirgantara Lanud I Gusti Ngurah Rai di Alam Paragliding Flying Site Benoa, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WITA hingga selesai ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengalaman nyata bagi para anggota Saka Dirgantara untuk mengenal lebih dekat olahraga dirgantara, khususnya paralayang. Selain memperkenalkan aspek teknis penerbangan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta meningkatkan rasa percaya diri para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur paralayang berpengalaman, Serma Ketut Budiasa, yang memberikan materi teori sekaligus praktik mengenai dasar-dasar penerbangan paralayang. Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar bermanuver ke kanan dan kiri, prosedur take off yang aman, hingga teknik landing yang benar sesuai standar keselamatan penerbangan.

Tidak hanya menerima teori, para anggota Saka Dirgantara juga memperoleh kesempatan merasakan sensasi terbang melalui penerbangan tandem (Tandem Flight) bersama instruktur profesional. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang mampu meningkatkan wawasan serta kecintaan peserta terhadap dunia kedirgantaraan.

Usai pelaksanaan penerbangan tandem, kegiatan dilanjutkan dengan Ground Handling, yaitu latihan mengendalikan sayap paralayang di darat yang dipandu oleh Dewan Saka. Latihan ini bertujuan melatih kemampuan dasar dalam mengendalikan peralatan, memahami arah angin, menjaga keseimbangan, serta membangun koordinasi sebelum melakukan penerbangan sesungguhnya.

Safari Dirgantara ini dihadiri oleh Ketua dan Pamong Dewan Saka serta seluruh anggota Saka Dirgantara Lanud I Gusti Ngurah Rai. Kehadiran para pembina dan peserta mencerminkan komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, jiwa kepemimpinan, serta wawasan kedirgantaraan yang kuat.

Melalui kegiatan seperti ini, Lanud I Gusti Ngurah Rai berharap Saka Dirgantara tidak hanya menjadi wadah pembinaan kepramukaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, keberanian, disiplin, serta semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan dunia dirgantara Indonesia. Safari Dirgantara menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran di luar ruang kelas mampu memberikan pengalaman berharga yang membentuk karakter, keterampilan, dan kecintaan generasi muda terhadap kedirgantaraan nasional.

IMG-20260720-WA0086

Kawal Program Strategis Nasional, Kapolres Bondowoso Hadiri Kunjungan Kerja Tiga Kementerian

BONDOWOSO || Jejak-indonesia.id – Komitmen Kabupaten Bondowoso dalam mendukung program swasembada pangan nasional kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal itu ditandai dengan kunjungan kerja gabungan tiga kementerian yang menjadikan Bondowoso sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian organik berbasis inovasi dan teknologi, Senin (20/7/2026).

Dalam agenda strategis tersebut, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk dukungan penuh Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.

Kunjungan kerja yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.44 WIB itu dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang, Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, kepala OPD, camat, hingga kepala desa di Kecamatan Wonosari.

Rombongan memulai kegiatan di Pendopo Bupati Bondowoso dengan prosesi penyambutan dan ramah tamah. Selanjutnya, rombongan menuju lokasi tanam perdana untuk melaksanakan penanaman padi organik secara simbolis, dilanjutkan pelepasan truk pengiriman beras organik serta peninjauan fasilitas produksi sebagai bentuk kesiapan Bondowoso dalam mendukung penguatan sektor pertanian berbasis organik.

Puncak kegiatan berlangsung dalam forum sarasehan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penampilan tari penyambutan, serta doa bersama. Momentum penting dalam kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai langkah memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan pertanian organik.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. menyampaikan bahwa Bondowoso memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga swasembada pangan nasional. Menurutnya, pengembangan pertanian organik yang telah dirintis sejak 2013 bersama Universitas Muhammadiyah Malang kini berkembang hingga sekitar 250 hektare lahan dan akan terus diperluas untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Ir. Nazaruddin Malik, S.T., M.M. menjelaskan bahwa pengembangan pertanian di Bondowoso menerapkan metode PM AAS (Pertanian Modern Agricultural Advance System) agar lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut diharapkan beras organik Bondowoso mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. menilai keberhasilan Bondowoso menjadi bukti nyata bahwa transformasi pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi mampu meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia menuju visi Indonesia Emas.

Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. kepada awak media Masbhabinnews menegaskan bahwa Polri siap menjadi bagian dari setiap langkah pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Polri tidak hanya hadir menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung seluruh program strategis pemerintah agar dapat berjalan optimal. Sinergi antara pemerintah, akademisi, petani, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Kami akan terus mengawal setiap program pembangunan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Kapolres.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Bondowoso melaksanakan pengamanan dan pengaturan secara maksimal sehingga seluruh rangkaian kunjungan kerja berjalan dengan tertib, kondusif, dan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama jajaran dalam agenda nasional tersebut menegaskan komitmen Polri sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mengawal setiap langkah pembangunan. Melalui sinergi yang semakin kuat, Polres Bondowoso optimistis cita cita mewujudkan swasembada pangan nasional berbasis pertanian organik dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia|hms

IMG-20260720-WA0051

Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri BEC Awards 2026, Malam Apresiasi Budaya yang Mengangkat Nama Banyuwangi ke Kancah Nasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto mewakili Dandim 0825/Banyuwangi menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) Awards 2026 yang digelar di Gesibu Taman Blambangan, Banyuwangi, Minggu (19/7/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.200 peserta tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, jajaran Kementerian Dalam Negeri, unsur Forkopimda, Bank Indonesia, kepala daerah, kepala OPD, seniman, budayawan, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Acara berlangsung sebagai bentuk apresiasi terhadap insan kreatif yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Banyuwangi Ethno Carnival sekaligus memperkuat promosi budaya dan pariwisata daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia menegaskan, Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM serta peningkatan kunjungan wisatawan. Sementara itu, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Safrizal Z.A., M.Si., mengapresiasi konsistensi Banyuwangi dalam menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah yang mampu meningkatkan daya saing serta menginspirasi daerah lain di Indonesia.

Kehadiran Kasdim 0825/Banyuwangi dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI terhadap pelestarian budaya, penguatan pariwisata, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Rangkaian BEC Awards 2026 yang diisi dengan penampilan seni, pemberian penghargaan kepada para pemenang, hingga apresiasi kepada seluruh pendukung acara berlangsung aman, tertib, dan lancar. Momentum ini semakin menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional.

1784545034694

Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan Jadi Pembina Apel di MAN 2 Banyuwangi, Ajak Pelajar Bentengi Diri dari Bahaya Narkoba

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., menjadi pembina apel pagi di MAN 2 Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat edukasi, sosialisasi, dan pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pendidikan.

Apel yang berlangsung di halaman MAN 2 Banyuwangi diikuti oleh kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta ratusan siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan khidmat, mulai dari penghormatan kepada pembina apel, pengibaran bendera Merah Putih, hingga penyampaian amanat yang sarat dengan pesan moral dan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Dalam amanatnya, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, pelajar memiliki peran penting sebagai penerus bangsa sehingga harus mampu membentengi diri dengan karakter yang kuat, disiplin, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Ia mengajak seluruh siswa agar berani mengatakan "tidak" terhadap narkoba, lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merusak masa depan. Selain itu, para pelajar diminta mengisi waktu dengan kegiatan positif, meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta menjauhi perilaku yang berpotensi menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Kombes Pol. Rachmat Kurniawan juga menjelaskan bahwa dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial, pendidikan, hingga menimbulkan konsekuensi hukum yang dapat menghancurkan masa depan seseorang. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba. Para siswa diharapkan menjadi pelopor sekaligus agen perubahan dengan saling mengingatkan apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

Kegiatan apel berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta. Sinergi antara BNNK Banyuwangi dan MAN 2 Banyuwangi diharapkan terus terjalin dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya narkoba sekaligus memperkuat program pencegahan sejak usia pelajar.

Melalui kegiatan ini, BNNK Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar tercipta generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, memiliki kesadaran hukum yang tinggi, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

IMG-20260720-WA0036

KPK SEGEL RUANG BUPATI LOMBOK BARAT DAN KADIS PUPRPKP

Langkah tegas ini menandai awal penyelidikan yang mengguncang pemerintahan daerah

LOMBOK BARAT || Jejak-indonesia.id – Senin, 20 Juli 2026 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah tak terduga namun tegas: memasang segel resmi pada pintu ruang kerja Bupati H. Lalu Ahmad Zaini, sekaligus menutup akses ke ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Ratnawi.

Segel KPK yang terpasang kokoh di pintu utama ruang pimpinan tertinggi daerah itu bukan sekadar kertas dan stiker. Ia adalah tanda jelas: ada sesuatu yang sedang diselidiki secara mendalam di balik pintu-pintu tersebut. Suasana di Kantor Bupati berubah drastis: lobi yang biasanya ramai kini hening, staf yang biasa beraktivitas di sekitar sana menghilang, dan pintu ruang kekuasaan itu tertutup rapat tanpa kata.

Hampir bersamaan, nasib yang sama menimpa ruang Kepala Dinas PUPRPKP. Segel KPK menutup akses sepenuhnya, seolah menegaskan bahwa setiap jejak di dalamnya kini menjadi milik penyidik, bukan lagi pejabat yang memimpinnya.

Hingga saat ini, KPK tetap bungkam. Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik langkah mengejutkan ini. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun memilih diam, seolah menunggu arah angin yang akan datang dari lembaga antirasuah.

Namun, isu yang berkembang tak bisa dibungkam: penyegelan ini diduga kuat berkaitan dengan penyelidikan atas sejumlah proyek yang dibiayai dari uang rakyat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski belum ada konfirmasi resmi, dugaan ini sudah cukup memancing tanya besar: apakah ada penyimpangan yang merugikan keuangan daerah? Apakah ada pihak yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi?

Perlu ditegaskan: hingga kini belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Semua dugaan masih harus dibuktikan lewat proses hukum yang transparan. Namun, tindakan KPK ini sudah cukup menjadi peringatan keras: tidak ada ruang yang tertutup bagi pengawasan, tidak ada jabatan yang kebal dari hukum.

Masyarakat diminta tetap tenang, namun waspada. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum teruji kebenarannya. Tunggu pernyataan resmi dari KPK – karena hanya kebenaran yang akan menjawab segala pertanyaan yang kini menggantung di udara Lombok Barat.

Tim jurnalis terus berjuang mendapatkan kejelasan dari pihak berwenang. Setiap perkembangan penting akan segera disampaikan kepada publik.

error: Content is protected !!