Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 35

Berita

1784799690196

Hotman Paris Mundur dari Posisi Penasihat Hukum Febrie Adriansyah: Alasan Kesehatan Menjadi Pertimbangan Utama

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kamis (23/7/2026) – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai penasihat hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Langkah ini telah disampaikan secara langsung kepada pihak klien sejak dua hari sebelumnya.

Dalam keterangannya, Hotman Paris menjelaskan bahwa keputusan ini diambil semata-mata demi pertimbangan kondisi kesehatannya. Ia diketahui mengidap penyakit saraf terjepit, yang menurut anjuran dokter memerlukan perawatan intensif serta waktu istirahat yang cukup dalam kurun waktu dua minggu ke depan.

"Kondisi saya semakin memburuk menyusul padatnya penanganan perkara belakangan ini. Sesuai arahan tenaga medis, saya harus segera menempuh pengobatan lanjutan," ungkap Hotman. Ia berencana berangkat ke Singapura pada Jumat (24/7/2026) untuk menjalani rangkaian perawatan tersebut.

Meski berhenti secara pribadi, Hotman menegaskan kepentingan hukum Febrie Adriansyah tetap akan terjaga. Penanganan perkara selanjutnya akan dilanjutkan oleh tim penasihat hukum yang selama ini bekerja sama dengannya.

Diketahui sebelumnya, Markas Besar Polri telah menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam dua perkara sekaligus, yakni dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan PT Asabri periode 2020–2024 serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan ini juga merujuk pada dugaan pelanggaran tata kelola di sektor batu bara maupun perkara korupsi lainnya yang ditangani saat ia menjabat.

"Kami menetapkan saudara FA sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan/atau TPPU yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pegawai negara, baik dalam penanganan perkara PT Asabri maupun perkara korupsi lainnya," tegas Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto.

IMG-20260723-WA0041

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Polda Banten Ajak Masyarakat Lindungi Hak Anak

SERANG || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, Polda Banten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak, perlindungan, serta tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

"Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang agar anak-anak Indonesia dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang berkualitas," ujarnya pada Kamis (23/07).

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama.

"Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian, kasih sayang, serta perlindungan kepada anak dari segala bentuk kekerasan, perundungan, eksploitasi, maupun penyalahgunaan teknologi digital," ajaknya.

Diakhir, Polda Banten mengucapkan Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini semakin memperkuat kepedulian seluruh masyarakat dalam melindungi hak-hak anak serta membangun masa depan Indonesia

"Atas nama keluarga besar Polda Banten, kami mengucapkan Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini semakin meningkatkan kepedulian kita semua dalam melindungi hak-hak anak, memberikan kasih sayang, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa," tutupnya (Bidhumas).

IMG-20260723-WA0032

Pemerintah Gampong Krueng Lingka Timu Salurkan Bantuan Alat Tulis untuk Ratusan Pelajar

ACEH UTARA || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Gampong Krueng Lingka Timu, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan perlengkapan alat tulis kepada ratusan peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk tahun ajaran 2026.

Bantuan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dan disalurkan sebagai bentuk perhatian pemerintah gampong terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.

Uniknya, proses penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mendatangi rumah masing-masing peserta didik penerima bantuan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima langsung oleh para pelajar bersama keluarga mereka.

Geuchik Gampong Krueng Lingka Timu, Abdullah, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026), mengatakan program bantuan perlengkapan alat tulis tersebut bukan kali pertama dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan serupa telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir sejak dirinya dipercaya memimpin Gampong Krueng Lingka Timu.

Ia menyebutkan, program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah gampong terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

“Program ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir sejak masa kepemimpinan saya. Insyaallah, ke depan akan terus kita upayakan agar dapat dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan kemampuan dan kondisi anggaran gampong,” ujar Abdullah.

Menurutnya, bantuan perlengkapan alat tulis mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak.

Selain membantu secara ekonomi, Abdullah berharap bantuan itu juga dapat menjadi penyemangat bagi para peserta didik untuk terus belajar dan mengejar cita-cita mereka.

“Kita berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak kita agar semakin semangat dalam belajar dan sukses menggapai mimpi mereka,” katanya.

Abdullah menambahkan, perhatian terhadap pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan gampong. Karena itu, pemerintah gampong akan terus berusaha memberikan dukungan kepada para pelajar, baik melalui bantuan langsung maupun melalui berbagai bentuk perhatian lainnya yang dapat dilakukan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah gampong.

Ia berharap kepedulian yang diberikan secara langsung tersebut dapat memberikan manfaat bagi para peserta didik dan keluarga mereka. Lebih dari itu, ia ingin anak-anak Gampong Krueng Lingka Timu memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang lebih baik di masa mendatang.

“Jangan kita lihat seberapa besar yang dibantu, tetapi yang paling penting adalah pemerintah gampong terus berupaya mendukung dan memberikan semangat kepada para pelajar kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mudah-mudahan perhatian kecil ini bisa menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk membantu generasi masa depan menjadi lebih baik,” pungkas Abdullah.

Penyaluran bantuan secara langsung dari rumah ke rumah tersebut mendapat perhatian positif dari masyarakat. Selain memastikan bantuan diterima oleh penerima yang telah ditetapkan, cara tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah gampong untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar berbagai kebutuhan dan aspirasi warga, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak.

IMG-20260723-WA0028

Kolaborasi PLN, DLH dan Desa Olehsari Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif Bernilai Ekonomi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus pengelolaan sampah berkelanjutan melalui penyaluran bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Piloting Produksi RDF Biomassa di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Rabu (22/7/2026).

Program bertema "Mendukung Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Ekonomi Sirkular, dan Transisi Energi Bersih untuk Indonesia Berkelanjutan" tersebut diserahkan secara simbolis di Resto Dakon, Glagah.

Kegiatan dihadiri Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian, Asisten Manager TJSL Presthyo Carolline Natalia, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Robby, Ketua Yayasan Rijig Pradan Wetan Bibit Suwiji, Camat Glagah Ali Imron, Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis, serta para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Glagah.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah desa, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fasilitas RDF Biomassa menjadi tonggak penting bagi Desa Olehsari dalam mengubah residu sampah dan biomassa menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

"Program RDF Biomassa ini bukan sekadar teknologi, tetapi menjadi harapan baru untuk mengurangi volume sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, membuka peluang ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung program energi terbarukan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelum adanya program tersebut sebagian besar sampah residu masih dibakar. Kini, melalui pendampingan PLN dan berbagai pihak, sampah mulai dikelola menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai tambah.

Joko berharap proyek percontohan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah dan produksi RDF Biomassa bagi desa-desa lain di Banyuwangi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan DLH Banyuwangi Robby, yang mewakili Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, mengapresiasi kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, yayasan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia menjelaskan paradigma pengelolaan sampah saat ini telah bergeser dari konsep "kumpul-angkut-buang" menjadi "pilah-olah-manfaatkan" sejak dari sumbernya.

Menurutnya, Kabupaten Banyuwangi saat ini baru mampu mengelola sekitar 30 persen dari total timbulan sampah yang dihasilkan setiap hari.

"Kami berharap RDF Biomassa mampu mengurangi residu yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA), meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui konsep ekonomi sirkular, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari timbunan sampah," katanya.

Robby menambahkan, apabila model pengelolaan tersebut dapat direplikasi di seluruh desa dan kelurahan, maka beban TPA akan berkurang secara signifikan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Di sisi lain, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program TJSL.

Menurut Andri, perkembangan teknologi pengelolaan sampah telah membuka peluang baru, tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Ke depan energi berbasis fosil akan semakin terbatas. Karena itu, inovasi seperti RDF Biomassa menjadi salah satu solusi yang sangat potensial sebagai energi baru dan terbarukan," ujarnya.

Ia menjelaskan bantuan TJSL yang disalurkan PLN UIT JBM memiliki nilai sekitar Rp400 juta. Bantuan tersebut meliputi pembangunan hanggar pengolahan sampah seluas sekitar 100 meter persegi, penyediaan mesin pencacah, mesin pengayak, serta dukungan modal operasional awal.

PLN berharap seluruh fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu menghasilkan bahan bakar alternatif yang memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, pemerintah desa, yayasan, dan masyarakat, proyek percontohan RDF Biomassa ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat diterapkan di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat upaya transisi menuju energi bersih di Indonesia. (***)

IMG-20260723-WA0025

Pisah Sambut Danlanal Banyuwangi, Bupati Ipuk Minta Sinergi Terus Dijaga

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi berganti dari Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso kepada Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan.

Pisah sambut kedua perwira TNI AL tersebut digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa malam (21/7/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa. Namun yang terpenting adalah kesinambungan program yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Maka berbagai pengabdian yang telah dilajukan Letkol Puji selama bertugas di Banyuwangi, mudah-mudahan dapat dilanjutkan oleh Letkol Wishnu," kata Ipuk.

Ipuk menyampaikan, peran TNI AL saat ini semakin luas. Selain menjaga keamanan laut, TNI Al turut memiliki peran dalam mendukung peningkatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga memperkuat ketahanan pangan.

Lanal Banyuwangi saat ini tengah konsen dalam program pembudidayaan kedelai. Ipuk berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga Banyuwangi mampu memperkuat kemandirian pangan, tidak hanya pada komuditi padi dan jagung, tapi juga kedelai.

"Mudah-mudahan Danlanal Banyuwangi yang baru mampu mengemban amanah ini dengan baik. Dengan jiwa muda yang ada, semoga banyak inovasi yang dilakukan Letkol Wishnu di Kabupaten Banyuwangi," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Letkol Puji Santoso atas pengabdian selama bertugas di Banyuwangi. Berbagai inovasi yang telah dilakukan selama menjabat menjadi bagian dari kontribusi bagi daerah.

"Mudah-mudahan apa yang Bapak Puji lakukan ini nantinya bisa menjadi modal untuk melanjutkan pengabdian di tempat yang baru. Atas semua pengabdian tersebut, kami menyampaikan terima kasih," sambungnya.

Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso mendapat amanah sebagai Kadisminpers Kodaeral V Surabaya. Sementara penggantinya, Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, sebelumnya menjabat Komandan KRI Kujang-642.

Letkol Puji menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama berbagai pihak selama dirinya menjabat Danlanal Banyuwangi sekitar 1,4 tahun. Kesempatan berdinas di Banyuwangi, kata dia, menjadi pengalaman berharga karena merupakan tanah kelahirannya.

"Banyak hal yang kami alami. Selama 1,4 tahun di Banyuwangi semuanya sangat berkesan dan sangat mewarnai kedinasan kami di Angkatan Laut. Matur nuwun yang tak terhingga untuk semuanya dan bisa berkolaborasi dengan orang-orang yang berntegritas," kata Puji.

Danlanal Banyuwangi yang baru, Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan mengaku siap memperkuat sinergi yang telah terbina serta berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar sinergi yang telah terbangun semakin kuat.

"Kami siap mendukung kebijakan pemerintah daerah. Mohon Ibu Bupati, pejabat Forkopimda dan seluruh jajaran selalu membersamai kami," ujar Wishnu.

Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, perwakilan DPRD, tokoh agama, stakeholder maritim, dan instansi lainnya. (*)

error: Content is protected !!