Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Respons Cepat Dinas PUCKPP Banyuwangi Tuai Apresiasi, Jalan Rusak di Dusun Krajan Singojuruh Mulai Diaspal

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Respons cepat Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PUCKPP) Kabupaten Banyuwangi dalam menangani kerusakan infrastruktur kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Kali ini, perbaikan berupa pengaspalan jalan rusak di wilayah Dusun Krajan, Desa Singojuruh, menjadi sorotan positif berbagai pihak.

Sekretaris Jenderal Forum Singojuruh Bersatu (FSB), Dendy Eka Wardana, S.H., secara langsung menyampaikan apresiasi atas langkah sigap yang dilakukan oleh Dinas PUCKPP melalui UPTD Rogojampi. Menurutnya, perbaikan jalan yang dilaksanakan pada Senin (20/04/2026) tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

“Ini adalah bentuk respon yang patut diapresiasi. Ketika ada keluhan dari masyarakat terkait kondisi jalan rusak, pemerintah melalui Dinas PUCKPP langsung bergerak cepat. Kami dari FSB sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar Dendy.

Ia menambahkan, kondisi jalan di Dusun Krajan sebelumnya memang cukup memprihatinkan dan berpotensi mengganggu aktivitas warga, baik dalam hal mobilitas sehari-hari maupun distribusi ekonomi. Dengan adanya pengaspalan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.

Dendy juga menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah harus terus dijaga. Ia berharap, pola respons cepat seperti ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya, sehingga setiap permasalahan infrastruktur dapat segera tertangani tanpa harus menunggu waktu lama.

Sementara itu, pelaksanaan pengaspalan yang dilakukan oleh UPTD Rogojampi terlihat berjalan lancar dengan melibatkan tenaga teknis yang berpengalaman. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memastikan kualitas hasil tetap terjaga demi ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Warga setempat pun menyambut baik perbaikan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya akses jalan yang lebih layak, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas harian masyarakat Dusun Krajan.

“Dulu kalau lewat sini harus hati-hati karena banyak lubang. Sekarang sudah mulai diaspal, tentu kami senang dan berterima kasih,” ungkap salah satu warga.

Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat semakin meningkat serta keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. Langkah cepat yang dilakukan Dinas PUCKPP Banyuwangi melalui UPTD Rogojampi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

Simulasi Sispam Kota, Kesiapan Polda Banten Amankan May Day

SERANG || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026, Polda Banten menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) bertempat di Lapangan Apel Polda Banten pada Senin (20/04).

Hadir dalam kegiatan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Kasrem 064/Maulana Yusuf Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro, serta Pejabat Utama Polda Banten

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bertindak sebagai penanggung jawab, Karoops Polda Banten Kombes Pol Yofie Girianto Putro sebagai ketua pelaksana, dan Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga sebagai koordinator simulasi.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa simulasi yang dilaksanakan merupakan bagian dari kesiapan Polda Banten dalam menghadapi peringatan May Day.

"Dalam simulasi ini diperagakan tahapan eskalasi situasi, mulai dari kondisi kondusif, provokasi, pelemparan terhadap petugas, hingga pengrusakan dan penjarahan oleh pengunjuk rasa, termasuk potensi penyusupan kelompok anarko seperti yang terjadi pada Agustus–September 2025," ujar Irjen Pol Hengki.

Selanjutnya, Kapolda Banten mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kesiapan Polda Banten bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait.

"Kegiatan ini merupakan wujud kesiapan Polda Banten bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman kepada para buruh, sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan prosedur melalui Latihan Sispam Kota dalam pengamanan unjuk rasa, baik saat May Day maupun kegiatan lainnya," lanjut Kapolda Banten.

Kapolda Banten menjelaskan bahwa pihaknya mengacu pada Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan, yang mengatur tahapan dalam pengamanan unjuk rasa.

"Pengamanan unjuk rasa terdiri dari empat tahapan, yakni situasi hijau dengan pendekatan humanis oleh negosiator Polwan dan Dalmas awal, situasi kuning saat terjadi gangguan ringan yang ditangani dengan pengendalian diri dan Dalmas lanjut, situasi meningkat dengan penanganan oleh PHH Brimob, serta situasi merah atau anarkis yang ditindak tegas dan terukur oleh Brimob sesuai prosedur," jelas Irjen Pol Hengki.

Irjen Pol Hengki menambahkan bahwa hasil rapat bersama serikat pekerja KSPSI hingga saat ini di wilayah Polda Banten tidak terdapat aksi unjuk rasa.

"Sebagai gantinya, kami melaksanakan kegiatan positif seperti bakti kesehatan dan bakti sosial bersama TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis dan hiburan seperti mancing mania. Kegiatan ini digelar di Serang pada 3 Mei serta di Kabupaten Tangerang dan Kota Serang pada 2 atau 3 Mei. Selain itu, kami juga mengawal buruh yang berangkat ke Monas, Jakarta, pada 1 Mei agar arus lalu lintas tetap lancar dan situasi kondusif," tambahnya.

Diakhir, Kapolda Banten menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Banten agar tidak mudah percaya terhadap berita hoaks.

"Mari kita bersama-sama melakukan pengecekan informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Apabila membutuhkan klarifikasi, masyarakat dapat menghubungi call center pengaduan Polda Banten melalui nomor 110, kemudian tekan angka 0 untuk berbicara langsung dengan operator," tutupnya (Bidhumas).

Aktifitas Tambang ilegal galian C merajalela di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jjejak-indonesia.id - ll.Senin, 19 April 2026 bertempat di Desa Secang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Terjadi aktivitas penambangan galian C yang diduga ilegal di wilayah Desa Secang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Kegiatan tersebut berupa penggalian tanah, pasir, dan batu menggunakan alat berat yang kemudian diangkut menggunakan truk untuk dijual atau digunakan sebagai material pembangunan.

Aktivitas ini berlangsung cukup intens dan terlihat dari mobilitas kendaraan pengangkut material yang keluar masuk lokasi tambang setiap hari. Keberadaan tambang tersebut menjadi perhatian karena diduga tidak memiliki izin resmi sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam kegiatan pertambangan mineral bukan logam dan batuan.

Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Desa secang kec kalipuro kab.Banyuwangu tidak terlepas dari peran sejumlah pihak di lapangan. Kegiatan tersebut dijalankan oleh pengelola atau pemilik usaha tambang yang mengoperasikan alat berat untuk mengeruk material seperti pasir dan batu dari lokasi penambangan. Di lokasi yang sama terlihat para pekerja tambang yang membantu proses penggalian serta pemuatan material ke dalam truk.

Selain itu, sopir-sopir truk pengangkut juga tampak hilir mudik membawa hasil galian keluar dari area tersebut untuk didistribusikan ke berbagai tempat. Aktivitas ini pun turut menjadi perhatian masyarakat sekitar desa yang mulai resah karena dampak yang ditimbulkan, seperti debu, kebisingan, hingga potensi kerusakan lingkungan. Di sisi lain, pemerintah daerah serta aparat penegak hukum juga menjadi pihak yang disorot masyarakat karena diharapkan dapat melakukan pengawasan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas penambangan yang diduga tidak memiliki izin tersebut.

Aktivitas galian C ilegal tersebut diduga terjadi karena tingginya kebutuhan material pembangunan seperti pasir, batu, dan tanah urug yang banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Permintaan yang tinggi terhadap material tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penambangan tanpa mengurus izin resmi demi memperoleh keuntungan lebih cepat. Selain itu, lemahnya pengawasan serta minimnya penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal juga menjadi faktor yang memungkinkan kegiatan tersebut terus berlangsung. Kondisi ini sering memicu kekhawatiran masyarakat karena aktivitas penambangan tanpa izin berpotensi merusak lingkungan serta menimbulkan berbagai dampak sosial di sekitar lokasi tambang. Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, aktivitas galian C tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengeruk tanah dan batu dari lokasi penambangan.

Material hasil galian kemudian dimuat ke dalam truk pengangkut yang selanjutnya dibawa keluar dari lokasi menuju tempat penampungan atau proyek pembangunan. Aktivitas kendaraan yang keluar masuk lokasi tambang berlangsung cukup sering dan melintasi jalan desa. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan debu dan kebisingan, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan yang dilalui kendaraan berat. Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan legalitas serta pengawasan terhadap kegiatan penambangan yang berlangsung di wilayah mereka.

subaeri/gus ari

POLRES SERANG INTENSIFKAN SAMBANG POSKAMLING, PERKUAT KAMTIBMAS DI WILAYAH HUKUM

SERANG || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Serang melaksanakan kegiatan Sambang Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di wilayah hukumnya, Jumat (18/4/2026) malam.

Kegiatan ini merupakan implementasi Program Kapolda Banten yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polsek dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas di masing-masing desa binaan.

Kasat binmas polres Serang melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat guna memperkuat sinergi serta meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek jajaran menyambangi sejumlah pos ronda di antaranya di wilayah Tirtayasa, Jawilan, Ciruas, Cikande, Carenang, Pamarayan, Petir, Cikeusal, Pontang, Kragilan, Kopo hingga Tanara.

Melalui kegiatan sambang tersebut, petugas memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan. Warga juga diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri serta terus menjalin komunikasi aktif dengan aparat kepolisian. Apabila ditemukan adanya potensi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera melaporkan melalui layanan Call Center Polri 110.

Kegiatan sambang poskamling ini mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan kehadiran polisi di lingkungan mereka, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keamanan bersama.

Polres Serang berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif melalui pendekatan humanis guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Serang.

Kawal Swasembada Beras, HMI Surabaya Dampingi Mentan Sidak di Sidoarjo

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya menunjukkan komitmennya dalam mengawal ketahanan pangan nasional dengan mendampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog, Buduran, Jawa Timur, Minggu (19/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memastikan ketersediaan beras tetap aman serta distribusinya berjalan secara merata. Dalam kesempatan tersebut, HMI Cabang Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir mengawal kebijakan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas stok beras bagi masyarakat.

Ketua Umum HMI Cabang Surabaya, Moch Elok Hakan Multazam, menyampaikan bahwa langkah pendampingan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras.

“Pengawalan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan. Ketersediaan beras yang aman harus diiringi dengan distribusi yang adil dan merata di seluruh wilayah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Multazam menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap rantai pasok pangan, terutama di tengah dinamika kebutuhan masyarakat serta tantangan perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi. Ia menegaskan bahwa HMI akan terus berperan sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil yang aktif mengawal kebijakan pangan nasional.

Menurutnya, keterlibatan pemuda, mahasiswa, dan aktivis memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pangan berjalan efektif. Partisipasi generasi muda tidak hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga harus menjadi bagian integral dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia.

“HMI Surabaya akan senantiasa mengawal ketersediaan beras agar mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, serta memastikan distribusinya semakin merata. Keterlibatan pemuda dan mahasiswa sangat penting dalam agenda ketahanan pangan nasional,” tegas Multazam.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik keterlibatan mahasiswa dan pemuda dalam mendukung program pemerintah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Mentan juga memastikan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kekurangan pasokan. Ia sekaligus menepis anggapan perlunya impor beras, dengan menegaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus pada penguatan produksi dalam negeri serta menjaga stabilitas cadangan beras, termasuk dalam menghadapi potensi gangguan seperti fenomena El Nino.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Bulog, Mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat, upaya menjaga ketahanan pangan nasional diharapkan dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. HMI Cabang Surabaya pun menegaskan akan terus mengawal distribusi dan ketersediaan beras sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi secara adil dan merata.