Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Kemendagri Dorong Pembiayaan Inovatif dan Kolaboratif untuk Percepat Pembangunan Daerah

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) menegaskan pentingnya memperluas sumber pembiayaan pembangunan daerah melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan yang tidak lagi dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Agus Fatoni dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan Daerah bertajuk “Akselerasi, Transformasi, dan Implementasi Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah” yang diselenggarakan secara hybrid dari Grand Sahid Jaya Hotel, Kamis (16/4/2026).

Fatoni menekankan bahwa pemerintah daerah (Pemda) perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan peluang pembiayaan di luar APBD guna mempercepat realisasi program pembangunan.

Ia menjelaskan, sejumlah skema strategis yang dapat dimanfaatkan antara lain kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU), pemanfaatan corporate social responsibility (CSR), serta dukungan program dari kementerian dan lembaga.

“Pendanaan pembangunan tidak harus selalu bersumber dari APBD. Kolaborasi dan inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi skema pembiayaan alternatif sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam membangun koordinasi lintas sektor, memperkuat kemitraan, serta mengintegrasikan pembiayaan dengan perencanaan pembangunan.

Kemendagri mendorong Pemda untuk lebih proaktif, adaptif, dan strategis dalam mengakses berbagai sumber pembiayaan. Hal ini dilakukan agar tercipta ekosistem pembangunan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

“Dengan pendekatan kolaboratif yang terstruktur, diharapkan percepatan pembangunan daerah dapat terwujud secara nyata dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Puspen Kemendagri

Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian Puji Produk Lokal Unggulan Minyak Kemiri Kabupaten Belu

BELI || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian memuji produk lokal unggulan minyak kemiri Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tri menjelaskan, Kabupaten Belu dikenal dengan banyaknya produksi kemiri. Hal ini menarik karena kemiri merupakan bagian dari minyak asiri yang berpeluang menjadi produk ekspor. Jika dikembangkan, produk ini memiliki potensi ekonomi yang besar, sekaligus mampu menggerakkan ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Belu.

“Nanti mungkin ada peningkatan-peningkatan dari dinas-dinas terkait. Mudah-mudahan Ibu Ketua [TP PKK Kabupaten Belu] bisa meminta unit kementerian bagaimana ini bisa dikembangkan dan menjadi produk lokal yang menjadi unggulan produk PKK,” kata Tri pada Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Minyak Kunir di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Belu, NTT, Kamis (16/4/2026).

Tri mengungkapkan, pelatihan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Pemerintah pusat berharap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu dapat meningkat melalui pengembangan berbagai potensi daerah yang dimiliki.

“Salah satu sumber ekonomi keluarga, yaitu membuat minyak sendiri. Ini kalau dijual ibu-ibu Tik-Tok, pakai Tik-Tok tapi jangan sampai guling-guling di jalan ya. Ini bisa potensi mendapatkan order dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Ia menyebut, keunikan lain dalam pengelolaan minyak kemiri di Kabupaten Belu adalah proses pembuatannya yang masih dilakukan secara organik tanpa campuran bahan kimia. Dengan cara ini, minyak kemiri memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk perawatan rambut, seperti membuat rambut lebih sehat, subur, dan mengkilap.

“Mudah-mudahan juga unggulan untuk Kabupaten Belu. Di mana semua masyarakat mempunyai kesempatan untuk memproduksi minyak kemiri. Karena kemirinya gampang didapatkan, tidak usah capek-capek membeli dari luar kabupaten,” ujarnya.

Tri melanjutkan, dengan memproduksi minyak kemiri, masyarakat memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan. Meskipun tidak langsung besar, hal ini diyakini dapat menggerakkan ekonomi melalui pengembangan produk unggulan daerah di Kabupaten Belu.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan tidak hanya dilakukan oleh Ibu Ketua [TP PKK Kabupaten Belu] saja, tapi juga kepada anak-anak kita semua, pada tetangga-tetangga dan lingkungan kita,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Sigap Tanggapi Laporan Warga, Polisi Evakuasi Lansia Terjatuh di Krendang dan anatarkan pulang

JABAR || Jejak-indonesia.id — Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, saat warga melaporkan adanya seorang lansia yang terjatuh di depan Kantor Kelurahan Krendang, Jalan Krendang Selatan RW 07, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pawas Polsek Tambora, Ipda Rusli, S.H., langsung bergerak cepat menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati seorang lansia dalam kondisi sadar namun membutuhkan bantuan.

Dengan pendekatan humanis, petugas kemudian berkomunikasi dengan lansia tersebut untuk mengetahui identitas dan alamat tempat tinggalnya.

Diketahui, lansia tersebut merupakan warga Jalan Sawah Lio Gang 24 RT 004 RW 007, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora.

" Tanpa menunggu lama, Ipda Rusli bersama anggota langsung mengantarkan lansia tersebut kembali ke rumahnya dan memastikan yang bersangkutan bertemu dengan keluarganya dalam keadaan aman," ujar. Kapolsek Tambora Akp Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi, Minggu, 19/4/2026

Di sela kegiatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada pihak keluarga agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang lanjut usia, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Tekankan Disiplin dan Integritas, Wakapolres Cilegon Pimpin Apel Jam Pimpinan

CILEGON || Jejak-indonesia.id - Komitmen menjaga profesionalisme dan integritas kembali ditegaskan dalam apel jam pimpinan yang digelar di Lapangan Apel Satya Haprabu Polres Cilegon, Senin (20/04/2026) pagi.

Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam menyampaikan arahan strategis sekaligus memperkuat soliditas seluruh personel.

Apel yang dipimpin oleh Wakapolres Cilegon KOMPOL Mochamad Ridzky Salatun, S.I.K tersebut diikuti oleh para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, bintara hingga ASN Polres Cilegon. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh perhatian dari seluruh peserta.

Dalam arahannya, Wakapolres mengawali dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolsek KP Banten, Kapolsek Bojonegara, dan Kapolsek Puloampel yang baru, serta berharap para pejabat tersebut dapat segera beradaptasi dengan dinamika tugas di wilayah hukum Polres Cilegon.

Ia juga menyinggung kenaikan harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina yang dipicu kondisi geopolitik global. Meski demikian, Wakapolres menegaskan agar hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja kepolisian. Seluruh personel diminta tetap menjalankan tugas seperti patroli, sambang, serta program kepolisian lainnya secara optimal.

Penekanan tegas turut disampaikan terkait disiplin dan integritas personel. Wakapolres mengingatkan agar seluruh anggota menghindari segala bentuk pelanggaran, termasuk keterlibatan dalam praktik ilegal seperti backing BBM maupun judi online. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis terhadap institusi Polri, sehingga setiap personel harus menjaga nama baik institusi.

Selain itu, evaluasi penggunaan senjata api juga menjadi perhatian. Personel yang mengajukan penggunaan senpi diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan serta menjaga dan merawat senjata dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas suksesnya kegiatan penanaman 1.000 pohon yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa ke depan akan kembali dilaksanakan program penanaman mangrove di wilayah Polsek Ciwandan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Tak kalah penting, pelayanan call center 110 menjadi sorotan. Wakapolres menekankan agar personel yang bertugas sebagai operator tidak meninggalkan tugasnya, mengingat layanan tersebut menjadi salah satu atensi pimpinan. Evaluasi rutin akan terus dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Menutup arahannya, Wakapolres mengajak seluruh personel untuk meningkatkan keimanan dan kebersamaan, khususnya dengan memakmurkan masjid melalui salat berjamaah serta menjaga kekompakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Apel jam pimpinan ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme, kedisiplinan, dan sinergi merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Cilegon.

Viral! Tak Terima Tarif Spa, Pria 43 Tahun Ngamuk dan Aniaya Terapis di Dentim—Pelaku Akhirnya Diringkus Polisi

DENPASAR || Jejak-indonesia.id - Kasus kekerasan yang sempat menghebohkan jagat media sosial akhirnya menemui titik terang. Jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim) bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial AWH (43), yang diduga kuat sebagai pelaku pemukulan terhadap seorang karyawati spa di kawasan Jalan Letda Kajeng, Denpasar Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam (17/04/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, di sebuah tempat usaha spa yang berlokasi di Banjar Yangbatu Kangin, Desa Dangin Puri Kelod. Awalnya, pelaku datang sebagai pelanggan dan menikmati layanan pijat seperti biasa. Namun, situasi berubah drastis usai treatment selesai.

Diduga karena tidak terima dengan tarif yang dikenakan, pelaku mulai menunjukkan emosi. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pada tindakan kekerasan. Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku secara tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah korban—seorang terapis yang tengah menjalankan pekerjaannya.

Akibat aksi brutal tersebut, korban mengalami rasa sakit pada bagian pipi kanan serta trauma akibat ancaman yang dilontarkan pelaku. Kejadian ini pun segera dilaporkan ke pihak kepolisian pada Sabtu dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Polsek Dentim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H., M.H., bersama Panit Opsnal Iptu I Nyoman Padu, langsung melakukan penyelidikan intensif. Dari hasil penelusuran, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku di kawasan Jalan Waturenggong, Denpasar.

Tanpa membuang waktu, petugas segera melakukan penangkapan. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan langsung digiring ke Mapolsek Dentim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses interogasi, AWH mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengakui telah memukul korban menggunakan tangan kosong hingga mengenai pipi kanan, serta sempat mengancam korban. Polisi menduga aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap tarif layanan, yang diperparah oleh pengaruh minuman beralkohol.

Sejumlah barang bukti telah diamankan oleh pihak kepolisian, di antaranya hasil visum korban, pakaian, serta rekaman CCTV di lokasi kejadian yang memperkuat dugaan tindak penganiayaan tersebut. Saat ini, penyidik tengah merampungkan berkas perkara guna proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Dentim, Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindak kekerasan, terlebih yang terjadi di ruang publik maupun tempat usaha. Ia memastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa emosi yang tak terkendali, apalagi dipicu alkohol, dapat berujung pada konsekuensi hukum serius. Masyarakat pun diimbau untuk menyelesaikan setiap persoalan secara bijak tanpa kekerasan.