Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Bareskrim Polri Segel Gudang di Wonosari Klaten, Diduga Lokasi Oplos Gas LPG

KLATEN || Jejak-indonesia.id - Gudang di Jalan Pakis-Daleman, Kecamatan Wonosari, Klaten, didatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Gudang itu digerebek pada dini hari tadi lantaran diduga menjadi lokasi pengoplosan gas LPG.

"Niki wau kebak ten mriku polisi-polisi. Antarane nggih jam 08.00 wau (Ini tadi penuh polisi di situ, ya sekitar pukul 08.00 WIB tadi)," ungkap seorang warga, Tawar (70), kepada detikJateng, Selasa (28/4/2026).

Diceritakan Tawar, saat dirinya lewat mengantar cucu sekolah banyak polisi di depan gudang. Tapi saat pulang sudah tidak ada polisi lagi.

"Saat pulang sudah tidak ada. Padahal tadi polisi banyak, ada mobil-mobil boks juga, tapi ada kejadian apa saya tidak tahu," katanya.

Pantauan detikJateng, gudang yang terletak di tepi jalan raya arah Pakis ke Solo Baru itu sudah tertutup rapat. Di pintunya sudah dipasang garis polisi menyilang.

Di tempat terpisah di Mapolsek Delanggu di jalan Jogja-Solo, truk-truk dan mobil boks berjajar di halaman. Truk memuat tabung gas nonsubsidi warna pink.

Sedangkan truk boks tidak terlihat muatannya. Beberapa mobil pikap memuat tabung gas bersubsidi warna hijau.

Pada pukul 11.14 WIB, tiga truk muatan, empat mobil pikap dan dua mobil boks keluar konvoi dari Polsek Delanggu. Truk dan mobil pikap mengangkut tabung gas.

Rombongan paling depan dikawal mobil patroli Polsek Delanggu. Konvoi bergerak ke jalan Jogja-Solo arah ke Klaten kota tetapi tidak terlihat lagi setelah di wilayah Kecamatan Ceper.

Kapolres Klaten, AKBP M Faruk Rozi, membenarkan ada kegiatan tersebut. Ia mengungkap kegiatan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) bersama Polres Klaten.

"(Apakah betul hari ini ada giat penggerebekan dugaan oplosan gas di Kecamatan Wonosari?) Benar," ucap M Faruk Rozi saat diminta konfirmasi detikJateng.

"Personel Dittipiter Bareskrim didampingi Sat Reksrim Polres Klaten dan Polsek Wonosari melaksanakan pengecekan di lokasi. Lokasi yang diduga tempat oplosan gas elpiji dari 3 kilogram subsidi ke tabung nonsubsidi," lanjut dia.

Faruk Rozi juga membenarkan bahwa penggerebekan itu dilakukan dini hari tadi. Namun, pihaknya tidak merinci kapan gudang tersebut digerebek.

"Kegiatan dini hari tadi," pungkasnya.

Sosok Humanis di Balik Seragam: Kiprah AKP. Nurmansyah, S.H., M.H. Bersama Bhayangkari Sekaligus Bidan, Maria Imaculata Nafiri Minora

Jejak-indonesia.id - Di tengah dinamika tugas kepolisian yang penuh tantangan, nama AKP. Nurmansyah, S.H., M.H. dikenal sebagai figur yang tegas namun tetap mengedepankan sisi humanis dalam pengabdiannya. Perwira polisi ini tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dengan pendekatan yang penuh empati.

Perjalanan karier AKP. Nurmansyah tidaklah instan. Dengan latar belakang pendidikan hukum yang kuat, ia menapaki jenjang demi jenjang dalam institusi kepolisian dengan dedikasi tinggi. Berbekal gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.), ia dikenal memiliki pemahaman mendalam terhadap aspek hukum sekaligus kemampuan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Namun, di balik kesuksesan dan pengabdiannya, terdapat sosok perempuan tangguh yang selalu setia mendampingi, yakni Ny. Maria Imaculata Nafiri Minora. Ia bukan hanya seorang istri, tetapi juga Bhayangkari yang aktif serta seorang bidan yang mengabdikan dirinya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebagai bidan, Maria Imaculata Nafiri Minora memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya ibu dan anak. Dedikasinya di dunia kesehatan menjadikannya sosok yang dekat dengan warga, terutama di kalangan perempuan. Tak jarang, ia turun langsung memberikan edukasi kesehatan, pendampingan persalinan, hingga pelayanan medis dasar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran Maria sebagai Bhayangkari juga memperkuat peran sosial keluarga besar kepolisian. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, hingga program pemberdayaan perempuan. Sinergi antara peran suami sebagai aparat penegak hukum dan istri sebagai tenaga kesehatan menciptakan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat.

AKP. Nurmansyah sendiri kerap menyampaikan bahwa dukungan keluarga, khususnya sang istri, menjadi salah satu kunci utama dalam menjalankan tugas negara. Baginya, keseimbangan antara tugas profesional dan kehidupan keluarga adalah fondasi penting dalam menjaga integritas dan semangat pengabdian.

“Tanpa dukungan istri, saya tidak akan bisa menjalankan tugas dengan maksimal. Kami saling menguatkan dalam pengabdian, meski di bidang yang berbeda,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.

Kisah pasangan ini menjadi inspirasi tersendiri, bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui satu jalur, melainkan bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Kolaborasi antara aparat penegak hukum dan tenaga kesehatan dalam satu keluarga menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi.

Dengan dedikasi yang terus terjaga, AKP. Nurmansyah, S.H., M.H. bersama Ny. Maria Imaculata Nafiri Minora menjadi contoh nyata bagaimana sinergi keluarga mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat luas. Sosok mereka mencerminkan bahwa di balik seragam dan profesi, ada nilai kemanusiaan yang senantiasa dijunjung tinggi.

Bupati Batubara Baharuddin Siagian Lulus Doktor UIN Sumatera Utara

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Bupati Batubara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Selasa (28/4). Bupati meraih gelar strata-3 setelah dinyatakan lulus pada sidang terbuka promosi doktor komunikasi dan penyiaran Islam dipimpin Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.

Capaian akademik tertinggi ini mendapat apresiasi dari empat tokoh yang pernah menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) yakni Dr. RE Nainggolan, M.M, H. Nurdin Lubis, S.E, M.M, H. Hasban Ritonga, S.H dan Dr. Afifi Lubis, M.Hum.

Keempat Sekdaprovsu pada masanya ini merupakan tokoh penting 'kesuksesan' Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si sebagai birokrat di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara antara lain sebagai Kadis Pemuda dan Olahraga Provsu serta Kadis Tenaga Kerja Provsu.

Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si bersyukur karena dapat menyelesaikan pendidikan doktor di UIN Sumatera Utara sesuai dengan jadwal selama tiga tahun. Ia pun berharap capaian ini bisa menginspirasi masyarakat terutama di Batubara untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan.

Bupati Batubara pun mendorong agar anak-anak muda setelah lulus pendidikan S1, dapat meneruskan jenjang pendidikan S2 dan S3. "Sekarang, mudah-muda sudah bisa S3 dan profesor sehingga ilmu yang diperoleh bisa diaktualisasikan dimanapun berada. Anak muda harus pintar, cerdas, punya keterampilan dan bisa memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan keahlian," pesannya.

Wakil Bupati Batubara Syafrizal, S.E., M.AP bersyukur dengan kelancaran proses sidang promosi doktor Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si dan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk membangun Batubara menuju masyarakat yang bahagia. Dua ulama Prof Buya Amiruddin MS dan KH Zulfikar Hajar, Lc juga menyampaikan syukur atas keberhasilan bupati menyelesaikan pendidikan doktor.

Sidang terbuka promosi doktor Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si juga dihadiri sejumlah guru besar, ulama, tokoh masyarakat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Batubara, pimpinan PT. Inalum, keluarga bupati dan undangan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si banyak berkiprah dalam organisasi olahraga, kepemuda dan kemasyarakatan. Bupati Batubara meraih gelar sarjana di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan gelar magister di Universitas Sumatera Utara (USU).

Disertasi Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si berjudul: Komunikasi Politik Identitas Berbasis Agama dan Budaya di Media Sosial dalam Pemilihan Bupati di Kabupaten Batubara Tahun 2024. Majelis penguji terdiri Prof. Dr. Hasan Sazali, M.Ag, Prof. Dr. Anang Anas Azhar, M.A, Dr. Hasnun J. Ritonga, M.A, Dr. Karim Batubara, M.A, Prof. Dr. Candra Wijaya, M.Pd dan Dr. Tappil Rambe, M.Si.

Gerak Cepat Patroli Brimob Polda Sumut Evakuasi Korban Laka Lantas di Jalan William Iskandar

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Senin (27/04/2026), personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan kesigapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Saat melaksanakan patroli Blue Light di kawasan Jalan William Iskandar, tepatnya di depan Sport Center Pancing, petugas mendapati adanya kerumunan warga yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Mengetahui situasi tersebut, personel patroli segera menghampiri lokasi dan menemukan telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Tanpa menunda waktu, petugas langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Medan guna melaporkan kejadian serta menerima arahan penanganan lebih lanjut.

Atas arahan yang diberikan, personel Satuan Brimob Polda Sumut dengan sigap mengevakuasi korban kecelakaan menuju Rumah Sakit Haji Medan agar segera mendapatkan penanganan medis. Tindakan cepat dan responsif ini turut membantu mengurai kemacetan serta memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Bintara Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, AIPTU Bonar Tampubolon, yang bertugas sebagai Komandan Regu Patroli.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., menegaskan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan serta kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui kehadiran aktif di lapangan, Satuan Brimob Polda Sumut terus berkomitmen memberikan rasa aman serta pelayanan cepat dan tepat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat di wilayah hukum Sumatera Utara.

Jangan Paksakan Bupati Ipuk Melanggar Hukum

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id -  Berbicara kabupaten Banyuwangi sangat kompleks hiruk pikuk, baik dari sisi birokrasi, politik dan konspirasi. Akhir - akhir ini menjelang peluncuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah / APBD Kabupaten Banyuwangi 2026. Kondisi keuangan negara yang melakukan efisiensi tentu sangat berdampak pada keuangan daerah.

Anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Banyuwangi awalnya diangka kisaran 3 triliun, kini di tahun 2026 menurun menjadi 2,9 triliun. Efisiensi anggaran tentunya tidak hanya diterima oleh kabupaten Banyuwangi, tapi semua daerah tentu merasakan dampak tersebut.

Kondisi keungan daerah yang tidak bisa dikatakan tidak stabil, dengan luas wilayah kabupaten banyuwangi kurang lebih 5.782,50 km persegi atau ( 578.250 hektare ) menjadikan kabupaten Banyuwangi yang bisa dikatakan terluas di Jawa Timur. Total Panjang jalan berdasarkan sumber : jatim.bps.go.id adalah 2.985 kilometer yang terbagi menjadi tiga kewenangan yaitu jalan kabupaten kurang lebih 2.771kilometer, jalan nasional kurang lebih123 kilometer dan jalan provinsi kurang lebih 91 kilometer. Tentu pemerintah kabupaten Banyuwangi memiliki target dalam setiap tahunnya untuk menyelesaikan pembangunan maupun perbaikan jalan yang begitu panjang.

Efisiensi anggaran secara nasioanal, tentu sangat berdampak terhadap berlangsungnya pembangunan di daerah. Banyak yang menyuarakan agar kebijakan ataupun keputusan Bupati Ipuk harus tepat dan tidak melanggar hukum. Namun saat anggaran tidak memungkinkan dan pembangunan diharuskan berjalan maksimal, sama halnya menekan Bupati untuk mencari celah melanggar hukum. Tentu tidak mudah menjadi Bupati yang bijak, adil, dan setiap putusannya yang populis, apalagi dengan geografis wilayah yang begitu luas.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga sepatutnya gencar memberikan edukasi pada masyarakat luas setiap tahunnya apa yang dipriorotaskan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan seberapa besar pencapaiannya. Hemat penulis ini sangat penting, contoh persoalan jalan masyarakat pada umumnya memahami bahwa semua jalan itu adalah kewenangan kabupaten, padahal ada provinsi dan nasional.

Berharap Banyuwangi bisa lebih berkembang dan maju lebih pesat adalah hal yang baik dan harapan semua elemen masyarakat Banyuwangi. Pemerintahannya harus lebih terbuka kaitan anggaran, masyarakatnya juga harus seirama dengan pemerintahannya untuk bersinergi membangun Banyuwangi. Bupati Ipuk perlu dikritisi untuk kinerja yang kurang maksimal, namun Bupati Ipuk juga perlu diapresiasi atas kinerja yang sudah dijalankan dan berdampak langsung pada masyarakat. Kritik yang objektif berujung solusi untuk masyarakat Banyuwangi bukan berakhir pada transaksi proyek yang mengkonspirasikan masyarakat.

Veri Kurniawan S.ST.,S.H ( Forum Analisis Kebijakan dan Pembangunan Daerah / FOSKAPDA )

error: Content is protected !!