Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Darah Rimba Agus Flores: Dari Anak Sakit-Sakitan, Menjelma Penjaga Hutan yang Tak Kenal Takut

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Tak semua orang lahir dari kenyamanan. Sebagian ditempa oleh kerasnya alam, dibesarkan oleh sunyi rimba, dan dipanggil oleh takdir untuk menjaga apa yang pernah menyelamatkan hidupnya. Itulah kisah Agus Flores.

Di masa kecilnya, Agus bukanlah sosok yang kuat.

Ia kerap terbaring lemah, sakit-sakitan, jauh dari bayangan anak tangguh. Namun takdir membawanya ke jalan yang tak biasa. Sang kakek, Andrias Ade, seorang pensiunan anggota kepolisian, memilih cara yang tak lazim mengajak Agus kecil masuk ke hutan, berburu, dan hidup di tengah alam liar.

Di sanalah segalanya berubah.

Bukan obat, bukan rumah sakit, melainkan hutan yang menyembuhkan. Di tengah dinginnya malam, kerasnya tanah, dan liar nya kehidupan rimba, tubuh Agus justru menemukan kekuatannya. Hutan bukan lagi tempat asing ia menjelma menjadi rumah, guru, sekaligus pelindung.

“Di kampung saya sakit. Di hutan, saya hidup,” begitu filosofi yang tertanam dalam dirinya.

Sejak itu, Agus dikenal dengan julukan “Loging” simbol dari jiwa yang tak bisa dipisahkan dari rimba. Setiap kali kembali ke kampung, tubuhnya melemah. Seolah alam telah memilihnya, dan ia tak bisa berpaling.

Meski waktu membawanya menembus dunia modern mengenyam pendidikan tinggi, bahkan memiliki akses ke lingkungan elite seperti Plaza Indonesia jiwanya tetap tinggal di hutan. Gedung-gedung tinggi tak pernah benar-benar menggantikan panggilan alam dalam dirinya.

Dan dari sanalah lahir seorang penjaga.

Bagi Agus, hutan bukan sekadar pohon dan tanah. Ia adalah kehidupan, sejarah, dan alasan ia masih berdiri hingga hari ini. Maka ketika mendengar ada yang merusak alam, sesuatu dalam dirinya bangkit liar, tegas, dan tak bisa ditawar.

“Kalau ada yang merusak hutan, darah saya langsung mendidih,” tegasnya.

Bukan sekadar kemarahan, melainkan panggilan jiwa. Sebuah refleksi dari masa kecil yang membentuknya dari seorang anak lemah menjadi sosok yang berdiri di garis depan menjaga alam.

Kini, Agus Flores bukan hanya manusia biasa. Ia adalah simbol bahwa alam tidak hanya untuk dimanfaatkan, tetapi juga untuk dijaga. Bahwa dari rimba yang sunyi, bisa lahir jiwa-jiwa kuat yang tak tunduk pada ketidakadilan.

Dan selama hutan masih berdiri, selama itu pula semangat Agus Flores akan tetap menyala menjadi benteng terakhir bagi alam yang pernah menyelamatkan hidupnya

Kapolri dan Seskab Teddy Temui Federasi Buruh, Pastikan May Day 2026 Berjalan Kondusif

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar pertemuan strategis dengan perwakilan federasi buruh di Posko Terpadu kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026) malam. Pertemuan ini dilakukan guna menyerap aspirasi sekaligus memastikan kondusivitas situasi menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada esok hari.

Kehadiran Seskab Teddy pada pukul 21.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas undangan Kapolri untuk merespons dinamika ketenagakerjaan terkini. Dalam dialog yang berlangsung hangat, keduanya secara intensif mendiskusikan berbagai isu krusial serta tuntutan yang disampaikan oleh elemen buruh.

Selain menjadi wadah komunikasi formal untuk mengakomodasi isu-isu ketenagakerjaan, pertemuan ini difokuskan untuk menjamin keamanan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Kapolri menegaskan pentingnya menjaga ketertiban agar peringatan May Day pada Jum'at, 1 Mei besok, dapat dirayakan sebagai momentum yang aman bagi semua pihak.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen buruh, Kapolri berharap seluruh rangkaian kegiatan esok hari dapat berjalan tertib tanpa mengganggu kepentingan publik, sekaligus memastikan hak-hak buruh dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi.

Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar Buktikan Taji Kanit I Narkoba  Pimpin Langsung Penggerebekan Malam, Tiga Tersangka Sabu Diringkus, Pemasok Bernama Rizal Diburu

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Sosok pemimpin yang tidak hanya memberikan perintah dari balik meja, tetapi turun langsung ke medan penindakan — itulah yang ditunjukkan Kanit I Sat Narkoba Polres Simalungun, Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar, S.H. Dengan tindakan tegas dan terukur, ia memimpin langsung operasi penggerebekan di Parporasan Pondok Ujung, Desa Marihat Butar, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Rabu, 29 April 2026, sekira pukul 20.00 WIB. Hasilnya, tiga tersangka peredaran narkotika jenis sabu berhasil dibekuk sekaligus beserta 10 plastik klip sabu dengan berat bruto 10,67 gram.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Kamis, 30 April 2026, sekira pukul 22.22 WIB, menyampaikan apresiasi penuh atas ketegasan Kanit I dalam memimpin operasi ini. "Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar adalah sosok Kanit yang memimpin dengan tindakan, bukan sekadar instruksi. Beliau turun langsung ke lapangan, memimpin penggerebekan, dan hasilnya berbicara sendiri — tiga tersangka berhasil diamankan malam itu juga. Inilah wujud nyata Polri yang berintegritas dan humanis dalam melindungi masyarakat Simalungun," ujar AKP Verry Purba.

Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar menjelaskan bahwa operasi ini berawal dari pengaduan masyarakat yang masuk terkait maraknya penyalahgunaan narkotika jenis sabu di kawasan Parporasan Pondok Ujung. "Begitu pengaduan masyarakat kami terima, saya langsung memimpin tim untuk bergerak ke lokasi. Tidak ada alasan untuk menunda. Setiap menit penundaan berarti narkoba terus beredar dan merusak lebih banyak orang di masyarakat kita," ucap Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar dengan penuh ketegasan dan tanggung jawab.

Setibanya di lokasi, ketegasan Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar langsung terlihat dalam aksi. Tim mendapati tiga orang laki-laki dewasa yang langsung diamankan, yakni Muhamad Akbar alias Abay (56 tahun) warga setempat, Budi Azlani Simarmata (40 tahun) warga Pasar Baru Desa Pengkolan, dan Peweng (40 tahun) warga Desa Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas. "Saat kami tiba, ketiga tersangka sedang berada di dalam rumah milik adik tersangka Abay. Mereka sedang menunggu calon pembeli sabu. Ini bukan sekadar pengguna biasa — ini sudah masuk jaringan peredaran yang terorganisir," ungkap Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar.

Penggeledahan dilakukan secara sistematis dan profesional. Tersangka Abay sendiri menunjukkan lokasi penyimpanan barang bukti. Dari dalam bungkusan kertas ditemukan 10 plastik klip sedang berisi sabu dengan berat bruto keseluruhan 10,67 gram, dan tersangka Abay langsung mengakui kepemilikannya. Turut disita satu alat hisap dari botol plastik, satu buah kaca pirex, satu buah mancis berwarna biru, satu plastik klip besar kosong, uang tunai Rp1.555.000 yang diduga hasil penjualan sabu, tiga unit handphone, serta satu lembar kertas tisu dan satu lembar kertas buku. "Barang bukti ini kami amankan seluruhnya untuk kepentingan penyidikan. Tidak ada yang luput dari penggeledahan kami," ucap Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar.

Dari hasil interogasi, tersangka Abay mengaku sabu tersebut diperoleh dari seseorang bernama Rizal, warga Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Tim langsung bergerak memburu Rizal ke lokasi yang disebutkan, namun Rizal tidak ditemukan dan diduga telah melarikan diri. "Rizal sudah kami masukkan dalam daftar target operasi. Saya pastikan pengejaran tidak akan berhenti. Ke mana pun Rizal pergi, tangan hukum kami akan menjangkaunya," tegas Ipda Alek Ari Sandi Sidabutar.

Ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mako, laporan polisi diterbitkan, mindik dikeluarkan, gelar perkara dilaksanakan, dan proses hukum berjalan menuju pelimpahan kepada Jaksa Penuntut Umum. "Tindakan tegas Kanit I ini menjadi standar yang kami banggakan dan akan terus kami pertahankan," pungkas AKP Verry Purba.

Polda Sumut Dalami Video Viral Oknum Perwira, Propam Tegaskan Penanganan Profesional dan Terukur

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video di media sosial yang menampilkan seorang oknum perwira bersama anggota berada di tempat hiburan malam (THM) di Kota Medan.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan oknum yang bersangkutan guna menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut.

“Oknum perwira berinisial AKBP HS bersama satu anggotanya, Brigadir NPL, saat ini telah diamankan di Bidpropam Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ferry dalam keterangannya di Medan, Kamis.

Ia menjelaskan, video yang beredar tersebut direkam oleh seorang perwira lainnya berinisial Kompol DK. Berdasarkan informasi awal, keberadaan AKBP HS dan anggotanya di lokasi tersebut berkaitan dengan kegiatan penyelidikan (lidik) tindak pidana narkotika di salah satu tempat hiburan malam.

“Yang bersangkutan saat itu diketahui sedang melaksanakan kegiatan lidik narkoba di salah satu THM di Medan. Namun demikian, kami tetap mendalami secara komprehensif terkait motif dan situasi yang terjadi sebagaimana dalam video yang beredar,” katanya.

Ferry menegaskan, Polda Sumut berkomitmen untuk menangani setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan personel secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Pemeriksaan oleh Bidpropam dilakukan guna memastikan apakah terdapat pelanggaran disiplin maupun kode etik dalam peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa institusinya tidak mentolerir setiap tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan etika kesopanan yang berlaku bagi anggota Polri, terlebih jika berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan objektif. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses pemeriksaan yang tengah berlangsung. Hal ini penting guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta menghindari kesimpangsiuran informasi.

Langkah cepat yang diambil Polda Sumut ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menjaga integritas serta meningkatkan kepercayaan publik melalui penegakan disiplin internal yang konsisten dan terukur.

Hingga saat ini, pemeriksaan terhadap AKBP HS masih berlangsung, termasuk pendalaman terhadap motif serta konteks kegiatan yang dilakukan di lokasi tersebut.

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara Lewat Bantuan Sosial dan Senam Sehat

ACEH || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara (huntara) Aceh Utara melalui penyaluran bantuan sosial dan kegiatan senam sehat bersama anak-anak sekolah dasar di Langkahan, Aceh Utara. Senam sehat dipimpin langsung oleh Pengurus Pusat (PP) Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi).

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus membangkitkan semangat masyarakat pascabencana. Tri menegaskan, kehadiran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan. Kunjungan ini bertepatan pula dengan Peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026.

“Saya memilih tempat ini karena Hari Posyandu ini penting buat kita semua. Sebab pelayanan Posyandu ini menyentuh sampai tingkat-tingkat di bawah yaitu desa-desa,” katanya pada kegiatan Pemberian Bantuan TP Posyandu dan TP PKK Pusat serta Senam Bersama di Huntara Desa Tanjung Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Rabu (29/4/2026).

Tri menjelaskan, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi wadah pelayanan terpadu di tingkat desa yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).

"Di sini harusnya memang ada pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Yaitu berupa enam Standar Pelayanan Minimum, yaitu standar pelayanan yang harus diberikan kepada masyarakat," terangnya.

Menurutnya, keberadaan layanan Posyandu di huntara penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan dasar, terutama layanan kesehatan bagi balita, imunisasi, vaksinasi, serta pemeriksaan kesehatan masyarakat secara umum.

"Hari Posyandu ini menyatukan kita semua untuk melayani masyarakat yang memerlukan, melalui enam SPM, dan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini," tegasnya.

Adapun bantuan TP PKK Pusat di Huntara Desa Tanjong Dalam Selatan terdiri atas alat olahraga sebanyak 3 paket, sembako 62 paket, buku bacaan 3 paket, dokumen Kartu Identitas Anak untuk 2 anak, fasilitas pembelajaran berupa 3 paket papan tulis, serta 3 paket teknologi pembelajaran yang masing-masing terdiri dari 3 laptop, 3 layar, dan 3 infokus.

Sementara itu, bantuan TP Posyandu Pusat di lokasi yang sama terdiri atas sembako 180 paket, perlengkapan ibadah 298 paket, perlengkapan dapur dan makan 298 paket, pakaian 3.678 potong, serta makanan ringan anak 100 paket.

Acara ini turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Aceh Marlina Muzakir, Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Aceh Mukarramah Fadhlullah, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Aceh Utara Musliana Ismail, serta pengurus TP PKK Pusat, pengurus Tim Pembina Posyandu Pusat, dan PP Perwosi.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!