Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Redaksi

Bobol Gudang Di Binjai Timur, Akhirnya Pelaku Diciduk Polres Binjai

BINJAI || Jejak-indonesia.id - Polsek Binjai Timur, Polres Binjai berhasil melakukan penangkapan 2 (dua) orang laki-laki sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan, FAQ (20) dan TS (51).

Awal kejadian, Senin tanggal 6 April 2026 sekira pukul 10.00 wib, FVG (21) selaku pemilik gudang menyuruh karyawannya untuk mengambil mesin potong kayu di gudang miliknya di jalan bejomuna kelurahan timbang langkat kecamatan binjai timur.

" Setelah sampai di gudang, Sugianto (52) selaku karyawan yang disuruh melihat gembok pintu gudang dalam keadaan rusak, kemudian Sugianto langsung melaporkan kejadian tersebut kepada FVG (21), ketika dilakukan pengecekan barang didalam gudang, 1 (satu) unit mesin pemotong alumanium merk modern dan 30 batang alumanium sudah hilang.

Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Binjai Timur AKP Gusli Effendi, bersama timnya langsung turun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sesuai keterangan saksi dan informasi dari masyarakat, sehingga tim mengetahui indentitas terhadap pelaku dan berhasil melakukan penangkapan terhadap *FAQ (20) dan TS (51)*, saat berada di rumahnya, jalan Bejomuna Kecamatan Binjai Timur, Selasa (5/5/26) pukul 13.30 wib.,

Terhadap pelaku FAQ dan TS dijerat dengan pasal 477 ayat 1 huruf (e) KUHAP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun, tegas Kapolsek Timur.

Kapolres Binjai, juga menghimbau masyarakat untuk berperan aktif membantu polri dengan memberikan informasi melalui layanan polri polres Binjai 110 dan polres Binjai tetap berkomitmen untuk tindak terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. ucap AKBP Mirzal.

humasresbinjai (6/5/26)

Patroli Gabungan Tengah Malam di Belawan, Polisi Tekan Potensi Premanisme hingga Tawuran

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Upaya menjaga stabilitas keamanan di kawasan pesisir terus diperkuat. Polres Pelabuhan Belawan bersama personel BKO Satuan Brimob dan Direktorat Samapta Polda Sumatera Utara menggelar patroli gabungan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Selasa (5/5/2026) malam hingga Rabu (6/5/2026) dini hari.

Patroli yang berlangsung sejak pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Janpiter Napitupulu. Sebanyak 64 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur Polres, Dit Samapta, dan Sat Brimob Polda Sumut, guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Depo Jalan Stasiun Belawan sekitar pukul 22.20 WIB. Dalam arahannya, Kompol Janpiter menekankan pentingnya kehadiran polisi di lapangan sebagai bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat, sekaligus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Tim patroli kemudian bergerak menyisir sejumlah titik rawan, mulai dari Jalan Raya Pelabuhan hingga Tol Belmera, Jalan Yos Sudarso, Jalan Selebes, Jalan Alu-Alu hingga Simpang Pajak Baru, kawasan Bagan Deli, serta wilayah Hamparan Perak. Rute tersebut dikenal sebagai jalur dengan mobilitas tinggi dan berpotensi terjadi kejahatan jalanan.

Tidak hanya patroli mobile, personel juga melakukan dialog langsung dengan warga. Imbauan kamtibmas disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi premanisme, pungutan liar, pencurian dengan kekerasan (3C), begal, pelemparan kendaraan, hingga potensi tawuran antar kelompok.

Selain itu, strategi ploting personel di sejumlah titik strategis turut diterapkan sebagai langkah antisipasi cepat apabila terjadi gangguan keamanan. Patroli kemudian ditutup dengan apel konsolidasi pada dini hari.

Hasilnya, situasi wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan aktivitas premanisme, pungli, maupun tindak kejahatan lainnya selama patroli berlangsung.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa patroli gabungan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polri dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli skala besar ini merupakan langkah preventif yang konsisten kami lakukan untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek cegah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara aparat dan warga dinilai efektif dalam mencegah potensi gangguan sejak dini.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, seluruh rangkaian patroli KRYD berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif di kawasan Belawan dan sekitarnya.

Geger Penemuan Granat: Aksi Berani Personel Polri Jinakkan Granat Jaga Keamanan Warga Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kesiapsiagaan jajaran Polresta Banyuwangi dalam menjaga kondusifitas dan keamanan masyarakat kembali diuji melalui penemuan benda berbahaya di area publik. Personel Polsek Glenmore bersama Tim Komposit Gegana Unit Jibom Sat Brimob Polda Jatim (Bondowoso) melakukan tindakan pengamanan hingga pemusnahan (disposal) terhadap satu buah granat tangan yang ditemukan di kawasan perkebunan, Selasa (05/05/2026).

Penemuan benda yang diduga Granat Tangan 5 Off buatan Pindad tersebut bermula pada pukul 09.00 WIB di Kebun Karet Afdeling Besaran, Kebun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Saksi mata, Aladin (45), seorang pekerja kebun, menemukan benda tersebut tergeletak di tanah saat sedang melaksanakan aktivitas pemupukan tanaman karet bersama rekan-rekan kerjanya.

Menyadari potensi bahaya, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak administrasi perkebunan yang kemudian diteruskan ke Polsek Glenmore pada pukul 09.55 WIB. Merespon laporan tersebut, Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan, S.H., M.H., memimpin langsung anggotanya menuju lokasi untuk melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi.

Setelah berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Jatim, Tim Komposit Gegana Unit Jibom dari Kompi Bondowoso yang dipimpin oleh Aipda Halili tiba di lokasi pada pukul 14.40 WIB. Berdasarkan hasil identifikasi awal tim ahli, granat tersebut ditemukan dalam kondisi gagal ledak namun tetap memiliki potensi ancaman jika tidak segera ditangani secara prosedural.

Proses pemusnahan atau disposal dilaksanakan di lokasi yang aman di sekitar TKP. Kegiatan pemusnahan granat tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya dampak negatif bagi warga sekitar maupun lingkungan perkebunan. Polresta Banyuwangi melalui Polsek jajaran mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila menemukan benda-benda mencurigakan di lingkungan mereka. (*)

The Power of DM! Respon Kilat Polresta Banyuwangi Selamatkan Remaja yang Terlantar di Pos Kamling

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kecepatan respon jajaran Polresta Banyuwangi dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat kembali membuahkan hasil nyata. Melalui sinergi antara laporan DM dari warga dan aksi lapangan, personel Polsek Banyuwangi berhasil mengevakuasi seorang remaja wanita yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah pos kamling, Selasa (05/05/2026).

Peristiwa ini bermula dari ramainya unggahan di media sosial, termasuk laporan melalui Direct Message (DM) akun Instagram Polresta Banyuwangi yang meneruskan informasi dari portal bwi24jam dan suarabanyuwangi. Berdasarkan informasi tersebut, seorang remaja wanita ditemukan warga telah tertidur di sebuah gardu di wilayah Lingkungan Gentengan sejak Senin malam(04/05/2026). Warga setempat sempat berupaya berkomunikasi, namun terkendala karena identitas dan asal-usul remaja tersebut yang tidak jelas.

Menyikapi laporan tersebut, Kapolsek Banyuwangi AKP Hendry Christianto, S.Sos., langsung menginstruksikan anggota SPKT untuk bergerak ke lokasi di Lingkungan Gentengan, Kelurahan Singonegaran. Setibanya di lokasi, petugas menemukan remaja tersebut dalam kondisi lemas. Untuk memprioritaskan faktor keselamatan dan kesehatan, petugas segera mengevakuasi remaja tersebut ke RSUD Blambangan guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Setelah mendapatkan penanganan, remaja tersebut akhirnya dapat berkomunikasi dan mengaku berinisial F, warga Kelurahan Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Melalui koordinasi lintas sektoral dengan Polsek Glagah yang cepat, keberadaan F segera diinformasikan kepada pihak otoritas desa setempat.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa kecepatan penanganan ini merupakan wujud nyata transformasi Polri yang Presisi, di mana setiap laporan masyarakat, termasuk dari kanal digital, adalah prioritas utama.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan rekan-rekan media sosial yang proaktif memberikan informasi kepada kami. Penemuan saudari F di Lingkungan Gentengan ini membuktikan bahwa sinergi antara Polri dan netizen dapat menyelamatkan nyawa dan membantu warga yang sedang dalam kesulitan. Polresta Banyuwangi hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan pengayom yang memiliki kepekaan sosial tinggi. Kami pastikan setiap anggota di lapangan selalu siap merespon laporan kemanusiaan seperti ini demi menjamin rasa aman bagi seluruh warga Banyuwangi," tegas Kapolresta Banyuwangi.

Sebagai akhir dari misi kemanusiaan tersebut, sekira siang hari, F yang telah membaik kondisinya dijemput langsung oleh Kepala Desa Olehsari bersama Plt. Camat Glagah. Seluruh barang milik korban juga telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga melalui Kepala Desa. Berkat kesigapan warga dan respon kilat kepolisian, F kini telah dapat kembali ke pelukan keluarganya dengan aman.

Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi hingga pemulangan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan komitmen Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan yang santun dan humanis kepada masyarakat. (*)

Dorong Eko Wisata dan Penanaman Vanili, KPH Banyuwangi Barat Gandeng RKB

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan terus digencarkan. Hal itu terlihat dalam kunjungan jajaran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat ke Rumah Kebangsaan Banyuwangi (RKB), yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, Selasa (5/5/2026).

Rombongan KPH Banyuwangi Barat dipimpin langsung oleh Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, S.Hut, didampingi Wakil Administratur Indra Gunawan, Kasi PPB Iwan Susanto, Kasi PE Sunardi, serta KS Hukum Kepatuhan Eko Hadi. Kedatangan mereka disambut oleh Ketua RKB, Hakim Said, S.H., bersama jajaran pengurus, di antaranya Taufik Hidayat, S.E. (Sekretaris 2 RKB), Advokat di Firma Hukum Rumah Advokasi Kebangsaan Banyuwangi (RAKB) Krisno Jatmiko, S.H., M.H., dan Winarso, S.H., serta Andre dan Oka selaku Ketua dan Sekretaris Garda Lestari, lembaga lingkungan di bawah naungan RKB.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, mulai dari pengembangan eko wisata berbasis masyarakat, program penghijauan, hingga penanaman komoditas bernilai ekonomi seperti vanili di kawasan hutan.
Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami melihat Rumah Kebangsaan Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai mitra strategis. Sinergi ini tidak hanya soal menjaga hutan, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai ekonomi melalui eko wisata dan budidaya tanaman seperti vanili yang prospektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif dengan melibatkan komunitas lokal akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa program kehutanan juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip kelestarian,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RKB, Hakim Said, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah konkret membangun kolaborasi antara sektor kehutanan dan gerakan sosial kemasyarakatan.

“Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami. RKB siap menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong program-program berbasis lingkungan, termasuk eko wisata dan penghijauan yang melibatkan generasi muda,” kata Hakim Said.

Menurutnya, keberadaan Garda Lestari di bawah RKB akan menjadi motor penggerak dalam implementasi program-program lingkungan tersebut. “Kami ingin gerakan ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” tegasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara KPH Banyuwangi Barat dan RKB dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

error: Content is protected !!