We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Haru Biru Korban Pencurian: Jepri Ucapkan Terima Kasih ke Polsek Gunung Malela dan Pilih Damai dengan Pelaku Secara Kekeluargaan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Sebuah kisah yang mengharukan sekaligus membanggakan hadir dari wilayah hukum Polsek Gunung Malela, Polres Simalungun. Jepri Prananta, korban pencurian handphone yang kasusnya berhasil diungkap dengan cepat oleh personel Polsek Gunung Malela, secara tulus menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran kepolisian yang telah berjuang memulihkan haknya. Tak hanya itu, Jepri pun mengambil keputusan mulia dengan memilih jalur perdamaian secara kekeluargaan bersama pelaku.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari Minggu, 10 Mei 2026, sekira pukul 12.12 WIB. Menurutnya, respons positif dari masyarakat seperti ini merupakan cerminan nyata bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang dilayani.

"Ini adalah bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin tumbuh. Ketika korban merasakan langsung manfaat dari kerja cepat dan profesional personel kami, lalu menyampaikan apresiasi seperti ini, itulah penghargaan tertinggi bagi kami semua," ujar AKP Verry Purba.

Jepri Prananta, pemuda 24 tahun yang berprofesi sebagai kuli bangunan, dengan penuh ketulusan menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Gunung Malela yang telah bergerak cepat menangani pengaduannya.

"Ucapan terima kasih kepada Bapak-bapak Kepolisian Polres Simalungun, khususnya Bapak Kapolsek dan personel Polsek Gunung Malela yang telah cepat merespon pengaduan saya dan menangkap pelaku pencurian HP saya," ucap Jepri dengan penuh rasa syukur.

Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Jepri juga menyampaikan permohonan resmi kepada Kapolsek Gunung Malela agar perkara tersebut tidak diteruskan ke tahap persidangan. Ia menjelaskan bahwa dirinya dan tersangka Risko Surya Putra telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan, dan ia menegaskan tidak akan menuntut balik pelaku baik secara pidana maupun perdata.

"Dengan ini saya bermohon kepada Bapak Kapolsek Gunung Malela untuk tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya atau ke pengadilan, dikarenakan saya dengan tersangka sudah melakukan perdamaian secara kekeluargaan dan saya tidak akan menuntut balik Bang Risko atau tersangka secara hukum pidana ataupun perdata. Besar harapan saya kepada Bapak Kapolsek Gunung Malela untuk dapat mengabulkan permohonan saya ini. Terima kasih," ungkap Jepri dengan penuh harap.

Keputusan Jepri ini mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia yang mengutamakan musyawarah dan perdamaian dalam menyelesaikan persoalan. Sebuah sikap yang patut diapresiasi dan menunjukkan kedewasaan serta kebesaran hati seorang korban dalam memaafkan pelaku yang telah mengakui dan menyesali perbuatannya.

Sebagai pengingat, kasus ini bermula dari peristiwa pencurian yang terjadi pada Senin, 04 Mei 2026, sekira pukul 16.30 WIB, di lokasi Perumahan Lestari, Huta VII Kampung Jawa, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Saat itu, Jepri mendapati handphone Samsung Galaxy A55 5G warna Awesome Lilac beserta uang tunai Rp 300.000 miliknya raib dari dalam tas yang ditinggal di rumah kosong dekat lokasi kerjanya. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 4.300.000.

Berkat kerja cepat Kanit Reskrim Polsek Gunung Malela, IPDA B. Situngkir, S.H., bersama tim opsnal dan penyidik, pelaku Risko Surya Putra berhasil ditangkap hanya dalam dua hari setelah laporan resmi diterima, tepatnya pada Jumat, 08 Mei 2026, pukul 20.30 WIB. Handphone milik korban pun berhasil disita sebagai barang bukti.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Polres Simalungun untuk terus bekerja dengan sepenuh hati.

"Kepuasan dan kepercayaan masyarakat adalah motivasi terbesar kami. Polres Simalungun akan terus hadir, cepat, profesional, dan humanis dalam melayani setiap warga tanpa terkecuali," tutur AKP Verry Purba.

Polsek Medan Labuhan Bersama Forkopimca Mediasi Perdamaian Dua OKP di Kelurahan Besar dan Tangkahan

LABUHAN || Jejak-indonesia.id - Polsek Medan Labuhan bersama Forkopimca Kecamatan Medan Labuhan melaksanakan kegiatan mediasi perdamaian antara OKP PAC IPK dan OKP PAC PP terkait persoalan pengecatan fasilitas umum dan pengrusakan plang organisasi kepemudaan di Kelurahan Besar dan Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan.

Kegiatan mediasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Mei 2026 sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Kantor Kelurahan Besar Martubung Medan Labuhan.

Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Labuhan AKP D. Raja Putra Napitupulu, SIK., MM., bersama Camat Medan Labuhan Elias Padang, ST., M.Si., Kaur Riksa POMAL I Belawan Kapten Suherman, Lurah Besar Gandi Gusri STTP., M.Si., Lurah Tangkahan Hanifah, SP., serta perwakilan Danramil 0201/11-ML Peltu Zulkarnain.

Dalam kegiatan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan duduk permasalahan yang menimbulkan gesekan di tengah masyarakat hingga terjadi aksi pengecatan fasilitas umum berupa tiang Telkom, tiang listrik dan fly over tol di wilayah Kelurahan Besar serta Kelurahan Tangkahan yang menyebabkan keresahan warga.

Kapolsek Medan Labuhan AKP D. Raja Putra Napitupulu, SIK., MM., dalam arahannya menghimbau agar kedua organisasi kepemudaan tidak saling mengklaim wilayah maupun saling menuduh yang dapat memicu konflik lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami menghimbau agar kedua OKP tidak saling mengklaim dan saling menuduh yang dapat menimbulkan potensi konflik ataupun tawuran antar OKP dengan melibatkan anggota yang membawa senjata tajam sehingga dapat menimbulkan gangguan kamtibmas dan faktor kriminogen di lingkungan masyarakat,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga menegaskan bahwa seluruh pihak harus bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif demi kenyamanan masyarakat.

Dari hasil mediasi tersebut, kedua pimpinan OKP yang hadir sepakat untuk berdamai dan bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di wilayah Kecamatan Medan Labuhan.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat agar fasilitas umum yang sebelumnya dicat dengan atribut tertentu dikembalikan ke warna semula guna menghindari adanya kesan penguasaan wilayah oleh kelompok tertentu yang dapat meresahkan masyarakat.

Warga Dusun Andong Gelar Giat Bersih Desa, Kades Tamansuruh Teguh: Gotong Royong Harus Tetap Dijaga

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Semangat gotong royong kembali terlihat di Dusun Andong, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Minggu sore (10/5). Warga bersama perangkat desa melaksanakan kegiatan bersih dusun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga tradisi kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, pemuda hingga warga sekitar. Dalam suasana penuh kebersamaan, warga tampak kompak melakukan pembersihan area lingkungan dan titik-titik yang dianggap perlu mendapatkan perhatian.

Kepala Desa Tamansuruh, Teguh, turut hadir dan terjun langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya mendapat apresiasi warga karena dinilai menjadi contoh nyata kepedulian pemerintah desa terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian budaya gotong royong.

Lanjut, Teguh mengatakan kegiatan bersih dusun bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga upaya merawat nilai kebersamaan yang telah diwariskan masyarakat sejak lama.

“Tradisi kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Melalui giat bersih dusun, masyarakat tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial antarwarga,” ujar Teguh, Minggu sore.

Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tamansuruh akan terus mendorong kegiatan sosial berbasis budaya dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari menjaga keharmonisan desa.

“Kami berharap semangat kebersamaan ini tetap hidup di tengah masyarakat. Desa yang bersih dan guyub akan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman untuk semua,” katanya.

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi kebersamaan yang masih terjaga di Dusun Andong dinilai menjadi kekuatan sosial masyarakat desa dalam menjaga kekompakan dan keharmonisan lingkungan.

Warga berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara rutin agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
(Rz)

Semarak HARLAH ke-15 GRIB Jaya, DPC Banyuwangi Gelar Lomba Mancing Lele Berhadiah Rp15 Juta

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) ke-15 organisasi masyarakat GRIB Jaya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GRIB Jaya Kabupaten Banyuwangi menggandeng Kolam Pancing Sumber Barokah menggelar lomba mancing lele yang berlangsung meriah di Jalan Cemara, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/05/2026).

Kegiatan yang dipenuhi antusiasme para penghobi mancing tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus hiburan masyarakat. Sejak pagi hari, puluhan peserta terlihat memadati area kolam pancing untuk mengikuti perlombaan yang digelar dalam suasana penuh keakraban dan sportivitas.

Ketua DPC GRIB Jaya Banyuwangi, Yahya Umar yang akrab disapa Bang Yahya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, momentum HARLAH GRIB Jaya ke-15 tidak hanya dijadikan sebagai perayaan seremonial semata, namun juga sebagai sarana mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat melalui kegiatan yang sehat, merakyat, dan menghibur.

“Melalui kegiatan lomba mancing ini kami ingin menunjukkan bahwa organisasi masyarakat juga bisa menghadirkan kegiatan yang positif, membangun kebersamaan, serta memberikan hiburan kepada masyarakat. Ke depan kegiatan seperti ini akan kami agendakan secara rutin,” ujar Bang Yahya.

Lomba mancing lele tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang mayoritas merupakan pemancing profesional maupun penghobi dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti perlombaan demi memperebutkan total hadiah sebesar Rp15 juta beserta trofi dan piagam penghargaan.

Adapun nominasi juara dalam perlombaan tersebut yakni Juara 1 mendapatkan hadiah sebesar Rp6.000.000 lengkap dengan trofi dan piagam. Juara 2 memperoleh Rp3.000.000, Juara 3 mendapatkan Rp2.000.000, Juara 4 sebesar Rp1.000.000, sedangkan Juara 5, 6, 7, dan 8 masing-masing mendapatkan Rp500.000 berikut trofi dan piagam. Selain itu panitia juga menyediakan penghargaan khusus kategori ikan terbanyak dengan hadiah Rp500.000 beserta trofi dan piagam.

Suasana perlombaan berlangsung seru dan penuh semangat. Sorak sorai peserta dan penonton terdengar setiap kali pemancing berhasil menarik ikan berukuran besar. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana hiburan keluarga dan mempererat solidaritas antaranggota masyarakat.

Salah satu peserta asal Banyuwangi mengaku sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang diadakan DPC GRIB Jaya Banyuwangi tersebut. Menurutnya, baru kali ini ada organisasi masyarakat di Banyuwangi yang mengadakan lomba mancing dengan hadiah cukup besar dan pelaksanaan yang meriah.

“Saya sangat senang bisa ikut lomba ini. Jarang sekali ada lomba mancing yang diadakan ormas dengan hadiah sebesar ini. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat positif dan bisa menjadi hiburan masyarakat,” ungkap salah seorang peserta.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, DPC GRIB Jaya Banyuwangi berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat citra organisasi sebagai wadah yang aktif dalam kegiatan sosial, hiburan, dan kebersamaan di tengah masyarakat Banyuwangi.

Wujudkan Kemandirian Pesisir, Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Terpadu di Kampung Nelayan Merah Putih Kota Gorontalo

GORONTALO || Jejak-indonesia.id - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Peninjauan tersebut menandai langkah nyata pemerintah menghadirkan ekosistem perikanan yang tidak hanya memperkuat produktivitas nelayan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil laut melalui dukungan infrastruktur dan fasilitas terpadu di kawasan pesisir yang dikelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara meninjau sejumlah fasilitas yang disiapkan di atas lahan seluas 3.895 meter persegi untuk mendukung aktivitas para nelayan dan rantai distribusi hasil perikanan dari hulu hingga hilir. Saat tiba di lokasi, Presiden Prabowo meninjau display panel, sejumlah fasilitas, dan dialog dengan para nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan nelayan melalui penyediaan fasilitas penunjang yang terintegrasi. Kepala Negara menilai berbagai sarana yang telah dibangun, mulai dari pabrik es hingga gudang pendingin, menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan nilai hasil tangkapan nelayan.

“Ini memang niat kita untuk memberdayakan semua nelayan di Indonesia. Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupan tambah baik. Penghasilannya harus tambah karena para nelayan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa kita,” ujar Kepala Negara di depan ratusan nelayan.

Kawasan ini memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar dengan komoditas utama berupa ikan selar, cakalang, dan tuna yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat sekaligus komoditas unggulan perikanan Kota Gorontalo.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Leato Selatan menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat di akar rumput, termasuk para nelayan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.

(BPMI Setpres)

error: Content is protected !!