Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Personel Polres Batu Bara Respon Cepat 110 Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Desa Sumber Padi

BATU BARA || Jejak-indonesia.id - Respons cepat 110 ditunjukkan personel Polres Batu Bara dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Sumber Padi, Kabupaten Batu Bara.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Pamapta III Polres Batu Bara IPDA Muhammad Rizal HS, S.Tr.I.K., bersama personel langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengecekan dan tindakan kepolisian.

Dari hasil tindakan cepat di lapangan, petugas berhasil mengamankan 2 orang pelaku berinisial beserta (BS) dan (MRD) sejumlah barang bukti yang diduga hasil tindak pidana pencurian, di antaranya satu unit sepeda motor, handphone dan sangkar burung .Berawal adanya salah seorang warga masyarakat mengubungi melalui HP ke 110 Polres Batu Bara tentang adanya orang yang dicurigai sebagai pelaku pencurian ,selanjutnya Personil Polres Batu Bara dipimpin Pamapta , bergerak cepat ke TKP dan mengamankan kedua pelaku ,berdasarkan introgasi awal terduga pelaku ,mengakui telah melakukan pencurian burung di rmh warga dengan cara memanjat pagar rumah .

Selanjutnya, 2 pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Polres Batu Bara guna menjalani proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Batu Bara *AKBP DOLY NELSON H.H. NAINGGOLAN, S.H., M.H.* melalui personel yang bertugas mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke 110 Polres Batu Bara ,apabila mengetahui atau mencurigai seseorang ,baik langsung yang mengalami tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Kegiatan penanganan berlangsung aman dan kondusif.

( sumber humas Polres Batu Bara )

Diduga Langgar Sempadan Pengairan, Bangunan Warung Angkringan di Jalan Kepiting Banyuwangi Jadi Sorotan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Sebuah bangunan permanen yang digunakan sebagai warung angkringan di kawasan Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan warga karena diduga berdiri di atas plengsengan saluran pengairan.

Bangunan tersebut dinilai melanggar aturan sempadan saluran dan  dikhawatirkan mengganggu fungsi infrastruktur pengairan. Pantauan di lokasi pada Senin (11/5/2026) menunjukkan bangunan berdiri menempel di area plengsengan dengan pondasi permanen.

Sejumlah warga mengaku heran lantaran usaha tersebut tetap beroperasi meski keberadaan bangunannya diduga menyalahi aturan.

“Pemilik usaha seolah merasa kebal hukum. Sudah tahu salah, tapi tetap melanjutkan usaha warung angkringan,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan pengawasan dan penegakan aturan dari pihak terkait, termasuk Satpol PP Kabupaten Banyuwangi sebagai aparat penegak Peraturan Daerah (Perda). Menurut warga, apabila bangunan tersebut benar melanggar aturan sempadan saluran pengairan, seharusnya ada langkah pengamanan, penertiban, atau minimal teguran resmi dari instansi terkait.

“Kalau memang menyalahi aturan, bagaimana pengamanan dari Satpol PP atau pihak terkait? Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran,” kata warga lainnya.

Selain itu, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah setempat karena hingga kini belum terlihat adanya tindakan maupun penjelasan resmi terkait keberadaan bangunan tersebut.

Sementara itu, pihak Kelurahan Sobo belum memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran tersebut. Awak media juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi dan Satpol PP Banyuwangi, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran aturan tata ruang maupun pemanfaatan aset pengairan.

Heroik! Pria di Jembrana Tewas Usai Selamatkan 2 Anak di Pantai Perancak

JAMBRANA || Jejak-indonesia.id - Aksi heroik dilakukan seorang pria berinisial SB (48) di Pantai Muara Perancak, Jembrana, Bali. SB dinyatakan meninggal dunia usai berjuang menyelamatkan dua orang anak yang terseret arus, Minggu (10/5).

Peristiwa pilu ini terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Korban merupakan warga Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.

Kejadian bermula saat seorang nelayan bernama Iwan Dahilin tengah memancing menggunakan sampan di sekitar perairan Muara Indah Pengambengan. Saat itulah, Iwan melihat pemandangan dramatis: seorang pria mengambang bersama dua anak laki-laki yang berteriak meminta tolong.

"Saksi (Iwan) dengan sigap menyelamatkan kedua anak tersebut terlebih dahulu ke tepi pantai, kemudian kembali lagi untuk mengevakuasi korban (SB) ke atas perahu," ujar Kapolsek Negara AKP Andi Prasetio dalam keterangannya, Minggu (10/5).

SB kemudian dibawa ke tepi pantai dan langsung dilarikan pihak keluarga ke Puskesmas II Negara menggunakan kendaraan pribadi. Namun nahas, nyawa pria paruh baya tersebut tidak tertolong.
"Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia," jelas Andi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, tim medis mencatat adanya busa dan darah yang keluar dari hidung serta mulut korban, yang diduga akibat masuknya air ke saluran pernapasan.

Pihak kepolisian pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nelayan di lokasi yang bergerak cepat membantu proses evakuasi, sehingga kedua anak yang bersama korban bisa selamat.

"Kami turut menyampaikan belasungkawa atas musibah ini. Personel sudah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak medis serta keluarga," tambahnya.

Keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Dusun “Balian” Patoman Banyuwangi, Kampung Hindu dengan Potensi Seni dan Ekonomi Kreatif

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, dikenal masyarakat sebagai Dusun Balian. Disebut Balian karena mayoritas warganya adalah umat Hindu. Di dusun ini selain masyarakatnya yang dikenal toleransi, juga menyimpan potensi seni budaya dan ekonomi kreatif.

Menyusuri Dusun Patoman serasa menyusuri perkampungan di Pulau Bali. Rumah-rumah penduduknya mirip dengan rumah di Bali. Ditambah dengan bangunan pura yang berdiri di sana.

Warga di sana hidup berdampingan dengan saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial. Tak heran jika dusun Patoman dikenal sebagai Kampung Pancasila, karena tolerasi antar umat beragama yang ada di sana.

“Selama ini tidak pernah ada masalah. Kalau umat Hindu ada kegiatan, umat lain ikut membantu. Begitu juga sebaliknya, jadi saling mengisi,” ujar Kepala Dusun Patoman Tengah, I Gede Yuda Permana, saat mendampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam agenda Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) Patoman, pada 7 Mei 2026 lalu.

Di Dusun Balian, terdapat Pura Desa yang tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas seni dan budaya masyarakat. Anak-anak hingga remaja rutin belajar agama, tari tradisional, gamelan, dan berbagai kesenian daerah lainnya.

Keberadaan pusat budaya tersebut dinilai penting untuk menjaga tradisi lokal sekaligus membentuk ruang kreatif bagi generasi muda di Banyuwangi.

Selain dikenal sebagai kampung seni, Dusun Balian juga memiliki pelaku UMKM kreatif yang berkembang pesat. Salah satunya usaha seni ukir kayu dan pasir milik Kayan Suartana.

Kayan merintis usahanya di Banyuwangi sejak tahun 2000 sambil aktif sebagai seniman tari dan musik tradisional.

Dedikasinya melestarikan budaya melalui seni ukir membuatnya menerima penghargaan tali kasih dari mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 2015.

Kini, usaha Kayan berkembang dengan memproduksi berbagai kerajinan berbahan kayu dan pasir pantai. Produknya meliputi ornamen rumah hingga patung artistik yang dipasarkan ke Bali, Nganjuk, hingga Jawa Tengah.

Potensi ekonomi Dusun Patoman tidak hanya berasal dari sektor seni dan budaya. Warga juga mulai mengembangkan budidaya Cabe Jawa atau Cabe Puyang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Salah satu petani, Made Ardana, mengembangkan tanaman tersebut di lahan sekitar 3.000 meter persegi dengan sekitar seribu pohon.

“Perawatannya lebih simpel dibanding cabai biasa. Setelah dipanen tinggal direbus lalu dijemur sekitar tiga hari,” katanya.

Made menjelaskan, satu kilogram Cabe Jawa basah menghasilkan sekitar tiga ons setelah dikeringkan dengan harga jual Rp85 ribu/kg.

Permintaan pasar terhadap Cabe Jawa disebut masih tinggi. Bahkan hasil panen warga telah dipasarkan hingga luar negeri, seperti Jepang dan China, untuk kebutuhan industri kosmetik.

Kapolsek Syamtalira Bayu Lepas 14 Jamaah Haji, Suasana Haru Iringi Keberangkatan ke Banda Aceh

ACEH || Jejak-indonesia.id - Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai pelepasan jamaah haji Kecamatan Syamtalira Bayu yang berlangsung di Masjid Mideun Syuhada, Gampong Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat serta keluarga jamaah yang mengantar keberangkatan calon tamu Allah menuju Asrama Haji Kota Banda Aceh.

Kapolsek Syamtalira Bayu, IPTU Hendra Jamiswar hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Camat Syamtalira Bayu Muslem, S.Sos., M.M, unsur Koramil 05/SYB yang diwakili Serka Wahyudi, Sekcam Syamtalira Bayu, Mukim Mancang Usman, para geuchik, tokoh agama serta personel Polsek Syamtalira Bayu.

Sebanyak 14 jamaah haji dilepas dalam kegiatan itu, terdiri dari tujuh jamaah laki-laki dan tujuh jamaah perempuan. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Camat Syamtalira Bayu serta tausiah dan doa yang disampaikan Tgk Idris.

Personel Polsek Syamtalira Bayu juga tampak melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta pengaturan lalu lintas saat bus jamaah mulai bergerak meninggalkan area masjid guna menghindari kemacetan dan memastikan keamanan para pengantar.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kapolsek Syamtalira Bayu IPTU Hendra Jamiswar mengatakan, pihaknya turut melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan proses keberangkatan jamaah berjalan aman dan lancar.

“Kami dari Polsek Syamtalira Bayu turut mengawal dan memastikan seluruh rangkaian pelepasan jamaah haji berjalan aman, tertib dan lancar. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” ujar Kapolsek.

Usai prosesi pelepasan, para jamaah haji dari Kecamatan Syamtalira Bayu bergabung dengan jamaah asal Kecamatan Syamtalira Aron dan diberangkatkan menggunakan satu unit bus Simpati Star bernomor polisi BL 7819 AA menuju Asrama Haji Kota Banda Aceh.

error: Content is protected !!