We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Wujud Kepedulian Polri, Polsek Metro Tamansari Salurkan Bantuan Beras untuk Sabuk Kamtibmas

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Sebagai  bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan mitra kamtibmas, Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat kembali menggelar kegiatan Jumat Peduli Sabuk Kamtibmas di halaman Polsek Metro Tamansari, Jumat (8/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar, S.I.K., M.Si. yang diwakili Wakapolsek Kompol Rusyadi, S.Kom., M.M., menyerahkan bantuan bahan pokok berupa beras masing-masing 5 kilogram kepada 39 anggota Sabuk Kamtibmas.

Penerima bantuan terdiri dari komunitas ojek online, potensi masyarakat (Potmas), organisasi masyarakat, hingga warga sekitar yang selama ini turut membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Tamansari.

Program Jumat Peduli ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang diberikan kepada seluruh anggota Sabuk Kamtibmas Polsek Metro Tamansari yang berjumlah sekitar 150 orang sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan partisipasi mereka dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Wakapolsek Metro Tamansari Kompol Rusyadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, namun juga melalui kepedulian sosial.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas yang aman dan nyaman,” ujarnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Sinergi Lapas Banyuwangi, BNNK dan Lanal Banyuwangi Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Binroh) yang digelar khidmat di Masjid At-Taqwa Lapas Kelas IIA Banyuwangi pada Jumat (08/05).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan mental warga binaan agar mampu memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. Tidak hanya melibatkan petugas internal Lapas, kegiatan ini juga menghadirkan sinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi.

Suasana religius tampak terasa sejak awal kegiatan dimulai. Para warga binaan mengikuti rangkaian Binroh dengan tertib dan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah keagamaan yang berisi pesan-pesan moral, motivasi kehidupan, serta ajakan untuk memperkuat keimanan dan menjauhi perilaku negatif, khususnya penyalahgunaan narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi menyampaikan bahwa pembinaan rohani merupakan salah satu program utama dalam membentuk pribadi warga binaan menjadi lebih baik. Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kesadaran diri, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.

“Pembinaan rohani menjadi pondasi penting bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dengan penguatan spiritual, diharapkan mereka mampu menjalani masa pidana dengan lebih baik serta memiliki bekal moral ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan di Lapas tidak hanya bergantung pada pengamanan, tetapi juga bagaimana warga binaan mendapatkan pendampingan mental dan spiritual secara berkelanjutan. Karena itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai instansi guna menghadirkan program pembinaan yang positif dan bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BNNK Banyuwangi turut memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampaknya terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga binaan agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika setelah bebas nantinya.

Perwakilan BNNK Banyuwangi menekankan bahwa rehabilitasi mental dan spiritual menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan pendekatan keagamaan dan penguatan karakter, warga binaan diharapkan mampu membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

Sementara itu, kehadiran personel Lanal Banyuwangi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Banyuwangi. Sinergitas antarinstansi dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan humanis.

Kegiatan Binroh berlangsung penuh kekhusyukan. Para warga binaan terlihat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh perhatian. Banyak di antara mereka yang mengaku merasa termotivasi dan mendapatkan ketenangan batin setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi berharap pembinaan kepribadian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku warga binaan. Tidak hanya menjalani hukuman, warga binaan juga diharapkan mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Komitmen Lapas Banyuwangi dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan pun terus diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. Dengan sinergi tersebut, proses pemasyarakatan diharapkan mampu berjalan optimal dan benar-benar menjadi sarana pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik bagi warga binaan.

Lapas Banyuwangi Gandeng Puskesmas Mojopanggung Gelar Skrining VCT Mobile bagi Warga Binaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Sebagai bentuk pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan, Lapas Banyuwangi bekerja sama dengan Puskesmas Mojopanggung menggelar kegiatan skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile pada Sabtu (09/05).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIA Banyuwangi tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan tetap menerapkan prosedur pelayanan kesehatan yang tertib dan terorganisir. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung bersama petugas kesehatan Lapas Banyuwangi.

Program VCT Mobile ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap risiko penularan penyakit menular, khususnya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain pemeriksaan kesehatan, warga binaan juga mendapatkan layanan konseling dan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan, pola hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit menular.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Menurutnya, kegiatan skrining kesehatan secara berkala menjadi langkah penting dalam memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik.

“Lapas Banyuwangi berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh warga binaan. Melalui kegiatan VCT Mobile ini, kami ingin memastikan deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesehatan warga binaan menjadi salah satu perhatian utama dalam proses pembinaan di dalam Lapas. Kondisi kesehatan yang baik dinilai sangat mendukung keberhasilan program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang selama ini dijalankan.

Sementara itu, tim kesehatan dari Puskesmas Mojopanggung menjelaskan bahwa layanan VCT Mobile tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan edukasi kepada peserta. Pendekatan tersebut dilakukan agar warga binaan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk warga binaan, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini. Dengan adanya konseling dan edukasi, diharapkan mereka lebih memahami langkah pencegahan serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat,” jelas salah satu petugas kesehatan.

Pelaksanaan skrining berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga binaan. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dan konseling yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan pemahaman terkait stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS agar warga binaan memiliki wawasan yang benar mengenai penyakit tersebut.

Kerja sama antara Lapas Banyuwangi dan Puskesmas Mojopanggung ini menjadi bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung peningkatan pelayanan publik, khususnya di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program kesehatan lainnya yang bermanfaat bagi warga binaan.

Dengan adanya kegiatan VCT Mobile ini, Lapas Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan humanis. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah nyata dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan warga binaan secara menyeluruh.

Bhabinkamtibmas Jelambar Bersama 3 Pilar Hadiri Sosialisasi Pengolahan Sampah dari Sumber

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Dalam upaya mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jelambar Polsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat Aipda Fitrah Amirullah bersama unsur 3 Pilar menghadiri dan memonitor kegiatan Sosialisasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan pengurangan volume sampah.

Acara dihadiri oleh jajaran pemerintah kelurahan, unsur lingkungan hidup, LMK, para Ketua RW dan RT, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana penuh kebersamaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jelambar Aipda Fitrah Amirullah mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menciptakan wilayah yang aman serta kondusif.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari hal sederhana, yakni memilah dan mengolah sampah dari sumbernya,” ujarnya.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Presiden Prabowo Siapkan 1.582 Kapal Untuk Nelayan Nusantara, Perkuat Kedaulatan Laut Indonesia

GORONTALO || Jejak-indonesia.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan Nasional dengan menyiapkan 1.582 unit kapal bantuan bagi nelayan di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari langkah besar pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan merupakan salah satu prioritas strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memastikan kekayaan laut Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Saya sering mendapat berbagai kritik, tetapi untuk kepentingan rakyat saya tidak pernah ragu. Mulai tahun ini pemerintah akan membangun 1.582 kapal ikan,” ujar Presiden di hadapan masyarakat nelayan dan tamu undangan.

Presiden menjelaskan, bantuan kapal tersebut nantinya akan disalurkan melalui koperasi nelayan. Pemerintah mendorong para nelayan untuk membentuk kelompok koperasi agar akses terhadap bantuan dan program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Jenis kapal yang disiapkan pun bervariasi, mulai dari kapal berukuran kecil hingga kapal besar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi wilayah perairan masing-masing daerah.

Dengan penuh semangat, Presiden menegaskan keinginannya agar hasil laut Indonesia dapat dikelola oleh nelayan dalam negeri, bukan didominasi pihak asing. Menurutnya, laut Indonesia harus menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat Indonesia sendiri.

Komitmen pemerintah terhadap kemajuan sektor kelautan juga tercermin melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 100 kawasan KNMP, dan sebanyak 65 lokasi telah rampung dibangun.

Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menjadi salah satu kawasan yang telah selesai dibangun sekaligus menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo dalam agenda peninjauan program tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi sektor Kelautan Nasional menuju Indonesia sebagai Negara Maritim yang kuat, mandiri, dan mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi para nelayan di seluruh penjuru Nusantara.

error: Content is protected !!