Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Darurat Narkoba di Bali: Dunia Malam dan Lapas Disinyalir Jadi Sarang, Ketum PW-FRN Agus Flores Minta Tindakan Tegas

JAKARTA || Jejak-indonesia.id -  Maraknya dugaan peredaran narkotika di Bali kini menjadi sorotan tajam dan dinilai dalam situasi darurat. Seruan ini mencuat seiring dengan indikasi kuat bahwa barang terlarang tersebut telah menyusup ke dunia malam, bahkan diduga dijual bebas di sejumlah diskotik. Tidak hanya di tempat hiburan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Bali pun disinyalir masih menjadi titik rawan yang kerap ditembus oleh jaringan narkotika, dengan dugaan pengendalian dari dalam.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW-FRN) Counter Polri, Agus Flores, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa isu ini bukanlah barang baru, namun selama ini seolah tak tersentuh oleh hukum, menandakan perlunya perombakan total dalam penanganan kasus ini.

"Masalah narkoba di Bali sudah menjadi rahasia umum sejak bertahun-tahun lalu, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang memberikan efek jera," ujar Agus Flores dalam keterangannya, yang menegaskan perlunya langkah lebih berani dari aparat penegak hukum, Minggu (10/5/2026).

Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan bangsa, Agus Flores secara resmi meminta perhatian serius dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.H., serta Kepala BNN RI Pusat Komjen Pol. Suyudi Arioseto untuk segera mengambil tindakan konkret. Beliau menekankan bahwa ini bukan sekadar urusan hukum, melainkan upaya penyelamatan generasi penerus dari kehancuran.

Data di lapangan menunjukkan urgensi desakan tersebut, di mana aparat kepolisian Dittipidnarkoba Bareskrim Polri aktif membongkar jaringan narkoba di beberapa THM di Bali sepanjang awal tahun 2026, termasuk penggeledahan dan penyegelan lokasi yang terlibat, seperti di kawasan Denpasar dan Badung.

Keterlibatan jaringan di Lapas menuntut sinergi kuat antara Ditjenpas dan BNN RI untuk menutup celah peredaran, mengingat komitmen Menteri Imipas Agus Andrianto yang tidak menoleransi oknum petugas yang terlibat Narkotika.

Keakraban Anak-Anak dengan Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari

MANOKWARI || Jejak-indonesia.id – Keakraban antara anak-anak Kampung Tanah Rubuh dengan personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari terlihat begitu hangat di lokasi pelaksanaan TMMD, Distrik Manokwari Utara, Senin (11/5/2026).

Di sela-sela kegiatan pembangunan, anak-anak kampung tampak antusias mendatangi lokasi pekerjaan untuk membantu anggota Satgas TMMD.

Dengan penuh semangat mereka ikut membantu mengangkat material ringan seperti potongan besi dan perlengkapan kerja lainnya.

Serka Seka Septinus Mariauw mengatakan kedekatan antara anak-anak dengan anggota Satgas TMMD terjalin dengan sangat baik selama pelaksanaan program TMMD berlangsung.

“Keakraban anak-anak dengan anggota Satgas TMMD sangat dekat sekali. Mereka sangat antusias dan sering membantu mengangkat material yang ringan seperti potongan besi dan lain-lain,” ujar Serka Mariauw

Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD tidak hanya melaksanakan pembangunan fisik semata, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat, khususnya anak-anak di Kampung Tanah Rubuh.

Suasana kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa program TMMD mampu mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran anggota Satgas TMMD pun memberikan semangat dan pengalaman tersendiri bagi anak-anak kampung yang setiap hari melihat langsung proses pembangunan di daerah mereka.
Dengan penuh keceriaan, anak-anak terlihat tidak canggung berinteraksi dengan para anggota Satgas.

Kebersamaan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kedekatan generasi muda terhadap TNI.

Sumber: Pendim 1801 Manokwari

13 Juta Transaksi di E-Commerce, UMKM di Wilayah Terdampak Bangkit

ACEH || Jejak-indonesia.id - Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sunatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifkan. Salah satunya dari peningkatan transaksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pada 8 Mei mencatat kenaikan transaksi UMKM melalui platform e-commerce mencapai 13.209.182. Rinciannya, di Aceh terdapat sebesar 87.746 transaksi dengan 1.396 produk. Sementara di Sumut tercatat ada 9.781.946 transaksi dengan 631 produk. Adapun di Sumbar tercatat 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.

​Total transaksi ini menunjukkan peningkatan hingga 77 persen dibandingkan kondisi pada akhir April saat transaksi UMKM di platform e-commerce baru mencapai 7.461.422 di tiga wilayah terdampak bencana Sumatera.

​Capaian peningkatan transaksi UMKM di platform e-commerce ini seiring dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi yang diberikan untuk menopang kehidupan ekonomi penyintas bencana di tiga daerah terdampak.

​Secara rinci, sebesar Rp250,48 miliar dari total Rp254,44 miliar bantuan stimulan ekonomi telah tersalurkan merata kepada penyintas bencana di Aceh. Kemudian sebesar Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar telah tersalurkan masif kepada penyintas bencana di Sumut. Adapun sebesar Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar telah tersalurkan kepada penyintas bencana di Sumbar.

​Juru Bicara Satgas PRR Amran menegaskan pemulihan ekonomi penyintas bencana menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera. Ia mengatakan aktivitas ekonomi di tiga wilayah terdampak sudah berangsur pulih, seiring dengan dilakukannya pemulihan indikator ekonomi yang terdiri dari pemulihan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan perbaikan pasar.

​"Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan," kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

​Sebagai langkah lanjutan, Amran menegaskan Satgas PRR akan segera menuntaskan perbaikan pasar yang belum tersentuh di tiga daerah terdampak. Langkah ini dilakukan agar roda ekonomi masyarakat di daerah bencana kembali pulih sepenuhnya.

​"Di Sumbar sudah 100 persen (pasar). Kemudian di Sumut sudah 98 persen dan di Aceh 89 persen. Jadi tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya," kata Amran.

Wamendagri Bima Ajak HIPMI Kolaborasi dengan Pemda Gerakkan Ekonomi Kreatif

BANDUNG || Jejak-indonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berkolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Wamendagri, Bima bertugas mendampingi kepala daerah agar mampu membangun kemandirian fiskal guna mendukung program-program prioritas nasional. Menurutnya, daerah perlu didorong untuk mencari sumber pembiayaan alternatif, seperti crowd financing, alternative financing, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga optimalisasi aset daerah.

Bima menegaskan, HIPMI memiliki ruang besar untuk mendampingi kepala daerah melalui perspektif yang lebih kolaboratif dan inovatif. Menurutnya, HIPMI dapat menjadi penghubung antara kepala daerah, pelaku usaha, dan komunitas.

“Saya banyak tahu dengan teman-teman [HIPMI] yang masuk di wilayah ekonomi kreatif, kuliner, dan lain-lain. Karena kepala daerah itu enggak ngerti. Jadi saya sampaikan ini, teman-teman bisa bantu kepala daerah-kepala daerah supaya lebih kreatif dan inovatif,” katanya.

Bima melanjutkan, tantangan kepala daerah saat ini dapat dilihat dari keberhasilan menjalankan program strategis nasional di daerah. Kepala daerah, kata dia, harus mampu mengawal Asta Cita secara detail, mulai dari kedaulatan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hingga Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel).

Ia menilai, momentum saat ini menjadi kesempatan bagi generasi muda dan para pelaku usaha untuk berkontribusi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, lanjutnya, dapat menjadi negara maju apabila mampu memanfaatkan bonus demografi dengan baik serta membangun kemandirian nasional.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesinambungan visi nasional lintas kepemimpinan. Menurutnya, pergantian pemimpin seharusnya tidak mengubah arah pembangunan nasional. Hal tersebut tercermin di sejumlah negara seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, dan Vietnam yang tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi meski mengalami pergantian pemimpin.

“Enggak ada pemerintahan yang bisa sendirian, semuanya kolaborasi. Walaupun hari ini kolaborasi enggak cukup, sekarang adalah eranya co-creation. Kolaborasi itu mengakomodasi saja, tapi co-creation itu duduk sama-sama, ujian sama-sama, merencanakan sama-sama,” ungkapnya.

Bima juga mencontohkan praktik baik Pemerintah Kota Jambi yang dinilai mampu meningkatkan keuangan daerah melalui optimalisasi program prioritas nasional. Menurutnya, hal tersebut berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penurunan angka pengangguran terbuka.

“Bagus angkanya, kemarin saya sampaikan ini di Bappenas, agak senang, karena ternyata ini bukti, bahwa kepala daerah ini enggak hanya mengeluh, tapi memilih berpeluh. Maka akan terbuka kesempatan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus HIPMI Jawa Barat di antaranya Agung Rachmat, Zulfikar Priyatna, serta kader HIPMI se-Jawa Barat.

Puspen Kemendagri

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Apel Pelayanan Pengamanan Nobar Persija vs Persib

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya kegiatan nonton bareng pertandingan sepakbola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Polres Metro Jakarta Barat menggelar apel pelayanan pengamanan gabungan di Lapangan Apel Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (10/5/2026).

Apel pelayanan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Dandim 0503 Jakarta Barat Letkol Inf. Saputra Hakki, S.H., M.P.M., serta diikuti personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Barat, Kodim 0503 Jakarta Barat, Dishub, dan Satpol PP Jakarta Barat.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan aman, nyaman, dan tertib.

Dalam arahannya, Kapolres Metro Jakarta Barat menekankan pentingnya sinergitas dan pendekatan humanis kepada masyarakat selama pelaksanaan pelayanan pengamanan berlangsung.

Menurutnya, sepakbola merupakan ajang hiburan dan pemersatu masyarakat yang harus dijaga bersama agar tetap berlangsung damai dan kondusif.

“Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis agar seluruh masyarakat yang menyaksikan pertandingan dapat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain melakukan pelayanan pengamanan, petugas juga mengimbau para suporter dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman selama berlangsungnya pertandingan.

Dengan adanya pelayanan pengamanan terpadu ini, diharapkan situasi wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat tetap aman, kondusif, dan penuh semangat sportivitas.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

error: Content is protected !!