Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Patroli KRYD Belawan Sikat Premanisme hingga Tawuran, 4 Pelaku Pungli Viral Sicanang Ditangkap

BELAWAN || Jejak-indonesia.id - Polres Pelabuhan Belawan menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di wilayah hukumnya, Senin (11/5/2026) malam hingga Selasa (12/5/2026) dini hari. Dalam patroli tersebut, petugas berhasil menangkap empat pelaku pungutan liar (pungli) yang sempat viral di kawasan Sicanang, Belawan.

Patroli skala besar itu difokuskan untuk mengantisipasi aksi premanisme, pungli, pelemparan terhadap mobil, kejahatan jalanan, begal, pencurian dengan pemberatan (3C), hingga tawuran yang meresahkan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel dan pengecekan personel pada pukul 22.00 WIB di Depo Jalan Stasiun Belawan. Apel dipimpin Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan Kompol Janpiter Napitupulu SH MH.

Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Pamenwas Kasat Binmas AKP Khairi Amri, Pawas Ipda Rusdi Sitepu SH, Danton Sat Brimob Ipda Norton, serta Danton Dit Samapta Ipda S Simamarta. Patroli juga melibatkan personel Polres Pelabuhan Belawan, personel BKO Sat Brimobda Sumut, personel BKO Dit Samapta Polda Sumut, hingga personel Polsek Belawan.

Dalam arahannya, Kompol Janpiter Napitupulu meminta seluruh personel tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan warga.

Patroli dilakukan menyusuri sejumlah titik rawan, mulai dari Jalan Raya Pelabuhan hingga Tol Belmera Kurnia, Jalan Yos Sudarso, Jalan Selebes, Jalan Alu-Alu sampai Simpang Pajak Baru, hingga kawasan Bagan Deli.

Selain melakukan patroli mobile, personel juga menyambangi masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengimbau warga ikut menjaga keamanan lingkungan.

Hasilnya, petugas mengamankan empat pelaku pungli yang sebelumnya viral melakukan aksi di kawasan Sicanang Belawan. Keempatnya langsung dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan patroli KRYD akan terus digencarkan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di wilayah Belawan yang kerap terjadi gangguan kamtibmas.

"Kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan ini merupakan langkah preventif dan represif untuk menekan aksi premanisme, pungli, tawuran, maupun kejahatan jalanan lainnya. Polda Sumut bersama jajaran berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Ferry.

Ferry juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aksi kriminalitas ataupun pungli yang ditemukan di lingkungan sekitar agar dapat segera ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Agus Flores Minta Negara Perhatikan Kesejahteraan Polri: ‘Naikkan Gaji Polisi Rp10 hingga 20 Juta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri, Agus Flores, menegaskan dukungannya terhadap upaya negara dalam memberantas mafia narkoba, pertambangan ilegal, dan mafia migas. Namun, Agus Flores menyoroti pentingnya perhatian serius negara terhadap kesejahteraan dan operasional Polri.

Dalam pandangannya, Agus Flores mengibaratkan kebutuhan operasional polisi seperti fenomena alam dan interaksi sosial yang membutuhkan keseimbangan. Menurutnya, oknum polisi kerap terpaksa mencari tambahan dana operasional karena minimnya anggaran, yang justru membuka peluang tindak kejahatan.

"Kendala di lapangan, oknum kadang mencari tambahan untuk operasional. Ini dilematis. Negara menuntut polisi bersih dan memberantas pelanggaran, tapi operasionalnya dari mana? Kalau operasional tidak dipertebal, pihak ketiga akhirnya masuk membiayai," ujar Agus Flores dalam pernyataannya, Senin (12/5/2026).

Agus Flores menilai, pembahasan anggaran di DPR seringkali keliru dengan menganggap polisi sudah sejahtera, sehingga membebankan biaya kegiatan (seperti makan pendemo atau pendukung program negara) ke kepolisian.

"Saya bicara tanpa intervensi, saya lama di lapangan dan tahu keadaan Polisi. Kalau gaji kecil, beras kosong di rumah, istri marah, anak sekolah belum terbiayai, bagaimana mau maksimal? Kapolda dan Kapolres itu berpikir tujuh keliling membiayai program negara," tegasnya.

Sebagai solusi, Agus Flores meminta negara secara serius menyesuaikan gaji polisi.

"Minimal gaji Rp 10 juta hingga Rp 20 juta, selain itu operasional dipertebal. Saya yakin tidak akan ada oknum yang bermain kalau gaji dan operasional tinggi. Mereka akan maksimal bekerja. Kalau seperti sekarang, saya yakin narkoba dan tambang ilegal tidak akan bersih," tutupnya.

Agus Flores berharap pemerintah memperhatikan Polda dan Polres dengan memberikan dukungan operasional yang kuat agar kepolisian dapat menjalankan tugas maksimal sesuai perintah negara.

Polsek Tanah Jawa Buktikan Ketangguhan: Bobol Gereja Dua Kali, Pelaku Langsung Dibekuk Tim Reskrim dalam Sekejap

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Polsek Tanah Jawa, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dengan kecepatan, ketajaman penyelidikan, dan ketegasan dalam bertindak, Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian yang dengan lancang berani membobol sebuah tempat ibadah tidak hanya sekali, melainkan dua kali dalam rentang waktu yang sangat singkat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Polsek Tanah Jawa adalah benteng keamanan yang tidak bisa ditembus oleh aksi kejahatan apapun.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari Selasa, 12 Mei 2026, sekira pukul 09.50 WIB, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan yang ditorehkan oleh jajaran Polsek Tanah Jawa dalam mengungkap kasus pencurian di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

"Polsek Tanah Jawa telah membuktikan bahwa tidak ada pelaku kejahatan yang dapat berlama-lama bebas di wilayah hukum mereka. Begitu laporan masuk, mesin penyelidikan langsung bergerak dan hasilnya berbicara sendiri. Pelaku berhasil ditangkap dalam waktu yang sangat singkat," ujar AKP Verry Purba dengan penuh kebanggaan.

Kapolsek Tanah Jawa, KOMPOL Banuara Manurung, S.H., menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari aksi pencurian pertama yang terjadi pada hari Rabu, 06 Mei 2026, di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Nagori Tanjung Pasir. Pihak gereja yang diwakili oleh Pendeta Ralem Damanik, 56 tahun, telah membuat laporan pengaduan ke Polsek Tanah Jawa. Namun tanpa rasa takut sedikitpun terhadap hukum, pelaku nekat mengulangi aksinya pada hari Jumat, 08 Mei 2026, kembali membobol gereja yang sama dengan cara merusak daun jendela sisi kanan bangunan.

"Pelaku benar-benar tidak mengenal jera. Sudah sekali mencuri, ia berani kembali lagi. Namun justru keberanian yang melampaui batas itulah yang mempercepat kejatuhan dirinya sendiri," ucap KOMPOL Banuara Manurung dengan tegas.

Pada aksi kedua tersebut, pelaku berhasil menggasak dua unit loudspeaker merek Russel, dua unit receiver wireless, serta kabel-kabel penghubung ke amplifier dan perangkat audio lainnya milik inventaris gereja. Total kerugian yang dialami pihak Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Nagori Tanjung Pasir ditaksir mencapai Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).

Begitu laporan kedua diterima, mesin tempur Unit Reskrim Polsek Tanah Jawa langsung berputar penuh. Kanit Reskrim Polsek Tanah Jawa, IPTU Fritsel G.H., S.H., M.H., mengambil alih komando dan memimpin langsung seluruh tahapan penyelidikan bersama Panit Reskrim IPDA Roy O. Sunggu, S.H., serta seluruh anggota tim opsnal Reskrim Polsek Tanah Jawa. Berbagai metode penyelidikan diterapkan secara sistematis dan terukur hingga identitas pelaku berhasil dikunci.

"Begitu identitas pelaku kami kantongi dan keberadaannya diketahui masih di sekitar Tanjung Pasir, kami langsung terjun ke lapangan tanpa membuang waktu sedetikpun. Penangkapan harus dilakukan segera," ungkap KOMPOL Banuara Manurung.

Hasilnya sungguh memuaskan. Pada hari Senin, 11 Mei 2026, sekira pukul 16.00 WIB, pelaku yang diidentifikasi sebagai Sandro Sitohang, 32 tahun, warga Huta III Cinta Raja, Kelurahan Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, berhasil diringkus oleh tim yang dipimpin langsung IPTU Fritsel G.H. Seluruh barang bukti berupa dua buah loudspeaker, satu set kabel, dan dua buah perangkat mikrofon inventaris gereja turut berhasil disita dari tangan pelaku.

Saat ini Sandro Sitohang telah ditahan di Polsek Tanah Jawa dan menjalani proses penyidikan lengkap sebelum berkas perkaranya diajukan kepada Jaksa Penuntut Umum.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa keberhasilan Polsek Tanah Jawa ini patut menjadi kebanggaan bersama dan inspirasi bagi seluruh jajaran Polres Simalungun.

"Polsek Tanah Jawa telah menunjukkan standar kerja yang luar biasa. Cepat, tepat, dan tuntas. Inilah Polri yang kami banggakan dan yang selalu kami hadirkan untuk masyarakat Simalungun," tutur AKP Verry Purba.

Polres Simalungun dan Brigif TP-36/Harajaon Marpitu Bersinergi Hadapi Ancaman Kejahatan Siber Demi Keamanan Wilayah Kabupaten Simalungun

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Ancaman kejahatan di dunia maya kini semakin nyata dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Menyadari hal tersebut, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, mengambil langkah strategis dengan membangun sinergi lintas institusi bersama Brigif TP-36/Harajaon Marpitu, Kodam I Bukit Barisan. Keduanya menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus audiensi guna membahas kerja sama dan solidaritas di dunia maya dalam mengantisipasi kejahatan siber demi mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun.

Kegiatan bersejarah ini berlangsung di ruangan kerja Wakapolres Simalungun, Jalan Jhon Horailam, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, pada hari Selasa, 12 Mei 2026, sekira pukul 09.30 WIB sampai dengan selesai. Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekira pukul 10.10 WIB, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan wujud nyata Polri yang berintegritas dan humanis dalam membangun fondasi keamanan yang kokoh bersama seluruh elemen pertahanan dan keamanan negara.

"Ancaman kejahatan siber adalah ancaman nyata yang tidak mengenal batas wilayah dan waktu. Oleh karena itu, Polres Simalungun bergerak proaktif membangun sinergi dengan Brigif TP-36/Harajaon Marpitu. Bersama, kita lebih kuat dalam menghadapi segala bentuk ancaman di dunia maya yang dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat Kabupaten Simalungun," ujar AKP Verry Purba.

Kegiatan silaturahmi dan audiensi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan personel dari kedua institusi. Dari pihak Polres Simalungun, hadir Wakapolres Simalungun, KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., serta Kasi Humas AKP Verry Purba. Sementara dari pihak Brigif TP-36/Harajaon Marpitu, Kodam I Bukit Barisan, hadir Sertu Nenggolan selaku Batih Ter, Serda S. Sipayung selaku Basiintel, Serda Aritonang selaku Pen, dan Prada Agung selaku Pen Brigif TP-36/Harajaon Marpitu.

Wakapolres Simalungun, KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., yang memimpin langsung jalannya audiensi menyambut hangat kehadiran delegasi Brigif TP-36/Harajaon Marpitu dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas institusi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

"Kejahatan siber adalah musuh bersama. Ia tidak hanya menyasar individu, tetapi juga dapat mengancam stabilitas sosial dan keamanan masyarakat secara luas. Melalui sinergi antara Polri dan TNI, khususnya bersama Brigif TP-36/Harajaon Marpitu, kita membangun tembok pertahanan yang jauh lebih kokoh dalam menghadapi ancaman tersebut di wilayah Kabupaten Simalungun," ucap KOMPOL Imam Alriyuddin.

Dalam forum audiensi tersebut, kedua pihak membahas berbagai bentuk potensi kerja sama yang dapat dijalin, mulai dari pertukaran informasi terkait perkembangan ancaman siber, koordinasi dalam penanganan konten-konten yang dapat memecah belah masyarakat di ruang digital, hingga solidaritas dalam membangun kesadaran literasi digital yang sehat di kalangan masyarakat Kabupaten Simalungun.

AKP Verry Purba menambahkan bahwa kolaborasi antara Polres Simalungun dan Brigif TP-36/Harajaon Marpitu ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan semangat sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok negeri.

"Sinergitas TNI dan Polri bukan hal baru, tetapi perlu terus diperbarui dan diperkuat sesuai dengan perkembangan zaman. Dunia maya adalah medan baru yang memerlukan pendekatan baru pula. Kerja sama yang kami bangun hari ini adalah investasi keamanan jangka panjang bagi seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun," ungkap AKP Verry Purba.

Kegiatan silaturahmi dan audiensi berlangsung dalam suasana yang akrab, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Kedua institusi menyepakati untuk terus mempererat komunikasi dan koordinasi dalam rangka mengantisipasi setiap potensi ancaman kejahatan siber yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

"Polres Simalungun bersama Brigif TP-36/Harajaon Marpitu berkomitmen untuk berdiri bahu membahu menjaga keamanan wilayah Kabupaten Simalungun, baik di dunia nyata maupun di dunia maya," tutur AKP Verry Purba menutup keterangannya.

Tradisi Acara Penyembuhan Warga Baru Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad

JEMBER || Jejak-indonesia.id - Prajurit Macan Kumbang Kostrad menyambut kedatangan warga baru Yonif 515 UTY/9/2 Kostrad yang bertempat di depan Mayonif 515 UTY/9/2 Kostrad, Tanggul Jember. (Senin 11/05/26).

Kegiatan penyambutan warga baru dimulai dgn melaksanakan jalan dari TMP Tanggul menuju ke Mayonif 515 Kostrad dengan diiringi Tunggul

tiap-tiap Kompi kemudian disambut dengan lorong prajurit sembari menyanyikan mars Macan Kumbang.

Setibanya di depan gerbang Mayonif 515 Kostrad, 10 Orang Prajurit warga baru dipimpin oleh Letda Inf Rendy melaksanakan penghormatan kepada Batalyon dilanjutkan laporan di depan gerbang batalyon dan melaksanakan langkah tegap memasuki gerbang batalyon.

Setelah melewati gerbang utama Batalyon kemudian warga baru disambut oleh Danyonif 515 UTY/9/2 Kostrad Letkol Inf Edy Wibowo, S.Sos. dengan dilanjutkan penyiraman air bunga dan meminum air kelapa muda.

Acara tradisi dilanjutkan dgn penerimaan di Lobby Mayon dan pemberian ucapan selamat oleh Danyonif 515/9/2 Kostrad kepada warga baru.

“Selamat bergabung menjadi warga Yonif 515 Macan Kumbang, berikan pengabdian terbaik dan tunjukan loyalitas sebagai prajurit Kostrad”, ujar Letkol Inf Edy Wibowo, S.Sos. selaku Komandan Batalyon 515 Kostrad.

Selanjutnya acara tradisi diakhiri dengan kegiatan foto bersama Komandan Batalyon dan para Perwira dengan Prajurit yang melaksanakan tradisi penerimaan warga baru.

 

𝔾𝕦𝕤 ari

error: Content is protected !!