Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Penyerahan Jabatan Dirreskrimum Polda Sulsel, Kapolda Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan dan Kinerja Selama Bertugas

MAKASAR || Jejak-indonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, memimpin langsung Upacara Penyerahan Jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulawesi Selatan yang digelar di Lobby Lantai 1 Mapolda Sulsel, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta dihadiri oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Sulawesi Selatan, serta personel yang terlibat dalam kegiatan penyerahan jabatan.

Dalam upacara tersebut, dilaksanakan penyerahan jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Setiadi Sulaksono, S.I.K., M.H., yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan.

Selanjutnya, Kombes Pol Setiadi Sulaksono akan mengemban amanah baru sebagai Karobinopsnal Bareskrim Polri, sebagai bagian dari pengembangan karier dan penugasan dalam struktur organisasi Polri.

Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Sulsel.

Kapolda menilai bahwa selama kepemimpinan Kombes Pol Setiadi Sulaksono, berbagai capaian dan langkah strategis telah berhasil dilaksanakan, terutama dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Selatan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan. Berbagai upaya yang telah dilakukan tentunya memberikan kontribusi positif bagi organisasi, khususnya dalam penanganan berbagai perkara yang terjadi diwilayah hukum Polda Sulsel” ungkap Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat semakin memperkuat kinerja organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sulawesi Selatan.

Nahkoda Baru Birokrasi Kota Pasuruan. Adi Wibowo Lantik Lucky Danardono, Era Percepatan Pelayanan Publik Dimulai

PASURUAN || Jejak-indonesia.id - Adi Wibowo resmi melantik Lucky Danardono, A.P., M.M. sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pasuruan dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat, Senin (11/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru penguatan birokrasi dan percepatan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.

Acara yang digelar dengan nuansa formal dan penuh wibawa itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten Daerah, Staf Ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga pejabat struktural lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan besarnya harapan terhadap lahirnya tata kelola pemerintahan yang lebih solid, responsif, dan progresif.

Dalam sambutannya, Adi Wibowo menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif, melainkan pusat kendali utama birokrasi pemerintahan daerah. Ia menuntut adanya perubahan ritme kerja yang lebih cepat, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

“Jabatan Sekretaris Daerah adalah pusat kendali birokrasi. Saya ingin tidak ada lagi pola kerja lambat, sektoral, atau saling menunggu. Semua OPD harus bergerak cepat, solid, dan fokus pada pelayanan masyarakat. Kota Pasuruan tidak boleh tertinggal hanya karena birokrasi berjalan lamban,” tegas Adi Wibowo.

Ia juga menyoroti pentingnya reformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, birokrasi modern harus meninggalkan pola kerja administratif yang berbelit dan mulai mengedepankan pelayanan publik yang cepat, bersih, serta responsif terhadap kebutuhan warga.

“Saya ingin birokrasi bekerja dengan ukuran hasil, bukan sekadar rutinitas. Jangan sampai masyarakat dipersulit hanya karena urusan meja dan prosedur. Pemerintah harus hadir dengan pelayanan yang cepat, bersih, dan responsif,” tandasnya.

Sementara itu, Lucky Danardono menyatakan kesiapannya mengemban amanah besar tersebut dengan penuh tanggung jawab. Usai pelantikan, ia menegaskan akan segera melakukan konsolidasi internal demi menjaga stabilitas ritme birokrasi sekaligus mempercepat realisasi program prioritas daerah.

“Ini amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya akan langsung bergerak melakukan konsolidasi internal agar ritme birokrasi tetap berjalan baik dan seluruh program prioritas pemerintah daerah dapat dipercepat,” ujar Lucky.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Pasuruan untuk mempertegas arah reformasi birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin dinamis, kepemimpinan baru di kursi Sekda diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pemerintahan yang efektif, harmonis, dan berdaya saing tinggi.

 

 

(RED)

Kamu Jual, Saya Beli!” Pernyataan Keras Hercules di GBK, Loyalitas Total untuk Presiden Prabowo Menggema

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Suasana di kawasan Gelora Bung Karno mendadak memanas saat tokoh ormas Hercules Rosario Marshal melontarkan pernyataan tegas di hadapan awak media, Minggu (10/5).

Dengan nada lantang dan penuh emosi, Hercules menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kamu jual saya beli, kamu berani saya borong!” serunya, memantik perhatian para wartawan yang hadir. Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan simbol loyalitas yang selama ini ia pegang teguh.

Penulis Agus Flores Astrodiarjo mengungkapkan, kedekatan antara Hercules dan Prabowo bukanlah cerita baru. Saat dirinya masih aktif sebagai Ketua DPC GRIB Jakarta Pusat, ia kerap mendengar langsung kisah-kisah tentang kebaikan Prabowo dari Hercules.

“Setiap hari beliau bercerita. Kalau semua itu ditulis, mungkin setahun tidak akan cukup untuk merangkum seluruh episodenya,” ungkap Agus.

Namun di tengah padatnya agenda menulis, Agus mengaku kini lebih fokus membedah berbagai isu strategis nasional yang dinilainya krusial bagi masa depan Indonesia.

Polda Banten Latih Ratusan Warga Lewat Program Poliran

SERANG || Jejak-indonesia.id - Polda Banten melalui program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) terus berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat guna menekan angka pengangguran di Provinsi Banten.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa melalui program Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran, Polda Banten telah melaksanakan enam gelombang pelatihan dengan jumlah peserta mencapai 567 orang.

"Para peserta mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari pengelolaan sampah, kelistrikan dasar, pengelasan dasar, perikanan bioflok hingga pertanian hidroponik," ucapnya pada Senin (11/05).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teori.

"Pelatihan yang kami berikan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung agar para peserta memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Dengan adanya program Poliran, Kabidhumas Polda Banten berharap masyarakat dapat lebih produktif dan mandiri secara ekonomi sehingga mampu membantu mengurangi angka pengangguran di Provinsi Banten.

“Melalui program Poliran ini, kami berharap masyarakat memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha mandiri maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru,” tutupnya. (Bidhumas).

Polres Tapteng Operasikan Tiga Satuan Pelayanan Gizi di Pandan, Sarudik, dan Badiri

TAPANULI TENGAH || Jejak-indonesia.id – Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Yayasan Kemala Bhayangkari resmi mengoperasikan tiga unit Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kecamatan Pandan, Sarudik, dan Badiri. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K, menyatakan bahwa operasional SPPG mencakup pengolahan bahan hingga distribusi dengan pengawasan ketat.

"Keamanan pangan adalah prioritas utama. Seluruh proses wajib mengikuti SOP untuk memastikan makanan memenuhi standar gizi dan dikemas secara higienis sebelum didistribusikan," tegas AKBP Muhammad Alan Haikel.

Setiap unit SPPG melibatkan ahli gizi profesional untuk menyusun menu berdasarkan kebutuhan kalori kelompok usia, mulai dari balita, siswa TK, SD, hingga pelajar SMP dan guru. Tim tersebut juga melakukan quality control berkala terhadap kesegaran bahan baku dan kebersihan dapur.

Adapun rincian operasional di tiga titik tersebut adalah sebagai berikut Unit 1 (Kecamatan Pandan): Melayani 642 penerima manfaat, termasuk siswa MIN 4 Tapteng, TK Don Bosco, serta ibu hamil dan balita di kawasan Pasar Baru, Sibuluan Baru, dan Kalangan.

Unit 2 (Kecamatan Sarudik): Mendistribusikan 1.121 porsi makanan ke sejumlah sekolah, di antaranya SDN 154499, MIN 7, dan SMP 2 Sipan dan Unit 3 (Kecamatan Badiri): Mengelola distribusi terbesar dengan total 1.480 penerima manfaat yang mencakup pelajar SMPN 1, SMPN 3 Badiri, serta sekolah dasar di area Aek Horsik dan Pagaran Honas.

Melalui standarisasi intervensi gizi di tiga wilayah strategis ini, Polres Tapteng berkomitmen mendukung terciptanya kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik di wilayah hukum Tapanuli Tengah.

Sumber: Humas Polres Tapteng

error: Content is protected !!