We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Calon Ketua PAC PP Medan Tembung Tatang Atmaja Silaturahmi dengan Sesepuh dan Penasehat Organisasi

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mempersiapkan suksesi kepemimpinan dan menyukseskan agenda besar organisasi, Tatang Atmaja, S.H. selaku calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Tembung, menggelar pertemuan silaturahmi bersama para sesepuh, Dewan Penasehat, dan jajaran pengurus organisasi. Kegiatan akrab dan penuh kekeluargaan ini berlangsung di Aksara Kopi, Jalan Aksara, Kota Medan, pada Kamis (24/5/2026).

Dalam kunjungan dan pertemuan strategis tersebut, Tatang Atmaja, S.H. didampingi langsung oleh jajaran panitia pemilihan dan unsur pimpinan, yakni Ketua Panitia Oktorika Purwan, S.H., Sekretaris Panitia Satria Tanjung, S.I.Kom., Bendahara Panitia Tommy P. Kurniawan, serta Tubagus R.H, S.Sos., M.Sos. yang menjabat sebagai Sekretaris SC.

Pada kesempatan yang baik ini, Tatang Atmaja, S.H. menyampaikan niat tulus dan kesiapannya untuk mengemban amanah memimpin PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Tembung untuk masa bakti periode 2026–2029. Di hadapan para senior dan tokoh organisasi, ia secara khusus memohon doa restu, arahan, serta dukungan penuh guna mengemban tanggung jawab besar demi kemajuan organisasi.

"Kehadiran saya dan rekan-rekan hari ini adalah wujud penghormatan tertinggi kepada para pendiri dan sesepuh organisasi. Saya memohon doa restu dan bimbingan, apabila kelak dipercaya memimpin, saya berkomitmen untuk membawa Pemuda Pancasila Medan Tembung menjadi organisasi yang semakin kokoh, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Tatang Atmaja, S.H. dalam penyampaiannya.

Pertemuan ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju Rapat Pemilihan Pengurus PAC Pemuda Pancasila yang akan segera digelar. Turut hadir dan memberikan sambutan serta arahan adalah Ketua Dewan Penasehat PAC PP Medan Tembung, Andriko Lubis, SE., M.Si., didampingi Sekretaris Dewan Penasehat, Samsul Hutasuhut, S.H., serta seluruh anggota PAC Medan Tembung.

Dalam arahannya, Andriko Lubis, SE., M.Si. mengapresiasi langkah proaktif yang diambil oleh Tatang Atmaja, S.H. dan tim. Ia berharap, proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan lancar, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan Pemuda Pancasila. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketua yang terpilih nantinya harus mampu meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat kaderisasi, serta memperluas jangkauan pengabdian.

"Harapan kami ke depan, kepemimpinan di PAC Medan Tembung tidak hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga meningkatkan kinerja serta pengembangan sumber daya manusia kader. Selain itu, organisasi wajib membangun sinergitas yang positif, konstruktif, dan berkelanjutan dengan seluruh unsur pemerintahan di tingkat kecamatan maupun masyarakat sekitar, demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera," tegas Andriko Lubis.

Sementara itu, Samsul Hutasuhut, S.H. menambahkan bahwa kekuatan utama Pemuda Pancasila terletak pada persatuan dan kesatuan antar kader. Ia mengajak seluruh elemen organisasi untuk bersatu mendukung proses pemilihan demi terciptanya kepemimpinan yang mapan dan diterima oleh semua pihak.

Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan diskusi santai namun konstruktif, serta harapan bersama agar Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Tembung semakin berperan aktif sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan keutuhan bangsa di wilayahnya masing-masing.
(Adel)

Jum’at Berkah Penuh Makna, Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut Tebar Kepedulian dan Keberkahan untuk Masyarakat

SUMATRA || Jejak-indonesia.id - Dalam semangat pengabdian tanpa batas serta kepedulian sosial yang tulus, Personel Satuan Brimob Polda Sumut dari Batalyon A Pelopor melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Jum’at Berkah dengan mengusung tema “Tingkatkan Ibadah, Raih Keberkahan”, pada Jum’at, 15 Mei 2026.

Kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan dan religius ini dilaksanakan di beberapa titik, yakni:

* Jl. Cemara, Pulo Brayan Darat II
* Masjid Jami’ Ulayat
* Masjid Hidayatullah Indra Kasih

Dalam Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh IPDA Ricky Ananda Sihotang, S.Psi., M.Psi., M.B.A., selaku Danton 3 Kompi 4 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, dengan melibatkan personel yang penuh dedikasi dan keikhlasan dalam setiap langkah pengabdian.

Melalui kegiatan Jum’at Berkah ini, personel Batalyon A Pelopor menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Mako Sat Brimob Polda Sumut. Aksi ini menjadi wujud nyata rasa tolong-menolong, empati, dan kepedulian sosial, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Tidak hanya membawa manfaat secara materi, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan, serta memperkuat kehadiran Brimob sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dampak positif pun terasa nyata, mulai dari meningkatnya empati personel, tumbuhnya kepercayaan dan simpati masyarakat, hingga ungkapan terima kasih yang tulus dari warga atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

Dengan semangat Jum’at Berkah, Satuan Brimob Polda Sumut terus meneguhkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, berbagi kebaikan, serta menebar keberkahan demi terwujudnya hubungan yang harmonis antara Polri dan rakyat.

OPINI ALIANSI POROS TENGAH

PASURUAN || Jejak-indonesia.id - Sorotan terhadap pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT-TL) di Kabupaten Pasuruan kian tajam. Aliansi Poros Tengah menilai, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) belum mampu memberikan penjelasan yang transparan terkait besaran penerimaan anggaran PBJT-TL setiap tahun, pola distribusi anggaran, hingga realisasi penggunaannya di lapangan

Kondisi ini memicu pertanyaan publik. Sebab, dana PBJT-TL bukanlah sumber pendapatan biasa, melainkan pungutan yang dibayar langsung oleh masyarakat melalui tagihan listrik setiap bulan. Namun ironisnya, hingga kini masyarakat masih kesulitan memperoleh data rinci mengenai ke mana aliran anggaran tersebut digunakan.

Perwakilan Aliansi Poros Tengah menegaskan bahwa transparansi pengelolaan PBJT-TL bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan amanat moral dan konstitusional terhadap hak publik untuk mengetahui penggunaan uang rakyat.

“PBJT-TL bukan sekadar angka dalam laporan keuangan daerah. Itu uang masyarakat yang dipungut setiap bulan melalui rekening listrik. Karena itu, penggunaannya harus jelas, terbuka, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas perwakilan Aliansi Poros Tengah.

Poros Tengah juga menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Di tengah besarnya potensi penerimaan PBJT-TL, masyarakat di wilayah timur seperti Nguling, Lekok, dan Grati masih menghadapi persoalan jalan rusak, minim penerangan jalan umum (PJU), hingga fasilitas publik yang dinilai jauh dari layak.

Menurut mereka, fakta di lapangan menimbulkan pertanyaan serius: apakah anggaran PBJT-TL benar-benar dialokasikan secara adil dan tepat sasaran, atau justru terserap tanpa arah yang jelas dan minim pengawasan publik.

Aliansi Poros Tengah mendesak Bapenda membuka secara detail data penerimaan PBJT-TL per tahun, mekanisme distribusi anggaran ke masing-masing OPD, hingga laporan realisasi program yang dibiayai dari sektor tersebut. Jika transparansi terus dihindari, maka kecurigaan publik terhadap dugaan buruknya tata kelola anggaran akan semakin sulit dibendung.

“Jangan sampai rakyat hanya diwajibkan membayar, tetapi tidak pernah diberi hak untuk mengetahui ke mana uang itu dibelanjakan. Keterbukaan bukan ancaman bagi pemerintah, justru menjadi bukti bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara bersih dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Poros Tengah menegaskan akan terus mengawal isu PBJT-TL sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pengelolaan keuangan daerah. Mereka menilai, diamnya pemerintah atas tuntutan transparansi hanya akan memperlebar jarak kepercayaan antara rakyat dan penyelenggara pemerintahan.

Duet Romantis Thomas Arya feat Elsa Pitaloka Kembali Menyapa Penggemar Lewat Lagu “Satu Dalam Cinta

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Industri musik slow rock Indonesia kembali dimanjakan oleh kolaborasi epik dari dua raja dan ratu lagu melankolis, Thomas Arya dan Elsa Pitaloka. Mereka resmi merilis singel duet terbaru yang sangat dinantikan berjudul "Satu Dalam Cinta".

Lagu yang dirilis di bawah naungan label Insictech Musicland Sdn Bhd ini, resmi diluncurkan pada akhir November 2025 lalu dan langsung menarik perhatian pecinta musik slow rock, khususnya di Indonesia dan Malaysia."Satu Dalam Cinta" mengusung nuansa slow rock melayu yang kental, ciri khas yang selalu berhasil dibawakan oleh Thomas dan Elsa.

Dengan alunan melodi yang mendayu dan lirik yang puitis, lagu ini bercerita tentang keyakinan dua insan yang terpisah jarak, namun tetap setia menjaga janji untuk bersatu dalam cinta sejati."Jarak takkan pernah mampu, pisah, cinta kau dan aku," adalah penggalan lirik yang menggambarkan kedalaman lagu ini.

Kolaborasi ini kembali membuktikan chemistry yang kuat antara Thomas Arya dan Elsa Pitaloka dalam menyanyikan lagu-lagu bertema cinta romantis-melankolis.Sebagai salah satu duet terbaik dalam genre slow rock 2025, single ini didukung oleh komposisi musik yang apik, menjadikannya lagu yang sangat emosional dan enak didengar saat santai maupun saat merindu.

Lagu "Satu Dalam Cinta" kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital, termasuk:Apple MusicSpotifyYouTube MusicSegera dengarkan dan rasakan keromantisan lagu terbaru dari Thomas Arya feat Elsa Pitaloka.

Tentang Thomas Arya adalah penyanyi pop-slow rock legendaris asal Indonesia yang aktif sejak 2003, dikenal dengan lagu-lagu hits seperti Berbeza Kasta dan Dermaga Biru.

Tentang Elsa Pitaloka, yang dikenal sebagai salah satu rekan duet terbaik Thomas Arya, konsisten merilis lagu-lagu melayu pop-rock yang emosional.

(Reporter ; Widi)

Sabu 2 Kg Gagal Diselundupkan ke Bali, Kapolresta Banyuwangi Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Lapas Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Polresta Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram yang rencananya akan dikirim menuju Pulau Bali pada Selasa (12/5). Di tengah pengungkapan kasus besar tersebut, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa jaringan ini sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kombes Pol Rofiq guna menanggapi simpang siur informasi yang sempat beredar mengenai dugaan adanya keterlibatan jaringan dari dalam Lapas. Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, pihak kepolisian memastikan bahwa Lapas Banyuwangi bersih dari keterlibatan kasus penyelundupan 2 kg sabu ini.

"Saat ini memang diduga ada jaringan yang bersumber dari dalam Lembaga Pemasyarakatan, namun bukan Lapas Banyuwangi. Kami masih mendalami dugaan Lapas lain yang kami curigai," ujar Kombes Pol Rofiq secara tegas saat dikonfirmasi.

Pernyataan ini muncul setelah adanya langkah proaktif dari Kalapas Banyuwangi, Solichin, yang langsung melakukan koordinasi cepat dengan pihak Polresta Banyuwangi begitu mendengar informasi mengenai dugaan jaringan narkoba yang menyasar institusinya.

Solichin menyampaikan bahwa koordinasi tersebut merupakan bentuk transparansi dan tanggung jawab institusi untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

"Begitu ada informasi tersebut, kami langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Polresta Banyuwangi guna memastikan kebenaran dugaan jaringan dari Lapas. Hasil koordinasi menegaskan bahwa Lapas Banyuwangi tidak terlibat," ungkap Solichin.

Lebih lanjut, Solichin menekankan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung upaya kepolisian memberantas peredaran gelap narkoba. Ia memastikan pengawasan di dalam Lapas tetap diperketat guna mencegah adanya penyelundupan maupun aktivitas terlarang lainnya.

"Kami terus bersinergi dan berkoordinasi dengan Polresta Banyuwangi. Saya tegaskan, tidak ada celah sedikit pun bagi siapapun yang mencoba memasukkan barang terlarang ke Lapas Banyuwangi. Kami berkomitmen pada semangat Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba)," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak Polresta Banyuwangi masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap asal-usul barang haram tersebut serta memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan lintas pulau ini.

error: Content is protected !!