Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Gerak Cepat Pasca Hujan, Polsek Carenang Evakuasi Pohon Tumbang dijalan Raya Warung Selikur Carenang

SERANG || Jejak-indonesia.id – Akses Jalan Raya Warung Selikur - Carenang, tepatnya di Kp. Gardu Desa Mandaya Kec. Carenang Kab. Serang, sempat tertutup akibat pohon tumbang pada Sabtu 23/05/2026 malam.

Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, S.H. mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Pohon tumbang diduga karena kondisi batang yang sudah rapuh.

“Begitu menerima laporan, personel Polsek Carenang langsung turun ke lokasi bersama warga untuk melakukan evakuasi dan pemotongan pohon. Sekitar pukul 22.30 WIB akses jalan sudah bisa dilalui kembali,” ujar Kapolsek.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Tiga personel yang diterjunkan ke lokasi adalah Bripka Hendra N, Bripka Samijan, dan Brigpol Wahyu.

Polsek Carenang juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pohon lapuk, terutama saat hujan deras dan angin kencang.

“Kami sudah melakukan pengecekan dan memberikan himbauan kepada warga sekitar. Jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang, segera laporkan ke Polsek atau pemerintah desa,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah aman dan arus lalu lintas kembali normal.

Berita Duka, Sukarso bin Ahmad Ayahanda “Nurul Amin” Ketua Ormas Sakera Banyuwangi Meninggal Dunia

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Kabar duka mendalam menyapa Banyuwangi khususnya Ormas Sakera Banyuwangi. Ayahanda Ketua Omas Sakera Banyuwang, Nurul Amin, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (24/5/2026) setelah sholat magrib pukul 18.00 wib.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Selamet Solichin atau biasa disapa Mbah Semar,, yang menerima laporan resmi dari kalangan keluarga dekat almarhum dan Ketua Ormas Sakera Banyuwangi.

“Iya betul. Jadi barusan saya cek ke Ketua Ormas Sakera Banyuwangi langsung, ternyata informasi tersebut betul.

Nurul mengatakan, bahwa ayahanda beliau meninggal habis sholat magrib pukul 18.00 wib. Almarhum langsung dimakamkan langsung di TPU belakang SD AL-irsyad,” ungkapnya.

Nurul menambahkan, beliau tidak sakit sama sekali, sebelum meninggal beliau melaksanakan sholat magrib, setelah itu beliau sudah tak bernafas,"jelas Amin

Sebagai Pimpinan Umum Media Online dan juga anggota Ormas Sakera Banyuwangi, Mbah Semar turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam mewakili seluruh keluarga besar PT.CAHAYA PERS GROUP dan keluarga besar Ormas Sakera Banyuwangi. Ia menyebutkan, kabar kepergian ini datang di saat yang cukup berat bagi Nurul Amin, yang belakangan ini juga diketahui memimpin Ormas Sakera Banyuwangi.

“Yang pertama pastinya kami dari keluarga besar PT.CAHAYA PERS GROUP, dan tentu kita semua anggota ormas sakera banyuwangi, berduka atas meninggalnya almarhum Ayahanda Ketua ormas sakera banyuwangi, Nurul Amin.
Harapan kami khususnya untuk Ketua Ormas Sakera Banyuwangi, semoga senantiasa tabah, kuat, sehat, dan sabar menerima musibah yang menimpa ini,” ujar Mbah Semar

Selain mendoakan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan, Mbah Semar juga memanjatkan doa terbaik bagi almarhum. Ia berharap segala amal ibadah almarhum diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan meninggal dalam keadaan yang baik.

“Kami berdoa semoga almarhum Ayahanda beliau ini meninggal dengan husnul khatimah. Amin. Kita sebagai hamba Allah memang tidak tahu kapan akan dipanggil, namun semua pasti akan menemui ajalnya. Semoga kepergian ini menjadi yang terbaik dan keluarga diberi ketabahan,” pungkasnya.

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Tampilkan Seni Tari Hasil Pembinaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berkomitmen mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi para warga binaan. Salah satunya ditunjukkan melalui penampilan memukau seni tari tradisional hasil pembinaan yang digelar di lapangan Griya Blambangan Lapas Banyuwangi, Sabtu (23/5) siang.

Menariknya, pertunjukan seni tari ini ditampilkan di sela-sela acara makan siang bersama seluruh warga binaan. Perpaduan harmonis antara gerak tari yang gemulai dan dentuman musik gamelan yang dimainkan langsung oleh warga binaan, sukses menuai apresiasi dan decak kagum dari ratusan penonton yang hadir.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, bersama jajaran pejabat struktural. Penampilan tersebut sengaja disuguhkan bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai wadah uji coba untuk menilai sejauh mana kematangan dan kesiapan mental para warga binaan dalam melakukan pertunjukan di depan publik.

"Kami ingin membentuk mental dan kepercayaan diri mereka. Jadi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengisi acara resmi atau pertunjukan di luar, mereka sudah benar-benar siap dan matang," ujar Solichin.

Solichin menjelaskan bahwa program pembinaan seni tari ini memiliki dimensi yang luas. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan warga binaan, tetapi juga menjadi benteng dalam menjaga kelestarian kebudayaan daerah. Kolaborasi dengan musik gamelan dinilai syarat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Di tengah gempuran era modernisasi saat ini, Solichin berharap agar nilai-nilai budaya dan kesenian tradisional tidak luntur begitu saja. Oleh karena itu, Lapas Banyuwangi mengambil peran aktif dengan memasukkan unsur kebudayaan ke dalam kurikulum pembinaan warga binaan.

"Lapas Banyuwangi memiliki tekad kuat untuk terus mengintegrasikan unsur budaya dalam setiap program pembinaan. Kami ingin saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang ikut melestarikan budaya bangsa," pungkas Solichin

Kapolres Pematang Siantar Raih Penghargaan The Best Inspiring and Integrity Women 2026

PEMATANG || Jejak-indonesia.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kapolres Pematang Siantar, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Star Iconic Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, dedikasi, serta kinerja profesional yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi institusi kepolisian maupun masyarakat luas.

Berdasarkan penilaian dari tim juri dari Thanks Institute Indonesia yang diperkuat dengan hasil monitoring, digital tracking, pemberitaan media massa, serta masukan dari para panelis independen, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak dinilai layak menerima penghargaan “Most Visionary Iconic Professional of the Year Award 2026 ”dalam kategori “The Best Inspiring and Integrity Women 2026.” Ajang penghargaan tersebut diselenggarakan secara resmi di Ra Suites Simatupang, Jakarta, pada tanggal 23 Mei 2026, dengan dihadiri berbagai tokoh nasional, profesional, serta perwakilan dari berbagai sektor.

Ketua panitia seleksi kelayakan Award Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., yang juga dikenal sebagai penulis buku buku kepolisian menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan melalui proses seleksi yang ketat dan objektif. Ia menegaskan bahwa aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah konsistensi kinerja, inovasi program, serta dampak nyata yang dihasilkan.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan, “Penghargaan ini diberikan karena berbagai pencapaian yang telah dilakukan oleh Kapolres Pematang Siantar, di antaranya keberhasilan dalam pengelolaan anggaran terbaik dengan nilai IKPA sempurna 100% dari Kapolda Sumut, serta kepedulian yang tinggi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkotika di wilayah hukumnya.”

Lebih lanjut, Dr. Ketut juga menilai bahwa kepemimpinan AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak mencerminkan sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik melalui pendekatan humanis dan inovatif. Hal ini dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan institusi kepolisian yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas komitmen kuat dalam menjaga integritas serta menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Di tengah kompleksitas permasalahan sosial, khususnya terkait peredaran narkotika, peran aktif dan kepedulian yang ditunjukkan menjadi nilai tambah yang signifikan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kerja sama seluruh jajaran di lingkungan Polres Pematang Siantar.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini tentunya saya tujukan kepada seluruh anggota Polres Pematang Siantar yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Ia juga menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin kompleks, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

Ajang STAR ICONIC AWARD sendiri dikenal sebagai salah satu platform penghargaan yang memberikan apresiasi kepada individu maupun institusi yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan rekam jejak, inovasi, serta dampak sosial yang dihasilkan.

Dengan diraihnya penghargaan ini, AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak tidak hanya mengharumkan nama institusi kepolisian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pemimpin lainnya untuk terus berinovasi, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa./Humas P Siantar