Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Redaksi

Polsek Tambak Amankan Dua Pelaku Curat Toko di Telukjati Dawang Gresik

GRESIK || jejakindonesia.id - Polsek Tambak Polres Gresik berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah toko di Dusun Sumberlanas, Desa Telukjati Dawang, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik.

Dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti hasil kejahatan.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kapolsek Tambak Iptu Mustofah, mengatakan, kedua pelaku masing-masing berinisial MR (22), warga Kecamatan Sangkapura, dan SB alias H (27), warga Desa Telukjati Dawang, Kecamatan Tambak.

“Keduanya diamankan setelah petugas memperoleh rekaman CCTV dari lokasi kejadian dan melakukan pengembangan di lapangan,” ungkap Iptu Mustofah, Rabu (12/11/2025).

Aksi pencurian tersebut terjadi pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB di dalam sebuah toko milik seorang warga Dusun Sumberlanas, Desa Telukjati Dawang.

Saat korban membuka toko sekitar pukul 04.30 WIB, ia mendapati laci kasir sudah terbuka dan uang tunai Rp1,5 juta raib.

Sejumlah slop dan bungkus rokok berbagai merek di etalase juga hilang.

Korban kemudian memeriksa rekaman CCTV, dan terlihat seorang pria mengenakan hoodie hitam bertuliskan “OFFLINE” sedang beraksi di dalam toko.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3,5 juta, lalu melapor ke Polsek Tambak.

Setelah menerima laporan, tim penyidik Polsek Tambak langsung melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV.

Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan SB alias H di sekitar Polsek Sangkapura, kemudian menangkap MR di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Sangkapura.

“Dari tangan para pelaku, kami amankan sejumlah barang bukti berupa rokok berbagai merek, uang tunai Rp39.000, satu unit handphone, serta jaket hoodie hitam bertuliskan ‘OFFLINE’ yang digunakan saat beraksi,” jelas Iptu Mustofah.

Adapun barang bukti yang diamankan beberapa slop dan bungkus rokok berbagai merek (Dji Sam Soe, Surya 16, Marlboro Black, Raptor, Gunung Mulia), Uang tunai Rp39.000,Handphone Realme warna biru dan Jaket hoodie hitam bertuliskan “OFFLINE.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka MR mengaku menggunakan uang hasil curian untuk membeli sebuah handphone.

Sementara itu, tersangka SB menghabiskan bagiannya untuk ngopi dan jalan-jalan.

Kedua pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Mapolsek Tambak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP.

“Kasus ini akan kami limpahkan ke Satreskrim Polres Gresik untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Kapolsek Tambak Iptu Mustofah.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Masyarakat dapat segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan melalui hotline “Lapor Cak Roma” di nomor 0811-8800-2006 atau mendatangi kantor kepolisian terdekat.

70 Polisi Satwa Ikuti Rakernis Ditpolsatwa di Pasuruan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ditpolsatwa dan Kewilayahan Tahun Anggaran (T.A.) 2025 di Taman Safari, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (11/11).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Tory Kristianto S.IK.

Rakernis T.A. 2025 ini diikuti oleh total 70 peserta, yang terdiri dari 34 Kanit Polda, 10 Kanit Polres, serta 26 personel dari Ditpolsatwa sendiri.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kabagopsanlev Korsabhara Baharkam Polri, Kapusdik Sabhara Lemdiklat Polri, Dirsamapta Polda Jatim, perwakilan Kapolres Polda Jawa Timur, dan perwakilan dari Perkin Jawa Timur.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan meningkatkan kemampuan personel Polisi Satwa di seluruh Indonesia itu," ujar Brigjen Pol Tory Kristianto.

Dirpolsatwa juga menekankan pentingnya peran Polisi Satwa dalam mendukung tugas operasional kepolisian, khususnya yang melibatkan peran satwa seperti anjing pelacak (K-9).

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari berbagai narasumber kompeten, yang meliputi arahan dan kebijakan dari Dirpolsatwa, Paparan teknis dari Para Kasubdit di lingkungan Ditpolsatwa, Materi terkait konservasi dan penanganan satwa dari BKSDA Provinsi Jawa Timur.

"Ditpolsatwa komitmen dalam memperkuat profesionalitas dan sinergi Polisi Satwa di tingkat pusat maupun kewilayahan," pungkas Dirpolsatwa.

70 Polisi Satwa Ikuti Rakernis Ditpolsatwa di Pasuruan

PASURUAN || jejakindonesia.id – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ditpolsatwa dan Kewilayahan Tahun Anggaran (T.A.) 2025 di Taman Safari, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (11/11).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Tory Kristianto S.IK.

Rakernis T.A. 2025 ini diikuti oleh total 70 peserta, yang terdiri dari 34 Kanit Polda, 10 Kanit Polres, serta 26 personel dari Ditpolsatwa sendiri.

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kabagopsanlev Korsabhara Baharkam Polri, Kapusdik Sabhara Lemdiklat Polri, Dirsamapta Polda Jatim, perwakilan Kapolres Polda Jawa Timur, dan perwakilan dari Perkin Jawa Timur.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan meningkatkan kemampuan personel Polisi Satwa di seluruh Indonesia itu," ujar Brigjen Pol Tory Kristianto.

Dirpolsatwa juga menekankan pentingnya peran Polisi Satwa dalam mendukung tugas operasional kepolisian, khususnya yang melibatkan peran satwa seperti anjing pelacak (K-9).

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari berbagai narasumber kompeten, yang meliputi arahan dan kebijakan dari Dirpolsatwa, Paparan teknis dari Para Kasubdit di lingkungan Ditpolsatwa, Materi terkait konservasi dan penanganan satwa dari BKSDA Provinsi Jawa Timur.

"Ditpolsatwa komitmen dalam memperkuat profesionalitas dan sinergi Polisi Satwa di tingkat pusat maupun kewilayahan," pungkas Dirpolsatwa

Keluarga Marsinah Bangga Kapolri Peduli Buruh: Seperti Perjuangan Adik Kami

JAKARTA || jejakindonesia.id – Keluarga aktivis buruh almarhumah Marsinah mengaku bangga atas kepedulian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap kaum buruh di Indonesia. Sikap Kapolri dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah yang membela hak-hak pekerja.

“Kami, kakak Marsinah, merasa bangga Bapak Kapolri peduli ke buruh dan melindungi buruh seperti yang diperjuangkan adik kami, Ibu Marsinah,” ujar kakak Marsinah, Marsini, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Menurut Marsini, Jenderal Sigit telah memberikan perhatian besar terhadap nasib para buruh, termasuk menyediakan ruang penyelesaian sengketa industri dan membantu mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Bapak Kapolri mengurus yang korban PHK, juga peduli kesejahteraannya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Marsini juga mengundang Kapolri untuk berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur, kota kelahiran Marsinah, sekaligus berziarah ke makam sang adik.

“Bapak Kapolri, saya undang berziarah dan berkunjung ke Nganjuk bersama Pak Andi Gani yang ingin membuatkan museum dan rumah singgah Ibu Marsinah di Nganjuk,” ucap Marsini di hadapan Jenderal Sigit.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada aktivis buruh Marsinah pada peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara hari ini.

Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan kaum pekerja di Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia setelah memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada 1993. Kini, perjuangan Marsinah dikenang dan diabadikan sebagai bagian penting dalam sejarah gerakan buruh di Tanah Air.

Kadishub Kota Medan Akan Di Demo, Pembiaran Vendor PT LGE Monopoli Parkir Dan Wan Prestasi Serta Langgar UU Ketenagakerjaan

MEDAN || jejakindonesia.id - Habib Ketua LSM Kebenaran dan Keadilan dalam keterangan Persnya menyampaikan kekecewaannya terhadap Kadishub Kota Medan karena adanya Keresahan warga kota Medan sejak berlangsungnya parkir berlangganan terus berlangsung antara pengguna parkir ditepi jalan umum dan jukir yang belum resmi mendapat penugasan sebagai jukir berlangganan.

Tujuan perubahan kebijakan parkir dari konvensional, E Parking sampai berlangganan untuk meningkatkan PAD ternyata tidak terwujud. Begitu juga janji meningkatkan pelayanan perparkiran juga masih hanya sebuah harapan yang sulit terwujud.

Menyediakan jukir yang akan digaji sebesar Rp.2,5 juta perbulan masih juga belum terwujud.

Proses penyedia jasa atau vendornya juga tidak transparan dan terkesan ada pengaruh orang dalam yang kuat sebagai pemenangnya.

Salah Satu Vendor PT LGE di duga memonpoli pengelolaan lahan parkir hingga 21 (dua puluh satu titik)

Belum lagi jukir yang terdaftar di PT LGE tidak di daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

"PT LGE ini Wan Prestasi jadi Kadishub Medan jangan menganak emaskan PT LGE apalagi melanggar UU Ketenagakerjaan harus di putus kontraknya," ungkapnya, Selasa (11/11/2025)

Lanjut Habib mengatakan dirinya meminta Dishub Kota Medan menggelar Forum Group Discussion Optimalisasi Keselamatan Kesehatan Kerja , terkait nasib ribuan jukir terdaftar di Vendor yang ada kota Medan

"Kita minta Dishub Medan Gelar FGD terkait nasib jukir karena mereka adalah pekerja yang dilindungi UU Ketenagakerjaan," katanya.

Habib juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengaudit Dishub Kota Medan terkait Vendor yang wan Preatasi dalam mencapai Pendapatan Asli Daerah Kota Medan

"PT LGE itu wan prestasi kita minta BPK RI audit, Kita Akan Gelar Aksi Demo memperjuangkan nasib jukir" pungkasnya.( Adel)

error: Content is protected !!