Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Wakapolda Sumut Tinjau Dua Posko Pengungsian Banjir, Pastikan Penanganan Berjalan Cepat dan Humanis

MEDAN || jejakindonesia.id - Penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara kembali mendapat perhatian serius dari Polda Sumut. Pada Jumat (28/11), Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melakukan peninjauan langsung sekaligus penyerahan bantuan di dua lokasi posko pengungsian, yaitu di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, dan Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Peninjauan pertama dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB di Posko Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Korban Banjir Kecamatan Hinai. Kehadiran Wakapolda Sumut didampingi para Pejabat Utama Polda Sumut, Bupati Langkat, serta Kapolres Langkat.

Dalam kunjungannya, Wakapolda menyerahkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok sembako, makanan siap saji, air bersih dan peralatan kebersihan untuk para pengungsi. Ia juga menyempatkan berdialog dengan warga terdampak untuk memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan prioritas yang diperlukan.

Mewakili Kapolda Sumut, Wakapolda menegaskan bahwa Polri akan terus berada di garis depan dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

“Bapak Kapolda Sumut menekankan bahwa keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas utama. Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan memastikan penanganan bencana ini berjalan cepat, tepat, dan humanis,” ujar Wakapolda.

Usai dari Langkat, rombongan melanjutkan peninjauan ke Posko Penanggulangan Bencana dan Pengungsian Korban Banjir Kecamatan Medan Helvetia sekitar pukul 17.30 WIB. Kedatangan Wakapolda disambut oleh Kapolrestabes Medan beserta jajaran dan relawan yang bertugas.

Wakapolda kembali menyerahkan bantuan logistik serta mengecek langsung kesiapan posko, mulai dari tenda pengungsian, suplai makanan, kebutuhan air bersih, hingga fasilitas pelayanan kesehatan untuk warga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda kembali menyampaikan pesan Kapolda Sumut agar seluruh jajaran bergerak cepat dan memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan.
“Bapak Kapolda berpesan bahwa setiap personel harus responsif dan hadir untuk masyarakat. Pengungsian harus aman, tertib, dan semua kebutuhan dasar harus terpenuhi. Tidak boleh ada kendala dalam distribusi bantuan,” tegasnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Polda Sumut dalam memastikan seluruh proses penanganan banjir berjalan optimal. Selain membantu kebutuhan pengungsi, kehadiran Wakapolda juga menjadi bentuk dukungan moral bagi petugas lapangan, relawan, serta masyarakat terdampak.

Wakapolda menyampaikan bahwa Polri akan terus melakukan patroli, pengamanan, pendataan, dan pendistribusian bantuan, sembari berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir.
“Kami hadir bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memastikan rasa aman bagi masyarakat. Polda Sumut akan terus bekerja maksimal hingga situasi kembali pulih,” pungkasnya.

Kegiatan berjalan dengan aman, hangat, dan penuh kepedulian, mencerminkan komitmen kuat Polda Sumut dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di tengah bencana.

Polri Siapkan Pengiriman Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

JAKARTA || jejakindonesia.id — Polri tengah mempersiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rencana pengiriman dijadwalkan berlangsung besok, Sabtu, 29 November 2025, seiring dengan rampungnya proses koordinasi serta penyelarasan kebutuhan logistik di lapangan.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri terus memastikan setiap langkah penyaluran bantuan dilakukan secara terukur dan tepat sasaran melalui komunikasi intensif dengan jajaran kewilayahan.

“Polri telah menyiapkan langkah percepatan penyaluran bantuan. Saat ini proses penyempurnaan kebutuhan dari wilayah terdampak terus berjalan, termasuk penyusunan manifest barang yang akan diberangkatkan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Dari sisi transportasi udara, jajaran Poludara Polri melaporkan bahwa beberapa pesawat yang dimiliki oleh Polri telah bersiaga di Mako Ditpoludara Pondok Cabe. Jadwal keberangkatan serta titik pendaratan nantinya akan disesuaikan dengan arahan pimpinan demi memastikan distribusi berjalan optimal.

Sejumlah crew pesawat udara Polri juga telah disiagakan untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut, guna memastikan proses pengangkutan bantuan berlangsung aman dan lancar.

Bencana Alam Landa Sumatera Utara, Polri Maksimalkan Operasi SAR dan Bantuan Kemanusiaan

SUMUT || jejakindonesia.id — Gelombang bencana alam melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025. Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Sumatera Utara merilis data terkini yang menunjukkan sebanyak 311 kejadian bencana terjadi dalam kurun waktu tersebut, terdiri dari 127 tanah longsor, 162 banjir, 20 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Bencana ini tersebar di 17 kabupaten/kota dan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Dari seluruh kejadian, tercatat 228 korban, dengan rincian 46 orang meninggal dunia, 11 luka berat, 85 luka ringan, serta 86 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 10.000 orang, dengan Kota Medan menjadi wilayah dengan pengungsian terbanyak, yakni 6.782 jiwa. Beberapa daerah juga melaporkan kondisi terparah, seperti Kota Sibolga dengan 59 korban jiwa, termasuk 46 yang masih hilang, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 99 korban jiwa, serta Kabupaten Mandailing Natal yang mencatat lebih dari 1.400 warga mengungsi.

Dalam upaya menanggulangi situasi tersebut, Polri telah mengerahkan 1.754 personel dari berbagai satuan, mulai dari Polres jajaran, Brimob, Ditsamapta, hingga tim Dokkes dan logistik. Di lapangan, Korps Brimob Polda Sumut melakukan operasi SAR, evakuasi korban, membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta mendirikan posko darurat dan dapur lapangan. Ditsamapta turut membantu patroli tanggap bencana, distribusi logistik, hingga memberikan trauma healing bagi warga terdampak. Bid TIK menyediakan layanan komunikasi darurat dan internet Starlink untuk mendukung koordinasi, sementara Dokkes Polri menangani layanan kesehatan dan pemantauan sanitasi pengungsian. Ditlantas mengatur rekayasa lalu lintas serta mengawal ambulans dan distribusi bantuan. Di sisi lain, Bhayangkari Daerah Sumut mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa makanan, selimut, pakaian, kasur lipat, dan perlengkapan bayi ke wilayah yang paling terdampak.

Polda Sumut juga mencatat adanya penambahan wilayah terdampak, meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Tanah Karo, Tebing Tinggi, dan Batu Bara, seiring curah hujan ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa Polri berkomitmen memberikan respon cepat dan maksimal dalam penanganan bencana ini. Ia menegaskan bahwa seluruh personel bekerja tanpa henti untuk melakukan pencarian korban, evakuasi, pengamanan lokasi, dan penyaluran bantuan. “Prioritas Polri adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan darurat dapat terpenuhi,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Road Show : Polres Kediri Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Para Santri

KEDIRI || jejakindonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kediri Polda Jawa Timur gencar sosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Seperti halnya yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, Satresnarkoba menyasar Pondok Pesantren Darul Fatihin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri untuk mengedukasi kepada para santri.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba termasuk di lingkup Pesantren.

"Tujuan membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan, khususnya pondok pesantren," ujar AKBP Bram, Jumat (28/11).

Menurut AKBP Bramastyo Priaji generasi muda, khususnya para santri, memiliki peran penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang produktif dan bebas narkoba.

"Kita menggandeng para santri agar menjadi pelopor tanpa narkoba di lingkungan masing - masing," kata AKBP Bram.

Pada kegiatan tersebut, Satresnarkoba Polres Kediri Polda Jatim menjelaskan secara detail tentang jenis-jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaan, serta ancaman peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Penyampaian materi dilakukan secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga para peserta mampu menangkap pesan penting mengenai bahaya narkoba.

“Para santri harus mampu menjadi generasi emas yang bebas dari narkoba. Tidak hanya menjauhi, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” tutur AKBP Bramastyo.

Pihak pondok pesantren mengapresiasi kegiatan yang digelar Polres Kediri Polda Jatim itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya program Road Show Generasi Emas Produktif Tanpa Narkoba tersebut.

"Terima kasih kepada Polres Kediri karena kegiatan ini sangat bermPengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin anfaat bagi para santri," ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin juga mengatakan edukasi seperti ini penting agar para santri tumbuh menjadi pemuda harapan bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Kodim 0821 Bersama Polkes dan Kesdam V/Brawijaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan serta Edukasi Kebencanaan di Supiturang

LUMAJANG || jejakindonesia.id – Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana, jajaran Kodim 0821 Lumajang bersama Tim Polkes dan Kesdam V/Brawijaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pembekalan wawasan kebencanaan bagi warga di Kompleks RT 03 RW 04 Dusun Supiturang, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan dihadiri 32 warga yang terdampak, tim gabungan juga menyampaikan edukasi penting terkait mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta langkah cepat yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.

Kapten Czi Heri Cahyono selalu koordinator menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, tetapi juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ancaman bencana di wilayah Supiturang yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru.

“Pembekalan ini kami berikan agar masyarakat semakin siap dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat. Selain itu, kami juga menyerahkan sarana kontak berupa bantuan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan warga,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, mengingat kondisi geografis wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0821 bersama jajaran kesehatan TNI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Pronojiwo. (Pendim 0821).

error: Content is protected !!