Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Redaksi

Ratusan Siswa Ikuti Edukasi Jurnalistik Kolaborasi PW FRN dan SMPN 1 Rogojampi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi bersama SMPN 1 Rogojampi menggelar kegiatan edukasi jurnalistik bagi siswa–siswi pada, Sabtu (29–30 November 2025). Kegiatan ini diikuti ratusan murid di ruang kelas VII.A berlangsung hikmat dan menarik.

Edukasi ini bertujuan memperkenalkan dunia media sejak dini, mulai dari cara kerja jurnalis, proses pembuatan berita, hingga teknik mengenali informasi hoaks yang semakin marak di era digital.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh PLT Kepala Sekolah SMPN 1 Rogojampi, Ibu Emi, yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya program literasi jurnalistik bagi para siswa.

Hadir pula jajaran pengurus PW FRN DPC Banyuwangi: Agus Samiaji Ketua PW FRN Banyuwangi, Hadi Sucipto (Buang) Ketua Harian, Marta Yofi Winatha Sekretaris, Idham Holid Bendahara, Koko serta Joko Wiyono selaku Divisi Hukum PW FRN yang menjadi pemateri utama.

Dalam penyampaian materinya, Joko Wiyono menyampaikan pentingnya literasi media sebagai bekal generasi muda di tengah derasnya arus informasi.

“Anak-anak harus tahu bagaimana berita itu dibuat. Ada proses, ada verifikasi, ada etika. Di era sekarang, siapa pun bisa membuat informasi, tetapi tidak semuanya benar. Maka kalian harus bisa membedakan mana berita valid dan mana berita hoaks,” jelas Joko.

Selain itu, Joko juga memberikan praktik langsung teknik menulis berita sederhana, mulai dari menentukan angle, membuat lead, hingga merangkai informasi dengan kaidah jurnalistik 5W+1H. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahap dan beberapa bahkan mencoba membuat berita singkat sebagai latihan.

PLT Kepala Sekolah, Ibu Emi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PW FRN Banyuwangi atas kontribusinya dalam memberikan wawasan jurnalistik kepada peserta didik.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena meningkatkan kecerdasan literasi siswa, terutama di era digital yang penuh tantangan. Edukasi jurnalistik membantu mereka berpikir kritis dan lebih selektif dalam menerima informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW FRN DPC Banyuwangi, Agus Samiaji, mengatakan bahwa FRN berkomitmen tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga mengambil peran edukatif di tengah masyarakat.

“Literasi informasi adalah benteng utama generasi muda. Kami hadir untuk memastikan siswa memahami cara kerja media, agar mereka tidak mudah terpengaruh berita bohong,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para siswa tampak antusias bertanya seputar proses liputan, cara menentukan berita yang layak tayang, hingga bagaimana jurnalis menghindari pelanggaran kode etik.

(Tim redaksi)

Polresta Banyuwangi Raih Penghargaan Juara II pada Rakernis & Anev Ditresnarkoba Polda Jatim 2025

BANYUWANGI|| jejakindonesia.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polresta Banyuwangi. Pada kegiatan Rakernis dan Anev Ditresnarkoba Polda Jatim Tahun 2025, Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi berhasil meraih penghargaan Juara II Kelompok A, sebagai apresiasi atas kinerja unggul dalam pengungkapan kasus narkoba selama periode Januari hingga November 2025. Jumat (28/11/2025)

Penghargaan di terima Kasat Resnarkoba Kompol Nanang Sugiono,S.H., M.H., setelah Satresnarkoba Polresta Banyuwangi mencatatkan hasil signifikan berupa barang bukti yang berhasil diamankan, yakni: 8.310,55 gram sabu, 32,35 gram ganja, 4.626 butir ekstasi, dan 202.364 butir okerbaya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan bahwa “Penghargaan yang diraih Satresnarkoba Polresta Banyuwangi ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga bukti nyata bahwa kerja keras, integritas, dan komitmen jajaran telah memberikan hasil yang membanggakan. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kasat Resnarkoba beserta seluruh anggota yang tidak pernah berhenti berupaya menjaga Banyuwangi dari ancaman peredaran gelap narkoba." ujarnya

Ke depan, saya menekankan agar seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, memahami regulasi terbaru, memperkuat jejaring informasi, serta mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Kami akan terus hadir secara tegas dan konsisten dalam memberantas narkoba, demi menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Banyuwangi yang aman, sehat, dan bebas dari narkotika."tambahnya

Capaian ini menjadi bukti komitmen jajaran Satresnarkoba Polresta Banyuwangi dalam mendukung program prioritas nasional terkait pemberantasan narkotika.

Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran Satresnarkoba Polresta Banyuwangi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan serta menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.(***)

Rutan Kelas I Surabaya Gelar Jalan Sehat untuk Tingkatkan Kebugaran dan Soliditas ASN

SURABAYA || jejakindonesia.id - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya menggelar kegiatan Jalan Sehat pada Jumat (28/11/2025) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan jasmani, kekompakan, dan etos kerja pegawai.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Surabaya tersebut dipimpin oleh Kepala Rutan, Tristiantoro Adi Wibowo, serta diikuti oleh seluruh pegawai dan peserta magang Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Pelaksanaan jalan sehat ini menjadi program rutin Rutan Surabaya dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Selain menjaga kebugaran, kegiatan juga bertujuan mempererat komunikasi internal dan memperkuat hubungan antarpegawai.

Dalam sambutannya, Tristiantoro menekankan bahwa kesehatan merupakan unsur penting dalam mendukung tugas dan tanggung jawab ASN Pemasyarakatan.

“Pegawai yang sehat akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan. Jalan sehat ini adalah wujud komitmen kami dalam membentuk pegawai yang kuat, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan program Kemenkumham melalui Kemenimipas, di mana setiap pegawai didorong untuk terus bergerak, berkinerja optimal, dan memberikan dampak positif bagi organisasi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut berlangsung lancar dan penuh antusias. Seluruh peserta tampak menikmati rute yang telah ditentukan sambil menjaga kekompakan dan suasana kebersamaan.

Rutan Kelas I Surabaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong terbentuknya ASN Pemasyarakatan yang tangguh, sehat, dan berintegritas sesuai dengan semangat Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak.
(Redho)

Respons Cepat Bencana: Polri Kerahkan Pesawat dan Puluhan Ribu Personel Bantu Aceh-Sumut-Sumbar

Pondok Cabe || jejakindonesia.id - Polri kembali mempercepat distribusi bantuan logistik menuju wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dua pesawat jenis CN dan Fokker diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe sebagai bagian dari operasi besar mitigasi bencana nasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan duka cita mendalam atas korban bencana. “Polri mengucapkan turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.

Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, langkah cepat Polri merupakan instruksi langsung pemerintah. “Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lebih dari 87 ribu personel telah disiagakan secara nasional, sementara kekuatan lapangan di tiga daerah terdampak sudah bergerak. “Polda Aceh telah menurunkan 4.550 personel, Polda Sumut 1.754 personel, dan Polda Sumbar 2.743 personel,” ungkapnya.

Brigjen Pol. Trunoyudo mengatakan bantuan logistik untuk ketiga daerah tersebut mencakup ribuan paket kebutuhan anak dan ibu, obat-obatan, kasur lipat, makanan cepat saji, selimut, dan air mineral. Sementara peralatan SAR meliputi puluhan perahu karet, ratusan pelampung, tenda peleton, tenda dokas, genset, hingga portable solar generator.

“Semua unsur dilibatkan: Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, Forensik DVI, Kedokteran Polri, dan unsur lainnya,” tambah Brigjen Pol. Trunoyudo.

Selain itu, Polri juga mengerahkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011, serta memperkuat operasi dengan helikopter dari berbagai polda. Untuk mendukung kebutuhan pangan, 28 dapur lapangan di 22 polda telah dioperasikan.

YLKI Sultra, Minta Bandara Di IMIP Morowali Ditutup dan Proses Hukum, Menhub Jangan Buat Pembohongan Publik

JAKARTA || jejakindonesia.id - Salah Satu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sultra Yang Berpusat Di Plaza Indonesia Jalan Thamrim Jakarta Pusat, Mengeluarkan Rillis Bahwa Bandara IMIP Morowali Segera Ditutup dan Dilakukan Proses Hukum Pidana.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sultra di Jakarta, R.Mas MH Agus Rugiarto SH disapa Agus Flores.

" Saya Khawatir Persoalan Bandara IMIP dimanipulasi lagi Yang Diduga Ilegal dibuat Legal, padahal Izin Kelengkapannya belum lengkap," tegasnya.

Dia mengatakan Prosedur Mendirikan Bandara Perintis ada aturannya, baik Uji Kelayakan dan Amdalnya.

Diapun mengatakan Bandara IMIP Bukan Hanyan ditutup, harus ada Proses Hukum dijalankan.

Sepengetahuan Mas Agus , Yang Sudah 25 Tahun Berkecimpung di Yayasan Konsumen , untuk Syarat Mendirikan Bandara Perintis diantaranya ;

Studi kelayakan komprehensif (teknis, ekonomi, lingkungan), serta dokumen teknis pembangunan yang lengkap.

Setelah izin pembangunan diterbitkan.

"Proses pembangunan dapat dimulai, namun untuk operasionalnya, maskapai yang mengurus rute perintis juga harus memiliki izin usaha angkutan udara yang berlaku dan seringkali mengikuti proses lelang pemerintah," Ujar Mas Agus.

Selain itu Persyaratan permohonan dan administrasi
Surat permohonan dari pemrakarsa: Mengajukan permohonan izin pembangunan bandara kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

" Jadi Menteri Perhubungan Jangan Sembarang Ngomong, Kalau Tidak Tau Teknis Jangan Ngomong," tegasnya.

error: Content is protected !!