Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Siswa SLB Negeri Taman Agung Tampil Menginspirasi di Lomba Pantomim Hari Disabilitas Internasional

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, dua siswa kelas XI SLB Negeri Taman Agung, yakni Ahmad Hasan Walidin dan M. Alif Izarivan, tampil memukau dalam lomba pantomim bertema pendidikan yang digelar di Gasibu Blambangan, Banyuwangi, Selasa (02/12/2025). Keduanya tampil percaya diri dengan kostum panggung berupa celana panjang dan sepatu hitam, dipadukan dengan kaos kaki dan baju putih yang memberikan kesan pantomim klasik.

‎Ajang yang diikuti berbagai Sekolah Luar Biasa dari sejumlah kecamatan di Banyuwangi ini menjadi ruang ekspresi bagi siswa penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan seni peran tanpa dialog. Melalui permainan ekspresi, gerak tubuh, serta penghayatan mendalam, para peserta berhasil menyampaikan pesan dan emosi yang kuat. Penampilan siswa SLB Negeri Taman Agung pun turut memukau penonton maupun dewan juri.

‎Kepala SLB Negeri Taman Agung, Pipit Sparlin, S.Pd, melalui pernyataan yang disampaikan oleh Yunia Rufiana, S.Pd, saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, menjelaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam lomba ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata.

‎“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berkarya. Peringatan Hari Disabilitas Internasional adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar yang patut diapresiasi,” ujar Yunia Rufiana, S.Pd.

‎Ia menambahkan bahwa ajang tersebut menjadi sarana penguatan karakter, meningkatkan keberanian tampil, serta membangun kepercayaan diri peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarsekolah serta meningkatkan kesadaran publik bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

‎Hasan dan Alif tampil penuh semangat di panggung Gasibu Blambangan. Dengan koreografi dan latihan intensif yang dilaminggu tiga kali latihan selama satu minggu, keduanya berhasil membawakan pertunjukan pantomim yang mengundang rasa haru sekaligus kebanggaan dari guru pendamping dan penonton yang hadir.

‎Yunia Rufiana, S.Pd, turut menegaskan bahwa lomba pantomim merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional yang bertujuan memperkuat nilai inklusivitas, menggali bakat siswa, serta menyediakan ruang apresiasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

‎Selain pentas pantomim, siswa SLB Negeri Taman Agung juga mengikuti lomba menyanyi yang diwakili oleh Dinda Aulia Safitri, siswi kelas VII. Penampilan tersebut semakin melengkapi kontribusi sekolah dalam peringatan yang sarat akan nilai kesetaraan ini.

‎Melalui momentum Hari Disabilitas Internasional, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya dukungan, aksesibilitas, dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan potensi terbaik mereka di berbagai bidang.

Instruksikan Pengawasan Penuh, Kapolres Lhokseumawe : Bantuan Banjir Harus Sampai ke Warga, Posko atau Dapur Umum

LHOKSEUMAWE || jejakindonesia.id -  Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. Dalam arahannya pada Selasa (2/11/2025), Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap jalur distribusi, mulai dari posko utama hingga dapur umum di wilayah terdampak.

Kapolres meminta seluruh personel yang bertugas untuk terus memantau, mengawal, dan mengamankan proses pendistribusian agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan. Ia juga memastikan bahwa bantuan harus dibawa langsung kepada masyarakat tanpa ada yang terabaikan.

“Kita pastikan setiap paket bantuan benar-benar sampai ke tangan warga. Semua posko, dapur umum, dan jalur distribusi berada dalam pengawasan penuh Polres Lhokseumawe,” tegas Kapolres.

Selain melakukan pengawalan, personel di lapangan juga membantu proses pendataan serta memastikan situasi tetap kondusif selama penyaluran berlangsung. Kehadiran Polres Lhokseumawe di berbagai titik dianggap sangat membantu masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak banjir.

Pelaku Penipuan Emas Palsu Dibekuk Operasi Lintas Wilayah, Propam Turun Tangan Telusuri Kasus

JEMBER || jejakindonesia.id  - Gabungan tim Reskrim Polres Jember, Polresta Banyuwangi, dan Polres Lumajang kembali mencatatkan keberhasilan besar dalam pengungkapan kejahatan lintas wilayah. Dua pelaku penipuan jual beli emas palsu, B dan H, akhirnya berhasil diamankan setelah sempat beraksi dengan modus menawarkan emas berkadar tinggi namun faktanya hanya logam biasa.

Penangkapan kedua tersangka dilakukan secara terkoordinasi di beberapa wilayah berbeda, sebelum akhirnya keduanya dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Jember dan Satreskrim Polresta Banyuwangi. Proses penyidikan terus berjalan dan Polri menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional.

Kasihumas Polres Jember IPDA M. Zazim dalam keterangannya juga merespons munculnya pemberitaan viral di media sosial yang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Polres Jember dalam kasus tersebut. Zazim dengan tegas menyampaikan bahwa Polres Jember tidak menutup mata terhadap informasi tersebut.

Menurutnya, Sipropam Polres Jember bersama Subbidpaminal Bidpropam Polda Jawa Timur sedang melakukan pendalaman terhadap oknum yang disebutkan tersebut Selasa, (2/12/2025)

IPDA M. Zazim menegaskan bahwa Polri berkomitmen memberikan kepastian hukum tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai aturan, baik masyarakat sipil maupun aparat.

Masalah ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya fokus menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan integritas internal tetap terjaga dan kepercayaan publik tetap menjadi prioritas.

(Bagus)

Polri Bergerak Tanpa Henti: Ribuan Warga Dievakuasi, Bantuan Dikebut ke Daerah Terisolir

SUMUT || jejakindonesia – Di tengah kepungan banjir, longsor, dan jalanan yang terputus, ribuan warga Sumatera Utara kini berjuang di tengah situasi yang penuh keprihatinan. Polda Sumut merilis data terbaru: 860 bencana alam menghantam 21 kabupaten/kota, menyisakan duka mendalam namun juga menyatukan seluruh kekuatan kemanusiaan untuk bergerak.

Dari desa-desa di lereng bukit hingga daerah pesisir, tangis warga bercampur harapan saat tim evakuasi Polri–TNI–BPBD tiba menyisir lokasi lumpur dan aliran banjir demi memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Hingga saat ini hari selasa (2/12/2025), 1.088 warga menjadi korban, dengan rincian 282 meninggal dunia, 518 luka berat, 160 luka ringan, 128 hilang dan masih dalam pencarian.

Setiap angka ini bukan sekadar statistik, mereka adalah keluarga, sahabat, dan warga kita yang tengah membutuhkan pertolongan secepat mungkin.

Polda Sumut menegaskan bahwa pencarian korban hilang tidak akan berhenti, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat.

Di posko-posko pengungsian, ribuan warga menunggu dengan sabar bantuan datang. Sebanyak 13.787 orang kini tinggal di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka total 37.889 KK tergenang, rusak, atau hanyut terbawa arus hingga tertimbun longsor.

Anak-anak berada dalam dekapan orang tuanya, lansia dibaringkan di tikar darurat, sementara relawan terus berkeliling memberi layanan kesehatan dasar.

Banyak wilayah masih terisolir total. Akses jalan tertimbun longsor atau jembatan putus. Namun hal itu tidak menghentikan Polri untuk menembus batas. Helikopter Polri mengudara bertahap, melakukan airdrop paket pangan dan obat-obatan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa seluruh kekuatan Polda Sumut kini dipusatkan pada penyelamatan dan pemulihan awal.

“Ini bukan hanya soal angka dan laporan. Ini tentang nyawa. Kami tidak akan berhenti sebelum semua warga terselamatkan dan seluruh bantuan tiba ke tangan mereka.”

“Meskipun beberapa wilayah terisolir, kami hadir dengan segala cara melalui udara, darat, dan air. Yang terpenting, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian,” tegasnya penuh empati.

Polri bersama seluruh komponen bangsa bergerak sebagai satu keluarga besar, memastikan setiap warga mendapatkan kesempatan untuk selamat dan bangkit.

Polda Sumut Bangun Jembatan Darurat Di Tepteng, Pulihkan Akses Warga Dan Jalinsum

Tapanuli Tengah || jejakindonesia.id - Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya Selasa (02/12/2025).

Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.

Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.

“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.

Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

error: Content is protected !!