Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2026

Dukung Kesiapsiagaan Tugas, Tim Dokkes Polda Kalteng Periksa Kesehatan Personel Satgas Aman Nusa

PALANGKA RAYA || Jejak-indonesia.id – Polda Kalimantan Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap personel Satgas Aman Nusa yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah pos, Rabu (29/7/2026).

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima sehingga mampu menjalankan tugas penanganan karhutla secara optimal di lapangan," ujar Kabiddokkes Polda Kalteng, Kombes Pol dr. Yusuf Kidingalo.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dipimpin oleh dr. Rery Herman yang mewakili Kabiddokkes Polda Kalteng. Tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik personel sekaligus memantau dampak paparan asap selama pelaksanaan tugas.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim Biddokkes juga memberikan dukungan berupa masker KN95, vitamin, dan oxycan sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh personel yang bertugas di wilayah terdampak asap.

"Kesehatan personel merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan karhutla. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan kesehatan sekaligus memberikan dukungan medis agar seluruh personel tetap siap menjalankan tugas," katanya.

Kabiddokkes menjelaskan, pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat personel yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Masker KN95 diberikan karena memiliki kemampuan menyaring partikel halus di udara, sedangkan vitamin dan oxycan menjadi dukungan tambahan untuk membantu menjaga kondisi fisik personel selama bertugas di lapangan.

"Kami mengimbau seluruh personel agar selalu menggunakan masker saat bertugas, mengonsumsi vitamin sesuai anjuran, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani sejak dini," ungkapnya.

Polda Kalteng menegaskan pelayanan kesehatan bagi personel Satgas Aman Nusa akan terus dilakukan selama penanganan karhutla berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan personel.

Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, diharapkan seluruh personel tetap berada dalam kondisi prima sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di tengah kabut asap apabila tidak mendesak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan," pungkasnya.

PT PP (Persero) Tbk Gencarkan Gerakan Penanaman 5.000 Pohon, Dukung Pembangunan BRT Mebidang Berwawasan Lingkungan

MEDAN || Jejak-indinesia.id – PT PP (Persero) Tbk selaku pelaksana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Mebidang (On Corridor) di Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui gerakan penanaman 5.000 pohon yang dilaksanakan serentak di sejumlah titik bantaran sungai di Kota Medan, Rabu (29/7/2026).

Aksi penghijauan tersebut digelar di kawasan Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas (Bantaran Sungai Deli), Jalan Komplek Cilincing, Kelurahan Glugur Kota (Sungai Deli), Jalan Dr. Mansyur, Jalan Avros (Sungai Deli), Kelurahan Indra Kasih (Sungai Percut), serta Kelurahan Rengas Pulau (Sungai Belawan).

Program ini merupakan bagian dari upaya mitigasi lingkungan dalam pembangunan jalur BRT Mebidang, sekaligus sebagai langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Selain menjadi bentuk tanggung jawab lingkungan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan bantaran sungai akibat minimnya vegetasi penyangga.

Gerakan penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya jajaran PT PP (Persero) Tbk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Kementetian Perhubungan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, LPM, mahasiswa Universitas Panca Budi, kepala lingkungan, hingga masyarakat setempat.

Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Heni Rustati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pembangunan infrastruktur.

"Dari target sebanyak 61.000 pohon, sebelumnya telah tertanam sekitar 2.000 pohon, dan pada hari ini dilakukan penanaman 5.000 pohon lagi. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan untuk menambah Ruang Terbuka Hijau," ujarnya.

Sementara itu, mewakili Camat Medan Johor, Muhammad Hafiz berharap gerakan tersebut mampu menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

"Kami berharap semangat kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan generasi mendatang, khususnya di kawasan yang rawan banjir. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dan mahasiswa untuk terus merawat pohon yang telah ditanam," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Melek Energi (MME), Nugra Ferdino, didampingi Sekretaris Irwandi Sembiring, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT PP (Persero) Tbk, DLH Kota Medan, serta pemerintah setempat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menurut Nugra, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis sekaligus membentuk karakter kepemimpinan generasi muda.

"Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam kepedulian. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dengan penanaman 5.000 pohon pada hari ini, total pohon yang telah ditanam dalam program tersebut mencapai sekitar 7.000 batang. Program penghijauan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kawasan sungai, mengurangi risiko kerusakan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

PT PP (Persero) Tbk, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

(Red/Tim)

PW FRN DPC Banyuwangi Kecam Keras Dugaan Intimidasi Wartawan, Minta Pelaku Diproses dan Proyek Swakelola Dievaluasi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pengurus Wilayah Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan saat melakukan konfirmasi di lokasi proyek pembangunan saluran irigasi swakelola di Dusun Gontoran, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Ketua PW FRN DPC Banyuwangi, Agus Samiaji, menilai dugaan penghinaan dan intimidasi terhadap wartawan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi ketika insan pers menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi terkait proyek yang diduga dibiayai oleh anggaran negara.

"Kami mengecam keras dugaan intimidasi terhadap wartawan. Tidak boleh ada siapa pun yang merasa kebal hukum lalu menghalangi atau merendahkan kerja jurnalistik. Pers bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," tegas Agus Samiaji, Rabu (29/7/2026).

Menurut Agus, jika dugaan tersebut terbukti, tindakan itu tidak hanya mencederai kebebasan pers, tetapi juga bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik yang harus dijunjung tinggi dalam setiap pelaksanaan proyek pemerintah.

PW FRN DPC Banyuwangi juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan saat wartawan melakukan peliputan. Kondisi tersebut dinilai menghambat masyarakat memperoleh informasi mengenai nama kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, volume pekerjaan, maupun penanggung jawab proyek.

"Kami meminta instansi terkait segera mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Setiap proyek yang menggunakan uang negara harus dapat diawasi oleh masyarakat dan media," ujar Agus.

Ia juga mendesak pihak-pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran.

PW FRN DPC Banyuwangi menegaskan akan mengawal persoalan ini hingga tuntas dan memastikan insan pers dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa tekanan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat profesi wartawan.

"Pers bukan musuh. Wartawan hadir untuk memastikan informasi sampai kepada masyarakat secara benar dan berimbang. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak menghormati kerja jurnalistik dan menyelesaikan setiap keberatan melalui mekanisme hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers," pungkas Agus Samiaji.

Dukung Kesiapsiagaan Tugas, Tim Dokkes Polda Kalteng Periksa Kesehatan Personel Satgas Aman Nusa

PALANGKA RAYA ||  JEJAK-INDONESI.ID, Polda Kalimantan Tengah melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap personel Satgas Aman Nusa yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah pos, Rabu (29/7/2026).

"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima sehingga mampu menjalankan tugas penanganan karhutla secara optimal di lapangan," ujar Kabiddokkes Polda Kalteng, Kombes Pol dr. Yusuf Kidingalo.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dipimpin oleh dr. Rery Herman yang mewakili Kabiddokkes Polda Kalteng. Tim medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik personel sekaligus memantau dampak paparan asap selama pelaksanaan tugas.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim Biddokkes juga memberikan dukungan berupa masker KN95, vitamin, dan oxycan sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh personel yang bertugas di wilayah terdampak asap.

"Kesehatan personel merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan karhutla. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan kesehatan sekaligus memberikan dukungan medis agar seluruh personel tetap siap menjalankan tugas," katanya.

Kabiddokkes menjelaskan, pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat personel yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Masker KN95 diberikan karena memiliki kemampuan menyaring partikel halus di udara, sedangkan vitamin dan oxycan menjadi dukungan tambahan untuk membantu menjaga kondisi fisik personel selama bertugas di lapangan.

"Kami mengimbau seluruh personel agar selalu menggunakan masker saat bertugas, mengonsumsi vitamin sesuai anjuran, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan agar dapat ditangani sejak dini," ungkapnya.

Polda Kalteng menegaskan pelayanan kesehatan bagi personel Satgas Aman Nusa akan terus dilakukan selama penanganan karhutla berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan personel.

Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, diharapkan seluruh personel tetap berada dalam kondisi prima sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di tengah kabut asap apabila tidak mendesak, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan," pungkasnya.

Bentengi Pelajar Raja Ampat dari Radikalisme, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosbang dan Literasi Digital

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan dan literasi digital di MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) Kabupaten Raja Ampat, Senin (27/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme serta dampak negatif era digitalisasi.

Kegiatan interaktif yang berlangsung di Aula MTs LIM Raja Ampat pukul 09.00 WIT tersebut mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar”. Agenda ini diikuti oleh sekitar 80 siswa-siswi gabungan dari MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) dan Madrasah Aliyah (MA) Imam Adil. Turut hadir Kepala MTs LIM Farid Wijayanto, S.Kom., Kepala MA Imam Adil Muhammad Ukuf, S.H., serta jajaran dewan guru.

Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., menegaskan pentingnya menanamkan ideologi Pancasila sejak dini kepada para pelajar. Menurutnya, era digital membuat penyebaran paham radikal kerap memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.

"Pelajar adalah motor penggerak daerah. Diperlukan penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di sekolah guna menangkal doktrin yang dapat memecah belah persatuan," ujar Ipda M. Arfa Jaya.

Sementara itu, Briptu Halim Hanafi, S.H., selaku narasumber utama, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia memperingatkan para siswa agar bijak menggunakan ponsel pintar supaya tidak terjerumus dalam propaganda radikal di dunia maya.

"Pelajar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami memberikan literasi digital dan panduan praktis agar mereka lebih bijak menyaring informasi di dunia maya, sekaligus mampu membawa pesan perdamaian dan toleransi," kata Briptu Halim.

Pihak kepala sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Densus 88 ini. Pembekalan wawasan kebangsaan ini dinilai sangat krusial bagi siswa-siswi yang sedang dipersiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Kegiatan ini menjadi panduan nyata bagi siswa untuk membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia maya.

Melalui sinergi kuat antara pihak sekolah dan Densus 88, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Raja Ampat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI.

error: Content is protected !!