Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2026

Perkuat Manajemen Disaster Kepolisian, Polda Bali Terima Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri

BALI || Jejak-indonesia.id - Polda Bali menerima kunjungan Tim Supervisi dan Peneliti STIK Lemdiklat Polri dalam rangka penelitian terkait penguatan layanan Kepolisian dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Lounge Sura Dwipa Sarva Bavena, Rabu (29/7/2026), dan disambut oleh Irwasda Polda Bali, Kombes Pol. Asep Ahdiatna, S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama Polda Bali.

Tim Supervisi dan Peneliti STIK Lemdiklat Polri yang dipimpin, Kombes Pol Dr. Eko Wagiyanto, S.I.K., S.H., melaksanakan penelitian bertujuan untuk menggali informasi terkait kesiapsiagaan, mekanisme respons, serta strategi Kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam sesi diskusi, jajaran Polda Bali memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan dalam mendukung manajemen disaster kepolisian, mulai dari mitigasi bencana, peningkatan kemampuan personel, kesiapan sarana dan prasarana, hingga penguatan koordinasi dengan instansi terkait.

Berbagai pengalaman dan praktik penanganan di lapangan menjadi bahan masukan dalam kajian penelitian, khususnya dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Polda Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui manajemen disaster kepolisian yang efektif dan terpadu.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Dialogis dan Imbauan Keselamatan Melaut di Pelabuhan Muncar

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat pesisir, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis serta memberikan imbauan kepada para nelayan di kawasan Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, pada Rabu (29/7/2026) mulai pukul 09.29 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, dengan personel yang bertugas yakni Aipda I Wayan Wedhana, Kanit Polairud Unit Selatan.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyampaikan berbagai pesan kamtibmas dan edukasi terkait keselamatan pelayaran kepada para nelayan yang hendak maupun akan melaut. Nelayan diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan dengan memastikan setiap awak kapal maupun perahu menggunakan life jacket (jaket pelampung) sebagai alat keselamatan wajib saat berlayar.

Selain itu, personel Satpolairud juga mengingatkan masyarakat nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca sedang ekstrem. Mengingat saat ini angin kencang masih berpotensi terjadi, kewaspadaan menjadi hal utama demi mencegah kecelakaan di laut.

Patroli dialogis ini juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat nelayan, sekaligus mempererat komunikasi antara Polri dan warga pesisir sehingga setiap informasi maupun potensi gangguan keamanan dapat segera ditindaklanjuti.

Dari hasil kegiatan tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di sekitar Dermaga Pelabuhan Muncar tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan.

Berdasarkan kondisi cuaca saat pelaksanaan patroli sekitar pukul 08.00–15.00 WIB, cuaca terpantau cerah, kondisi air laut pasang, angin bertiup kencang, namun gelombang relatif landai. Meski demikian, Satpolairud Polresta Banyuwangi tetap mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi prosedur pelayaran demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

Dengan kegiatan patroli dialogis yang dilakukan secara rutin, Satpolairud Polresta Banyuwangi berharap tercipta situasi perairan yang aman, tertib, serta meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya budaya keselamatan saat beraktivitas di laut.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Dugaan Penyelundupan 200 Ekor Burung Kacer di Perbatasan

SAMBAS || Jejak-indonesia.id – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Personel Pos Kumba Semunying bersama personel BAIS TNI berhasil menemukan dan mengamankan sebanyak 200 ekor burung kacer yang diduga akan diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur tidak resmi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (27/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di salah satu jalan tikus wilayah Pos Kumba Semunying, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Penemuan berawal saat lima personel Satgas Pos Kumba Semunying yang dipimpin Letda Cpl Alfian Simbolon bersama dua personel BAIS TNI dipimpin Serma Casis melaksanakan patroli dan pengawasan di jalur perlintasan tidak resmi. Saat menyisir lokasi, tim menemukan 10 kotak berisi sekitar 200 ekor burung kacer yang diduga merupakan hasil penyelundupan dari wilayah Malaysia menuju Indonesia.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh personel, didata, didokumentasikan, serta diamankan sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada komando atas guna proses penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani menegaskan bahwa pengawasan di sepanjang jalur perbatasan akan terus ditingkatkan untuk mencegah berbagai bentuk aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan satwa yang dapat merugikan negara dan mengancam kelestarian sumber daya hayati.

"Kami akan terus memperketat patroli dan pengawasan di jalur-jalur tidak resmi. Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Satgas dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mencegah tindak pidana lintas batas, termasuk penyelundupan satwa," tegas Dansatgas.

Kegiatan pengamanan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Barang bukti kini telah diamankan untuk menjalani proses administrasi dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

Dua Proyek Infrastruktur di Banyuwangi Jadi Sorotan, GNTP Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja dan Keterbukaan Informasi Publik

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi perhatian publik. Gerakan Nasional Transparansi Pembangunan (GNTP) menyoroti sedikitnya dua proyek yang tengah berjalan, yakni penataan bahu jalan di Jalan Temuguruh, Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, serta proyek pembangunan jembatan di Jalan Raya Gambiran, tepatnya di wilayah selatan Al Huda.

Berdasarkan hasil pemantauan GNTP di lapangan, proyek penataan bahu jalan di Tapaklembu telah memasuki tahap pekerjaan dengan adanya aktivitas galian dan penumpukan material di sisi jalan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan apabila tidak disertai pengamanan yang memadai, seperti rambu-rambu lalu lintas, pembatas area kerja, maupun lampu peringatan pada malam hari.

Sementara itu, pada proyek pembangunan jembatan di Jalan Raya Gambiran Selatan Al Huda, GNTP juga menemukan belum terlihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena papan informasi merupakan salah satu bentuk transparansi kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran pembangunan.

Hasan, Humas GNTP Nasional, menegaskan bahwa seluruh proyek yang menggunakan anggaran negara maupun daerah harus dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan informasi dan keselamatan kerja.

"Setiap proyek pemerintah wajib memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat melalui pemasangan papan nama proyek. Masyarakat berhak mengetahui nama kegiatan, lokasi pekerjaan, nilai kontrak, sumber pendanaan, jangka waktu pelaksanaan, hingga nama kontraktor pelaksana," ujar Hasan.

Menurutnya, prinsip keterbukaan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengatur hak masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan konstruksi juga diharapkan memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, termasuk penyediaan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan.

GNTP menilai keberadaan papan informasi proyek bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik. Demikian pula dengan pemasangan rambu-rambu keselamatan, pembatas area kerja, dan petugas pengatur lalu lintas apabila pekerjaan berpotensi mengganggu arus kendaraan.

Atas temuan tersebut, GNTP meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga bersama kontraktor pelaksana agar segera melakukan evaluasi di lapangan dengan:

1. Memasang papan informasi proyek secara lengkap dan mudah dibaca masyarakat.

2. Menyediakan rambu-rambu, lampu peringatan, serta pembatas area kerja sesuai standar keselamatan.

3. Menata material konstruksi agar tidak mengganggu pengguna jalan.

4. Menempatkan petugas pengatur lalu lintas pada jam-jam sibuk apabila diperlukan.

 

"Kami mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Banyuwangi. Namun pembangunan harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Transparansi bukan untuk diperdebatkan, melainkan merupakan kewajiban dalam setiap penggunaan anggaran publik," tegas Hasan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi pelaksana maupun kontraktor terkait belum terlihatnya papan informasi proyek pada kedua lokasi tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang.

GNTP menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Banyuwangi sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, serta mengedepankan keselamatan publik.

Kepercayaan Masyarakat Meningkat, Satgas Pamtas Terima Penyerahan Senjata Rakitan di Perbatasan RI-Malaysia

SANGGAU || Jejak-indonesia.id – Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali menunjukkan keberhasilan dalam membangun kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui pendekatan komunikasi sosial (Komsos) yang humanis dan berkelanjutan, seorang warga secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis Bowman kepada personel Pos Guna Banir.

Penyerahan senjata dilakukan pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 18.00 WIB di Dusun Guna Banir RT 02, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Senjata tersebut diserahkan oleh JW (66) seorang pekebun kepada personel Pos Guna Banir yang dipimpin Danpos Letda Cpl Abdul Ghani Fardhiansyah, S.Tr.(Han).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan komunikasi sosial yang dilakukan personel Pos Guna Banir pada 27 Juli 2026. Dari hasil pendekatan tersebut, personel memperoleh informasi mengenai kepemilikan senjata rakitan oleh salah seorang warga. Keesokan harinya, personel kembali mendatangi kediaman JW untuk memberikan pemahaman tentang larangan kepemilikan senjata api ilegal serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Setelah mendapatkan penjelasan secara persuasif, JW dengan kesadaran sendiri menyerahkan satu pucuk senjata rakitan jenis Bowman kepada personel Satgas. Berdasarkan keterangannya, senjata tersebut selama ini digunakan untuk berburu dan tidak terkait dengan aktivitas kriminal.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani menyampaikan bahwa penyerahan senjata secara sukarela ini merupakan hasil nyata dari pendekatan humanis yang terus dilakukan kepada masyarakat perbatasan.

"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam menjaga keamanan perbatasan. Kami akan terus mengedepankan komunikasi, pembinaan teritorial, dan pendekatan persuasif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari kepemilikan senjata ilegal," ujarnya.

Selain menerima penyerahan senjata, personel Satgas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada Pos Guna Banir apabila mengetahui atau masih menyimpan senjata maupun barang ilegal lainnya. Kegiatan komunikasi sosial dan patroli keamanan akan terus ditingkatkan guna mewujudkan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

*Kontak Media*
Penerangan Satgas Pamtas
RI - Malaysia Yonarmed19/Bogani
Kodam XIII/Merdeka
Ltd Ctp Juwito (Papen)

error: Content is protected !!