We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Karya Bakti Satgas Yonif 521/DY Bersihkan untuk Lingkungan Sehat di Wilayah Penugasan Papua

PAPUA || jejakindonesia.id - Karya bakti TNI untuk lingkungan sehat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat untuk membersihkan, merapikan, dan memperbaiki lingkungan demi menciptakan tempat tinggal yang bersih, sehat, nyaman, serta mempererat kebersamaan dan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan. (14/1/2026)

Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Satgas Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan karya bakti dengan membersihkan rumput dan lingkungan di halaman rumah salah satu warga di sekitar pos Kobakma.

Kegiatan Karya bakti ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Satgas Yonif 521/DY terhadap kebersihan lingkungan serta untuk membantu meringankan beban masyarakat. Personel Satgas bersama warga setempat bergotong royong membersihkan rumput liar dan merapikan halaman rumah agar terlihat lebih bersih, rapi, dan sehat.

Danki Lettu Inf Kartono menyampaikan bahwa kegiatan karya bakti ini merupakan salah satu upaya Satgas untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata.
“Karya bakti ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara Satgas dan warga,” .

Bapak Yesson Pagawa (49) selaku pemilik lahan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Satgas Yonif 521/DY. Beliau berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan karena sangat membantu dan memberikan semangat kebersamaan.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Binter (Pembinaan Teritorial) Karya Bakti Lingkungan Sehat, Melalui kegiatan karya bakti ini, Satgas Yonif 521/DY berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan kenyamanan bersama.

Ini merupakan program TNI untuk mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui aksi nyata kepedulian lingkungan yang lebih rapi, bersih, dan nyaman untuk kita semua.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Aksi Cepat dan Humanis, Kasat Lantas Polresta Kompol Elang Prasetyo Bantu Korban Kecelakaan di Depan Terminal Brawijaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Keteladanan dan kepedulian aparat kepolisian kembali ditunjukkan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi, Kompol Elang Prasetyo, S.I.K., M.Si, yang dengan sigap dan tanpa ragu turun langsung membantu korban kecelakaan lalu lintas di depan Terminal Brawijaya, Rabu (14 Januari 2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada jam-jam padat aktivitas masyarakat. Saat itu, Kompol Elang Prasetyo yang sedang melaksanakan pemantauan arus lalu lintas mendapati adanya seorang warga yang mengalami kecelakaan di badan jalan. Melihat kondisi korban yang tergeletak dan membutuhkan pertolongan cepat, Kompol Elang Prasetyo segera menghentikan kendaraannya dan turun langsung memberikan bantuan.

Tanpa menunggu personel lain, ia langsung mengamankan lokasi kejadian agar tidak menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lanjutan. Bersama beberapa warga dan anggota yang berada di sekitar lokasi, Kompol Elang Prasetyo kemudian mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian. Korban yang tampak mengalami luka cukup serius segera dilarikan menggunakan kendaraan menuju Rumah Sakit Yasmin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Aksi cepat tersebut sontak menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Banyak di antara mereka mengapresiasi kepedulian Kasat Lantas yang tidak hanya menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, tetapi juga menunjukkan empati dan kemanusiaan yang tinggi.

"Beliau langsung turun sendiri, tidak sungkan membantu korban. Kami sebagai warga sangat menghargai tindakan seperti ini,” ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Kompol Elang Prasetyo menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kepolisian. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman dan perlindungan, terlebih dalam kondisi darurat seperti kecelakaan lalu lintas.

"Kami hadir untuk masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu secepat mungkin,” tegasnya.

Setelah memastikan korban mendapatkan perawatan medis, Kompol Elang Prasetyo kembali mengatur arus lalu lintas di sekitar Terminal Brawijaya agar kembali lancar dan aman. Tindakan tersebut menjadi cerminan nyata dari pelayanan prima kepolisian yang humanis, responsif, dan profesional.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Kasat Lantas Polresta Banyuwangi ini pun menuai pujian luas dari masyarakat dan menjadi contoh teladan bahwa kehadiran polisi di lapangan bukan hanya sebagai penegak aturan, melainkan juga sebagai pelindung (***)

Gratis, Polres Kediri Kota Temukan dan Kembalikan Motor Hilang kepada Pemiliknya

KEDIRI || jejakindonesia.id - Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim mengembalikan sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kepada pemiliknya.

Barang bukti sepeda motor itu merupakan kasus curanmor yang berhasil diungkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim bersama Polsek jajarannya.

Motor itu dikembalikan secara simbolis kepada pemiliknya yang menjadi korban pencurian di Mako Polres Kediri Kota pada Rabu (14/1/2026).

Sebanyak empat korban pencurian kendaraan bermotor di wilayah Barat sungai Kabupaten Kediri akhirnya bisa tersenyum lega setelah polres setempat berhasil mengembalikan motor mereka secara gratis.

"Kita langsung serahkan unit sepeda motor kepada masing-masing pemiliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang dicuri," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana.

Ia mengatakan, para tersangka kini sudah diproses hukum dan diamankan di Polres Kediri Kota.

"Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor yang sebelumnya dicuri oleh tersangka yang sekarang kami serahkan ke pemilik sah nya," jelas AKP Cipto.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada biaya apapun alias gratis mulai dari laporan pencurian hingga pengembalian sepeda motor.

"Alhamdulillah sepeda motornya bisa digunakan kembali untuk beraktivitas sehari-hari," ucapnya.

AKP Cipto mengimbau kepada masyarakat masyarakat agar senantiasa hati-hati, waspada, dan tidak teledor ketika memarkirkan kendaraannya.

"Kami harap ke depannya makin banyak CCTV yang terpasang di bling spot area yang berada di wilayah hukum polres Kediri Kota sehingga bisa mencegah tindak pidana kejahatan," tuturnya.

Sementara itu Sri salah satu korban pencurian asal Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri mengaku, senang sepeda motornya bisa kembali.

Ia juga berterima kasih kepada Polres Kediri Kota yang sudah berhasil mengungkap kasus curanmor sekaligus motornya bisa kembali dalam keadaan utuh.

"Terima kasih pak polisi akhirnya motor saya bisa kembali," ungkapnya. (*)

Polres Pacitan Gandeng Ipda Purnomo Rehabiltasi Lima ODGJ

PACITAN || jejakindonesia.id – Polres Pacitan Polda Jatim menggandeng Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal aktif menangani ODGJ, untuk memberikan perawatan lanjutan kepada warga yang selama ini belum tertangani secara optimal.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan, pada tahap awal pihaknya membawa Lima ODGJ untuk mendapatkan perawatan intensif di Lamongan.

Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah, dengan melibatkan Dinas Sosial serta tenaga kesehatan.

“Hari ini kami bawa lima orang menderita gangguan kejiwaan bersama pemerintah daerah yang diwakili Dinsos, dibantu Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan,” ujar AKBP Ayub, Rabu (14/1/2026).

Ia menegaskan, kehadiran aparat negara dalam penanganan ODGJ merupakan wujud tanggung jawab sosial sekaligus kemanusiaan.

Menurutnya, selama ini sebagian pasien sudah pernah mendapatkan pengobatan, bahkan dirujuk ke rumah sakit jiwa. Namun, kondisi mereka kembali kambuh setelah pulang ke rumah.

“Semoga dengan hadirnya Pak Purnomo, pasien kita yang dipondokkan di Lamongan bisa kembali normal saat ke Pacitan nanti,” lanjutnya.

Kapolres Pacitan juga memastikan program ini tidak berhenti pada satu tahap saja.

“Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan insyaallah nanti masih ada kloter selanjutnya,” kata AKBP Ayub.

Sementara itu, Ipda Purnomo menjelaskan bahwa faktor penyebab gangguan jiwa yang dialami para pasien sangat beragam.

Mulai dari tekanan ekonomi hingga latar belakang kehidupan yang berat, sehingga penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kalau faktor, kita lihat tadi ada yang belajar ilmu pencak silat, kebanyakan faktor ekonomi. Jadi kami tidak bisa menyalahkan pihak manapun, karena ODGJ ini butuh pengobatan berkelanjutan,” ungkap Ipda Purnomo.

Menurut Ipda Purnomo, peran keluarga menjadi kunci utama dalam proses pemulihan pasien.

Setelah dinyatakan sehat, pasien akan dipulangkan dan tetap membutuhkan pendampingan lanjutan di lingkungan keluarga.

“Insyaallah mudah-mudahan yang empat ODGJ sebulan sehat. Untuk yang dipasung dan dirantai paling dua bulan sudah sehat. Kalau sembuh kami pastikan 100 persen, namun pengobatan harus dilanjutkan. Bisa distabilkan, tapi peran keluarga sangat penting,” tegasnya.

Ipda Purnomo juga menjelaskan metode penanganan yang diterapkan di tempat rehabilitasi yang berada di bawah naungan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Lamongan.

Seluruh pasien mendapatkan perawatan medis dengan melibatkan dokter jiwa dan tenaga spesialis, tanpa praktik pemasungan.

“Di tempat kami tidak ada yang dikerangkeng, kami lepas semuanya. Dan yang paling penting, mereka dimanusiakan. Insyaallah kena air wudhu, segera pulih,” pungkasnya. (*)

Polri Hadir Menyentuh dari Pintu ke Pintu: Layanan Kesehatan dan Home Visit Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id — Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Menjawab kondisi tersebut, Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat, bahkan hingga ke pintu rumah warga yang membutuhkan perawatan khusus.

Pusdokes Polri dan Bid Dokes Polda Aceh melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan, serta home visit kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu, (14/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Tim BKO Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dokkes Polres Aceh Tamiang, serta Tim Biddokkes Polda Aceh, sebagai wujud sinergi lintas satuan dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.

Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M. Si. dalam keterangannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujar dr. Dafianto Arief.

Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.
“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.
“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.

Tim juga melaksanakan home visit terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik. Perwakilan dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, AMK, menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.
“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” ujarnya.

Kehadiran tim kesehatan Polri disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.
“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.
“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, dan melindungi masyarakat—bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat.

error: Content is protected !!