Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Boyong Jajarannya, Wabup Pohuwato Belajar Pelayanan Publik Ke Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Berbagai terobosan dalam bidang pelayanan publik yang digeber Pemkab Banyuwangi terbukti sukses menghadirkan sistem birokrasi yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi warganya.

Hal ini menarik perhatian banyak kalangan, salah satunya Wakil Bupati Pohuwato Provinsi Gorontalo, Iwan Sjafrudin Adam, yang langsung terbang ke Banyuwangi untuk studi tiru terkait hal tersebut.

“Kami sudah mendengar tentang keberhasilan Banyuwangi di sektor pelayanan publik. Untuk itu, kami boyong jajaran kami untuk studi tiru ke Banyuwangi. Utamanya, terkait mal pelayanan publik (MPP),” ungkap Iwan saat diterima Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Lounge Pemkab Banyuwangi, Rabu (28/1/2026).

Iwan mengatakan, untuk memperkuat pelayanan kepada warganya, Pemkab Pohuwato berencana membangun MPP yang ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.

“Kami ingin mencontoh keberhasilan Banyuwangi dalam menerapkan mal pelayanan. Praktik baik dari sini, akan kami terapkan di Pohuwato untuk memperkuat pelayanan publik di daerah kami,” ujarnya.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut baik kehadiran rombongan tersebut. “Setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kunjungan Pemkab Pohuwato kali ini menjadi kesempatan kita untuk saling sharing pengembangan daerah,” ujarnya.

Mujiono menyampaikan, Banyuwangi menerapkan MPP sejak 2017. Ini merupakan MPP pertama di Indonesia yang dikelola oleh pemerintah kabupaten yang kini telah mengintegrasikan 370 jenis layanan dalam satu tempat.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Banyuwangi pun telah mengembangkan MPP Digital pada akhir 2022. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kependudukan dan perizinan kesehatan cukup dari HP.

“MPP Digital kini telah diadopsi pemerintah pusat dan dikembangkan lebih lanjut,” urai Mujiono.

Selain MPP, Banyuwangi juga miliki Pasar Pelayanan Publik di dua kecamatan untuk memfasilitasi warga yang domisilinya jauh dari pusat kota. Lokasinya ada di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Genteng. Pasar Pelayanan Publik ini dibuat agar warga tidak perlu mengurus pelayanan jauh ke pusat kota. (*)

Tinjau SAE Paswangi, Kalapas Banyuwangi dan Kadispertan Pastikan Kesiapan Lahan Peternakan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini ditegaskan melalui kunjungan koordinasi sekaligus peninjauan lahan operasional di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi oleh Kalapas Banyuwangi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Rabu (28/01).

Kegiatan diawali dengan pertemuan formal di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam rencana strategis pembangunan peternakan ayam petelur yang akan dipusatkan di lahan SAE Paswangi.

Kerjasama ini diharapkan menjadi pilar penguatan kemandirian pangan, sekaligus sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki Lapas.

"Kami berkomitmen agar SAE Paswangi tidak hanya menjadi tempat asimilasi, tetapi juga pusat produktivitas yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan teknis dari Dinas Pertanian, kami optimis pembangunan peternakan ayam petelur ini akan berjalan sesuai standar peternakan profesional," ujar Wayan.

Usai koordinasi di kantor dinas, rombongan yang terdiri dari Kalapas Banyuwangi, Kasi Kegiatan Kerja, Kasi Admin Kamtib, serta jajaran struktural terkait, langsung bertolak menuju lokasi SAE Paswangi. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan teknis lahan, mulai dari aksesibilitas, ketersediaan air, hingga tata letak kandang yang akan dibangun melalui sinergi dan kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menyambut baik inisiatif ini. Pihaknya menyatakan siap memberikan pendampingan, mulai dari tahap perencanaan konstruksi hingga proses pemeliharaan ternak nantinya.

“Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi sirkular di lingkungan pemasyarakatan,” ungkap Danang.

Kedepannya, hasil peninjauan ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan perencanaan teknis dan realisasi pembangunan fisik, guna mempercepat swasembada pangan di wilayah Banyuwangi melalui sektor peternakan.

Perkuat Sinergi Media dan Polri, PW-FRN Banyuwangi Silaturahmi Strategis dengan Kapolresta

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Upaya memperkuat sinergi antara awak media dan institusi kepolisian terus dilakukan Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) DPC Banyuwangi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda silaturahmi strategis dengan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026) siang di ruang kerja Kapolresta.

Kunjungan yang dikemas dalam suasana akrab dan dialogis ini dipimpin langsung oleh Ketua PW-FRN DPC Banyuwangi, Agus Samiaji. Pertemuan tersebut menjadi forum komunikasi kelembagaan untuk mempererat hubungan kemitraan sekaligus menyamakan persepsi mengenai peran strategis media dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti pentingnya kolaborasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab antara media dan kepolisian guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Banyuwangi.

Agus Samiaji menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sambutan hangat Kapolresta Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa PW-FRN DPC Banyuwangi, dengan slogan “Counter Berita Polri”, siap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyajikan informasi yang edukatif, berimbang, serta menyejukkan ruang publik.

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan jembatan komunikasi untuk membangun kepercayaan dan kolaborasi. Tujuannya jelas, yakni menciptakan situasi Banyuwangi yang aman, kondusif, dan harmonis,” tegas Agus Samiaji.

Senada dengan itu, Sekretaris PW-FRN DPC Banyuwangi, Marta Yofi Winatha, menekankan bahwa sinergi media dan Polri harus dilandasi profesionalisme, etika jurnalistik, serta tanggung jawab sosial.

“Media memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi antara Polri dan masyarakat. PW-FRN berkomitmen mendukung Polresta Banyuwangi melalui pemberitaan yang objektif, beretika, dan mampu mendorong kesadaran hukum di tengah masyarakat,” ujar Marta.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menyambut positif kunjungan jajaran PW-FRN DPC Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan masyarakat dan media sebagai mitra strategis.

Menurutnya, kemitraan yang solid dengan insan pers dan elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Sinergitas seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Kapolresta.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkokoh kemitraan strategis antara PW-FRN DPC Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkesinambungan di Bumi Blambangan.

(rag)

Warga Perum Adimas Sobo Banyuwangi Tolak Rencana Pembangunan TPS3R

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Warga Perumahan Adimas Sobo Regency, Kelurahan Sobo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan TPS3R, yang sebelumnya disebut Stasiun Peralihan Antara (SPA) Sampah di wilayah mereka. Penolakan disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi) bersama PT SYSTEMIQ Lestari Indonesia, pada Selasa (27/01/2026).

TPS3R Sobo direncanakan mengelola sampah dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari, yang akan menampung sampah dari wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya. Namun, rencana tersebut menuai keberatan warga karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan permukiman.

Ketua Paguyuban Perum Adimas Sobo, Guruh Kartiko, menyampaikan bahwa warga pada dasarnya mendukung upaya pengelolaan sampah, namun menolak lokasi pembangunan yang berada dekat dengan kawasan hunian dan lahan rawan banjir.

“Yang membuat kami tidak setuju adalah lokasi, karena di tempat kami itu ladangnya banjir, apalagi sekarang ditambahi sampah,” kata Guruh.

Ia menambahkan, warga juga khawatir terhadap keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka untuk generasi mendatang, termasuk anak dan cucu.

“Kami ingin lingkungan yang sehat dan aman untuk anak cucu kami ke depan, bukan justru meninggalkan masalah,” imbuhnya.

Kekhawatiran serupa diungkapkan Firman Ramadhani, warga yang rumahnya paling dekat dengan lokasi rencana TPS3R. Ia menilai alih fungsi lahan sawah menjadi fasilitas pengelolaan sampah berpotensi menghilangkan fungsi alami penahan banjir.

“Ketika banjir kami beruntung karena masih ada sawah, airnya mengalir ke sana. Sawah itu seperti danau penampung air,” ujarnya.

Sementara itu, Bani, selaku Ketua RT di Lingkungan Wonosari, Sobo sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mempertanyakan bentuk tanggung jawab apabila keberadaan TPS3R berdampak pada kerusakan lahan atau lingkungan warga.

“Nanti kalau lahan kami berubah atau rusak, pertanggungjawabannya apa?” tanyanya.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi bau sampah, pencemaran lingkungan, risiko banjir, penurunan nilai properti, serta dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat sekitar.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala DLH Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani, Camat Banyuwangi, Lurah Sobo, serta perwakilan dari PT SYSTEMIQ Lestari Indonesia. Aspirasi penolakan warga kini menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan lanjutan rencana pembangunan TPS3R di wilayah Sobo.

error: Content is protected !!