Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2026

Gempur Tambang Emas Ilegal di Beutong, Polres Nagan Raya Musnahkan Fasilitas Penambangan demi Cegah Bencana

NAGAN RAYA|| Jejak-indonesia.id — Kepolisian Resor (Polres) Nagan Raya bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin (ilegal) di wilayah Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu, 7 Februari 2026.

Kegiatan penertiban dimulai sekitar pukul 10.00 WIB diawali dengan apel pengecekan personel di halaman Mapolres Nagan Raya yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Nagan Raya, Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K. menjelaskan, setelah apel, personel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Nagan Raya Kompol Rafi Darmawan, S.E., M.Si. bergerak menuju sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas tambang ilegal.

“Sekira pukul 10.30 WIB, tim gabungan bergerak menuju Desa Blang Baro Rambong, Desa Pante Ara, Desa Krueng Neuam, dan Desa Panton Bayam di Kecamatan Beutong. Waktu tempuh menuju lokasi sekitar empat hingga enam jam,” ujar Kabid Humas.

Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan satu unit alat penyaringan emas (asbuk) yang tidak diketahui pemiliknya. Barang bukti tersebut diamankan di Polsek Seunagan Timur. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah jambo (tempat beristirahat) dan alat penyaringan emas lainnya di beberapa titik berbeda.

“Terhadap temuan tersebut, tim gabungan melakukan pemusnahan di tempat dengan cara dibakar serta memasang garis polisi (police line) agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal,” jelasnya.

Kegiatan patroli dan penertiban berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, tidak ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal yang sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Nagan Raya, sambungnya.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa penertiban ini dilakukan sebagai respons atas dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Aceh, yang diduga berkaitan dengan kerusakan lingkungan dan kawasan hutan.

“Di Kabupaten Nagan Raya, dampak bencana sangat terasa, khususnya di Kecamatan Beutong Ateuh, di mana dua desa dilaporkan hilang akibat kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian serius terhadap perlindungan hutan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia serta wujud kehadiran negara dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak kerusakan alam yang lebih luas.

“Penertiban ini dilakukan secara terukur, profesional, dan humanis, namun tetap tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Fokus kegiatan hari ini adalah menindak aktivitas tambang emas ilegal di wilayah Beutong,” tegasnya.

Polres Nagan Raya, kata Kabid Humas, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak dalam menindak segala bentuk aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.

"Kepada masyarakat diimbau agar tidak melakukan penambangan tanpa izin dan turut berperan aktif menjaga hutan serta lingkungan demi keselamatan bersama dan keberlanjutan kehidupan di masa mendatang," pungkas Kabid Humas.

Operasi Keselamatan Toba 2026: Angka Kecelakaan Turun 20 Persen

MEDAN || Jejak-indonesia.id – 6 (enam) hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumatera Utara mencatat tren yang sangat positif, khususnya pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa (berdasarkan data laporan operasi keselamatan toba 7 Februari 2026).

Berdasarkan data perbandingan periode hari ke-1 hingga hari ke-6 tahun 2025 dan 2026, jumlah kejadian kecelakaan turun dari 84 kasus menjadi 67 kasus atau menurun sebesar 20,2 persen.

Penurunan paling signifikan terlihat pada angka korban kecelakaan lalulintas, diantaranya korban luka berat mengalami penurunan dari 26 orang menjadi 25 orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 101 orang menjadi 92 orang.

Tren ini menjadi indikator bahwa pendekatan preventif, edukatif, dan humanis yang dikedepankan dalam operasi mulai memberikan dampak nyata terhadap keselamatan berlalu lintas di Sumatera Utara.

Dari sisi penegakan hukum, pada hari ke-6 tercatat 975 tindakan pelanggaran. Angka ini turun signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.701 kasus, atau mengalami penurunan sebesar 63,9 persen. Penindakan melalui ETLE tercatat 20 kasus dan non-ETLE sebanyak 56 kasus, sementara teguran yang diberikan secara humanis mencapai 894 kali.

Secara kumulatif dari hari pertama hingga hari keenam, total penindakan mencapai 7.089 tindakan, dengan dominasi teguran sebanyak 5.479 kali, menunjukkan bahwa pembinaan tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian publik dalam pelaksanaan enam hari adalah pemeriksaan kendaraan angkutan umum, travel, dan truk yang dilakukan melalui ramp check bersama instansi terkait. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kelayakan teknis kendaraan, kelengkapan surat-surat, hingga kondisi muatan untuk mencegah pelanggaran over dimension dan over loading.

Selain itu, para sopir juga menjalani tes urin guna memastikan mereka dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sebagai langkah pencegahan kecelakaan fatal di jalan raya.

Pada hari keenam, tercatat satu penindakan terhadap kendaraan travel yang tidak sesuai peruntukan serta empat penindakan terhadap pelanggaran over dimension dan over loading.

Secara kumulatif hingga hari keenam, pelanggaran over dimension dan over loading mencapai 11 kasus. Langkah ini menunjukkan komitmen Polda Sumut dalam menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa menjadi capaian penting dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.

Ia menegaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi lebih kepada upaya penyelamatan nyawa dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Penurunan angka kecelakaan hingga 20 persen dan turunnya korban meninggal dunia sebesar 48 persen merupakan hasil dari kerja bersama. Kami mengedepankan edukasi, pemeriksaan kendaraan, serta tes urin sopir untuk memastikan keselamatan masyarakat benar-benar terjaga,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap sopir travel dan truk menjadi fokus penting karena faktor kelalaian dan kondisi pengemudi sering menjadi penyebab kecelakaan berat. Oleh karena itu, pendekatan preventif akan terus diperkuat selama operasi berlangsung.

Dengan tren yang terus menunjukkan penurunan kecelakaan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Operasi Keselamatan Toba 2026 diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara.

Hingga Dini Hari, Brimob Polda Sumut Intensifkan Patroli KRYD Cegah Kejahatan Jalanan

SUMUT || Jejak-indonesia.id - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli skala besar di sejumlah wilayah rawan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan patroli ini dilaksanakan sebagai bentuk backup pengamanan Polrestabes Medan, dengan melibatkan personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut serta personel Batalyon A Pelopor. Patroli menyasar titik-titik strategis dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat gangguan kamtibmas, seperti kawasan rumah ibadah, simpang jalan utama, hingga area yang kerap dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam hari.

Patroli KRYD Detasemen Gegana dipimpin oleh IPDA Zeplin Sianturi, S.H., M.H., dengan melibatkan 13 personel. Kegiatan patroli terpadu bersama jajaran Polsek Sunggal dan Polrestabes Medan. Personel secara aktif melakukan pemantauan situasi, dialog humanis, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam.

Sementara itu, patroli skala besar di wilayah hukum Polrestabes Medan juga diperkuat oleh 20 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang dipimpin Ipda Franki F.H. Hutagalung, S.H., M.H.. Patroli menyusuri sejumlah ruas jalan utama di wilayah Medan Baru dan sekitarnya, dengan fokus pencegahan tindak kejahatan jalanan serta aksi balap liar.

Seluruh rangkaian patroli dilaksanakan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional, tanpa mengedepankan tindakan represif.

Hasilnya, situasi kamtibmas di seluruh rayon patroli terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya tindak kriminal seperti begal, geng motor, maupun kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor).
“Kegiatan patroli KRYD ini merupakan bentuk kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi, terutama pada malam hingga dini hari,” ujar Ipda Zeplin Sianturi.

Dengan kehadiran personel Brimob di lapangan, masyarakat Kota Medan dan Sunggal diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, sekaligus turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Hadiri Haul KH. Musayyidi, Bupati Banyuwangi Tegaskan Menjunjung Tinggi Aspirasi Para Ulama

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Peringatan Haul ke-14 KH. Achmad Musayyidi di PP. Mabadiul Ihsan, Karangdoro pada Sabtu (7/2/2026) dihadiri berbagai kalangan. Para kiai, tokoh masyarakat hingga pejabat tampak berbaur dengan ribuan jamaah yang hadir.

Tampak hadir di antaranya KH. Fachruddin Manan, KH. Hasan Thoha, KH. Muhaimin Asymuni, KH. Masykur Ali, KH. Muwafiq Amir, KH. Achmad Wahyudi, KH. Sunandi Zubaidi, KH. Aly Asyiqin dan sejumlah kiai lainnya. Berderet bersama keluarga besar Mabadiul Ihsan. Di antara H. Abdullah Azwar Anas, KH. Masykur, H. Syukron Makmun, Mufti Anam dan lain-lain.

Adapula KH. Firjaun Barlaman dari Jember, Habib Muhammad bin Abu Bakar Al-Muhdlar dari Situbondo dan sejumlah tokoh lain dari luar kota. Turut satu majelis bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi H. Mujiono dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menegaskan jika aspirasi para ulama dan kiai menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan di daerahnya. “Nasihat-nasihat dari para kiai, kami junjung tinggi dalam pengambilan-pengambilan keputusan di pemerintahan kami. Kami meyakini aspirasi para kiai membawa aspirasi dari masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Aspirasi tokoh agama tersebut, lanjut Ipuk, diolah sedemikian rupa dalam bentuk program wajib dan program prioritas. Program tersebut disesuaikan dengan tantangan dan kondisi fiskal saat ini. “Dari aspirasi dan kondisi yang ada, lantas kami menjalankan program seefektif mungkin, namun memiliki dampak yang luas,” jelasnya.

Ipuk mencontohkan salah satunya adalah program infrastruktur. Di awal 2026 ini, telah dilakukan sejumlah perbaikan jalan berlubang. Tak kurang dari 170 titik jalan berlubang di ruas utama. “Secara bertahap pada tahun ini, anggaran infrastruktur akan terus dioptimalkan guna kemaslahatan bersama,” terang Ipuk.

KH. Achmad Musayyidi merupakan pendiri PP. Mabadiul Ihsan, Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Pesantren tersebut kini berkembang dengan pesat. Memadukan pola pendidikan salaf, modern dan berbasis internasional. Memiliki sejumlah pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Salah satunya adalah Universitas Islam Cordova.

Saat ini juga dikembangkan Pesantren Daar Al Ihsan (DAI) yang menggunakan kurikulum internasional. Pesantren ini mengedepankan pendidikan anti-bulliying dan lingkungan yang asri. “Akhlakul karimah, keilmuan agama dan skill serta leadership menjadi output utama yang kita tekankan kepada para santri,” ungkap Pembina Yayasan PP. Mabadiul Ihsan Gus H. Abdullah Azwar Anas. (*)

Kapolresta Banyuwangi Hadiri Haul Masyayikh Ponpes Mabadiul Ihsan ke-14

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi KBP Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri kegiatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan ke-14, memperingati almarhum KH Achmad Musayyidi, yang digelar di Dusun Karangdoro, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan haul yang diikuti sekitar ribuan jamaah tersebut dihadiri oleh para ulama, habaib, tokoh masyarakat, santri, serta jajaran Forkopimda dan OPD Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan haul yang berlangsung khidmat dan tertib.

Kapolresta Banyuwangi menekankan pentingnya menjaga persatuan, nilai-nilai keagamaan, serta peran ulama dalam membangun karakter dan ketahanan sosial masyarakat.

Selain itu, Kapolresta Banyuwangi juga mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari kepedulian bersama.