Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Polres Probolinggo Raih Peringkat II Kinerja IKPA Terbaik Semester II 2025 Dari KPPN Bondowoso

PROBOLINGGO || Jejak-indonesia.id – Polres Probolinggo Polda Jatim kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan anggaran.

Pada Periode Semester II Tahun 2025, Polres Probolinggo Polda Jatim berhasil meraih Penghargaan dari KPPN Bondowoso sebagai Peringkat II Kinerja IKPA Terbaik Satuan Kerja di Wilayah Kabupaten Probolinggo.

Penyerahan penghargaan berlangsung di aula Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bondowoso, Kamis (12/2/2026).

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kasi keuangan Iptu Priadi menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh KPPN Bondowoso kepada jajarannya.

“Kami berterima kasih atas penghargaan dari Kepala KPPN Bondowoso. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel dalam mengelola anggaran secara profesional dan akuntabel,” ujar Iptu Priadi.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja pelaksanaan anggaran yang dinilai melalui Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Lebih lanjut, Iptu Priadi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan wujud komitmen Polres Probolinggo Polda Jatim dalam mengelola anggaran secara optimal guna mendukung tugas kepolisian dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran, sehingga kinerja organisasi semakin baik dan berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Iptu Priadi.

Untuk diketahui, penilaian IKPA meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran secara efektif, efisien, dan transparan

Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas kinerja. (*)

Pengurus Baru PBVSI Sumenep Resmi Dilantik, Pembinaan Usia Dini Jadi Prioritas Utama

SUMENEP || Jejak-ndonesia.id - Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumenep masa bakti 2025–2029 resmi dilantik di Pendopo Keraton Sumenep, Jumat (13/02/2026).

Pada periode ini, pembinaan atlet usia dini ditegaskan menjadi program prioritas dalam mendorong peningkatan prestasi bola voli daerah.

Ketua Umum PBVSI Pengprov Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto melalui Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga bola voli merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani masyarakat.

"Olahraga berperan dalam membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda," ungkap Kombes Pol Abast.

Ia juga menegaskan bahwa bola voli dapat menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.

"Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara terprogram, terpadu, dan berkesinambungan," lanjut Kombes Abast.

Menurutnya, Kabupaten Sumenep selama ini aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat daerah maupun nasional.

Namun demikian, beberapa sektor pembinaan dinilai masih perlu ditingkatkan agar prestasi yang diraih lebih optimal.

Ia menekankan pembinaan harus dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat SD, SLTP, SLTA hingga perguruan tinggi.

Atlet, pelatih, wasit, serta sarana dan prasarana disebut sebagai satu kesatuan yang saling mendukung dalam sistem pembinaan.

“Untuk mewujudkan prestasi diperlukan adanya komitmen dan kebersamaan yang kuat untuk membina atlet-atlet bola voli sedini mungkin, secara terprogram, terpadu dan bersinergi,” kata Kombes Abast.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai potensi atlet voli di daerahnya cukup besar, namun belum sepenuhnya terfasilitasi secara maksimal.

“Potensi atlet voli Sumenep ini kan sebenarnya besar, tapi karena adanya miskomunikasi jadinya mungkin kurang terfasilitasi,” kata Bupati Sumenep usai pelantikan.

Bupati menekankan pentingnya soliditas dalam tubuh organisasi. Ia meminta pengurus menjaga komunikasi terbuka dan menyelesaikan perbedaan pendapat secara internal.

“Pengurus harus solid, tidak boleh berbicara di belakang punggung, kalau mau bicara di depan mata,” tegasnya.

Ia juga berharap ke depan atlet-atlet lokal Sumenep mampu bersaing di luar daerah. Sebab, ia menilai, selama ini masih banyak klub di Sumenep yang mengontrak atlet dari luar.

“Harapan kita itu, justru atlet Sumenep yang dikontrak keluar. Dari kita itu lah yang diundang, bukan kita yang mengundang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PBVSI Pengkab Sumenep Syamsul Muarif menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah awal melalui seleksi terbuka atlet usia dini.

Seleksi dilakukan untuk kelompok usia U-15, U-17, U-19, dan U-20 dengan kuota 15–20 pemain di masing-masing kategori.

“Dari hasil seleksi tersebut, PBVSI ingin memiliki database terkait kompetensi atlet voli di Sumenep, sehingga bisa lebih mudah melakukan pemantauan dan pembinaan,” tutupnya. (*)

Buka Pendaftaran Serempak Kampus Pilihan 2026, BCU 2026 Dibanjiri Belasan Ribu Pelajar Kelas XII SMA/K

BANDUNG || Jejak-ndonesia.id - Pelaksanaan Pameran Bergengsi Pendidikan Tinggi kembali Digelar di Kota Bandung. APTISI Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan PT. Profex (Profajar Eksibit Nusantara) Gelar Bandung Campus Update (BCU) yang 6, yang dilaksanakan pada 11 Feb sampai dengan 13 Feb 2026 di Bandung Convention Center, Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bandung

Penanggungjawab Kegiatan Zaidin A Zaiti mengungkapkan kepada Awak media terkait Pelaksanaan Bandung Campus Update ke 6 Tersebut

"Bandung Campus Update ke 6 dibuka pada 11 Februari 2026, diawal pembukaan kami memfasilitasi Kegiatan Diskusi Kopi Pagi Pimpinan Perguruan Tinggi Jawa Barat "Moving Fast, Creating Impact 2026" yang diisi oleh Dr. Ir. H.M. Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I Selaku Ketum APTISI, Prof. Dr. Ir. Eddy Soekanto Soegoto, MT Selaku Ketua APTISI Provinsi Jabar, Perwakilan LLDikti Wilayah IV, Perwakilan BAN-PT, serta dari Pemprov Jawa Barat. Agenda tersebut akan dihadiri oleh Pengurus APTISI Jawa Barat Periode 2025-2030 yang akan dikukuhkan, dan Pimpinan Perguruan Tinggi lainnya" ungkapnya

Secara Bersamaan Agenda tersebut juga diselingi dengan kegiatan Pengukuhan Pengurus APTISI Provinsi Jawa Barat Periode 2025-2030

Dini Falah, MBA selaku Ketua Penyelenggara Bandung Campus Update 2026 mengungkapkan kepada awak media bahwa 6th Bandung Campus Update ini adalah Pameran Perguruan Tinggi Terbesar Se-Jawa Barat

"Bandung Campus Update Tahun 2026 ini adalah Pergelaran Pameran Pendidikan Tinggi Terbesar di Jawa Barat, karena momen ini diikuti dengan Pengukuhan Pengurus APTISI Jawa Barat Periode 2025-2030 yang langsung dikukuhkan oleh Ketua Umum APTISI Dr Ir Budi Djatmiko, M.Si, M.E.I. Pameran ini diikuti oleh 80 Perguruan Tinggi yang berada di Jawa Barat maupun dari luar Jawa Barat," kata Dini Falah

Pameran dimulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, serta diikuti Kegiatan Diskusi Penjajakan para calon Mahasiswa dalam memilih potensi program studi yang diinginkan. Diantaranya Penjajakan Minat Program Bidang Teknologi Informasi, Minat Program Vokasi, Minat Program Sains dan Teknologi, Minat Program Bidang Komunikasi, Minat Program Bidang Kesehatan, Minat Program Bidang Perhubungan, Minat Program Bidang Ekonomi dan Manajemen, serta Minat Program Bidang Industri.

"Penyelenggara juga memfasilitasi sarana transportasi antar jemput dari Sekolah ke lokasi Pameran, dan diantar kembali ke Sekolah. Seluruh Peserta Pameran akan mendapatkan lima Belas Ribu Lebih Database pengunjung selama acara pameran Perguruan Tinggi Berlangsung," ulas Dini Falah menutupi. (Megy)

#BandungCampusUpdate
#BCU2026
#BandungCampusUpdate2026
#Profex
#DiniFalah
#MataerDigital

Global Spiritual Diplomacy to Build Awareness and Understanding of Human Dignity on Earth

Jejak-ndonesia.id || The reciprocal visit of friends and relatives of GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia/Indonesian Moral Reconsiliasion movement) to the residence of His Excellency Asep Saefulloh, General Affairs Official of the World Peace Committee Indonesia in Bogor, on February 12, 2026, became a moment of interesting discussion, starting from the "jangka jongko ning jagat" and the echo of the "Gong of World Peace" to the Lemurian civilization, which is full of myths and mysteries, to the grand theme of GMRI's visit to various foreign countries to promote spiritual awareness through diplomacy that carries spiritual values on a global scale, with a minimum goal of "one order new", said Asep Saefulloh, who has received a positive response from friends and spiritual relatives in India.

Asep Saefulloh acknowledged that the concept of "One Order New" emerged after reading one of the prayers in the "Kitab MA HA IS MA YA", a spiritual text produced by Sri Eko Sriyanto Galgendu, the Spiritual Leader of Nusantara, from a spiritual process that took place on August 2-3, 2025, at the Antara News Agency auditorium in Jakarta. "One Order New" can be understood as a headline or a special message that refers to the most important mission of spiritual awareness for world peace.

Global spiritual diplomacy is relevant to build awareness and understanding of the spiritual relationship between humans, nature, and God. It also marks the recognition of a higher and greater spiritual power to understand and respect the order of the universe as a perfect creation of God.

In this context, the essence of sunnatullah can be comprehensively understood as an effort to understand and live by the laws of nature and spiritual principles that govern human life and the universe. In other words, it is the wise and compassionate attitude of God, as contained in the concept of rahmatan lil alamin, for all humans who are pious, without exception.

The spiritual essence of the chakras in every human being is the spiritual energy that needs to be managed and developed from the 7 chakras located along the spine. These are muladhara cakra (base of the spine), related to security and stability; svadhisthana cakra, related to creativity and emotions; manipura cakra (solar plexus), related to strength and confidence; anahata cakra (heart), related to love and compassion; vishuddha cakra (throat), related to communication and self-expression; ajna cakra (third eye), related to intuition and awareness; and sahasrara cakra (crown), related to spiritual awareness and unity with God.

By activating these chakras, humans can achieve spiritual balance and self-awareness. This is why Eastern and Western spiritualities, although they have different orientations, can be understood as having a common goal. Eastern spirituality is oriented inward, while Western spirituality is oriented outward. Therefore, Western nations believe that they need to understand the spiritual aspects of Eastern nations, which are more profound and deeper.

In short, global spiritual diplomacy aims to build and increase awareness of the importance of spirituality as a pillar of ethics, morals, and human character in organizing life and living in a way that is beneficial not only to oneself but also to others. Therefore, universal and global spirituality can be accepted and understood by everyone, without being hindered by any boundaries, including religion and faith.

Thus, efforts to build friendships and brotherhood for world peace and harmony can be realized together on earth in a spirit of warmth and happiness without conflict.

Bogor, February 12, 2026

Dinilai Berjasa Besar bagi Bangsa Indonesia, Presiden Prabowo Siapkan Penghargaan Tertinggi untuk Kapolri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas inisiatif serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala negara menyatakan akan menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Jenderal Sigit.

Hal itu diutarakan Presiden Prabowo saat menghadiri peresmian SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Sebelum menyampaikan pidato, Prabowo lebih dulu menyerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri.

Ia menyebut Kapolri akan menerima penghargaan dengan tingkat yang lebih tinggi, yakni Bintang Mahaputera. "Karena itu tadi kita beri penghargaan. Kapolri belum karena beliau nanti harus dapet penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin Mahaputera itu pantas untuk beliau," ujar Presiden Prabowo.

Presiden RI Prabowo turut menyinggung percakapannya dengan Kapolri mengenai tanda kehormatan tersebut. Ia memastikan Jenderal Sigit akan memperoleh Bintang Mahaputera berkat dedikasinya dalam program MBG.

"Saya tanya, tadi saya tanya, 'Anda sudah dapat Mahaputera?'. 'Belum, belum'. Saya yang beri Mahaputera untuk beliau. Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya, kebanggaan," tutur Presiden Prabowo.

Gembira atas SPPG Polri

Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo juga mengaku senang atas langkah Polri membangun SPPG. Ia menilai institusi kepolisian ikut membantu program MBG tanpa meninggalkan tugas utamanya.

"Saya hari ini sungguh-sungguh merasa bahagia, saya merasa gembira, saya merasa puas hati karena saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif, mungkin di suatu bidang yang seolah-olah tidak melupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan Kepolisian Negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa," ujar Presiden Prabowo.

SPPG merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap agenda pemerintahan Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita. Program tersebut ditujukan sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Fokus utama SPPG Polri yakni memperbaiki status gizi anak, mencegah kekurangan gizi, serta meningkatkan kualitas hidup demi menunjang tumbuh kembang generasi muda.

Dengan beroperasinya SPPG Polri, layanan pemenuhan gizi diharapkan berjalan maksimal dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.