Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Lanal Banyuwangi Gelar Kejuaraan Tinju Profesional Danlanal Banyuwangi Cup 2026

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - TNI AL, Lanal Banyuwangi. Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi sukses menggelar Kejuaraan Tinju Profesional memperebutkan Sabuk Emas Danlanal Banyuwangi Cup Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Mako Lanal Banyuwangi, Jl. Raya Situbondo No. 54 Ketapang, Banyuwangi, Kamis (12/2/2026).

Kejuaraan tinju digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 10 hingga 12 Februari 2026 diikuti 158 peserta, terdiri dari 146 petinju amatir dan 12 petinju Profesional dari daerah di Jawa Timur dan Bali. Sejumlah partai kelas amatir dan Profesional dipertandingkan penuh kompetitif dengan semangat sportivitas.

Dalam sambutan Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc. menyampaikan bahwa kejuaraan tinju ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera sebagai momentum mengenang nilai juang, keberanian dan semangat pantang menyerah Prajurit TNI Angkatan Laut yang selaras dengan karakter olahraga tinju. “Melalui kejuaraan ini, Lanal Banyuwangi tidak hanya memperingati secara seremonial, tetapi juga menghadirkan kegiatan positif dan kompetitif sebagai wadah pembinaan pembentukan karakter generasi muda,” jelas Danlanal.

Pada kategori Profesional, Sabuk Emas Danlanal Banyuwangi Cup Tahun 2026 berhasil diraih oleh Sertu Marinir Hartono Arsyad dari Sasana Amphibi Sidoarjo dan Iwan Key dari Malang, setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit, penuh teknik, dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul atlet tinju berprestasi sekaligus mempererat sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam mendukung pembinaan olahraga Nasional.

#tnial
#tni_angkatan_laut
#koarmada_ri
#kodaeral_v
#lanal_banyuwangi
#jalesvevajayamahe
#indonesiannavy

Respon Cepat Polsek Glagah dan BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Glagah-Licin, Arus Lalin Kembali Normal

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Glagah pada Kamis (12/2/2026) siang mengakibatkan sebuah pohon jenis Sengon dengan diameter sekitar 50 cm tumbang di area Tikungan Cawan, Dusun Salakan, Desa Kenjo. Pohon tersebut roboh melintang di tengah jalan, sehingga sempat memutus arus lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Glagah dengan Kecamatan Licin.

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 12.00 WIB ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil di lereng tebing serta intensitas hujan yang tinggi. Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Glagah di bawah pimpinan Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa'at, S.H., langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian segera melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan. Langkah koordinasi pun langsung dilakukan dengan menghubungi Tim TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi serta perangkat desa setempat.

Proses evakuasi dilakukan secara kolaboratif oleh satu unit Tim TRC BPBD, tiga personel Polsek Glagah, serta dibantu oleh perangkat Desa Kenjo. Dengan menggunakan alat pemotong kayu, petugas berjibaku menyingkirkan material pohon yang menutupi badan jalan.

Berkat respon cepat seluruh unsur di lapangan, pada pukul 13.00 WIB, proses pembersihan selesai dilakukan. Arus lalu lintas dari kedua arah pun dinyatakan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dengan aman.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan personel di lapangan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat.

"Kami mengapresiasi kecepatan anggota Polsek Glagah bersama tim BPBD dan warga dalam menangani pohon tumbang ini. Respon cepat adalah kunci agar gangguan terhadap aktivitas publik, terutama akses jalan utama, bisa segera teratasi tanpa ada korban jiwa," ujar Kombes Pol Dr. Rofiq.

Beliau juga mengingatkan warga agar lebih waspada mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu di wilayah Banyuwangi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintasi jalur rawan longsor atau pohon tumbang seperti di wilayah Glagah dan Licin, agar ekstra hati-hati saat hujan deras disertai angin kencang. Segera laporkan kepada petugas terdekat jika menemui kendala di lapangan. Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait akan selalu bersiaga 24 jam untuk memberikan pelayanan dan memastikan keselamatan masyarakat," pungkasnya. (***)

Kapolresta Banyuwangi Resmikan SPPG Polresta Banyuwangi 2 di Genteng Kulon

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., meresmikan operasional SPPG Polresta Banyuwangi 2 yang berlokasi di Kelurahan Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan peresmian dirangkaikan dengan peninjauan langsung ke sekolah penerima manfaat untuk memastikan program berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai perencanaan.

Pada tahap awal, program ini dilaksanakan secara bertahap dari total rencana 2.461 penerima manfaat, termasuk tenaga pendidik.

Salah satu penerima manfaat adalah SMA Negeri Genteng dengan jumlah 1.261 penerima, terdiri dari siswa dan 89 tenaga pendidik. Selain itu, Kemala Bhayangkari Genteng menerima 137 penerima manfaat, termasuk 10 tenaga pendidik.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan terstandar.

Penyaluran dilakukan secara periodik guna menjamin pemerataan, ketepatan jumlah, serta kualitas distribusi.

Selain meninjau sekolah, Kapolresta juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur SPPG sebagai pusat operasional.

Bangunan yang mulai dibangun sejak 29 Oktober 2025 tersebut kini telah siap digunakan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Operasional SPPG didukung oleh tim profesional yang terdiri dari kepala dapur, ahli gizi, ahli akuntansi, serta asisten lapangan.

Struktur ini disiapkan untuk memastikan pengelolaan berjalan efektif, higienis, akuntabel, dan transparan.

Dengan diresmikannya SPPG Polresta Banyuwangi 2 di Genteng Kulon, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelajar dan tenaga pendidik, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas pendidikan di wilayah Banyuwangi. (***)

Respon Cepat Polsek Glagah dan BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Glagah-Licin, Arus Lalin Kembali Normal

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Glagah pada Kamis (12/2/2026) siang mengakibatkan sebuah pohon jenis Sengon dengan diameter sekitar 50 cm tumbang di area Tikungan Cawan, Dusun Salakan, Desa Kenjo. Pohon tersebut roboh melintang di tengah jalan, sehingga sempat memutus arus lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Glagah dengan Kecamatan Licin.

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 12.00 WIB ini dipicu oleh kondisi tanah yang labil di lereng tebing serta intensitas hujan yang tinggi. Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Glagah di bawah pimpinan Kapolsek Glagah, AKP Edi Jaka Supa'at, S.H., langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian segera melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan. Langkah koordinasi pun langsung dilakukan dengan menghubungi Tim TRC BPBD Kabupaten Banyuwangi serta perangkat desa setempat.

Proses evakuasi dilakukan secara kolaboratif oleh satu unit Tim TRC BPBD, tiga personel Polsek Glagah, serta dibantu oleh perangkat Desa Kenjo. Dengan menggunakan alat pemotong kayu, petugas berjibaku menyingkirkan material pohon yang menutupi badan jalan.

Berkat respon cepat seluruh unsur di lapangan, pada pukul 13.00 WIB, proses pembersihan selesai dilakukan. Arus lalu lintas dari kedua arah pun dinyatakan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dengan aman.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan personel di lapangan sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat.

"Kami mengapresiasi kecepatan anggota Polsek Glagah bersama tim BPBD dan warga dalam menangani pohon tumbang ini. Respon cepat adalah kunci agar gangguan terhadap aktivitas publik, terutama akses jalan utama, bisa segera teratasi tanpa ada korban jiwa," ujar Kombes Pol Dr. Rofiq.

Beliau juga mengingatkan warga agar lebih waspada mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu di wilayah Banyuwangi.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintasi jalur rawan longsor atau pohon tumbang seperti di wilayah Glagah dan Licin, agar ekstra hati-hati saat hujan deras disertai angin kencang. Segera laporkan kepada petugas terdekat jika menemui kendala di lapangan. Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait akan selalu bersiaga 24 jam untuk memberikan pelayanan dan memastikan keselamatan masyarakat," pungkasnya. (***)

Habiburokhman: Jangan Biarkan “Penumpang Gelap” Tunggangi Reformasi Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang dinilainya menunggangi isu reformasi Polri demi kepentingan pribadi dan politik. Ia menyebut ada “penumpang gelap” yang memanfaatkan momentum evaluasi institusi kepolisian untuk membangun opini yang melemahkan negara.

Menurut Habiburokhman, kelompok tersebut kerap tampil seolah-olah menjadi motor percepatan reformasi Polri. Namun, di balik itu, ia menduga terdapat agenda tersembunyi, mulai dari dendam politik hingga upaya mencari panggung.

“Mereka mengklaim mendorong reformasi, tetapi narasi yang dibangun cenderung ekstrem, menyudutkan Polri tanpa data yang jelas, bahkan sulit diverifikasi. Ini berbahaya,” tegasnya.

Ia menyinggung ironi adanya mantan pejabat yang dahulu memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan terkait Polri, tetapi tidak menunjukkan langkah signifikan saat masih berkuasa. Kini, kata dia, mereka justru paling lantang bersuara.

“Kalau memang punya komitmen kuat terhadap reformasi, mengapa saat memiliki kewenangan tidak melakukan pembenahan maksimal? Jangan sampai publik lupa pada rekam jejak,” sindirnya.

Habiburokhman menegaskan bahwa reformasi Polri bukan ruang bebas untuk membongkar bangunan konstitusional yang sudah diatur jelas dalam Pasal 30 UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Dalam aturan tersebut, posisi Polri berada di bawah kendali Presiden dengan fungsi pengawasan oleh DPR.

Ia mengingatkan, dorongan reformasi yang keluar dari koridor konstitusi justru berpotensi menciptakan instabilitas dan memperlemah sistem ketatanegaraan.

“Kita akui, setiap institusi pasti ada oknum yang melanggar. Tapi jangan karena ulah oknum, seluruh institusi digiring seolah-olah rusak total. Itu framing yang tidak adil,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai narasi yang terus-menerus membangun persepsi negatif tanpa dasar kuat dapat memengaruhi opini publik dan pada akhirnya berdampak pada stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Reformasi Polri harus dikawal bersama, bukan dijadikan alat politik. Jangan sampai agenda percepatan reformasi justru menjadi pintu masuk pelemahan institusi dan pemerintahan,” pungkasnya.***