Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Percepat Pemulihan Akses, Kapolri Pantau Pembangunan Jembatan Bailey di Sumbar

SUMUT || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau pembangunan jembatan bailey di wilayah Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Diharapkan, jalur penghubung tersebut bisa segera beroperasi.

Pemantauan tersebut dilakukan secara virtual dari Polda Sumatra Utara di sela-sela kegiatan pelepasan bantuan kemanusiaan Polri sebanyak 22 kontainer untuk korban bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut, Sabtu (14/2/2026).

"Alhamdulillah hari ini kita baru saja melaksanakan beberapa kegiatan pertama tadi kita laksanakan pengecekan terkait dengan progres pembangunan jembatan bailey khususnya di wilayah Agam, Sumbar," kata Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga melakukan interaksi dengan masyarakat. Ia menegaskan, personel kepolisian bersinergi dengan warga terus bergerak agar jembatan tersebut bisa segera beroperasi.

"Dan sempat interaksi dengan masyarakat dan harapan kkta jembatan tersebut bisa segera digunakan," ujar Sigit.

Pembangunan jembatan bailey itu sendiri dilakukan di Subarang Aia dan Sawah Laweh.

Jembatan tersebut tentunya akan mempercepat pemulihan akses dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial dan perekonomian setempat.

Menurut Sigit, pembangunan tersebut juga berdasarkan tindaklanjut dari Presiden Prabowo Subianto, untuk terus membantu seluruh masyarakat khususnya yang sedang terdampak bencana alam.

"Mulai dari terus menjaga agar distribusi bantuan logistik yang dibutuhkan terus berjalan di sisi lain perbaikan pascabencana baik selesaikan jembatan-jembatan, melakukan perbaikan terkait huntara dan huntap di beberapa tempat bisa kita tuntaskan, untuk mendukung dan kolaborasi tentunya dengan TNI, kementerian lembaga terkait," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Lepas Bantuan Kemanusiaan 22 Kontainer untuk Korban Bencana Sumatera, Kapolri: Wujud Kehadiran Negara

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melepas bantuan kemanusiaan Polri sebanyak 22 kontainer untuk didistribusikan kepada korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Kemudian, sore hari ini kita juga memberangkatkan 22 kontainer untuk kita distribusikan ke masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatra, baik Aceh, Sumut maupun Sumbar," kata Sigit di Mapolda Sumut, Sabtu (14/2/2026).

Sigit berharap kegiatan tersebut bisa meringankan beban dari seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam. Ia menyebut, bantuan ini akan menyesuaikan kebutuhan mendesak yang diperlukan dari seluruh korban.

Menurut Sigit, 22 kontainer bantuan kemanusiaan tersebut akan bisa dirasakan manfaatnya untuk sekira 40 ribu masyarakat. Hal ini merupakan komitmen dari Polri untuk terus membantu warga khususnya yang sedang terdampak bencana.

"Mulai dari makanan pakaian, kemudian bahan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan. Harapan kita tentunya ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus perhatikan masyarakat kita yang msih terdampak bencana," ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menuturkan, bantuan kemanusiaan ini juga sekaligus menjadi wujud kehadiran negara bagi korban terdampak bencana alam di Sumatra.

"Dan ini juga bentuk wujud kehadiran negara dan sesuai apa yang menjadi perintah Bapak Presiden kita terus lakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan," ucap Sigit.

"Mulai dari terus menjaga agar distribusi bantuan logistik yang dibutuhkan terus berjalan di sisi lain perbaikan pascabencana baik selesaikan jembatan-jembatan, melakukan perbaikan terkait huntara dan huntap di beberapa tempat bisa kita tuntaskan, untuk mendukung dan kolaborasi tentunya dengan TNI, kementerian lembaga terkait," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Kado Manis Awal Tahun: Bidpropam Polda Aceh Sabet Berbagai Penghargaan Strategis dari Kadivpropam Polri

ACEH || Jejak-indonesia.id - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Aceh meraih prestasi gemilang dengan menyabet sejumlah penghargaan dari Kadivpropam Polri, Irjen Pol. Abdul Karim, S.I.K., M.Si. Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Kabidpropam Polda Aceh, Kombes Pol. Bulang Bayu Samudra, S.I.K., dalam acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Propam Polri Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 10 Gedung Presisi III Divpropam Polri, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026). Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengonfirmasi bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi atas kinerja luar biasa Bidpropam Polda Aceh dalam mengimplementasikan Strategi Propam Polri.

"Polda Aceh berhasil meraih beberapa peringkat unggul di Zona 2 atas dedikasi dalam menjalankan berbagai program strategis yang dicanangkan oleh Divpropam Polri," ujar Kombes Pol. Joko dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).

Adapun rincian penghargaan yang diraih oleh Bidpropam Polda Aceh di wilayah Zona 2 adalah sebagai berikut:

Peringkat 1: Pelaksanaan Program 9 (Peningkatan Citra Kepolisian).

Peringkat 2: Pelaksanaan Program 7 (Pendekatan Empati).

Peringkat 2: Pelaksanaan Program 3 (Bakti Sosial dan Kepedulian Masyarakat).

Peringkat 2: Pelaksanaan Program 2 (Pembinaan dan Evaluasi Kerja).

Peringkat 2: Pelaksanaan Program 4 (Pengawasan Etik dan Pelayanan Pengaduan).

Peringkat 3: Pelaksanaan Program 8 (Pengawasan Khusus Program Prioritas).

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polda Aceh untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam memberikan pelayanan serta pengawasan internal di lingkungan kepolisian.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bangun Sumur Bor untuk Warga Aceh Utara, Kapolres: Wujud Nyata Kepedulian Polri

ACEH UTARA || Jejak-indonesia.id – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 membangun sumur bor bagi masyarakat Kabupaten Aceh Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) sekaligus upaya membantu pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Fasilitas tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., didampingi perwira pendamping dan mahasiswa STIK, Sabtu (14/02/2026).

Pembangunan sumur bor dilakukan setelah mahasiswa melaksanakan survei dan pendataan terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Dari hasil observasi lapangan serta wawancara dengan masyarakat, ketersediaan sumber air bersih menjadi kebutuhan prioritas dalam mendukung proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, S.I.K., M.H., dan melibatkan 22 mahasiswa STIK Angkatan 83, termasuk Mahasiswa Sindikat 8 STIK-PTIK Angkatan 83 M. Rizky Ali Akbar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK). Ia turut berperan aktif dalam koordinasi serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Proses pembangunan sumur bor dikerjakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat, mulai dari pengeboran, pemasangan instalasi pipa, hingga uji kelayakan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif para mahasiswa STIK dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi dedikasi mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah memberikan solusi konkret terhadap kebutuhan dasar warga. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama untuk kepentingan jangka panjang,” ujar AKBP Trie Aprianto.

Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, meningkatkan kualitas kesehatan dan sanitasi lingkungan, mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap dinamika kewilayahan.

Warga setempat pun menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap fasilitas sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Melalui kegiatan Dianmas ini, Mahasiswa STIK Angkatan 83 tidak hanya mengaplikasikan teori yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta kepekaan sosial dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Empat Ekor Kijang Dilepasliarkan di Kawasan CA/TWA Kawah Ijen

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kepala Resort RKW 14 Kawah Ijen menerima penyerahan empat ekor satwa dilindungi jenis kijang dari penangkaran Muncar untuk selanjutnya dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Kawah Ijen, Sabtu (14/2/2026).

Sebanyak empat ekor kijang yang terdiri dari tiga jantan dan satu betina tersebut langsung dilepasliarkan pada malam hari di kawasan konservasi Kawah Ijen.

Keputusan pelepasliaran tanpa menunggu pagi hari diambil berdasarkan pertimbangan kondisi satwa yang mengalami stres setelah seharian berada di kandang evakuasi.

Langkah cepat tersebut dinilai penting agar satwa segera kembali ke habitat alaminya dan dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Kepala Resort RKW 14, Rusdi Santoso, menyampaikan bahwa proses pelepasliaran dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan unsur Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta mitra masyarakat setempat.

“Pertimbangan kami, semakin cepat satwa kembali ke habitat alaminya maka tingkat stres dapat diminimalkan. Alhamdulillah seluruh"proses berjalan lancar,”ujarnya.

Adapun petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Resort RKW 14 Rusdi Santoso, Inul (MMP), Ilham (MMP), Jhon (MMP), Sarwono (Mitra Masyarakat), serta Ajis (Mitra Masyarakat).

Sementara itu, Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menambahkan bahwa lokasi pelepasliaran dipilih di area yang berdekatan dengan sumber mata air (brom).

Pemilihan titik tersebut didasarkan pada ketersediaan pakan alami berupa rumput yang melimpah, tersedianya sumber air, serta lokasi yang relatif jauh dari aktivitas manusia.

“Hal ini dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan satwa setelah dilepas ke habitat alaminya,” jelasnya.

Dengan dilepasliarkannya empat ekor kijang tersebut, pihak Resort RKW 14 berharap satwa dapat beradaptasi dengan baik serta berkembang biak di kawasan konservasi CA/TWA Kawah Ijen.

Kegiatan pelepasliaran berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan sukses.

Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi pelaksanaan pelepasliaran, tutup Dwi.