We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Judi Sambung Ayam di Dusun Pasembon Lancar, Diduga Polsek Bangorejo Main Mata Dengan Oknum TNI AL Yang Bekingi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Diduga oknum TNI bekingi aktivitas judi sambung ayam di Dusun Pasembon, Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Lokasi perjudian yang berada di tengah-tengah Kebun Jati kerap ramai didatangi pengunjung itu seolah tidak terpantau dari pengawasan aparat penegak hukum setempat.

Informasi yang dihimpun tim investigasi media online di lapangan pada Selasa (17/2), praktik perjudian yang dilakukan mulai dari, sabung ayam, dadu, dan judi bola-bola itu sudah lama beroperasi. Bahkan diduga Polsek Bangorejo tidak serius untuk menghentikan aktivitas perjudian tersebut.

Padahal sabung ayam yang disertai dengan taruhan uang atau barang berharga adalah tindakan ilegal di Indonesia, meskipun sering dianggap sebagai tradisi di beberapa wilayah. Kegiatan ini secara hukum diklasifikasikan sebagai tindak pidana perjudian dan dilarang keras karena berdampak buruk pada ekonomi keluarga, ketertiban lingkungan, serta melibatkan kekerasan terhadap hewan.

Pasalnya, meski sering digerebek oleh aparat penegak hukum namun pelaku tidak pernah tertangkap dan terkesan kebal hukum. Diduga Polsek Bangorejo juga main mata dengan oknum TNI AL yang berinisial S yang bekingi aktivitas perjudian tersebut.

Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa, aktivitas perjudian tersebut sering memang sering di gerebek Polisi namun tak satupun pelaku yang ditahan.

Pelaku, penyelenggara, maupun orang yang menyediakan tempat untuk sabung ayam dapat dipidana berdasarkan Pasal 303 KUHP yang Mengatur sanksi bagi setiap orang yang memberikan kesempatan atau menawarkan judi kepada umum. Ancaman pidananya adalah penjara maksimal 10 tahun atau denda hingga Rp25 juta.

Larangan Agama Secara teologis, mayoritas ulama sepakat bahwa sabung ayam adalah perbuatan haram karena termasuk kategori perjudian dan penyiksaan binatang.

“Pengunjungnya bukan dari wilayah Bangorejo saja, dari luar juga ada. Tempat itu sering digrebek tapi, gak ada satupun yang ditahan. Gak lama setelah di grebek buka lagi,” ungkapnya.

Warga berharap menjelang bulan suci Ramadhan aktivitas perjudian di wilayah tersebut harus tutup. Warga juga meminta Polsek setempat bersikap tegas kepada para pelaku perjudian.

Pihak Polresta Banyuwangi tidak ada melakukan tindakan tegas terhadap arena-arena sabung ayam yang meresahkan warga di Banyuwangi.

Sampaikan Klarifikasi, Yunus Minta Polemik Dugaan Pelecehan Diakhiri

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Aktivis Harimau Blambangan, Yunus Wahyudi, memberikan klarifikasi terkait dugaan kasus pelecehan yang tengah ramai diperbincangkan di media massa. Dalam pernyataannya, Yunus menegaskan bahwa penanganan administrasi terhadap terduga pelaku sudah dilakukan sesuai prosedur oleh pihak RSUD Blambangan.

​Kasus ini saat ini sudah berada di luar ranah RSUD Blambangan dan telah diserahkan kepada instansi yang lebih tinggi, yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat untuk ditindaklanjuti sesuai regulasi kepegawaian.

Berdasarkan hasil tabayyun (klarifikasi) dari berbagai pihak, RSUD Blambangan telah memfasilitasi pertemuan antara pihak pelapor dan terduga pelaku segera setelah laporan muncul.

​Dalam tabayyun tersebut, pihak korban melalui suaminya meminta agar terduga pelaku tidak lagi bekerja di RSUD Blambangan. Permintaan ini langsung diatensi dan dikabulkan oleh Direktur RSUD Blambangan.

Terhitung sejak Oktober 2025, terduga pelaku sudah dipastikan tidak lagi bekerja di lingkungan RSUD Blambangan sebagai bentuk tindakan tegas dan tanggung jawab manajemen.

​"Hal ini menjadi bukti konkret bahwa pihak RSUD Blambangan tidak tinggal diam dan telah memenuhi keinginan dari pelapor sejak awal proses mediasi dilakukan," ujar Yunus.

​Yunus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan persoalan ini kepada pihak berwenang. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi supremasi hukum yang sedang berjalan.

Yunus menambahkan.untuk menyudahi polemik ini dan kita kawal bersama proses hukumnya. Tutup yunus

Reporter : Idam

Mondoluko Bersholawat Harmoni Spiritual Sebagai Jembatan Menuju Kedamaian Bagi Masyarakat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Dalam alunan waktu yang mengalir tanpa batas, manusia senantiasa mencari titik temu antara yang kekal dan yang fana di mana jejak langkah leluhur menyatu dengan bayangan harapan masa depan, dan getaran hati beresonansi dengan suara Ilahi. Bulan suci Ramadhan turun sebagai panggung bagi pertemuan suci tersebut, bukan sekadar musim ibadah yang menyucikan lahir dan batin, melainkan panggilan alamiah untuk menghidupkan kembali hubungan yang telah menjadi esensi kehidupan masyarakat dusun Mondoluko

"Mondoluko Bersholawat" sebuah perayaan yang menyambut kedatangan bulan suci Romadlhon sekaligus menghormati Haul Buyut Surataruna atau yang akrab disapa Buyut Surat, yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC kala jaman penjajahan Belanda. Atas segala sumbangsihnya yang telah menjadi warisan mulia, dan kita memiliki kewajiban untuk menghormati jasa jasanya, menjaga kelestarian nilai nilai luhurnya, baik dari sisi ilmunya yang mendalam maupun contoh perilaku hidupnya yang luhur.

Silsilah trah kerajaan Tawang Alun yang mengalir dalam dirinya terwujud dalam kedalaman ilmu yang diturunkan oleh Buyut Surat, ilmu yang menjadi landasan bagi setiap gerakan ibadah dan langkah kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, contoh hidupnya yang penuh kesederhanaan dan penuh dengan kebajikan terus menjadi panutan yang menerangi jalan bagi generasi muda dalam pengabdiannya kepada rakyat.

Acara sholawatan yang diselenggarakan pada hari Senin (16/02/2026) dusun Mondoluko desa Tamansuruh Banyuwangi ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas yang tumbuh dari akar budaya lokal senantiasa menyimpan kekuatan untuk menyatukan hati dan pikiran dalam satu getaran yang sama.
Acara tersebut berjalan meriah penuh hikmah dan dihadiri oleh segenap masyarakat baik dari warga setempat maupun masyarakat umum

Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi SAB mengungkapkan kedalaman makna yang tersembunyi di balik acara tersebut. "Haul Buyut Surataruna atau buyut Surat bukan sekadar babak sejarah yang harus kita kenang, melainkan cermin yang memperlihatkan bagaimana nilai nilai kebajikan mampu hidup dan berkembang dengan lestari dari satu generasi ke generasi berikutnya," ungkapnya

"Shalawatan ini adalah budaya, kita memiliki kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian warisan ini agar tidak tergerus oleh zaman. Dalam setiap langkah perjalanan kehidupan bermasyarakat, kesadaran akan warisan leluhur ini menjadi pondasi yang membuat masyarakat tetap tegak dan kokoh menghadapi segala tantangan zaman yang terus berdinamika menurut jalannya,
dan kedepannya acara shalawatan ini harus terus dilaksanakan setiap tahun, bukan hanya sekali ini saja karena ini adalah salah satu budaya dari dusun Mondoluko dan sekaligus untuk menjaga nilai silaturahmi dengan leluhur dan masyarakat," jelas Teguh Eko Rahadi SAB

Hadir dalam acara tersebut, Camat Glagah Drs H Ali Imron menyampaikan bahwa acara sholawatan ini menjadi momen awal perkenalannya secara langsung dengan masyarakat Mondoluko. "Alhamdulillah, melalui acara yang penuh berkah ini, saya dapat bertemu dan mengenal langsung saudara saudara masyarakat Mondoluko. Sebagai Camat Glagah yang baru menjabat, saya sangat menghargai kehangatan dan kebersamaan yang saya rasakan di sini," ucapnya.

Lebih lanjut Drs Ali Imron Camat Glagah juga dengan rendah hati meminta restu serta dukungan dari seluruh masyarakat Mondoluko agar dapat menjalankan tugas dengan baik. "Saya menyadari bahwa tugas memimpin dan melayani masyarakat tidaklah mudah, oleh karena itu saya mohon restu dan doa dari semua saudara saudara sekalian, agar langkah saya dalam menjalankan amanah di Kecamatan Glagah dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan bersama. Saya berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, menjaga nilai nilai luhur yang ada, serta bersama sama membangun wilayah kita menjadi lebih baik," tandasnya

(***)

Respon Cepat Aduan Warga, Polres Situbondo Amankan 14 Motor Balap Liar di Duwet dan Argopuro

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Keresahan warga Situbondo terhadap maraknya aksi balap liar dan suara bising knalpot brong yang mengganggu ketenangan malam akhirnya mendapat respons cepat dari kepolisian. Pleton Siaga Polres Situbondo menggelar patroli penertiban sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (15/2/2026).

Patroli tersebut dipimpin langsung Perwira Pengawas (Pawas), Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., dengan menyasar sejumlah titik yang kerap dilaporkan warga sebagai “zona merah” balap liar.

Penyisiran dimulai dari Mapolres Situbondo menuju arah timur melintasi Jl. PB. Sudirman, kemudian bergerak ke kawasan pemukiman Jl. Raya Desa Duwet hingga Simpang 3 Jembatan Desa Duwet yang diduga menjadi titik kumpul para remaja.

Petugas kemudian melanjutkan patroli ke arah selatan menuju Desa Alasmalang melalui Jl. Desa Peleyan, Jl. Anggrek, dan Jl. Kenanga. Tak luput dari pengawasan, kawasan pusat kota seperti Jl. Diponegoro, Jl. Pemuda, hingga Jl. Argopuro yang selama ini menjadi perhatian khusus karena kerap dijadikan lintasan balap liar. Patroli diakhiri di pertigaan lampu merah Jl. Basuki Rachmat dan Jl. A. Yani sebelum kembali ke Mapolres.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam merespons setiap keluhan masyarakat, baik melalui Call Center 110 maupun media sosial resmi Polres Situbondo.

“Kami mendata setiap laporan dan aduan masyarakat, lalu langsung menindaklanjutinya melalui patroli penertiban. Tujuannya jelas, untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Situbondo,” tegas AKBP Bayu.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 14 unit sepeda motor dari lokasi Simpang 3 Duwet dan Simpang 4 Lampu Merah Jl. Argopuro. Seluruh kendaraan kini diamankan di Mapolres Situbondo dan dikenakan sanksi tegas berupa tilang oleh piket Satlantas.

Meski melakukan penindakan, Kapolres memastikan personel tetap mengedepankan pendekatan humanis. Para remaja yang terjaring patroli diberikan edukasi mengenai bahaya balap liar, baik bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Penindakan ini untuk memberikan efek jera. Kami juga mengingatkan bahwa balap liar sangat berbahaya dan suara knalpot brong sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat,” tambahnya.

AKBP Bayu juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas serupa atau situasi darurat lainnya.

“Silakan manfaatkan layanan Call Center 110. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam. Kami siap merespons setiap aduan masyarakat. Mari bersama menjaga kondusivitas Situbondo,” pungkasnya.

Kepengurusan Baru Persatuan Dokter Gigi Indonesia Probolinggo Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Siap Perkuat Edukasi dan Profesionalisme

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Kepengurusan baru Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Probolinggo periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam seremoni yang berlangsung di EL Hotel Blambangan Banyuwangi, Minggu (15/2/2026). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Pengurus Wilayah PDGI Jawa Timur dan dihadiri perwakilan cabang dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Selain Probolinggo, pengurus PDGI dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang juga turut dilantik dalam agenda yang sama. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen pelayanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah tapal kuda.

Ketua PDGI Cabang Probolinggo, drg. Reni Meutia, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru akan bergerak cepat menyusun langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas anggota.

“Kami ingin memastikan organisasi ini berjalan aktif, responsif, dan memberi manfaat nyata. Fokus kami tidak hanya pada penguatan internal, tetapi juga memperluas peran dalam edukasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi dokter gigi melalui pelatihan berkelanjutan akan menjadi prioritas utama. Di sisi lain, program penyuluhan dan kampanye kesehatan gigi secara preventif akan terus digencarkan, terutama untuk kelompok usia anak dan remaja.

Menurut Reni, tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut organisasi profesi untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, integritas dan standar profesional tetap menjadi landasan utama dalam setiap praktik pelayanan.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, serta organisasi profesi lain menjadi bagian penting dari strategi kami. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut,” tegasnya.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, PDGI Cabang Probolinggo diharapkan semakin solid, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya.