We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Polresta sidoarjo wajib bertindak tegas,sabung ayam SEDATI aman tanpa sentuhan hukum

SIDOARJO || Jejak-indonesia.id - Kalangan judi sabung ayam dan dadu di Dusun Wager, Desa Pepe Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, terus mengganggu masyarakat dengan beroperasi seolah-olah tidak ada hukum. Padahal hanya beberapa hari yang lalu, Polsek Sedati mengaku telah membubarkan kegiatan tersebut - namun baru 2 hari kemudian, mereka kembali aktif tanpa rasa takut.

Pada Minggu lalu, ketika awak media melakukan konfirmasi via WhatsApp kepada panitia kegiatan, mereka dengan sengaja berbohong menyatakan "tidak ada tarungan dan lokasi sepi". Namun hasil penelusuran mendalam menunjukkan bahwa penghobi ayam aduan sudah mulai berkumpul sejak sore hari, jelas menunjukkan upaya kelompok tersebut untuk mengelabui wartawan dan aparat penegak hukum.

Pertanyaan yang menggelegar: apakah aparat sengaja membiarkan, atau ada oknum yang menerima imbalan dan membela orang belakang kegiatan tersebut? Kenyataan bahwa judi sabung ayam tetap berjalan lancar di wilayah Sedati membuat masyarakat semakin yakin ada permainan kotor di balik layar.

"Ini sudah melampaui batasAparat seakan-akan sengaja menutup mata dan bahkan seolah-olah di legalkan kejahatan ini. Apakah mereka benar-benar tidak tahu bahwa judi sabung ayam adalah kejahatan yang jelas diatur dalam hukum?" ujar seorang warga Sedati yang enggan disebutkan namanya, suara penuh kemarahan.

Masyarakat menuntut Polda Jatim dan Mabes Polri turun langsung dan bertindak tegas tanpa kompromi untuk memberantas akar rumput judi sabung ayam di Sedati. Jangan biarkan kejahatan ini terus merusak moral bangsa dan mengganggu ketertiban masyarakat.

"Judi sabung ayam bukan hanya masalah hukum semata - ini adalah penyakit sosial yang merusak kehidupan keluarga dan keharmonisan masyarakat. Kami menuntut aparat bertindak tegas dan transparan ungkapkan apakah benar ada oknum yang terlibat!" tambah warga tersebut.

Sudah saatnya aparat penegak hukum membuktikan komitmen mereka kepada rakyat - bukan kepada oknum yang menguntungkan diri dari kejahatan. Jangan biarkan Sedati terus dihinggapi ancaman dari judi sabung ayam yang tak terkendali!

Pererat Ukhuwah Menjelang Ramadhan, Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri Haul Al Habib Alwi Bin Ali Al Haddar di Genteng

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka memperkuat sinergi antara ulama dan umara serta menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Kav Suprapto menghadiri peringatan Haul Al Habib Alwi Bin Ali Bin Haydar Al Haddar dan Hj. Muhimmah Binti R. Pontjo Wikarto.

Kegiatan khidmat yang diikuti oleh sekitar 1.000 jemaah ini berlangsung di kediaman H. Hasyim Bin Alwi Al Haddar, Dusun Krajan, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, pada Minggu malam (15/2/2026).

Kehadiran Mayor Kav Suprapto mewakili Dandim 0825/Banyuwangi menegaskan komitmen TNI dalam mendukung kegiatan keagamaan yang menjadi pilar stabilitas sosial. Acara ini juga dihadiri oleh Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., serta jajaran Forkopimcam Genteng.

Dalam kesempatan terpisah, pihak Kodim 0825 menekankan bahwa momentum Haul ini bukan sekadar peringatan tokoh agama, melainkan sarana konsolidasi persatuan masyarakat.

"Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan moral dan spiritual masyarakat. Sinergi antara TNI, Polri, dan tokoh agama adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas Banyuwangi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan," ujar Mayor Kav Suprapto.

Acara diisi dengan pembacaan Rotib, Yasin, dan ayat suci Al-Qur'an. Puncak acara diisi dengan hikmah Haul yang disampaikan oleh Alhabib Abdullah Al Muhdhor dari Yaman dan Al Habib Hadi Bin Abdul Qodir Al Aydrus (Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jatim).

Bupati Banyuwangi, Hj. Ipuk Fiestiandani, yang hadir secara virtual, turut menyampaikan apresiasinya. Beliau menekankan bahwa dukungan doa dari para ulama dan masyarakat menjadi pondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi.

Pengamanan ketat dilakukan secara kolaboratif oleh personel gabungan dari Polsek Genteng, Koramil 0825/04 Genteng, Satpol PP, dan Linmas. Hingga acara berakhir pada pukul 21.35 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kegiatan ini membuktikan bahwa koordinasi yang matang antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat di Kecamatan Genteng mampu menciptakan ruang ibadah yang nyaman dan harmonis bagi ribuan jemaah.

Operasi Keselamatan 2026 Sukses, Nyawa Terselamatkan Meningkat, Kakorlantas: Korban Meninggal Turun 51,06 Persen

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Korps Lalu Lintas Polri mencatat capaian menggembirakan dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang digelar selama 14 hari, 2 hingga 15 Februari 2026. Di balik angka dan data statistik, ada kabar yang jauh lebih bermakna: semakin banyak nyawa yang berhasil diselamatkan di jalan raya.

Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun drastis hingga 51,06 persen dibandingkan periode sebelum operasi.

“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berjalan dengan baik. Ini bukan hanya soal penindakan, tetapi soal menyelamatkan nyawa. Dan itu yang paling membahagiakan,” ujarnya saat memaparkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Penurunan angka kematian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis yang dikedepankan dalam operasi ini membuahkan hasil. Petugas tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas mulai dari penggunaan helm, sabuk pengaman, hingga kepatuhan terhadap rambu dan batas kecepatan.

Di lapangan, sinergi dengan berbagai pihak turut memperkuat dampak operasi. Pemerintah daerah, dinas perhubungan, komunitas otomotif, hingga relawan keselamatan jalan bersama-sama mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas. Pesan sederhana namun mendalam terus digaungkan: keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Bagi keluarga korban kecelakaan, satu nyawa yang terselamatkan berarti satu keluarga yang tetap utuh. Itulah makna sesungguhnya dari keberhasilan operasi ini. Angka 51,06 persen bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari berkurangnya duka di rumah-rumah masyarakat Indonesia.

Kakorlantas berharap, kesadaran yang telah terbangun selama Operasi Keselamatan 2026 tidak berhenti ketika operasi usai. Menurutnya, disiplin berlalu lintas harus menjadi kebiasaan, bukan karena takut ditilang, melainkan karena peduli pada diri sendiri dan orang lain.

“Keselamatan bukan hanya tugas polisi, tetapi tugas kita semua. Mari kita jaga budaya tertib berlalu lintas agar jalan raya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Operasi boleh selesai, namun semangat menjaga keselamatan di jalan raya diharapkan terus hidup demi setiap perjalanan yang kembali dengan selamat ke rumah.

Jelang Ramadan, Masjid Dekat SAE Paswangi Jadi Sasaran Aksi Bersih-bersih Warga Binaan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, Petugas dan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi yang tengah menjalani program asimilasi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Nurul Yasin Fatimah, Senin (16/02).

Kegiatan kerja bakti ini difokuskan pada pembersihan area dalam masjid, halaman, hingga fasilitas tempat wudu agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman selama bulan puasa.

Aksi ini bukan sekadar persiapan fisik rumah ibadah, melainkan juga bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Dengan terjun langsung ke tengah masyarakat, diharapkan timbul rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial yang kuat dalam diri mereka.

"Kami ingin warga binaan memiliki semangat baru dalam menyambut Ramadan. Melalui kegiatan di Masjid Nurul Yasin Fatimah ini, mereka diajak untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar SAE Paswangi," ujar Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, meliputi penyapuan dan pengepelan lantai utama, pembersihan debu pada langit-langit, hingga penataan area luar masjid agar tampak lebih asri.

Selain bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan suci, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pihak Lapas dan warga sekitar.

“Masyarakat diharapkan dapat melihat sisi positif dari proses pembinaan yang dijalankan di SAE Paswangi, di mana warga binaan dipersiapkan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat,” ungkap Wayan.

Dengan kondisi masjid yang kini lebih bersih dan rapi, para jemaah di sekitar SAE Paswangi diharapkan dapat melaksanakan salat Tarawih dan ibadah lainnya dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.

TNI Gelar Latihan Anti Akses Dan Anti AMFIBI, Sekaligus Pamerkan Tangkapan Timah Dan Logam Tanah Jarang Senilai Rp.173,6 Milyar

JAKARTA || Jejak-indonesia.id -- TNI AL menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi serta pamerkan tangkapan komoditas logam dan mineral di wilayah Bangka Belitung yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E., Minggu (15/2).

Kegiatan latihan melibatkan unsur-unsur Kapal Perang diantaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.

Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi.

Diwarnai dengan Penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320. MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi.

Usai gelaran latihan, Kasal juga meninjau barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersinergi dengan Satlap Tri Cakti. Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026. Total berat tangkapan timah tersebut seberat 496,892 Ton dan 10.762,117 Ton logam tanah jarang. Estimasi nilai yang berhasil diamankan yaitu Rp. 173.644.528.000 (± Rp. 173,6 miliar).

"Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan. Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain". Ujar Kasal.

Keberhasilan tangkapan ini menjadi fokus utama Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto dalam memberantas praktik illegal mining serta penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara dan merusak ekosistem lingkungan.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.