Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Tahun: 2026

Polres Cilegon Gagalkan Penyelundupan 50 Ribu Benih Bening Lobster, Selamatkan Kerugian Negara Rp7,5 Miliar

CILEGON || Jejak-indonesia.id - Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten bersama Subdenpom III/4-2 Merak berhasil mengungkap tindak pidana penyelundupan 50.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang diduga akan diperdagangkan secara ilegal ke Pulau Sumatera. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua orang tersangka berinisial M warga Kota Tangerang, Provinsi Banten, dan AR warga Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut Laporan Polisi Nomor LP/A/05/VII/RES.5.4/2026/SPKT Satreskrim/Polres Cilegon/Polda Banten tanggal 17 Juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Wisnu, DKP Prov. Banten Dr. Sutirja Wijaya, Ketua Tim Kerja Karantina ikan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Banten Sdr. Atik Lestantun dan SDKP Pandeglang Sdr. Achmad Arif, S.St.Pi

Pengungkapan berawal pada Kamis, 16 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, ketika personel Satreskrim Polres Cilegon bersama Subdenpom III/4-2 Merak melaksanakan joint investigation di Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Penyeberangan ASDP Merak, Kota Cilegon. Saat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai, petugas menghentikan satu unit mobil Toyota Avanza warna silver metalik Tahun 2011 dengan Nomor Polisi B-1179-VMX. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 10 box styrofoam yang berisi 50.000 ekor Benih Bening Lobster (BBL) yang akan dibawa menuju Palembang, Sumatera. Selanjutnya kedua pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan ke Satreskrim Polres Cilegon untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi yang solid antara Polri dan TNI dalam melakukan pengawasan di kawasan Pelabuhan Merak yang menjadi salah satu jalur strategis distribusi barang antarpulau.
"Pengungkapan ini merupakan bukti nyata komitmen Polres Cilegon bersama Subdenpom III/4-2 Merak dalam menjaga kekayaan sumber daya kelautan Indonesia dari praktik penyelundupan. Benih Bening Lobster merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi sekaligus berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Oleh karena itu, setiap upaya penyelundupan akan kami tindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh instansi terkait agar wilayah Pelabuhan Merak tidak dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan berbagai komoditas ilegal," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea.

Kabid Humas menambahkan, modus yang digunakan para pelaku adalah mengemas Benih Bening Lobster ke dalam 10 box styrofoam, kemudian mengangkutnya menggunakan kendaraan Toyota Avanza untuk dikirim menuju Pulau Sumatera dan diperjualbelikan secara ilegal. Motif para tersangka tidak lain adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi dari perdagangan Benih Bening Lobster yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam perkara tersebut, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 10 box styrofoam berisi 50.000 ekor Benih Bening Lobster, satu unit mobil Toyota Avanza warna silver metalik Tahun 2011 Nomor Polisi B-1179-VMX berikut STNK dan kunci kendaraan, uang tunai sebesar Rp1.289.000, satu unit telepon genggam Vivo Y53 warna biru, serta satu unit telepon genggam Infinix 30 Pro warna ungu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pengungkapan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp7.500.000.000 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah).

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta perubahan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Kedua tersangka terancam pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500 juta. Saat ini keduanya telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Cilegon, sementara penyidik tengah melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cilegon.

Diakhir, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengapresiasi keberhasilan Satreskrim Polres Cilegon bersama Subdenpom III/4-2 Merak dalam menggagalkan penyelundupan Benih Bening Lobster tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polda Banten dalam melindungi sumber daya alam Indonesia serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan.
"Polda Banten akan terus memperkuat sinergi dengan TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah berbagai bentuk penyelundupan sumber daya kelautan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur keuntungan sesaat dengan melakukan perdagangan maupun pengiriman Benih Bening Lobster secara ilegal. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga kekayaan laut Indonesia agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Maruli (Bidhumas).

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Polda Banten Ajak Masyarakat Lindungi Hak Anak

SERANG || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, Polda Banten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak, perlindungan, serta tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

"Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang untuk tumbuh serta berkembang secara optimal. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang agar anak-anak Indonesia dapat meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus yang berkualitas," ujarnya pada Kamis (23/07).

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Anak Nasional sebagai pengingat bahwa perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama.

"Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian, kasih sayang, serta perlindungan kepada anak dari segala bentuk kekerasan, perundungan, eksploitasi, maupun penyalahgunaan teknologi digital," ajaknya.

Diakhir, Polda Banten mengucapkan Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini semakin memperkuat kepedulian seluruh masyarakat dalam melindungi hak-hak anak serta membangun masa depan Indonesia

"Atas nama keluarga besar Polda Banten, kami mengucapkan Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini semakin meningkatkan kepedulian kita semua dalam melindungi hak-hak anak, memberikan kasih sayang, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa," tutupnya (Bidhumas).

Potret Kompak Pimpinan Negara di Praspa 2026: Presiden Prabowo Minta TNI-Polri Jaga Sinergitas

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026 yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) pagi. Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi melantik 1.177 Calon Perwira Remaja (Capaja) lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Di balik sakralnya sumpah perwira, momen penuh kehangatan dan kebersamaan justru mencuri perhatian. Sepanjang upacara, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak didampingi erat oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengawal ketat jalannya acara.

Suasana cair semakin terasa pasca-upacara. Dalam sesi bincang santai di pelataran Istana, Kepala Negara tampak melebur bersama para pejabat teras. Terlihat hadir Kepala BIN Herindra, Menko Polkam Djamari Chaniago, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita yang ikut larut dalam obrolan hangat. Puncak kekompakan ini diabadikan saat seluruh pimpinan berfoto bersama ratusan perwira remaja yang baru dilantik.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menitipkan pesan mendalam bagi para perwira baru. Ia menegaskan bahwa TNI dan Polri harus terus memperkuat sinergitas karena keduanya merupakan garda terdepan dan pilar utama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pada upacara Praspa tahun ini, Presiden Prabowo resmi melantik 1.177 perwira remaja. Komposisi tersebut terdiri atas 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Kapolri Komit Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., didampingi Ny. Juliati Sigit Prabowo menghadiri Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Rabu (22/7). Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Polri terhadap penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui produk-produk unggulan Nusantara.

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 dengan mengusung tema "Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya". Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 itu menghadirkan pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai wadah promosi, kolaborasi, sekaligus perluasan akses pasar bagi produk lokal.

Dalam peninjauannya, Kapolri melihat secara langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan oleh para pelaku UMKM. Mulai dari batik dan wastra Nusantara, tenun, songket, dan ulos, produk fesyen, tas dan aksesori, perhiasan, kerajinan tangan, kuliner khas daerah dan minuman, serta berbagai produk unggulan UMKM dari seluruh provinsi di Indonesia. Keberagaman produk tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif Indonesia yang tumbuh dari kearifan lokal di berbagai daerah.

Sebanyak 374 peserta mengikuti bazar dengan menghadirkan 727 stan, terdiri atas 531 stan fesyen, 152 stan kuliner, dan 44 dapur bersama. Skala penyelenggaraan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme pelaku UMKM serta komitmen Bhayangkari dalam memperluas akses promosi produk unggulan daerah.

Selain menjadi ajang promosi dan transaksi, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 juga berperan sebagai sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha. Selama penyelenggaraan, digelar enam sesi talkshow yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan usaha, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk promosi digital, legalitas usaha dan hak kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari BRI, Telkomsel, serta Kementerian Hukum sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional.

Suasana bazar semakin semarak dengan hadirnya 29 pertunjukan seni dan budaya, yang meliputi tarian daerah, peragaan busana, parade wastra Nusantara, serta pertunjukan musik. Kehadiran berbagai pertunjukan tersebut menjadikan bazar tidak hanya sebagai ruang promosi budaya, tetapi juga sebagai destinasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk UMKM Indonesia.

Bazar ini turut diikuti booth Bhayangkari, Polda seluruh Indonesia, satuan kerja Polri, serta mitra strategis seperti BRI, Pegadaian, Telkomsel, JNE, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan UMKM melalui dukungan pembiayaan, digitalisasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pemasaran.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan dukungan 393 personel gabungan Divpropam Polri dan Polda Metro Jaya.

Kehadiran Kapolri dalam peninjauan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung pemberdayaan UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperkuat pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Hari Keempat Operasi SAR, Korban Terakhir Tenggelamnya Perahu Inovasi di Pantai Grajagan Ditemukan Meninggal Dunia

BANYUWANGI || Jejak-indonesi– Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya Perahu Inovasi di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Kamis (23/7/2026). Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban terakhir dari musibah tersebut, sehingga seluruh korban kini telah berhasil ditemukan.

Korban yang ditemukan pada operasi SAR hari keempat diketahui bernama Lukman Hadi (22), warga Dusun Kedung Rejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang sejak insiden tenggelamnya perahu.

Operasi pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Namun sekitar pukul 05.30 WIB, Tim SAR menerima informasi dari masyarakat yang melihat sesosok jenazah terdampar di kawasan Pantai Kayu Duwur, Grajagan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 05.45 WIB Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet milik Basarnas Banyuwangi bergerak menuju lokasi penemuan. Setibanya di lokasi, tim bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan dalam posisi tengkurap. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum dibawa menuju Dermaga Grajagan.

Proses evakuasi berlangsung cukup berat. Lokasi penemuan berjarak sekitar dua kilometer dari titik dermaga dan hanya dapat ditempuh melalui jalur pantai berpasir yang tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, personel SAR bersama warga harus memanggul jenazah secara bergantian hingga tiba di Dermaga Grajagan pada pukul 08.22 WIB.

Selanjutnya jenazah diberangkatkan menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Satpolairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Pos TNI AL, Basarnas Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Relawan Ambulans Tegalsari, Mapala Sartangi, serta para nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian di laut maupun di sepanjang pesisir.

Berdasarkan data Tim SAR, perahu nahas tersebut mengangkut 31 orang, terdiri dari 1 nahkoda dan 30 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, 27 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 4 orang meninggal dunia.

Keempat korban meninggal dunia adalah:

Parnomo (66), warga Kecamatan Tegaldlimo.

Junairi (46), warga Kecamatan Cluring.

Sutrisno (43), warga Kecamatan Tegaldlimo.

Lukman Hadi (22), warga Kecamatan Bangorejo.

Dengan ditemukannya korban terakhir, pada pukul 09.00 WIB Tim SAR resmi mengakhiri operasi pencarian setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Selanjutnya dilakukan apel konsolidasi sebagai penutup rangkaian operasi SAR.

Meski operasi berjalan lancar, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya akses menuju lokasi yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer melalui pasir pantai, serta minimnya sinyal telekomunikasi yang menyulitkan koordinasi antarpersonel selama proses pencarian.

Keberhasilan operasi ini menjadi wujud sinergi dan kerja keras seluruh unsur SAR gabungan bersama masyarakat pesisir yang bahu-membahu tanpa mengenal lelah selama empat hari pencarian. Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan aspek keselamatan pelayaran dan kesiapsiagaan dalam setiap aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Banyuwangi.

error: Content is protected !!