Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2026

Kecerdasan Spiritual Perlu Bagi Pemimpin dan Rakyat Bersinergi Membangun Bersama

Jejak-indonesia.id - Kesadaran yang menggetarkan rasa untuk bersyukur itu berpusat di kedalaman hati atas pemahaman terhadap kasih dan sayang Tuhan yang telah melimpahkan berkah-Nya dalam bentuk nikmat, kebahagiaan dan kegembiraan yang diperoleh bukan semata-mata atas hasil usaha dan kerja keras yang dilakukan sendiri, tetapi dapat disadari atas perkenaan Tuhan memiliki peran yang sangat menenrukan dan tidak bisa diabaikan begiti saja. Karena itu, rasa syukur perlu dilakukan manusia sebagai ekspresi dari rasa terima kasih sebagai bentuk penghormatan dab penghargaan manusia dengan sepenuh hati yang bernilai spiritual tiada terkira batasnya.

Ibarat tubuh yang membituhkan ruh sebagai penanda adanya bathin atau jiwa, maka keberadaan dari raga manusia tidak sekedar unsur materi belaka. Karena itu bisa segera dibayangkan ketika manusia tidak lagi memiliki ruh dan jiwa atau pun batin, maka sebutan dari sosoknya yang abdol adalah jasad. Begitulah perubahan
manusia menjadi sekedar fisik, sehingga tak lagi memiliki arti dalam hidup dan kehidupan, maka fisik manusia yang tidak lagi punya nilai apa-apa itu hanya perlu dikebumikan atau disemayamkan di pekuburan. Atau bahkan diperabukan jasadnya setelah dibakar untuk kemudian abu dari jasad yang telah dibakar itu dilarung ke laut.

Manusia sebagai makhluk ciptaan yang sempurna -- ketika jiwa dan raganya -- berfungsi dengan sempurna -- antara raga dan jiwanya. Dan di dalam jiwa inilah terdapat bathin semacam sinyal penunjuk arah agar tubuh dan jiwa manusia tidak sampai tersesat di jalan terang. Artinya, bagaimana bisa dipercaya agar tidak sesat di jalan yang gelap. Sebab di jalan yang terang saja -- seperti yang dapat dipedomani dari alkitab yang diturunkan dari langit, lebih dari sekedar cukup memberi petunjuk serta bimbingan agar dapat menjadi manusia yang baik dan benar, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam pengetian bathin yang mengendalikan ruh dan jasad agar seimbang dan harmoni menampilkan sosok manusia yang merangkum atau merangkai antara ruh dan badan yang kelak ketika berpusah hanya akan menjadi jadad semata.

Karena itu dalam berbagai ekspresi manusia yang terbatas, orang hanya bisa menyebut eksistensi manusia dalam bentuk jiwa dan raga. Kendati dalam proses terbenruknya manusia saat berada dalam kandungan, pada usia tertentu dari cikal bakal janin manusia itu baru diberi nyawa atau ruh sehingga hidup untuk kemudian mati dan meninggalkan jasad. Karena itu jiwa dan raga atau ruh dan jasad akan sangat berarti disebut sebagai manusia yang memiliki ruh dalam jasadnya. Bila tidak, maka sosoknya hanya akan disebut sebagai mayit.

Agaknya, metapora yang sangat religius dan penuh muatan nilai-nilai spuliritual semacam itu dapat juga dipahami dalam pengertian antara negara dan bangsa. Jika negara dapat dipahami sebagai wadahnya, maka isi atau ruhnya adalah bsngsa itu sendiri yang akan mewarnai dari tanpilan negara itu yang dimiliki oleh suatu bangsa yang memiliki sikap dan kepribadian yang baik dan unggul -- luhur -- tidak sampai bisa diombang-ambingkan oleh bangsa lain. Dalam kinteks inilah pengertian dan pemaganan serta kesadaran spiritual sebagai penegak etika, moral dan akhlak suatu bangsa -- apalagi untuk seorang pemimpin -- sangat diperlukan dalam upaya menbangun karakter manusia, atau suatu bangsa yang kuat dan bermartabat. Oleh karena itu, karakter manusia yang luhur dan mulia itu akan selalu ditandai dari sikap militansinya terhadap hal-hal yang bersifat material atau spiritual, sebab sifat dan sikap manusia akan ditentukan oleh pandangan hidupnya -- kalau tidak bisa disebut semacam ideoligi atau keimanan dalam perspektif agama.

Dalam perspejtif politik dan ketatanegaraan, agaknya pengertian serupa inilah yang dimaksud dari ideologi kapitalis yang berseberangan dengan sosialisme yang lebih memiliki nilai-nilai religius dan spiritual dibanding kapitalisme yang khas memiliki sikap dan sifat individual -- tidak memiliki sifat dan sikap botong royong, jauh dari sistem kekeluargaan maupun sistem tata kelola ekonomi model koperasi seperti yang seharusnya diterapkan dan unggul di Indonesia.

Kesadaran yang menggetarka rasa untuk bersyukur dari setiap orang dapat menjadi awal pembuka jalan spiritual yang lebih intens dan khusuk memasuki wilayah religius yang lrboh sakral dalam memahami betapa pentingnya kecerdasan dan kemampuan spiritual bagi manusia untuk menjaga sekaligus mempertahankan harkat martabat dan kemuliaan agar tidak tergerus oleh arus perubahan jaman yang melabrak dan membentur apa saja seperti yang dirasaukan oleh Samuel Huntington, Francis Fukuyama dan sejumlah penilik masa depan umat manusia yang selalu meresahkan hati. Sementara jiwa dan raga sebagai sumber kehidupan dan spiritualitas manusia akan terus teruji dalam setiap jengkal dari proses perjalanan waktu yang tidak pernah sampai manusia yang merasakannya sendiri mati, seperti sumber daya penggerak sekaligus pembangkit dari spiritual itu sendiri. Begitulah, spiritualitas sebagai mesin penggerak kesadaran untuk membangun nilai-nilai luhur dalam hidup dan kehidupan manusia serta karakter dan kepribadian yang kuat bermartabat, tak mau memberi peluang sekecil apapun pada sikap khianat bukan saja kepada dirinya sendiri, tetapi juga tidak kakah penting bagi orang lain.

Sikap dan sifat yang kukuh dan kuat dalam karakter dan kepribadian serupa ini tidak hanya diperlukan oleh seorang pemimpin dalam bidang apapun, tetapi juga sangat diperlukan bagi seluruh rakyat agar dapat ikut menjaga dan membangun peradaban yang lebih mencerahkan bagi hidup dan kehidupan mamusia di bumi.

 

Banten, 28 Februari 2026

HUT ke-6 ADU Banyuwangi, Akademi Sepak Bola Usia Dini Gelar Aksi Sosial Ramadan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Akademi Diponegoro United (ADU) memperingati hari ulang tahun ke-6 dengan menggelar tasyakuran yang dirangkai kegiatan sosial berbagi takjil dan buka puasa bersama. Acara berlangsung di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa akademi, orang tua, serta jajaran pelatih. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan ADU dalam pembinaan sepak bola usia dini di Banyuwangi.

Ketua ADU Selamet Hariyadi menyampaikan, selama enam tahun berdiri, ADU telah mencatat berbagai prestasi di tingkat daerah maupun luar kota. Ia menegaskan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menitikberatkan pada penguatan teknik dasar, mental bertanding, dan karakter pemain.

“ADU berkomitmen mencetak pemain muda yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki sikap disiplin dan sportivitas,” ujarnya.

Pembinaan ADU diperkuat oleh pelatih berpengalaman, termasuk Imam Hambali, mantan pemain Arema FC dan Timnas Indonesia, yang aktif mendampingi proses latihan para siswa.

Salah satu siswa ADU, Hafidz, mengaku bergabung sejak usia 10 tahun. Ia menuturkan latihan rutin membantunya berkembang dari tahap dasar hingga mampu berkontribusi dalam berbagai turnamen. “Pengalaman paling berkesan saat mengikuti turnamen internasional Bali 7 tahun 2025,” katanya.

Dari sisi orang tua, Dini menilai perubahan positif terjadi pada anaknya setelah bergabung dengan ADU.
“Anak saya jadi lebih percaya diri, aktif bersosialisasi, dan berkurang bermain gawai. Lingkungan latihan juga terasa kekeluargaan,” ucapnya.

Rangkaian perayaan ditutup dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di sekitar Jalan Jaksa Agung depan stadion, dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh keluarga besar ADU.

Melalui peringatan enam tahun ini, ADU menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

DPP GWI Siap Bawa Dugaan “Mafia” BBM Subsidi ke Polda Bali, Soroti Pola Pengisian Tak Wajar di SPBU Renon

DENPASAR || Jejak-indonesia.id – Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Wartawan Indonesia (DPP GWI) memastikan akan melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU No. 54.801.42, Jalan Tukad Yeh Aya No. 32, Renon, Denpasar Barat, Bali, ke Kepolisian Daerah Bali pada Senin (1/3/2026).

Langkah hukum ini ditempuh setelah tim Intelijen & Investigasi DPP GWI mengaku menemukan pola pengisian BBM yang dinilai tidak lazim dan berpotensi melanggar aturan distribusi subsidi energi.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 23 Februari 2026 sekitar pukul 12.11 WIB. Ketua Tim Intelijen & Investigasi DPP GWI, Rasyidi, CPM, CLOP (Didik Castielo), bersama Wartikno dan Sofyan dari Bidang Lembaga & Hubungan Luar Negeri DPP GWI, turun langsung melakukan pemantauan di lokasi.

Pola Pengisian Dinilai Janggal

Dalam investigasi lapangan, tim mencatat sejumlah temuan:
Pengisian BBM Pertalite sebesar Rp500.000 dilakukan hingga tiga kali berturut-turut (total Rp1.500.000).

Proses berlangsung dalam rentang waktu singkat.
Kendaraan disebut tidak benar-benar meninggalkan area SPBU, hanya berputar lalu kembali antre.

Diduga terdapat tangki modifikasi berkapasitas besar, diperkirakan 1.000–1.500 liter.

Sopir kendaraan disebut menyampaikan bahwa pemilik mobil diduga seorang oknum anggota Polri.

DPP GWI menilai pola tersebut patut diduga sebagai modus penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Jika benar ada tangki modifikasi dan pengisian berulang dalam waktu singkat, ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan berpotensi masuk kategori praktik ilegal yang merugikan masyarakat,” ujar Didik.

Namun demikian, DPP GWI menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus diuji melalui proses hukum dan pembuktian resmi oleh aparat penegak hukum.

Somasi Diabaikan, Laporan Ditempuh
Pada 24 Februari 2026, DPP GWI telah melayangkan somasi atau peringatan hukum kepada pihak SPBU dengan tenggat 2 x 24 jam. Hingga batas waktu yang ditentukan, menurut DPP GWI, tidak ada klarifikasi maupun respons resmi dari pengelola SPBU.

Atas dasar itu, laporan resmi akan diajukan ke Kepolisian Daerah Bali dan ditembuskan ke sejumlah pihak, antara lain:

PT Pertamina (Persero)
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi
PT Pertamina Patra Niaga

Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia
Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Bali
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali

DPP GWI juga mempertanyakan efektivitas sistem digitalisasi dan pengawasan distribusi BBM subsidi.

“Jika sistem pencatatan digital dan CCTV real time berjalan optimal, seharusnya pola transaksi yang mencurigakan dapat terdeteksi lebih dini,” tegas Didik.

Desakan Audit Lapangan

Selain mendorong penyelidikan kepolisian, DPP GWI mendesak PT Pertamina (Persero) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi melakukan audit dan pengecekan langsung di lapangan.

Menurut DPP GWI, distribusi BBM subsidi menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Setiap dugaan penyimpangan harus ditangani secara transparan dan profesional agar tidak mencederai rasa keadilan publik.

“Subsidi itu hak rakyat kecil. Jika ada pihak-pihak yang mencoba bermain di dalamnya, negara tidak boleh kalah. Kami akan kawal sampai tuntas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait atas dugaan tersebut.

Personel Sidokkes Polresta Serang Kota Laksanakan Bakti Kesehatan di Mesjid Raya Al Bantani KP3B

SERANG || Jejak-indonesia.id - Personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Serang Kota melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan berupa pengobatan gratis dan pemeriksaan General Check Up (GCU) kepada masyarakat. Kegiatan ini bertempat di Mesjid Raya Al Bantani, KP3B pada Minggu, 01/03/2026.

Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya mendekatkan diri kepada warga melalui pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional.

Adapun hasil kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi Pemeriksaan tekanan darah (tensi) 12 orang, Pemeriksaan GCU : 9 orang, Pemberian obat : 13 orang

Kasi Dokkes Polresta Serang Kota Penda Dwi Ratna Widiyanti, S.KM., menjelaskan Dengan diagnosa yang ditemukan antara lain ISPA, Hipertensi, Kolesterol, Asam Urat, Gastritis, Alergi, serta pemberian vitamin.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diberikan oleh personel Sidokkes. Diharapkan melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan masyarakat dapat terpantau sejak dini serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tutup Kasi Dokkes Polresta Serkot Penda Dwi Ratna Widiyanti.

Humas

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kapolda Jabar Apresiasi Green House Binaan Bhabinkamtibmas di Kurdi Timur

BANDUNG || Jejak-indonesia.id – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung peninjauan Green House dan evaluasi rantai pasok pangan di Rumah Margot Kurdi Timur, Kota Bandung, pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran suplai bahan baku menuju Dapur MBG sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungannya, Kapolda menekankan pentingnya kualitas dan kesinambungan produksi pangan di tingkat lokal. "Peninjauan ini adalah langkah strategis Polda Jabar untuk memastikan kesiapan produksi serta distribusi bahan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan.

Fasilitas Green House ini merupakan hasil pembinaan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pelindung Hewan, Aipda Wawan. Keberadaannya menjadi simbol pemberdayaan masyarakat sekaligus bukti nyata peran Polri dalam membangun kemandirian pangan di tingkat kelurahan.

Turut hadir mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama, di antaranya Dir Narkoba, Dir Binmas, Kabid Humas Polda Jabar, serta Plt. Kapolrestabes Bandung. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen kolektif kepolisian dalam mendukung sinergi antara Polri dan warga.

Melalui penguatan rantai pasok ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang solid dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran Polda Jabar dengan masyarakat Kota Bandung.