Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2026

Dari Huntara hingga Rumah Ibadah, Brimob Hadir Menjaga Harapan Warga Batang Toru

TAPANULI || Jejak-indonesia.id — Personel Brimob Batalyon C melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan dan kemanusiaan di wilayah Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengawasan pembangunan hunian sementara (huntara), pengamanan aktivitas masyarakat, serta pemantauan normalisasi sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Kegiatan berlangsung di sejumlah titik, meliputi area pembangunan huntara Desa Napa, Desa Garoga, dan Desa Aek Ngadol. Personel Brimob melaksanakan patroli di sekitar pembangunan huntara Desa Napa untuk memastikan proses berjalan aman dan kondusif. Dari total 252 unit hunian sementara yang direncanakan, sebanyak 216 unit telah terbangun, sementara 36 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Kehadiran personel turut menciptakan rasa aman sehingga masyarakat dapat bekerja dengan nyaman.

Selain pengamanan pembangunan, personel Brimob juga melakukan pengawasan normalisasi Sungai Desa Garoga dengan dukungan dua unit alat berat. Pengawasan ini memastikan pengerukan berjalan sesuai rencana, dengan pendalaman alur sungai dan perapian bantaran guna mengurangi risiko banjir serta mendukung keselamatan warga sekitar.

Di sisi lain, personel yang beragama Kristen melaksanakan ibadah Minggu di GKPA Aek Ngadol. Ibadah berlangsung khidmat dan lancar, mencerminkan komitmen Brimob dalam menjaga kebebasan beribadah sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Danton Penugasan Ops Aman Nusa II, Ipda Leonardo Marbun, yang menegaskan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan dan manusiawi.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari pembangunan hunian sementara, normalisasi sungai, hingga pelaksanaan ibadah, dapat berjalan aman dan tertib. Harapannya, warga dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan optimis menata kehidupan ke depan,” ujar Ipda Leonardo Marbun.

Minggu Kasih Brimob: Kepedulian yang Menguatkan Anak-Anak Rumah Kasih Sei Balai

BATU || Jejak-indonesia.id - Sebagai wujud nyata kepedulian dan penguatan nilai kemanusiaan, personel Brimob bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan Minggu Kasih dengan menyambangi Rumah Kasih Yayasan Gunung Sion Kanaan di Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh satu regu personel Kompi 3 Batalyon B yang dipimpin oleh Wadanki 3B, Iptu Erwin Yulianto, S.Sos.I., bersama Bhayangkari Anak Ranting Kompi 3 Yon B. Kehadiran personel Brimob dan Bhayangkari disambut hangat oleh pengurus panti serta anak-anak yang berada di Rumah Kasih tersebut.

Dalam suasana penuh keakraban, kegiatan Minggu Kasih diisi dengan silaturahmi, dialog ringan, serta penyerahan bantuan sembako kepada pihak pengurus panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari serta menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan pengelola Rumah Kasih.

Iptu Erwin Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.
“Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan semangat dan rasa kebersamaan, khususnya bagi anak-anak di Rumah Kasih,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan. Masyarakat dan pengurus panti asuhan menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh personel Brimob dan Bhayangkari.

Melalui kegiatan seperti ini, Polri terus menegaskan perannya sebagai institusi yang humanis, peduli, dan senantiasa hadir untuk masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian bersama.

Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Sempat Terjadi Intervensi

MEDAN || Jejak-indonesia.id — Polda Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (2/3/2026) pagi.

Penindakan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Brimob di dua lokasi, yakni Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu.

Dalam proses pengamanan, petugas dilaporkan sempat menghadapi upaya intervensi dari sejumlah pihak yang berusaha menghalangi penguasaan dan pembawaan alat berat yang telah diamankan.

Meski demikian, situasi dapat dikendalikan dan dua ekskavator tersebut berhasil dibawa sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Lokasi yang diduga menjadi area pertambangan ilegal itu berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH VIII Kabupaten Mandailing Natal. Kawasan tersebut merupakan hutan negara dengan fungsi produksi terbatas yang pemanfaatannya diatur secara ketat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pengerukan di kawasan tersebut terdeteksi telah berlangsung sekitar dua pekan. Pada awalnya, warga memantau keberadaan lima unit ekskavator yang beroperasi di lokasi. Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah alat berat dilaporkan bertambah.

Pengamanan dua ekskavator ini merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap praktik pertambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan dan kawasan hutan. Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

Pimpin Apel di NTMC, Kabag Ops Korlantas Tekankan Kesiapan Jelang Operasi Ketupat 2026

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin memimpin apel pagi di lapangan NTMC Korlantas Polri, pada Senin (2/3/2026). Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kombes Pol. Aries meminta seluruh personel memastikan kesiapan secara menyeluruh baik sarana dan prasarana pendukung operasional di lapangan.

“Kegiatan kita sangat padat menjelang Operasi Ketupat 2026. Saya minta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel, kendaraan, dan sarana prasarana sejak dini. Jangan saling menunggu. Begitu ada kendala, segera laporkan. Kita harus memberikan yang terbaik saat turun ke lapangan,” ujar Kombes Pol. Aries.

Ia menjelaskan Operasi Ketupat 2026 akan dimulai pada 13 Maret 2026 berlangsung selama 13 hari. Puncak awal arus mudik diprediksi terjadi pada 14 Maret setelah sahur.

“Operasi Ketupat 2026 dimulai tanggal 13 Maret pukul 00.00 selama 13 hari. Lonjakan pertama diprediksi terjadi pada 14 Maret setelah sahur. Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat Pamatwil dan tim urai harus sudah siap sebelum puncak arus terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, diharapkan para personel dapat bekerja secara profesional dan responsif saat dilapangan.

“Kita tunjukkan bahwa Korlantas mampu menjadi contoh terbaik dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini. Pengamanan mudik bukan hanya tugas, tetapi bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kapolsek Malingping Polres Lebak Bersama Kelompok Tani Panen Raya Jagung Kuartal III

LEBAK || Jejak-indonesia.id - Komitmen Kepolisian Sektor Polsek Malingping dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan.

Kali ini, Kapolsek Malingping, AKP H.Dadan Jumhana, memimpin langsung kegiatan panen raya jagung jenis hibrida kuartal III di lahan pertanian di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

‎‎Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin 2 Maret 2026, ini merupakan puncak dari program penanaman jagung yang diinisiasi oleh Polsek Malingping Polres Lebak bersama Kelompok Tani setempat, kini menghasilkan panen jagung jenis hibrida yang melimpah dan berkualitas.

‎‎Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Herfio Zaki,.S.I.K,.M.H, melalui Kapolsek Malingping AKP H Dadan Jumhana, menyatakan bahwa panen jagung jenis hibrida ini bukan hanya sekadar seremoni, namun merupakan bukti keberhasilan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan.

‎‎”Kami sangat bersyukur hasil panen jagung hibrida di Desa Pagelaran ini sangat memuaskan. Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi yang baik. Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga Kamtibmas, tetapi juga untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, salah satunya melalui sektor pertanian,”ujar Kapolsek Malingping

Disamping itu Kapolsek Malingping tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada aparatur Desa Setempat serta kelompok tani yang sudah ikut serta dan membantu sehingga proses penanaman hingga panen jagung berjalan lancar.