Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Mondoluko Bersholawat Harmoni Spiritual Sebagai Jembatan Menuju Kedamaian Bagi Masyarakat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Dalam alunan waktu yang mengalir tanpa batas, manusia senantiasa mencari titik temu antara yang kekal dan yang fana di mana jejak langkah leluhur menyatu dengan bayangan harapan masa depan, dan getaran hati beresonansi dengan suara Ilahi. Bulan suci Ramadhan turun sebagai panggung bagi pertemuan suci tersebut, bukan sekadar musim ibadah yang menyucikan lahir dan batin, melainkan panggilan alamiah untuk menghidupkan kembali hubungan yang telah menjadi esensi kehidupan masyarakat dusun Mondoluko

"Mondoluko Bersholawat" sebuah perayaan yang menyambut kedatangan bulan suci Romadlhon sekaligus menghormati Haul Buyut Surataruna atau yang akrab disapa Buyut Surat, yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perjuangan masyarakat Blambangan melawan VOC kala jaman penjajahan Belanda. Atas segala sumbangsihnya yang telah menjadi warisan mulia, dan kita memiliki kewajiban untuk menghormati jasa jasanya, menjaga kelestarian nilai nilai luhurnya, baik dari sisi ilmunya yang mendalam maupun contoh perilaku hidupnya yang luhur.

Silsilah trah kerajaan Tawang Alun yang mengalir dalam dirinya terwujud dalam kedalaman ilmu yang diturunkan oleh Buyut Surat, ilmu yang menjadi landasan bagi setiap gerakan ibadah dan langkah kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, contoh hidupnya yang penuh kesederhanaan dan penuh dengan kebajikan terus menjadi panutan yang menerangi jalan bagi generasi muda dalam pengabdiannya kepada rakyat.

Acara sholawatan yang diselenggarakan pada hari Senin (16/02/2026) dusun Mondoluko desa Tamansuruh Banyuwangi ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas yang tumbuh dari akar budaya lokal senantiasa menyimpan kekuatan untuk menyatukan hati dan pikiran dalam satu getaran yang sama.
Acara tersebut berjalan meriah penuh hikmah dan dihadiri oleh segenap masyarakat baik dari warga setempat maupun masyarakat umum

Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi SAB mengungkapkan kedalaman makna yang tersembunyi di balik acara tersebut. "Haul Buyut Surataruna atau buyut Surat bukan sekadar babak sejarah yang harus kita kenang, melainkan cermin yang memperlihatkan bagaimana nilai nilai kebajikan mampu hidup dan berkembang dengan lestari dari satu generasi ke generasi berikutnya," ungkapnya

"Shalawatan ini adalah budaya, kita memiliki kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian warisan ini agar tidak tergerus oleh zaman. Dalam setiap langkah perjalanan kehidupan bermasyarakat, kesadaran akan warisan leluhur ini menjadi pondasi yang membuat masyarakat tetap tegak dan kokoh menghadapi segala tantangan zaman yang terus berdinamika menurut jalannya,
dan kedepannya acara shalawatan ini harus terus dilaksanakan setiap tahun, bukan hanya sekali ini saja karena ini adalah salah satu budaya dari dusun Mondoluko dan sekaligus untuk menjaga nilai silaturahmi dengan leluhur dan masyarakat," jelas Teguh Eko Rahadi SAB

Hadir dalam acara tersebut, Camat Glagah Drs H Ali Imron menyampaikan bahwa acara sholawatan ini menjadi momen awal perkenalannya secara langsung dengan masyarakat Mondoluko. "Alhamdulillah, melalui acara yang penuh berkah ini, saya dapat bertemu dan mengenal langsung saudara saudara masyarakat Mondoluko. Sebagai Camat Glagah yang baru menjabat, saya sangat menghargai kehangatan dan kebersamaan yang saya rasakan di sini," ucapnya.

Lebih lanjut Drs Ali Imron Camat Glagah juga dengan rendah hati meminta restu serta dukungan dari seluruh masyarakat Mondoluko agar dapat menjalankan tugas dengan baik. "Saya menyadari bahwa tugas memimpin dan melayani masyarakat tidaklah mudah, oleh karena itu saya mohon restu dan doa dari semua saudara saudara sekalian, agar langkah saya dalam menjalankan amanah di Kecamatan Glagah dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan bersama. Saya berkomitmen untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, menjaga nilai nilai luhur yang ada, serta bersama sama membangun wilayah kita menjadi lebih baik," tandasnya

(***)

Respon Cepat Aduan Warga, Polres Situbondo Amankan 14 Motor Balap Liar di Duwet dan Argopuro

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Keresahan warga Situbondo terhadap maraknya aksi balap liar dan suara bising knalpot brong yang mengganggu ketenangan malam akhirnya mendapat respons cepat dari kepolisian. Pleton Siaga Polres Situbondo menggelar patroli penertiban sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (15/2/2026).

Patroli tersebut dipimpin langsung Perwira Pengawas (Pawas), Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., dengan menyasar sejumlah titik yang kerap dilaporkan warga sebagai “zona merah” balap liar.

Penyisiran dimulai dari Mapolres Situbondo menuju arah timur melintasi Jl. PB. Sudirman, kemudian bergerak ke kawasan pemukiman Jl. Raya Desa Duwet hingga Simpang 3 Jembatan Desa Duwet yang diduga menjadi titik kumpul para remaja.

Petugas kemudian melanjutkan patroli ke arah selatan menuju Desa Alasmalang melalui Jl. Desa Peleyan, Jl. Anggrek, dan Jl. Kenanga. Tak luput dari pengawasan, kawasan pusat kota seperti Jl. Diponegoro, Jl. Pemuda, hingga Jl. Argopuro yang selama ini menjadi perhatian khusus karena kerap dijadikan lintasan balap liar. Patroli diakhiri di pertigaan lampu merah Jl. Basuki Rachmat dan Jl. A. Yani sebelum kembali ke Mapolres.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam merespons setiap keluhan masyarakat, baik melalui Call Center 110 maupun media sosial resmi Polres Situbondo.

“Kami mendata setiap laporan dan aduan masyarakat, lalu langsung menindaklanjutinya melalui patroli penertiban. Tujuannya jelas, untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Situbondo,” tegas AKBP Bayu.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 14 unit sepeda motor dari lokasi Simpang 3 Duwet dan Simpang 4 Lampu Merah Jl. Argopuro. Seluruh kendaraan kini diamankan di Mapolres Situbondo dan dikenakan sanksi tegas berupa tilang oleh piket Satlantas.

Meski melakukan penindakan, Kapolres memastikan personel tetap mengedepankan pendekatan humanis. Para remaja yang terjaring patroli diberikan edukasi mengenai bahaya balap liar, baik bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Penindakan ini untuk memberikan efek jera. Kami juga mengingatkan bahwa balap liar sangat berbahaya dan suara knalpot brong sangat mengganggu warga yang sedang beristirahat,” tambahnya.

AKBP Bayu juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas serupa atau situasi darurat lainnya.

“Silakan manfaatkan layanan Call Center 110. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam. Kami siap merespons setiap aduan masyarakat. Mari bersama menjaga kondusivitas Situbondo,” pungkasnya.

Kepengurusan Baru Persatuan Dokter Gigi Indonesia Probolinggo Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Siap Perkuat Edukasi dan Profesionalisme

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Kepengurusan baru Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Probolinggo periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam seremoni yang berlangsung di EL Hotel Blambangan Banyuwangi, Minggu (15/2/2026). Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Pengurus Wilayah PDGI Jawa Timur dan dihadiri perwakilan cabang dari sejumlah daerah di Jawa Timur.

Selain Probolinggo, pengurus PDGI dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang juga turut dilantik dalam agenda yang sama. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen pelayanan kesehatan gigi dan mulut di wilayah tapal kuda.

Ketua PDGI Cabang Probolinggo, drg. Reni Meutia, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru akan bergerak cepat menyusun langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas anggota.

“Kami ingin memastikan organisasi ini berjalan aktif, responsif, dan memberi manfaat nyata. Fokus kami tidak hanya pada penguatan internal, tetapi juga memperluas peran dalam edukasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi dokter gigi melalui pelatihan berkelanjutan akan menjadi prioritas utama. Di sisi lain, program penyuluhan dan kampanye kesehatan gigi secara preventif akan terus digencarkan, terutama untuk kelompok usia anak dan remaja.

Menurut Reni, tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut organisasi profesi untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, integritas dan standar profesional tetap menjadi landasan utama dalam setiap praktik pelayanan.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, serta organisasi profesi lain menjadi bagian penting dari strategi kami. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut,” tegasnya.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, PDGI Cabang Probolinggo diharapkan semakin solid, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya.

Kodim 0825/Banyuwangi Sampaikan Ucapan Imlek 2577 Kongzili, Gaungkan Semangat Harmoni dan Persatuan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Dalam semangat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api, Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Indra Triyadiwijaya, S.H., M.I.P., bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Dim 0825 Koorcab Rem 083 PD V/Brawijaya Ny. Dian Triyadi dan keluarga besar Kodim 0825/Banyuwangi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

Ucapan tersebut menjadi wujud penghormatan atas keberagaman budaya dan tradisi yang tumbuh harmonis di Kabupaten Banyuwangi. Momentum Imlek dinilai bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi juga simbol harapan, keberanian, serta semangat baru dalam menatap masa depan.

“Selamat Merayakan Tahun Baru Imlek 2026. Semoga tahun yang baru membawa keberanian melangkah maju, semangat pantang menyerah, keseimbangan dalam kebersamaan, serta kemakmuran dan kedamaian bagi seluruh masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan.

Tahun Kuda Api sendiri dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, dan dinamika. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pengabdian prajurit TNI dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban wilayah. Kodim 0825/Banyuwangi berharap semangat Imlek dapat mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya.

Selain itu, perayaan Imlek juga diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan serta menumbuhkan optimisme kolektif demi Indonesia yang harmonis dan sejahtera. Kebersamaan dalam keberagaman menjadi fondasi penting dalam membangun bangsa yang kuat.

Dengan semangat “Gong Xi Fa Cai”, keluarga besar Kodim 0825/Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga toleransi, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama membangun daerah dan negara dalam suasana damai dan penuh harapan.

Polres Sumenep Bongkar Jaringan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Lima Orang Ditetapkan Tersangka

SUMENEP || Jejak-indonesia.id - Satuan Reserse Kriminal Polres Sumenep Polda Jatim berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas pengangkutan solar subsidi tanpa dilengkapi dokumen resmi.

"Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 6 November 2025, sekitar pukul 01.45 WIB, di simpang tiga Jalan Arya Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep," kata AKBP Anang, Selasa (17/2/26).

Petugas Unit Idik II Pidsus Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim melakukan tangkap tangan terhadap Tiga orang laki-laki berinisial M.A., A.S., dan F.R., yang kedapatan mengangkut BBM jenis solar bersubsidi menggunakan dua unit mobil pikap.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan satu unit mobil pikap L300 bermuatan 59 jeriken berisi solar subsidi dengan total berat sekitar dua ton, serta satu unit mobil pikap lainnya yang membawa 46 jeriken solar subsidi dan 13 jeriken kosong.

"Seluruh BBM tersebut tidak dilengkapi surat rekomendasi resmi dan rencananya akan dibawa ke wilayah Kabupaten Pamekasan," terang AKBP Anang.

Hasil pengembangan penyidikan mengungkap bahwa BBM subsidi tersebut diduga milik beberapa pihak lain yang kemudian diketahui berinisial E.S., S.A., A.W., M.S., dan A.A.Z..

Berdasarkan gelar perkara dan didukung alat bukti yang sah, penyidik meningkatkan status kelima orang tersebut dari saksi menjadi tersangka.

Penyidik juga menemukan keterlibatan oknum operator SPBU yang membantu proses pengisian BBM dengan menggunakan barcode milik pihak lain, sehingga pembelian solar subsidi dapat dilakukan tanpa surat rekomendasi dari instansi terkait.

Kapolres Sumenep menyebut bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.

Ia juga menegaskan, BBM subsidi adalah hak masyarakat yang harus dijaga penyalurannya.

"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan, apalagi yang dilakukan secara terorganisir untuk kepentingan pribadi. Seluruh tersangka akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Anang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di lapangan.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sumenep Polda Jatim masih terus melengkapi berkas perkara dan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para tersangka guna proses hukum lebih lanjut.

Para tersangka dijerat dengan ketentuan Pasal 40 angka 9 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja juncto Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. (*)

error: Content is protected !!