We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Polda Metro Jaya Amankan 9.894 Tersangka Narkoba Sepanjang 2025, Selamatkan 10 Juta Jiwa

Kebayoran Baru || jejakindonesia.id  – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan narkotika sepanjang tahun 2025. Sebanyak 9.894 tersangka berhasil diamankan dari total 7.426 Laporan Polisi (LP) yang ditindaklanjuti selama satu tahun terakhir.

"Jumlah laporan polisi tindak pidana narkoba sebanyak 7.426 laporan, naik 1,1 persen dibandingkan tahun 2024. Adapun jumlah tersangka yang diamankan mencapai 9.894 orang," ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David dalam Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025 di Gedung BPMJ, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).

Profil Tersangka dan Langkah Rehabilitasi

Dari total tersangka yang diringkus, Kombes Pol. David merinci peran masing-masing pelaku: 21 orang sebagai produsen, 1 orang bandar besar, 3.445 pengedar, dan 6.427 orang sebagai pecandu atau pengguna. Data tersebut juga mencakup 56 Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan 51 Warga Negara Asing (WNA).

Terkait penegakan hukum, Polda Metro Jaya menerapkan pendekatan yang terukur. Sebanyak 35 persen atau 3.460 tersangka diproses melalui peradilan pidana, sementara 6.420 lainnya atau sekitar 56 persen diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, baik medis maupun sosial.

"Pemakai atau pecandu merupakan korban dari kejahatan yang dilakukannya sendiri. Sesuai amanat Undang-Undang, kami memfasilitasi rehabilitasi agar mereka dapat sembuh dan kembali ke keadaan semula," jelas Kombes Pol. David.

Capaian Barang Bukti dan Kasus Menonjol

Total nilai barang bukti yang disita sepanjang 2025 ditaksir mencapai Rp 1,724 triliun. Dengan penyitaan ini, Polri mengklaim telah menyelamatkan sebanyak 10.164.673 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap antara lain:

Home Industry Tembakau Sintetis: Pengungkapan laboratorium produksi sebesar 612,6 kg di sebuah ruko di Bekasi.

Jaringan Internasional: Penangkapan sabu seberat 516 kg di perumahan Bekasi yang terafiliasi dengan jaringan Timur Tengah (Crescent Triangle).

Komitmen Asta Cita

Kombes Pol. David menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata dedikasi jajaran Polda Metro Jaya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

"Ini bukan sekadar deretan angka, melainkan wujud nyata dedikasi dan kerja keras kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia," pungkasnya.

Momen Kenaikan Pangkat Serentak Polri: Dari Pati hingga Tamtama Resmi Sandang Pangkat Baru

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Perwira Tinggi (Pati) Polri, serta kenaikan pangkat bagi Perwira, Bintara, dan Tamtama Polri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan wujud kepercayaan pimpinan sekaligus tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap personel.

“Kenaikan pangkat ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan bentuk penghargaan institusi atas kinerja dan pengabdian anggota Polri. Pada saat yang sama, ini juga menjadi amanah untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Secara nasional, total personel Polri yang menerima kenaikan pangkat mencapai puluhan ribu orang. Kenaikan pangkat reguler ke dan dalam golongan Pati Polri diberikan kepada 42 personel, sementara kenaikan pangkat ke Kombes Pol sebanyak 308 personel, ke AKBP 642 personel, ke Kompol 1.332 personel, ke AKP 3.335 personel, dan ke Iptu 4.418 personel. Selain itu, kenaikan pangkat pengabdian ke Ipda diberikan kepada 448 personel, serta kenaikan pangkat dalam golongan Bintara sebanyak 36.053 personel dan Tamtama sebanyak 1.918 personel.

Dalam kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri, di antaranya yaitu Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja yang menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Agus Santoso serta Irjen Pol. Umar Surya Fana yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim Polri.

Sementara itu, pada kenaikan pangkat ke Brigadir Jenderal Polisi, sejumlah nama yang menempati posisi strategis turut menonjol, antara lain Brigjen Pol. Murry Mirranda yang menjabat sebagai Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang selaku Danpasbrimob II Korbrimob Polri, serta Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro yang bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa pelaksanaan kenaikan pangkat tidak hanya berlangsung di tingkat pusat, namun juga dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan wilayah, mulai dari Polda, Polres, hingga satuan kerja jajaran.

“Upacara kenaikan pangkat ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk keseragaman pembinaan karier dan soliditas organisasi. Kami berharap momentum ini semakin memotivasi seluruh personel untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya. Rabu (31/12/2025).

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan sistem pembinaan karier yang objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan transformasi Polri yang Presisi.

Bukti Nyata Respons Cepat Pos Pam RCW Medan, Tanggapi Dumas melalui Layanan Call Center 110

MEDAN || jejakindonesia.id - Polsek Sunggal melalui Pos Pam RCW Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui quick respon layanan Call Center 110, sebagai sarana pengaduan masyarakat yang siap siaga selama 24 jam. Layanan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polrestabes Medan khsususnya Polsek Sunggal melalu Pos Pam RCW Medan (01/01/2026),

Pada kamis dini hari, 01 Januari 2026, sekira pukul 02.30 Wib, Polrestabes Medan menerima laporan pengaduan masyarakat melalui layanan 110 dari seorang pelapor bernama J.Bangun terkait adanya keributan disalah satu SPBU jalan Ngumban Surbakti kelurahan Sempakata kecamatan Medan Selayang, pengaduan tersebut diterima dan ditindaklanjuti secara cepat oleh operator layanan 110 Polrestabes Medan

Menindak lanjuti laporan tersebut, Operator Call Center 110 Polrestabes Medan, segera menghubungi Oprator Polsek Sunggal yang selanjutnya ditindak lanjuti oleh Personil Pos Pam RCW Medan yang melaksanakan Pengamanan pergantian tahun, tak selang berapa lama personil Pos Pam RCW Medan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dimaksud

Personel Pos Pam RCW Medan Aipda Triandy dan Bripka Marwan dengan sigap menuju lokasi kejadian dan setibanya di lokasi, petugas Pos Pam RCW tidak menemukan keributan sesuai yang dilaporkan melalui Call Center 110

Selanjutnya Pesonil Pos Pam RCW Medan Bripka Marwan menghubungi pelapor J.Bangun dan didapat informasi bahwasanya "tadinya ada kesalah pahaman antara seorang laki - laki kepada penjual parfum (minyak wangi), yang mana laki - laki tersebut merasa cemburu dan tidak senang kepada penjual parfum, dikarenakan penjual parfum menawarkan dagangannya kepada pasangannya (ceweknya) kejadian tersebut sempat menjadi tontonan orang - orang yang melintas dan yang akan mengisi bahan bakar minyak di SPBU ini, kejadian tersebut hanya cekcok mulut tidak sempat menjadi perkelahian". ucap pelapor

Atas respon cepat dan profesional dari jajaran Polrestabes Medan Polsek Sunggal melalui Personil Pos Pam RCW Medan, pelapor menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas kepolisian, khususnya Polsek Sunggal Pos Pam RCW Medan, yang telah sigap menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110.

Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat.S.H,M.H menegaskan bahwa layanan Call Center 110 merupakan sarana komunikasi langsung antara masyarakat dan Polri, yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam menyampaikan laporan maupun pengaduan. Polrestabes Medan khususnya Polsek Sunggal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sesuai dengan Commander Wish Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr.Jean Calvjin Simanjuntak.S.I.K, M.H "Menajaga Harkamtibmas Yang Humanis Dengan Keikhlasan dan Pelayanan Publik Yang Berkualitas".tegas Kompol Bambang Hutabarat

Agus Flores Tegaskan Penertiban Penggunaan Nama dan Logo FR/FRN, Minta Media Patuhi Aturan Hukum

SURABAYA || jejakindonesia.id - Ketua Umum Fast Respon (FR) / Fast Respon Nusantara (FRN), Raden Mas MH Agus Rugiart, S.H atau yang akrab disapa Agus Flores, menyampaikan penegasan terkait penggunaan nama, logo, dan identitas organisasi FR/FRN oleh pihak-pihak tertentu yang dinilai belum memiliki legalitas dan izin resmi.

Dalam pernyataannya, Agus Flores menekankan bahwa penggunaan logo dan atribut organisasi tanpa dasar hukum yang jelas dapat berpotensi melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengingatkan bahwa setiap pihak yang menggunakan identitas organisasi wajib memiliki izin resmi serta kartu tanda anggota (KTA) yang sah.

“Jika diperiksa secara hukum, izin penggunaan logo dan HaKI harus jelas. Tanpa itu, tentu akan menjadi persoalan hukum,” ujar Agus Flores dalam komunikasi internal yang beredar di kalangan pengurus.
Selain menyoroti aspek legalitas, Agus Flores juga menekankan pentingnya satu komando dalam organisasi demi menjaga marwah dan arah perjuangan FR/FRN. Ia menilai, penataan internal perlu dilakukan secara bertahap namun tegas agar organisasi berjalan sesuai tujuan awal.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal DPP PW FR/FRN Counter Polri turut menyampaikan imbauan kepada seluruh jajaran dan media yang tergabung agar menertibkan pemberitaan yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kebijakan organisasi.
“Mohon kerja samanya sesuai arahan pimpinan. Apabila masih terdapat pemberitaan terkait FRIC, dimohon untuk disterilkan atau ditakedown tanpa terkecuali. Ke depan, tahun 2026 dipastikan steril,” demikian imbauan resmi yang disampaikan Sekjend.

Langkah ini, menurut pengurus pusat, bukan dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers, melainkan sebagai bagian dari penataan organisasi dan konsolidasi internal, agar tidak terjadi penggunaan nama besar organisasi untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan prinsip take and give serta garis komando yang telah ditetapkan.
Pihak organisasi juga menegaskan bahwa pintu komunikasi tetap terbuka bagi anggota maupun pihak yang ingin bergabung secara resmi, selama mengikuti mekanisme, aturan, dan struktur yang sah.

Dengan penataan ini, FR/FRN berharap ke depan dapat menjadi organisasi yang lebih tertib, profesional, dan taat hukum, serta mampu menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan. (Ozi/FF/FRN)

Mengetuk Pintu Langit, Banyuwangi Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Doa Bersama

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kabupaten Banyuwangi menutup malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025), dengan muhasabah dan doa bersama di Alun-alun Taman Blambangan. Ribuan jamaah, tokoh agama, kiai, dan pejabat daerah larut dalam suasana khusyuk, bermunajat memohon keberkahan untuk Banyuwangi di tahun mendatang.

Dalam malam refleksi akhir tahun dan doa bersama tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak masyarakat mengirimkan doa terbaik, bukan hanya untuk Banyuwangi, tetapi juga bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

“Tidak semua saudara kita menutup tahun 2025 dengan kegembiraan. Maka pada malam ini mari kita penuhi dengan doa. Kita hadiahkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji,” kata Ipuk.

Ipuk bersyukur Banyuwangi mampu melalui 2025 dengan berbagai capaian positif. Banyak prestasi dan keberhasilan yang diraih berkat gotong royong seluruh elemen masyarakat Banyuwangi.

Sesuai tema Hari Jadi Banyuwangi, “Tandang Bareng”, menjadi semangat bersama dalam membangun daerah.

“Semoga di tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, lebih damai, dan berkah bagi Banyuwangi. Semoga Allah SWT terus melindungi Banyuwangi. Menjauhkan dari segala bala dan bencana,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga berdialog secara virtual dengan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan duka dan keprihatinan atas bencana yang menimpa keluarga Banyuwangi di wilayah tersebut.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga Ikawangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi Allah dan segera pulih,” kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, telah melakukan penggalangan donasi kemanusiaan melalui program “Banyuwangi Berbagi” untuk korban bencana dan hasilnya akan disalurkan melalui Ikawangi Pusat untuk diberikan kepada warga Banywuangi yang terdampak bencana Sumatera.

“Semoga bermanfaat dan barokah. Salam untuk keluarga besar Ikawangi di Aceh dan Sumatera dari kami semua,” ujarnya.

Hadir dalam malam refleksi akhir tahun tersebut sejumlah tokoh agama, di antaranya KH Zainullah Marwan, KH Toha Muntaha, KH Hasan Toha, KH Ahmad Wahyudi, KH Riza Azizy, Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni, serta para ulama lainnya.

Mereka mengajak jamaah mengetuk pintu langit agar Banyuwangi senantiasa diberi keberkahan dan perlindungan, yang kemudian dirangkai dengan istigasah dan doa secara bergantian, dipimpin langsung oleh para kiai yang hadir.

Lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Mahabbatun Nabi menggema sepanjang acara, sebelum malam refleksi tersebut ditutup dengan penampilan musik Sabrang MDP dan Letto. (*)

error: Content is protected !!