Opening soon Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polda Kalteng Serahkan 3,5 Ton Jagung ke Bulog pada Panen Raya Kuartal IV di Katingan

KATINGAN || jejakindonesia.id - Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 kembali menegaskan komitmen Polri, khususnya Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Tidak hanya sebagai pendamping petani dalam proses budidaya. Polda Kalteng juga memastikan hasil panen tersalurkan dengan baik ke gudang Bulog agar stok cadangan pangan pemerintah dapat terjaga dan distribusi lebih merata.

Hal tersebut, disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. usai melaksanakan penyerahan pemenuhan cadangan hasil panen jagung pada panen raya kuartal IV, di Desa Hampalam, Kec. Tewang Sangalang Garing, Kab. Katingan, Kamis (8/1/2026).

Kapolda Kalteng menegaskan, sepanjang panen raya kuartal IV di Kabupaten Katingan ini Polda Kalteng melaksanakan penyerahan jagung kepada Bulog.

"Khususnya hari ini, kita akan mendistribusikan sebanyak 3,5 Ton jagung untuk diserap Bulog dengan tujuan pemenuhan cadangan jagung pemerintah," ungkap Kapolda.

Kapolda menegaskan, gerakan ini menjadi wujud nyata sinergi Polri dengan Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional.

"Dengan adanya aliran hasil panen ke gudang resmi Bulog petani mendapat kepastian pasar, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan jagung untuk kebutuhan konsumsi maupun industri," tegasnya.

Diakhir kesempatan, Kapolda turut menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) sebanyak 10 buah, pupuk 100 Kg, bibit jagung 50 Kg kepada kelompok tani Desa Hampalam serta bantuan sosial bagi masyarakat sekitar. (adji)

Kapolri Zoom Call Panen Jagung! Polres Simalungun Gelar Panen Raya Serentak 12 Hektar, Jenderal Listyo: “Polri Penggerak Ekonomi Petani!”

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Moment bersejarah! Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin langsung secara virtual via Zoom pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Areal Perkebunan PTPN IV Regional II Kebun Hatonduhan, Nagori Parhundalian Jawa Dipar, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, pada Kamis pagi, 8 Januari 2026, pukul 09.30 WIB. Dengan total luas 12 hektar, kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekira pukul 16.00 WIB, Kabag SDM Polres Simalungun KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan, dengan penuh semangat menjelaskan betapa pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi Polri.

"Ini bukan sekadar panen jagung biasa! Ini adalah Panen Raya Serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolri melalui Zoom. Beliau ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga terlibat aktif dalam menggerakkan ekonomi petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Ini adalah wajah baru Polri!" ujar Kabag SDM dengan antusias.

Kegiatan yang berlangsung di kebun PTPN IV ini dihadiri oleh berbagai elemen Forkopimda Simalungun, termasuk Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, S.E., Asisten II Bupati Esron Sinaga (mewakili Bupati), Wakapolres Simalungun KOMPOL Edi Sukamto, S.H., M.H., (mewakili Kapolres), Pasilog Dandim 0207 Lettu Riyono (mewakili Dandim), dan Kasi Intel Kejaksaan Edison Situmorang, S.H., M.H., (mewakili Kajari).

"Full team Forkopimda hadir! Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah prioritas bersama. Dari legislatif, eksekutif, hingga lembaga penegak hukum—semua bersatu mendukung para petani," ungkap KOMPOL Manaek Sahala dengan bangga.

Turut hadir GM Manager PTPN IV Regional II M. Lahago, Kepala Bulog Matius Sitepu, Kepala BPS Ir. Sawaluddin N., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Jendri Saragih, SP., M.Si., Camat Hatonduhan Bill Morgan Saragih, Masyarakat Poktan Dos Roha dari Kecamatan Tanah Jawa, dan Pangulu Parhundalian Sahlan Tambunan.

"Kolaborasi lintas sektor! Dari PTPN, Bulog, BPS, Dinas Pertanian, hingga kelompok tani—semua hadir. Ini adalah sinergi yang luar biasa untuk mendukung ketahanan pangan," ujar Kabag SDM.

Dalam arahan virtualnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan yang sangat inspiring tentang peran Polri dalam mendukung petani dan ketahanan pangan nasional.

"Pak Kapolri memberikan semangat kepada petani agar semakin maju. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat. Ini adalah statement yang sangat powerful!" ungkap KOMPOL Manaek Sahala menyampaikan pesan Kapolri.

Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam mengawal agenda besar bangsa untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

"Pak Kapolri bilang: 'Melalui kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama, Polri akan terus mengawal agenda besar bangsa untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.' Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bicara, tapi benar-benar action di lapangan!" ujar Kabag SDM dengan semangat.

Kapolri juga menekankan bahwa kegiatan panen raya ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, kerja sama yang solid, dan inovasi berkelanjutan, Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Pak Kapolri sangat optimis! Beliau yakin bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama yang solid, Indonesia bisa memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ini adalah visi yang sangat positif untuk Indonesia!" ungkap KOMPOL Manaek Sahala.

Setelah arahan virtual dari Kapolri, pada pukul 12.00 WIB, Wakapolres Simalungun KOMPOL Edi Sukamto bersama Forkopimda turun langsung ke ladang melaksanakan panen jagung.

"Pak Waka Polres tidak hanya nonton! Beliau turun langsung ke ladang, memegang tongkol jagung, dan panen bersama petani. Ini adalah leadership by example yang sangat inspiring!" ujar Kabag SDM dengan kagum.

Panen dilaksanakan di 3 lokasi dengan total luas 12 hektar: PTPN IV Regional II Kebun Hatonduhan seluas 8 hektar, Kelompok Tani Panambean-I Nagori Bukit Rejo Kecamatan Sidamanik seluas 1 hektar, dan Kelompok Tani Nagori Manik Rambung seluas 3 hektar.

"Total 12 hektar jagung dipanen serentak! Ini adalah volume yang sangat signifikan dan akan berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional," ungkap Kabag SDM.

Panen raya selesai pada pukul 12.35 WIB dalam situasi aman dan kondusif, dilanjutkan dengan foto bersama dan makan siang bersama para petani.

"Situasi aman dan kondusif! Panen berjalan lancar, tidak ada kendala apapun. Setelah panen, kami foto bersama dan makan siang dengan petani. Ini adalah momen kebersamaan yang sangat berharga," ujar KOMPOL Manaek Sahala.

Kabag SDM menutup dengan pesan bahwa kegiatan panen raya ini adalah bukti nyata transformasi Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

"Panen Raya Jagung Serentak ini adalah milestone penting! Ini membuktikan bahwa Polri telah bertransformasi dari hanya menjadi penjaga keamanan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kepada para petani Simalungun: Polri ada untuk mendukung kalian! Kami akan terus hadir, tidak hanya saat ada masalah keamanan, tapi juga saat kalian membutuhkan dukungan untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan. Mari bersama-sama kita wujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia! Selamat kepada para petani yang telah bekerja keras! Semoga hasil panen melimpah dan berkah untuk keluarga kalian!" ucap Kabag SDM Polres Simalungun KOMPOL Manaek Sahala Ritonga, S.H., M.H., menutup dengan penuh semangat, sementara para petani tersenyum lebar sambil menunjukkan tongkol-tongkol jagung hasil panen mereka—bukti nyata bahwa Polri untuk Masyarakat bukan sekadar slogan, tapi tindakan nyata di lapangan.

Direktur Eksekutif Populi Center Sebut Pilkada Lewat DPRD Syaratnya Berat

Jejakindonesia.id || Dalam merespons wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Populi Center menilai bahwa skema tersebut menuntut prasyarat yang jauh lebih berat, termasuk sosialisasi publik yang luas, pembangunan kepercayaan masyarakat, serta reformasi partai politik, agar tetap demokratis dan memiliki legitimasi publik.

"Pilkada melalui DPRD hanya dapat dipertimbangkan dengan prasyarat yang ketat, yakni ketika partai politik dan pemerintah mampu meyakinkan publik bahwa mekanisme tersebut lebih demokratis, akuntabel, dan efektif, bukan semata mengejar efisiensi anggaran" jelas Afrimadona (Direktur Eksekutif Populi Center)

Afrimadona juga menjelaskan bahwa Pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan solusi teknokratis. Ini adalah pilihan politik yang membawa konsekuensi besar terhadap kualitas demokrasi lokal dan legitimasi kekuasaan daerah.

Berdasarkan keterangan dalam Rilis Populi Center, perubahan mekanisme Pilkada tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

“Jika mekanisme ini dipilih, maka partai politik dan DPRD harus menunjukkan bahwa prosesnya tetap demokratis, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” lanjut Afrimadona.

Dalam rilis tersebut, Populi menekankan setidaknya beberapa prasyarat utama agar Pilkada melalui DPRD dapat diterima masyarakat. Pertama, partai politik perlu melakukan sosialisasi yang luas, terbuka, dan berkelanjutan kepada publik, bukan sekadar sosialisasi formal atau prosedural. Publik perlu memahami secara jujur bagaimana mekanisme ini bekerja, apa kelebihannya, serta apa konsekuensinya terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Temuan survei Populi Center Oktober 2025 yang dirilis pada 30 November 2025 menunjukkan preferensi publik terhadap Pilkada langsung masih sangat kuat. Sebanyak 89,6 persen responden menginginkan gubernur dipilih secara langsung, sementara 94,3 persen menginginkan mekanisme yang sama untuk pemilihan bupati dan wali kota.

“Tanpa reformasi partai, Pilkada melalui DPRD akan mudah dipersepsikan sebagai proses elitis dan tertutup,” tegas Afrimadona.

Populi menutup rilisnya dengan menegaskan bahwa selama prasyarat berat tersebut belum terpenuhi secara meyakinkan, preferensi publik terhadap Pilkada langsung tidak boleh diabaikan karena berisiko melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

Polda Kepri Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I, Wujud Dukungan Nyata Swasembada Pangan Nasional 2026

BATAM || jejakindonesia.id - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta implementasi Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Polda Kepulauan Riau melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I dalam rangka mendukung Swasembada Pangan Tahun 2026, yang digelar di Lahan Ketahanan Pangan Polda Kepri Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I secara nasional yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Kapolri, serta diikuti oleh Anggota DPR RI Komisi IV, Menteri Pertanian, Direktur Utama Bulog, Polda dan Polres jajaran di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan di wilayah Kepulauan Riau diikuti oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polda Kepri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah daerah dan kewilayahan, antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis, S.E., M.H., Kepala Bulog Kota Batam Guido XL Pereira, Danramil 03/Nongsa Kapt. Inf. Febri Yendi, Camat Nongsa Eva Marhaini, S.Pd., M.Si., Lurah Sambau Zulkarnain, Bhabinkamtibmas Sambau, Bhabinpotmar Sambau, Personel Polda Kepri, Tokoh Masyarakat Kecamatan Nongsa serta Perwakilan Kelompok Tani “Tunas Mekar” Kelurahan Sambau mengikuti jalannya Zoom Meeting nasional tersebut dari lokasi panen di Kecamatan Nongsa.

Usai pelaksanaan Zoom Meeting, kegiatan dilanjutkan dengan Panen Jagung secara simbolis di lahan ketahanan pangan Polda Kepri, yang melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Prabowo - Gibran, khususnya dalam upaya mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan.

Lahan ketahanan pangan Polda Kepri seluas kurang lebih 5 hektar tersebut dikelola bersama Kelompok Tani Tunas Mekar dengan komoditas utama jagung, sebagai bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain kegiatan panen Raya jagung, Polda Kepri juga melaksanakan Bakti Kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar yang diselenggarakan oleh Sidokkes Polresta Barelang.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

Residivis Curanmor Specialis Rumah Ibadah Ditembak Polsek Sunggal

MEDAN || jejakindonesia.id - Polsek Sunggal kembali tangkap 4 pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan yakni Residivis Curanmor Specialis Rumah Ibadah.

4 pelaku yang ditangkap adalah DFHA (21), TR (30), AS (30), RAS (20).

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat S.H.M.H, bersama Kanit Reskrim, AKP Harles Richter Gultom S.H di Mapolsek Sunggal, Jalan TB. Simatupang Medan Sunggal, Kamis (08/01/2026).

" kita lakukan tindakan tegas terhadap mereka, dengan menembak kaki pelaku yang berusaha melawan petugas saat diamankan. Kami mengamankan empat tersangka dalam perkara ini, dan keempat tersangka ini adalah residivis, dari kasus yang sama," ungkap Kompol Bambang G Hutabarat.

Dalam kelompok pelaku curanmor ini dikendalikan oleh seseorang, di antaranya bernama Andi Sanjaya, yang merupakan otak pelaku dari kejahatan ini.

Tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini, telah dilakukan oleh residivis berulang-ulangkan seakan tidak ada rasa takut.para pelaku menyasar pada rumah Ibadah. Diantaranya Mesjid Ar Ridho Desa SM Diski pada bulan Desember 2025.

" Dari hasil pemeriksaan kami yang mendalam, bahwa para pelaku ini sudah 11 kali melakukan kegiatan pencurian sepeda motor ini. Para pelaku ini melakukan aksinya di rumah ibadah, terkhusus masjid, karena sudah 5 kali melakukan aksinya di masjid Kecamatan Sunggal DS " jelas Kapolsek Sunggal.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni   1 ( Satu) Set Kunci Y L, 1 ( Satu) Buah Anak Kunci T, 2 ( Dua) Buah Tang, 2 ( Dua) Buah Kunci Pas, 5 ( Lima) Buah Kunci L, 1 ( Satu) Buah Gunting, Satu Unit Sepeda Motor Merek Honda Scoopy warna Hitam Merah tanpa Plat, 1 ( Satu) Buah tas sandang warna hitam dan  1 ( Satu) Buah kunci sepeda motor .

" Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, terhadap tersangka dikenakan pasal 363 Ayat (2) KUHPidana atas Pasal 477 ayat (2) Undang-undang Nomir 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang hukum pidana. Dengan ancaman hukuman selama lamanya 9 tahun penjara," Tegas Kompol Bambang G Hutabarat

error: Content is protected !!