Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Wujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan Untuk pembangunan Nasional

Jakarta, Jejak – Indonesia.id | Polri menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Asta Cita pemerintah melalui peran yang tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti ketahanan pangan.

Melalui Satgas Pangan, Polri ikut memastikan distribusi komoditas vital, termasuk jagung, berjalan lancar serta terbebas dari praktik kecurangan, penimbunan, maupun spekulasi harga. Kehadiran aparat di lapangan menjadi jaminan keamanan bagi petani, pelaku usaha, hingga konsumen, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

“Pelaku usaha memiliki jaminan bahwa jalur distribusi lebih tertata. Sementara masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil,” jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (18/8/2025).

Dengan demikian, pengawasan distribusi pangan tidak hanya soal penegakan hukum tetapi juga bagian dari sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pencapaian tujuan Asta Cita.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan visi Asta Cita sebagai pedoman arah kebijakan pembangunan nasional. Sebab itu, diperlukan sinergisitas serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

"Salah satu misi Asta Cita adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang tentunya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan potensi pertanian di dalam negeri" ujar Kapolri. (red)

Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Arak Bali Truk Pengangkut Diamankan di Jember

Jember, Jejak – Indonesia.id |  Aksi jeli tim patroli Alap-Alap Satuan Samapta Polres Jember Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil menggagalkan peredaran ribuan liter miras yang dikemas dalam botol, Minggu pagi (17/8/2025)

Kejadian ini bermula saat tim Alap-Alap sedang patroli rutin di Jalan Ikan Bandeng, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Jalan yang menurun dan sempit tiba-tiba dilewati sebuah truk merah Isuzu ELF dengan kecepatan cukup tinggi, yang membuat Polisi curiga.

Tak tunggu lama, truk bernopol N-8751 UE itu dihentikan tepat di depan sebuah Gudang dan setelah diperiksa, ternyata benar dugaan Polisi.

Truk yang dikendarai RS (36), warga Dampit Malang bersama rekannya NK (29), warga Wajak Malang, kedapatan mengangkut 45 karton atau sekitar 3.330 botol miras jenis arak Bali.

Tanpa basa-basi, keduanya langsung digelandang ke Mako Polres Jember Polda Jatim bersama barang bukti untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra melalui Kasat Samapta Polres Jember, AKP Heru Siswanto, S.H., membenarkan penangkapan tersebut.

Ia mengatakan, saat ini tersangka dan barang bukti sedang dilakukan pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku dan barang bukti kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut," kata AKP Heru, Selasa (19/8/25).

Ia juga menegaskan bahwa Polres Jember Polda Jatim akan terus mengoptimalkan patroli untuk memelihara Kamtibmas.

“Kami akan terus gencar melakukan patroli untuk mencegah peredaran miras ilegal di Jember. Ini bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya. (red)

Menuju Swasembada Pangan, Kapolres Trenggalek Bersama Warga Panen Raya Jagung

Trenggalek, Jejak - Indonesia.id | Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Ridwan Maliki berkunjung ke lahan jagung tepatnya di desa Sukorejo, kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Selasa, (19/8).

Tak sekadar berkunjung, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek Polda Jatim ini sekaligus melakukan panen raya di lahan milik warga setempat.

AKBP Ridwan Maliki menerangkan, kegiatan hari ini merupakan wujud dukungan jajaran kepolisian terhadap program ketahanan pangan pemerintah, khususnya komoditas jagung untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Iya benar, hari ini kita gelar panen raya jagung bersama warga kurang lebih 2 ton jagung,”jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu Polres Trenggalek Polda Jatim juga telah membangun kerjasama dengan sejumlah pondok pesantren untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Trenggalek dengan memanfaatkan lahan kosong dengan melibatkan para santri.

Selain itu, secara internal, Polres Trenggalek Polda Jatim turut ambil bagian dengan mengolah lahan tidur yang ada di masing-masing wilayah Polsek jajaran untuk ditanami jagung.

Dalam pelaksanaannya Polres Trenggalek Polda Jatim melibatkan stakeholder terkait, termasuk petani dan penyuluh pertanian.

“Untuk tingkat Polres, kita manfaatkan lahan hibah yang berada di depan Mapolres seluas 1,5 hektar, kemudian ada sebagai kolam ikan nila, ternak ayam serta kebun alpukat dan pepaya,”uarnya.

Tak ketinggalan, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani dan pemilik lahan yang telah turut berperan aktif dan berkontribusi positif dalam mendukung penanaman jagung di Kabupaten Trenggalek.

“Memasuki kwartal ketiga tahun ini, kita harapkan produktivas jagung di Kabupaten Trenggalek bisa lebih sukses dari sebelumnya, hasil panen melimpah daan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh para petani dan juga masyarakat.”pungkasnya. (red)

Polresta Banyuwangi Launching SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menunjukkan dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto terkait makan bergizi gratis dengan meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Watu Kebo, Kecamatan Blimbingsari, Selasa (19/7/2025).

Acara launching ini dihadiri Sejumlah unsur Forkopimda Banyuwangi, Pejabat Utama Polresta Banyuwangi, Bhayangkari, dan para pemangku kepentingan turut hadir, menandai komitmen bersama dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi seimbang.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan bahwa SPPG telah disiapkan secara matang untuk melayani secara bertahap 13 sekolah sebanyak 1218 siswa penerima manfaat.Selanjutnya secara bertahap akan memenuhi 26 sekolah dengan total 3.481 siswa penerima manfaat.

Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Banyuwangi.

“Bahan baku kebutuhan makanan akan diambil dari petani dan pasar lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tengah masyarakat.

Selain itu, kami melibatkan 47 tenaga kerja terlatih dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan,” ungkap Kapolresta.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, SPPG mengerahkan armada khusus berupa dua truk colt diesel dan satu minivan.

Sistem ini dirancang agar makanan bergizi dapat tersalurkan tepat waktu dan merata kepada seluruh siswa penerima manfaat.

Melalui program ini, Polresta Banyuwangi berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.Kehadiran SPPG juga menjadi bentuk kontribusi nyata Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat.(red)

HUT RI ke-80 di Poso, Dua Simpatisan Paham Radikalisme Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI

Poso, Jejak - Indonesia.id | Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" menjadi momen bersejarah bagi dua simpatisan asal Kabupaten Sigi yang sebelumnya terpapar paham radikalisme.

Mereka menyatakan Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di hadapan Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, S.I.K., M.H., di Pos Komando Taktis (Poskotis) Tokorondo, Kabupaten Poso, pada Minggu (17/8/2025).

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan penuh haru. Keduanya dengan lantang mengucapkan janji setia kepada NKRI, lalu mencium Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Ikrar tersebut turut dihadiri Kasatgas I Intelijen Kombes Pol Andi Aditya Sakti, S.I.K., Kasatgas III Preventif Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K., perwakilan Kesbangpol Kabupaten Poso, serta sejumlah personel lainnya.

Ahmad Afandi alias Aco, salah satu simpatisan yang sebelumnya terpapar paham radikalisme, mengaku ikrar tersebut menjadi titik balik hidupnya.

“Dulu saya mempunyai pemikiran bertentangan dengan NKRI. InsyaAllah ke depan kita akan bersatu membangun negara ini dan kembali ke masyarakat yang damai,” ujarnya.

Afandi juga mengajak teman-temannya yang masih terpapar ideologi radikal agar segera kembali ke jalan yang benar.

“Mari kita bersama-sama bersatu membangun negara ini agar menjadi negara yang adil dan makmur,” tambahnya.

Senada, Sunardin, simpatisan lainnya, menyebut momentum 17 Agustus ini menjadi sejarah penting dalam hidupnya. Ia menegaskan tekad untuk meninggalkan paham radikalisme dan hidup dalam semangat kebangsaan.

“Saya berharap kepada teman-teman yang belum kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, mari bersama-sama kembali ke NKRI,” katanya dengan suara bergetar.

Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar, menyambut baik ikrar setia yang diucapkan dua simpatisan asal Kabupaten Sigi tersebut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa program Deradikalisasi melalui pendekatan persuasif dan humanis terus membuahkan hasil. Kami berharap langkah ini menjadi contoh bagi mereka yang masih terpapar agar segera kembali ke pangkuan NKRI,” ungkapnya.

Pernyataan ikrar setia ini menjadi bukti nyata keberhasilan Deradikalisasi melalui pendekatan humanis yang dilakukan Polda Sulawesi Tengah melalui Satgas Madago Raya. Harapannya, langkah dua simpatisan ini dapat menjadi contoh bagi mereka yang masih terjerat ideologi radikalisme agar kembali ke pangkuan NKRI. (red)

error: Content is protected !!