Sorry, we're closed Opens Jumat at 9:00 am

Tahun: 2025

Kukuhkan Karupam, Wakarupam dan Ka P2U, Kalapas Banyuwangi Tekankan Optimalisasi Pelakasanaan Tugas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Guna memperkuat struktur dan kejelasan fungsi pengamanan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa mengukuhkan Komandan Regu Pengamanan (Karupam), Wakil Komandan Regu Pengamanan (Wakarupam), dan Komandan Pengamanan Pintu Utama (Ka P2U).

Pengukuhan tersebut digelar dalam apel pagi pegawai di Lapangan Apel depan Gazebo Lapas Banyuwangi, Kamis (11/9).

Pengukuhan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kinerja keamanan. Dalam amanatnya, Wayan menekankan bahwa pengukuhan ini dilakukan untuk memberikan kejelasan tugas, wewenang, dan tanggung jawab bagi masing-masing posisi.

“Diharapkan dengan kejelasan ini, dapat terwujud optimalisasi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Optimalisasi tersebut pada akhirnya akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kondusivitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Banyuwangi,” ujarnya.

Meski telah ada pembagian tugas yang jelas, Wayan menegaskan bahwa koordinasi antar petugas dan dengan seksi terkait lainnya harus tetap dijaga dengan baik.

“Koordinasi yang solid dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan sistem pengamanan yang terintegrasi dan efektif,” terangnya.

Lebih jauh, Kalapas juga menghimbau agar seluruh petugas, tidak hanya yang bertugas di regu pengamanan, untuk selalu peka dan waspada terhadap setiap kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Pada dasarnya, seluruh petugas pemasyarakatan, tanpa terkecuali, memikul tanggung jawab kolektif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” tegasnya.

Untuk itu, pelaksanaan tugas harus selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan disiplin dan prosedur ini diyakini akan memperkuat fondasi pelayanan dan pembinaan di Lapas Banyuwangi.

Banjir dan Longsor melanda Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan

BALI || jejak-indonesia.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Bali pada 9 hingga 10 September 2025 memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor, sementara beberapa pemukiman warga terendam air. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menewaskan 7 orang, melukai 47 orang, serta memaksa 237 warga mengungsi ke 4 titik lokasi pengungsian.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat bersama TNI, BPBD, serta instansi terkait. Personel Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat.

Kapolda Bali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pembersihan jalur yang terdampak longsor dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Disambut Prosesi Adat Injak Piring, Pangdam Kasuari dan Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari Resmi Jejakkan Kaki di Bumi Kasuari

Manokwari || jejakindonesia.id - Suasana penuh kehangatan dan nuansa budaya khas Papua menyelimuti Bandara Rendani, Manokwari, Rabu (10/9/2025). Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru dan Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru tiba untuk memulai pengabdian barunya di Bumi Kasuari, disambut dengan prosesi adat yang sarat makna.

Sejak menapakkan kaki di Bandara, Pangdam bersama Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru, langsung disambut meriah dengan tarian adat, pengalungan bunga, serta prosesi injak piring sebagai simbol penghormatan dan penerimaan.

Kedatangan Pangdam Kasuari bersama Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari kali ini menjadi momen bersejarah, setelah sebelumnya secara resmi dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada upacara serah terima jabatan di Aula A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta, Senin (8/9/2025) lalu.

Momen istimewa terjadi ketika Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., bersama Ketua TP PKK Provinsi Papua Barat, Ny. Yuliana Mandacan secara langsung memasangkan topi adat kepada Pangdam XVIII/Kasuari dan Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari sebagai tanda penghormatan sekaligus pengakuan masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya terhadap pemimpin baru di Kodam XVIII/Kasuari.

Prosesi penyambutan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Papua Barat, Kasdam XVIII/Kasuari, serta seluruh pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari. Kehadiran para pejabat tersebut menambah semarak suasana sekaligus menunjukkan sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam membangun Papua Barat.

Dengan menggunakan pesawat Batik Air ID 6154, kedatangan Pangdam baru ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya. Dengan sambutan budaya yang hangat, Mayjen Christian Kurnianto Tehuteru dan Ny. Mevi Christian K. Tehuteru diharapkan mampu membawa semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian demi kemajuan pembangunan serta keamanan di Tanah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

(Pendam XVIII/Ksr)

Dari Menteri Tito Hingga Luhut Puji Komitmen Banyuwangi Wujudkan Pemerintahan Digital

JAKARTA || jejakindonesia.id  - Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mewujudkan pengelolaan pemerintahan berbasis digital mendapat pujian dari banyak pihak. Di antaranya dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Penasehat Khusus Pres iden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Kita akan piloting di Banyuwangi. Nanti di Banyuwangi, sistem akan kita integrasikan, jadi satu sistem,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penandatanganan Surat Keputusan Bersama Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis (named) dan Tenaga Kesehatan (nakes) di Kabupaten/Kota melalui Mall Pelayanan Publik Digital Nasional (MPPDN). Banyuwangi menjadi salah satu daerah piloting nasional untuk penyelenggaraan perijinan named dan nakes lewat MPPDN.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah menteri dan kepala daerah. Di antaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi.

“Sehingga kalau ini nanti berhasil, yang di Banyuwangi, tentu ada kurangnya sana-sini, Januari tahun depan, kita akan launching di seluruh Indonesia,” terang Luhut yang juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Tito Karnavian. Digitalisasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dinilainya memiliki proyeksi yang selaras untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, terjangkau, dan efisien. Di antaranya dengan menghadirkan Mall Pelayanan Publik (MPP) pertama di Indonesia yang telah bertransformasi ke arah digital.

“(Mall Pelayanan Publik) di Banyuwangi merupakan salah satu yang terbaik. Pelayanannya top,” terang mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia itu.

Banyuwangi merupakan pionir transformasi pelayanan publik melalui Mall Pelayanan dan juga menjadi percontohan dalam digitalisasi pelayanan melalui MPP Digital.

Pionir dalam memelopori MPP Digital, pemrinatah pusat telah menjadikan Banyuwangi pilot project MPP Digital Nasional. MPPDN ini antara lain menyediakan layanan administrasiþ kependudukan dan layanan perijinan kesehatan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan terimakasih atas apresiasi tersebut. “Ini bentuk dukungan sekaligus pelecut semangat bagi kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, yang berdampak positif terhadap masyarakat dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Terkait dengan digitalisasi perizinan praktik untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis yang dicanangkan secara nasional itu pun, Ipuk berkomitmen untuk turut menyukseskannya. “Ini tentu menjadi kabar baik bagi nakes di Banyuwangi. Kini dapat mengurus perizinan dengan mudah dan cepat,” ungkapnya.

Saat ini ada 199 Kabupaten/Kota yang menjadi piloting sistem perizinan nakes dan named digital tersebut. Daerahbtersebut sebelumnya telah memiliki MPP Digital.

“Kita bersyukur segenap stakeholder di Banyuwangi telah berjerih payah mewujudkan infrastruktur digital ini. Sehingga kita bisa menjadi yang terdepan dalam menyongsong program digitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” pungkas Ipuk.

Rektor ISI Surakarta: Bupati Banyuwangi Punya Perhatian Besar pada Seni Budaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Setelah resmi membuka perkulihan di Banyuwangi, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, menggelar inagurasi mahasiswa baru, Selasa (10/10/2025). Hadir dalam inagurasi, Rektor ISI Surakarta Prof. I Nyoman Sukerna. Nyoman menyebut Kampus ISI Kelas Banyuwangi menjadi laboratorium resmi untuk belajar seni dan budaya.

Rektor ISI Surakarta menyebut Banyuwangi memiliki potensi kekayaan seni dan budaya yang luar biasa serta memiliki ciri khas tersendiri.

"Dengan adanya pendidikan tinggi seni formal, akan menjamin keberlanjutan warisan leluhur ini. Hal ini sesuai dengan mandat Undang-undang, dimana institusi resmi untuk pembinaan seni budaya," kata Prof. Nyoman.

Kehadiran ISI Surakarta di Banyuwangi melalui proses yang panjang. Bahkan sejak dekade 90-an telah tercetus wacana untuk mendirikan kampus seni di Banyuwangi telah dilontarkan oleh budayawan dan pegiat seni. Namun baru di masa Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, harapan itu bisa terwujud.

"Kami melihat Bupati Banyuwangi punya perhatian besar pada seni budaya di daerahnya. Karena itu kami juga menegaskan komitmen terus mengembangkan kampus di Banyuwangi ini," kata Nyoman.

Nyoman mengatakan ke depan akan membuka program studi (prodi) baru yang bervariatif di Banyuwangi.

“Saat ini ada dua prodi yakni prodi ethnomusikologi dan tari. Ke depan akan terus kami dorong pembukaan jurusan baru, misalnya DKV (Desain Komunikasi Visual), Film, Batik dan lainnya. Di ISI sendiri ada 22 Prodi yang dijalankan,” ujarnya.

Mahasiswa Kampus ISI Surakarta Banyuwangi telah menjalani pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) dan kuliah perdana. Kali ini para mahasiswa melaksanakan inagurasi yang menandai secara resmi dimulainya masa studi mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut untuk tahun ajaran 2025/2026.

Bupati Ipuk yang turut menghadiri Inaugurasi, kehadiran ISI Banyuwangi akan memperkuat ekosistem seni budaya daerah.

"Setelah sebelumnya upaya pelestarian dilakukan dengan menggelar ratusan event budaya dalam yang dibalut Festival setiap tahun. Kini upaya tersebut dilanjutkan lewat jalur akademis dengan hadirnya kampus seni ISI Banyuwangi,” kata Ipuk.

“Dengan adanya perguruan tinggi diharapkan semakin menguatkan DNA seni budaya daerah lewat penelitian dan inovasi. Kami harap juga nantinya para mahasiswa akan menjadi pengajar yang akan ikut menyebarkan seni budaya daerah secara lebih luas,” harap Ipuk.

Inagurasi tersebut dihadiri segenap jajaran dekan dan dosen pengajar. Juga hadir Kapolresta Banyuwamngi Kombes Pol Rama Samtama, Plh. Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri, Majelis Kehormatan DKB Samsudin Adlawi, dan sejumlah perwakilan Forkopimda.

Kehadiran ISI Banyuwangi ini kian melengkapi infrastruktur pendidikan yang telah ada sebelumnya di Banyuwangi, seperti FIKKIA Unair Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Sekolah Pilot Negeri (Akademi Pilot Indonesia), dan berbagai kampus/sekolah tinggi yang lainnya.