Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

Zuli Zulkipli, S.H Kritik DPRD Kabupaten Bekasi: Jangan Kontradiktif Soal PAD

BEKASI || jejak-indonesia.id - Keputusan DPRD Kabupaten Bekasi yang mendesak pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun pada saat bersamaan menyetujui penurunan target PAD dalam Perubahan APBD 2025, menuai sorotan tajam.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ARJUNA, Zuli Zulkipli, S.H., menilai langkah DPRD tersebut tidak konsisten dan justru melemahkan fungsi pengawasan.

“DPRD Kabupaten Bekasi jangan jadi banci. Di satu sisi mendukung peningkatan PAD, tetapi di sisi lain mereka menerima PAD turun. Ini kontradiktif dan membingungkan publik,” tegas Zuli Zulkipli, S.H kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Menurutnya, DPRD seharusnya tidak sekadar menjustifikasi keputusan pemerintah daerah maupun dinas penghasil PAD. Penurunan target PAD, kata dia, harus menjadi bahan investigasi mendalam, bukan justru dibiarkan.

“Kami menuntut DPRD sebagai lembaga pengawasan untuk tahu kenapa PAD menurun. Selidiki ada apa, bukan malah membenarkan dinas penghasil PAD. Kalau DPRD diam, ini bisa menimbulkan kecurigaan adanya ketidakberesan,” ujarnya.

Zuli Zulkipli, S.H menegaskan, ketegasan DPRD sangat menentukan arah kebijakan daerah. Jika lembaga legislatif tidak berperan maksimal, upaya masyarakat mendorong kemandirian fiskal Kabupaten Bekasi akan melemah.

“Kalau benar ingin Bekasi mandiri secara keuangan, DPRD harus berdiri di depan memastikan potensi PAD tergali maksimal. Jangan hanya lantang di forum paripurna, tapi di lapangan malah kompromi,” tambahnya.

Sebagai pengamat kebijakan publik, Zuli Zulkipli, S.H menilai DPRD masih memiliki kesempatan memperbaiki sikap. Ia mendorong adanya transparansi, evaluasi menyeluruh, dan audit terbuka terhadap dinas-dinas penghasil PAD.

“Publik butuh bukti nyata, bukan sekadar wacana. DPRD jangan bermain dua kaki, karena rakyat bisa menilai siapa yang benar-benar berpihak pada kepentingan daerah,” pungkasnya.

Penulis: Haris Pranatha

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

PEKANBARU || jejak-indonesia.id - Kapolda riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi' meluncurkan satuan pelayanan pemenuhan gizi ( SPPG ) Yayasan Kemala Bhayangkara di Mako Brimob Polda Riau, Rabu (1/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Komandan Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gadai, serta Ketua Pelaksana Yayasan Kemala Bhayangkara Cabang Satuan Brimob Polda Riau, Ibu Eka Puja Wibawa, dan para PJU Polda Riau.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, serta perwakilan dari sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat seperti TK Kemala Bhayangkara dan SD Negeri di Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program ini yang menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi anak-anak di daerah.

“SPPG ini merupakan terobosan pemerintah dan yayasan dalam menyediakan makan bergizi gratis, sebagai investasi masa depan untuk mencetak generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ujar Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media dalam mendukung suksesnya program ini.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun karakter anak-anak agar mereka dapat berpikir kritis, mengeluarkan gagasan dengan etika, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan,” tambahnya.

SPPG ini sudah berjalan di beberapa titik strategis, seperti di Kecamatan Payung Sekaki, Pelalawan, dan kini di Brimob, dengan rencana pengoperasian berikutnya di Kabupaten Siak.

Program ini menjadi harapan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Program ini sejalan dengan visi Presiden RI dalam menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, sehat, dan mampu bersaing di kancah internasional.

"Dengan pemenuhan gizi yang optimal, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, membawa bangsa ini menuju peradaban intelektual yang lebih maju", tegas Irjen Herry.

Sementara itu Presiden Akal Sehat Rocky Gerung memaparkan Polda Riau telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan keamanan gizi bagi anak-anak sekolah.

"Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal pendanaan, melainkan soal etika dan perhatian terhadap detail", ujar nya.

Seperti yang diajarkan oleh Ibu Ketua Bhayangkari, Ibu Tina, bahwa racun bukan berasal dari bumi, melainkan dari kesalahan dalam pengelolaan dapur.

"Maka, kepastian gizi adalah hasil dari sikap etis mereka yang terlibat dalam pengelolaan program ini",tambahnya.

Terima kasih kepada Bapak Kapolda yang telah mengajak saya melihat langsung bagaimana efektivitas itu lahir dari rutinitas yang konsisten dan bertanggung jawab.

"Setiap jejak bahan pangan diuji secara klinis dan dikelola secara etis. Ini adalah pelajaran penting bagi kita semua."tutup Rocky Gerung.

Libatkan 256 Personel Gabungan, Polda Sulteng Perpanjang Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV

POSO || jejak-indonesia.id - Upaya menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah terus berlanjut. Polda Sulawesi Tengah kembali memperpanjang pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Madago Raya 2025 Tahap IV.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJKO) melalui Kaops Madago Raya, Kombes Pol Heni Agus Sunandar mengatakan Operasi ini berlangsung selama 92 hari kedepan, terhitung mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025.

Operasi Madago Raya Tahap IV masih melibatkan personel TNI Polri serta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan program Deradikalisasi di wilayah hukum Sulawesi Tengah.

"Sebanyak 256 personel diterjunkan dalam operasi madago raya tahap IV dengan rincian 232 personel Polri, 20 personel TNI, serta 4 anggota Korpolairud Baharkam Polri," kata Kombes Heni dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Rabu (1/10/2025).

Operasi ini, lanjut Kombes Heni menjelaskan akan difokuskan pada upaya Deradikalisasi dan kontra radikalisasi untuk memelihara keamanan yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, serta didukung langkah kepolisian lainnya.

"Upaya Deradikalisasi dan kontra radikalisasi ini untuk mewujudkan situasi yang aman, damai dan kondusif di tiga wilayah operasi yaitu Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Tojo Una-una," jelasnya.

Kaops Madago Raya, Kombes Heni Agus Sunandar juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tokoh untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

“Kami berharap warga tetap waspada, tidak mudah terprovokasi, serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Sinergi aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan operasi ini,” pungkasnya.

Polda Sumsel Gelar Konferensi Pers Hasil Ungkap 214 Kasus Narkoba Selama Tiga Bulan, Ribuan Ekstasi dan Sabu Disita

PALEMBANG || jejak-indonesia.id – Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Juli hingga September 2025, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel bersama jajaran berhasil mengungkap ratusan kasus tindak pidana narkoba dengan jumlah barang bukti yang fantastis.

Hal tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Konferensi Pers Bidhumas Polda Sumsel, Basement Gedung Presisi Polda Sumsel, Rabu (1/10/2025). Acara dipimpin langsung oleh Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., didampingi Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K.

Berdasarkan data yang disampaikan, selama periode Juli hingga September 2025, Ditresnarkoba Polda Sumsel dan jajaran telah berhasil mengungkap 214 laporan polisi dengan 274 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain sabu seberat 6.593,65 gram, ekstasi sebanyak 18.919 butir, dan sinte seberat 149,14 gram.

Selain itu, Ditresnarkoba Polda Sumsel juga berhasil mengungkap kasus menonjol dengan jumlah kuantitas barang bukti golongan I berupa tablet sebanyak 6.366 butir senilai Rp 2,2 miliar dengan 2 orang tersangka dan 2 orang lainnya berstatus DPO.

Dirresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan bahwa hasil pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan jajaran kepolisian dalam menekan peredaran narkoba di Sumatera Selatan.

“Peredaran narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga merusak masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, setiap upaya akan kami maksimalkan untuk memberantasnya, baik melalui penindakan maupun pencegahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Ia mengajak warga untuk selalu berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.

“Kami mengapresiasi dukungan masyarakat. Ke depan, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat akan terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tegasnya.

Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan dalam proses hukum lebih lanjut. Polda Sumsel memastikan penanganan kasus narkoba akan dilakukan secara transparan, profesional, dan berkelanjutan demi menciptakan Sumatera Selatan yang aman dan bebas dari narkoba.

Danlanal Banyuwangi Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Prajurit Kala Waktu 1 Oktober 2025

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., memimpin Upacara Kenaikan Pangkat (Kenkat) prajurit Lanal Banyuwangi periode 1 Oktober 2025. Upacara berlangsung dengan khidmat di Lapangan Apel Mako Lanal Banyuwangi, dan diikuti oleh seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lanal Banyuwangi, Rabu (1/10/2025).

Dalam prosesi upacara, Danlanal secara simbolis menanggalkan pangkat lama dan menyematkan pangkat baru kepada perwakilan prajurit yang naik pangkat. Pada periode ini, sebanyak 20 personel Lanal Banyuwangi memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, terdiri dari 6 Perwira, 10 Bintara, dan 4 Tamtama.

Dalam amanatnya, Danlanal menegaskan bahwa kenaikan pangkat adalah penghargaan atas dedikasi dan pengabdian prajurit, sekaligus amanah untuk meningkatkan semangat, tanggung jawab, dan etos kerja demi pengabdian terbaik kepada TNI AL, bangsa, dan negara. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat, tradisi penyiraman air bunga sebagai simbol penyegaran semangat, serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur.