Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

Polres Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rembang

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan Polda Jatim menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Dusun Krajan, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Selasa (30/9/2025).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap warga yang terdampak musibah.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kasat Samapta Polres Pasuruan AKP Rudi Santosa bersama Kapolsek Rembang AKP Mulyono kepada korban, Hari Cahyono (30), warga setempat yang rumahnya dilalap api sehari sebelumnya dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp 25 juta.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga ikut serta membantu masyarakat yang terkena bencana.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara kita di Rembang. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban dan keluarga," kata AKBP Dani.

Ia menegaskan Polres Pasuruan berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun ketika ada bencana.

Sementara itu, korban kebakaran, Hari Cahyono, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Polres Pasuruan.

“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk bisa bangkit kembali setelah rumah habis terbakar,” ungkapnya.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB itu diduga dipicu konsleting listrik dari atap ruang tamu.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Pasuruan tiba di lokasi dibantu warga sekitar.

Polda Papua Amankan Warga Negara PNG Kepemilikan 21 Kg Ganja

JAYAPURA || jejakindonesia.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua menggelar press release terkait pengungkapan kasus peredaran narkotika lintas negara dengan tersangka seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG) yang ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja seberat 21.313,82 gram, Rabu (01/10/25).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ditresnarkoba Polda Papua Lama dipimpin oleh Ps. Kasubbid 3 Ditresnarkoba Polda Papua, AKP Agus Kuswanto, S.H., M.H., serta dihadiri oleh personel media dan jajaran kepolisian.

Dalam pemaparannya, AKP Agus Kuswanto menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai maraknya peredaran ganja di seputaran Distrik Jayapura Selatan.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit III Ditresnarkoba melakukan penyelidikan dan pada Senin pagi sekitar pukul 08.40 WIT, tim melihat dua orang pengendara sepeda motor yang mencurigakan di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan. Saat hendak diamankan, salah satu pelaku melarikan diri, sementara seorang lainnya berhasil ditangkap dengan identitas M.A., WNA asal PNG. Dari tangan pelaku ditemukan satu tas berisi ganja seberat 5 kilogram yang rencananya akan ditukar dengan sepeda motor,” ujar AKP Agus.

Pengembangan kemudian dilakukan ke tempat kos rekan pelaku berinisial J. yang berhasil melarikan diri. Di lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan kilogram ganja yang tersimpan dalam beberapa tas dan karung, termasuk ratusan plastik bening ukuran 1 kilogram yang diduga kuat digunakan untuk mengemas ganja. Total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 21,3 kilogram ganja kering yang tersimpan dalam tas, karung, serta kemasan plastik.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka bersama sebelas orang lainnya masuk ke Jayapura menggunakan speed boat dari PNG dan bersandar di Pelabuhan Pasar Inpres Dok IX. Sebagian barang bukti ganja kemudian dibawa menggunakan sepeda motor ke tempat kos untuk diedarkan. Saat dilakukan pengembangan ke rumah salah satu rekan tersangka di Pasar Inpres, tiga orang diduga jaringan pelaku berhasil melarikan diri ke tengah laut menggunakan speed boat.

Tersangka M.A., laki-laki berusia 23 tahun asal Wewak, Papua New Guinea, saat ini telah diamankan bersama barang bukti di Mapolda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

AKP Agus Kuswanto menegaskan bahwa Polda Papua akan terus memperketat pengawasan jalur laut maupun darat yang rawan dimanfaatkan sindikat narkotika lintas negara.

“Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa jalur perbatasan Papua kerap digunakan sebagai pintu masuk narkotika. Kami akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memutus peredaran narkotika di tanah Papua,” tegasnya.

Polda Papua Terima Kunjungan Kerja Kompolnas, Bahas Kesiapan Personel dan Sarpras

JAYAPURA || jejakindonesia.id – Polda Papua menerima kunjungan kerja Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam rangka pengumpulan data (Puldata) terkait sumber daya manusia (SDM), sarana-prasarana (Sarpras), dan anggaran di wilayah hukum Polda Papua. Kegiatan berlangsung di Aula Rupatama Polda Papua, pada Rabu (01/10/25).

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi dan komunikasi terbuka dalam forum ini. Menurutnya, diskusi interaktif dengan Kompolnas diharapkan mampu memberikan masukan berharga untuk mendukung optimalisasi kinerja Polda Papua.

“Diskusi interaksi secara aktif sangat diharapkan, terutama berkaitan dengan tiga persoalan utama yaitu anggaran, personel, dan logistik, karena ini merupakan tulang punggung pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Kapolda Papua.

Ketua Tim Kompolnas, Mochammad Choirul Anam, S.H., menegaskan bahwa kondisi Papua memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Ia menyoroti perlunya sarana-prasarana yang sesuai dengan tantangan geografis serta dinamika keamanan yang lebih kompleks.

“Ekosistem keamanan di Papua memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya, akses komunikasi di daerah pegunungan yang masih berat. Hal-hal semacam ini harus menjadi perhatian agar kebutuhan sarana dan logistik di Papua betul-betul sesuai dengan realitas lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., turut memberikan penjelasan terkait dinamika pemisahan Polda Papua dengan Polda Papua Tengah yang masih dalam proses. Ia menyebutkan bahwa sudah ada 18 satker dengan kode tersendiri, meski masih terdapat beberapa kendala teknis dalam peralihan tersebut.

Kegiatan kunjungan kerja ini juga dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos., S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama Polda Papua. Dari Kompolnas hadir Ketua Tim Mochammad Choirul Anam bersama tim pendamping.

Secara umum, kunjungan kerja ini berjalan lancar dengan diskusi konstruktif yang diharapkan dapat memperkuat kinerja kepolisian di Papua, khususnya dalam penataan SDM, penguatan sarana-prasarana, dan pengelolaan anggaran agar lebih efektif serta sesuai kebutuhan lapangan.

Hari Batik Nasional, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Berbagi Ilmu Membatik kepada Masyarakat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan yang unik dan penuh makna. Warga binaan yang tergabung dalam kegiatan pembinaan membatik berbagi ilmu dan keterampilan membatik mereka kepada masyarakat, Kamis (2/10).

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian budaya ini digelar di dua lokasi berbeda, yaitu di area kunjungan tatap muka Lapas dan di Hotel Aston Banyuwangi. Pada area kunjungan, warga binaan secara khusus mengenalkan proses membatik kepada keluarga warga binaan yang sedang berkunjung.

Warga binaan memperkenalkan berbagai motif batik, proses membatik, sekaligus membagikan dasar-dasar seni membatik. Masyarakat juga dipersilahkan untuk mencoba melakukan pencantingan pada kain batik.

Sementara itu, di Hotel Aston, sasaran kegiatan diperluas kepada masyarakat. Para pegawai hotel serta tamu yang sedang menginap pun diberi kesempatan untuk belajar membatik langsung dari para warga binaan.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyebut aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi menjadi bukti nyata bahwa meski berada di tempat terbatas bukan berarti warga binaan kehilangan kreativitas.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Lapas Banyuwangi memiliki program pembinaan yang membanggakan, yaitu membatik, yang karyanya telah banyak dipesan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wayan menekankan bahwa batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang diakui UNESCO sudah sepatutnya dilestarikan dan dikembangkan. Melalui program Batik Jeruji, Lapas Banyuwangi turut serta dalam upaya pelestarian tersebut dengan ciri khas yang unik.

“Batik Jeruji Lapas Banyuwangi memiliki berbagai motif menarik yang memadukan kearifan lokal dengan simbol khas, seperti borgol. Bahkan, tujuh motif batik kami telah tercatat dalam hak cipta,” ungkapnya.

Melalui momen Hari Batik Nasional ini, Kalapas berharap agar dukungan masyarakat, baik dengan memesan maupun mengenalkan Batik Jeruji, dapat menjadi pelecut semangat bagi warga binaan.

“Dukungan dari Masyarakat juga diharapkan dapat membantu pengembangan program pembinaan membatik di Lapas Banyuwangi,” harapnya.

Masyarakat yang melihat langsung kreativitas dari warga binaan dalam melukis batik mengaku kagum dan sempat tidak percaya bahwa dari tangan warga binaan mampu menghasilkan karya batik yang memukau.

“Saya awalnya ragu bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang sangat bagus, tentu kegiatan pembinaan ini sangat bagus dan menarik,” ujar salah satu pengunjung yang mencoba pencantingan batik.

Rakor Bersama Ditlantas Polda Jajaran T.A 2025, Dirgakkum Korlantas Polri Ungkap Penurunan Angka Fatalitas dan PPGD Laka Lantas

JAKARTA || jejakindonesia.id  – Direktur Penegakkan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal membuka agenda Rakernis bersama Polda Jajaran Lalu Lintas dalam rangka meningkatkan kualitas keselamatan dan penurunan korban laka lantas.

Dalam arahannya, Dirgakkum menyampaikan beberapa hal terkait kesiapan personel dalam mengelola laka lantas terutama dalam Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD).

“PPGD ini kita melibatkan dari sumber dari luar, dan teman-teman dari Kementerian Kesehatan, itu langsung memberikan ilmu, membagi ilmu bagaimana kita menangani laka lantas dan sebagainya. Sebenarnya ini adalah merefresh ya, karena pasti rekan-rekan yang lain atau yang ada di wilayah itu sudah sering, bukan hanya di tingkat di Korlantas tapi juga di tingkat provinsi, kabupaten, pasti akan mereka melaksanakan kegiatan FGD-FGD secara parsial,” kata Dirgakkum di Fave Hotel, Cililitan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Selain itu, Dirgakkum juga menyampaikan bahwa terjadi penurunan data kecelakaan lalu lintas termasuk fatalitas korban laka pada 2024 hingga 2025. Adapun, kata dia, penurunan angka lakalantas ini dapat ditekan dengan melibatkan banyak faktor didalamnya.

“Alhamdulillah kita dari Korlantas bisa menyampaikan data ini, karena kita membandingkan dengan kejadian 2024, dengan bulan berjalan memang ada penurunan. Dan termasuk fatalitas. Jadi kami menyampaikan bahwa, banyak masyarakat yang menyampaikan, setiap tahun masyarakat bertambah, setiap tahun kenderaan bertambah, sementara jalankan hanya begitu saja,” tutur dia.

“Artinya, walaupun setiap tahun masyarakat bertambah, kemudian kenderaan bertambah, kecelakaan bisa kita minimalkan. Karena apa? Karena ada upaya-upaya. Upaya seperti apa? Ada upaya preemtif, ada upaya preventif, ada upaya represif. Tapi Pak Kakor menyampaikan, upaya pendidikan hukum atau represif, kita tidak bangga. Karena apa? Yang kita harapkan, masyarakat itu tunggu kesadarannya sendiri, untuk menyadari bahwa pelanggaran-pelanggaran itu pasti akan berujung kepada kecelakaan,” tambahnya.

Terakhir, Dirgakkum menyampaikan arahan Kakorlantas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho terkait pengawalan ambulans. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang dibekukan hanya penggunaan strobo dan sirine, sementara pengawalan seperti damkar hingga ambulans tetap diberlakukan.

“Kemudian Pak Kakorlantas, memerintahkan, silakan kerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, ataupun tempat-tempat yang sekiranya ada permohonan untuk pengawalan ambulans lakukan. Dan itu sudah saya laporkan, setiap hari kepada Pak Kakorlantas. Karena wilayah hampir juga setiap hari melakukan pelayanan pengawalan ambulans,” pungkasnya.