Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

HIPAKAD Tangsel Ikut Semarakkan Peringatan HUT ke-80 TNI

TANGERANG || jejakindonesia.id – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, Ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Tangerang Selatan, Bapak Udung, beserta jajarannya turut serta dalam berbagai rangkaian kegiatan. Partisipasi ini dimulai sejak 1 Oktober dan terus berlanjut hingga saat ini.

Keikutsertaan HIPAKAD Tangsel ini menjadi wujud dukungan dan sinergi antara keluarga besar TNI dengan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-80 TNI. Diharapkan, semangat kebersamaan ini dapat terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Penulis 517_99.R

Tim PKM-PM Undiksha Kembangkan Budidaya Labu Siam Berteknologi IoT dan Panel Surya Pada Lahan Non-Produktif untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok PKK di Desa Belantih

BANGLI || jejakindonesia.id – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melakukan langkah nyata melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).Dengan meluncurkan program inovatif berjudul. kamis (2/10/2025).

“Budidaya Labu Siam Berteknologi IoT dan Panel Surya pada Lahan Non-Produktif untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok PKK di Desa Belantih.”

Program ini hadir sebagai solusi untuk membantu masyarakat Desa Belantih, terutama kelompok PKK yang selama ini masih mengandalkan pendapatan sebagai buruh tani. Ketua Tim PKM-PM, Ni Komang Meliani, menyampaikan bahwa potensi lahan non-produktif di Desa Belantih sangat besar jika dikelola dengan baik dan tepat.

“Dengan teknologi IoT, kelompok PKK dapat memantau kebutuhan air dan kondisi tanah secara langsung dari jarak jauh, sehingga budidaya labu siam menjadi lebih efektif. Selain itu, teknologi panel surya juga berperan penting dengan menyediakan sumber energi untuk irigasi otomatis yang dikendalikan oleh sensor kelembaban tanah.” jelasnya.

Program ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, I Wayan Pardi, S.Pd., M.Pd., yang memberikan arahan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, penggunaan teknologi pintar di bidang pertanian merupakan kesempatan bagi warga Desa Belantih untuk mengembangkan kemampuan dan mandiri secara ekonomi.

Program ini melibatkan 33 orang anggota PKK Desa Belantih yang selama ini sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani. Lahan non-produktif seluas 15 are berhasil dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya labu siam dengan teknologi IoT dan panel surya.

Lebih jauh, program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau). Selain itu, PKM ini juga relevan dengan tema utama kemandirian pangan, energi, dan air.

Respon dari anggota PKK sangat antusias. Mereka merasa terbantu dengan keterampilan baru yang diperoleh selama pelatihan dan pendampingan dalam proses budidaya, pengolahan dan pemasaran produk hasil panen. Antusiasme tersebut tercermin dari testimoni salah satu anggota PKK, Made Kicen, yang menyampaikan pengalamannya:
“Kami merasa senang sekali bisa belajar langsung menggunakan teknologi ini. Awalnya kami ragu, tapi sekarang jadi lebih percaya diri mengelola kebun sendiri,” ungkapnya.

Program ini berupaya memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang selama ini kurang produktif menjadi sumber penghasilan baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ke depannya, tim berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di Desa Belantih, tetapi juga dapat direplikasi ke desa-desa lain di Kabupaten Bangli maupun Bali.

(Hidayat)

Para Menteri dan 20 Lembaga Negara Datang ke Banyuwangi, Bahas Progres Digitalisasi Bansos

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kabupaten Banyuwangi telah ditunjuk pemerintah pusat sebagai satu-satunya daerah di Indonesia piloting program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos).

Setelah dua pekan uji coba dijalankan, sejumlah menteri dan wakil menteri, beserta lemabaga negara datang langsung ke Banyuwangi melihat progres pelaksanaan dan capaian pendaftaran bansos cara baru ini, Kamis (2/10/2025).

Hadir dalam peninjauan di Banyuwangi Menteri Sosial, Saifullah Yusuf; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto; Wamen PANRB Purwadi Arianto; Wamen Bappenas Febrian A Ruddyard, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital, Luhut B Panjaitan; Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.

Hadir pula perwakilan dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komdigi, Kementrian Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga hadir 20 lembaga negara di antaranya Dewan Ekonomi Nasional, Wakil Kepala BSSN. Ada pula perwakilan dari Bank Indonesia, BPKP, LKPP, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, hingga Perum Peruri, dan lembaga negara lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani para pimpinan dan perwakilan tersebut akan meninjau pelaksanaan pendaftaran di Lingkungan Suko Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

"Tidak hanya meninjau pelaksanaan digitalisasi bansos, namun juga akan menggelar rapat koordinasi progres pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Banyuwangi," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan dalam rapat akan dibahas sejumlah hal terkait progres digitalisasi bansos di Banyuwangi. Salah satunya mendiskusikan hasil uji coba di Banyuwangi sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan skala lebih luas dan penerapan secara nasional.

"Agenda rapat antara lain terkait pemanfaatan data yang diperlukan untuk peningkatan ketepatan sasaran dalam penyaluran. Termasuk rencana replikasi piloting dalam skala yang lebih luas," tambah Ipuk.

Saat Mensos dan Pak Luhut Ngopi Bareng di Kampung Kopi Gombengsari Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Panjaitan, dan 20 perwakulan kementerian/lembaga meninjau progres piloting digitalisasi bansos nasional di Banyuwangi, Kamis (2/10/2025).

Di sela kunjungannya, Mensos dan Luhut menyempatkan singgah ke Kampung Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil robusta dan kopi lanang yang sudah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Ditemani Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul dan Luhut duduk santai menikmati kopi robusta khas desa tersebut.

“Kopinya mantap,” celetuk Luhut saat menyeruput kopi lanang robusta Gombengsari.

Selain mencicipi kopi, mereka juga melihat proses pengolahan kopi yang masih dilakukan secara tradisional oleh petani setempat. Mulai biji disangrai, lalu ditumbuk hingga diayak, menghasilkan bubuk kopi halus yang siap seduh.

Gus Ipul dan Luhut juga melihat produk-produk kopi Banyuwangi milik UMKM Banyuwangi yang turut dipamerkan. Mereka nampak kagum dengan berbagai produk kopi Banyuwangi yang dikemas dengan apik.

“Brandingnya sudah bagus,” timpal Gus Ipul.

Ditambahkan Luhut, Banyuwangi berpotensi besar dalam pengembangan kopi. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan melakukan riset sekaligus pembangunan laboratorium pengembangan kopi di daerah tersebut.

“Di sini ekosistemnya sudah terbentuk, ini yang sangat penting. Kita akan coba riset kopi disini, juga rencana membangun laboratorium (pengembangan kopi) di Banyuwangi,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Ipuk menambahkan, Gombengsari merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Banyuwangi. Desa ini memiliki luas kopi rakyat sekitar 600 hektare.

Ekosistem pertanian di kawasan ini juga terintegrasi dengan peternakan, sehingga lebih berkelanjutan.

“Dari hulu ke hilirnya sudah tertata. Dari peternakan, kotorannya diolah menjadi pupuk. Pupuk organiknya untuk menyuburkan tanaman kopi mereka,” kata Ipuk.

Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, mengatakan potensi produksi kopi di desanya cukup besar. Dari luasan kebun, produksi bisa mencapai 1-2 ton per hektare. Kopi disini diproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.

“Dulu sebelum ada dukungan pemerintah, harga kopi kami hanya Rp18 ribu - Rp20 ribu. Sekarang harga kopi jauh lebih baik di Rp70 ribu - Rp80 ribu per kilogramnya. Sehingga petani yang tergabung dalam masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG), lebih

Tak jauh dari lokasi itu, rombongan juga mengunjungi peternakan kambing perah milik kelompok ternak setempat. Gus Ipul dan Luhut juga sempat mencicipi susu segar hasil produksi peternakan ini.

Matangkan Bansos Digital, Para Menteri dan 20 Lembaga Negara Blusukan hingga Pelosok Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos) atau dikenal dengan Bansos Digital yang sedang diujicobakan di Kabupaten Banyuwangi terus dimatangkan. Program yang sedang dalam tahap pendataan ini, tak hanya menyasar masyarakat miskin di pedesaan. Namun, juga di lereng-lereng gunung dan kawasan perkebunan.

Seperti halnya masyarakat di Dusun Suko Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi yang berada di kaki gugusan pegunungan Ijen. Ratusan warga tak mampu di tempat tersebut dilakukan pendataan secara digital.

“Kami ingin memastikan langsung program bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini tepat sasaran dan memiliki dampak positif,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meninjau langsung proses pendataan tersebut.

Saifullah menyebutkan jika selama ini pemerintah telah menyalurkan berbagai program bantuan untuk pengentasan kemiskinan. Akan tetapi, seringkali bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

“Dengan Bansos Digital ini, semua yang layak mendapatkan bansos bisa mengajukan. Sekaligus bisa menyanggah jika memang layak tapi tertolak atas berbagai bantuan yang pemerintah berikan. Tanpa perlu menghadap siapapun, cukup pencet handphone,” kata menteri yang biasa disapa Gus Ipul itu.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan yang datang bersama Gus Ipul menyebutkan jika Bansos Digital ini, tak semata memberikan bantuan. Tapi, mengintegrasikan keseluruhan data untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Para penerima bantuan akan dipantau dari waktu ke waktu untuk meningkatkan taraf kesejahteraan. Di antaranya dengan program bantuan pendidikan bagi anaknya ataupun permodalan usaha dan sebagainya. “Tidak selamanya menerima bantuan. Harus ada peningkatan taraf kesejahteraan,” ujar Luhut.

Upaya integrasi tersebut, imbuh Luhut, merupakan program subtantif dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan program yang tepat sasaran dan terintegrasi, kemiskinan bisa diatasi secara optimal. “Pak Prabowo ingin kemiskinan ini bisa diselesaikan,” harapnya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, tak sekadar melibatkan Kementerian Sosial. Namun, dilakukan oleh lintas kementerian dan lembaga tinggi negara. Tak kurang dari 20 instansi yang terlibat.

Usai meninjau pendataan, para pimpinan kementrian dan lembaga negara ini menggelar rapat. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto; Wamen PANRB Purwadi Arianto; Wamen Bappenas Febrian A Ruddyard, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Hadir pula perwakilan dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komdigi, Kementrian Kelautan dan Perikanan. Selain itu juga hadir 20 lembaga negara di antaranya Dewan Ekonomi Nasional, Wakil Kepala BSSN. Ada pula perwakilan dari Bank Indonesia, BPKP, LKPP, BPJS Ketenagakerjaan, PLN, hingga Perum Peruri, dan lembaga negara lainnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan jika telah mengerahkan tak kurang dari tiga ribu agen untuk melakukan percepatan pendataan. Tidak hanya pendamping PKH dan TKSK, namun operator desa, kepala dinas, camat, lurah/ kepala desa hingga para kader dasawisma.

“Kami berkomitmen untuk menyukseskan piloting Bansos Digital ini. Banyuwangi ingin menjadi saksi sejarah komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” pungkas Ipuk.