Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Tahun: 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Semangat sinergi dan soliditas antar kader Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) terus hidup di berbagai daerah. Salah satunya terlihat dalam kunjungan silaturahmi keluarga besar GM FKPPI PC-1334 Kota Batu Malang ke GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, Sabtu (11/10/2025) siang.

Pertemuan penuh keakraban tersebut berlangsung di SYLA Coffee Law, kawasan Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi, yang sekaligus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan memperkuat sinergi antar-pengurus lintas daerah.

Rombongan GM FKPPI Kota Batu Malang yang dipimpin oleh Ketua PC-1334 Budi Purnomo hadir bersama Wakil Sekretaris Taufik Hidayat, Humas Aris Pratomo, dan anggota Noch Kamarudin.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Umum Marselinus Moa Dany, K., S.Pd., Ketua Rayon Kota Freddy Duana Surya Dharma, serta Koordinator Biro Publikasi dan Dokumentasi Ruslan Abdul Gani.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, kedua pihak membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari penguatan program kaderisasi, kolaborasi kegiatan sosial, hingga pengembangan peran GM FKPPI dalam mendukung nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Ketua GM FKPPI Banyuwangi, Ir. Achmad Wahyudi, menegaskan pentingnya menjaga semangat persaudaraan di antara sesama kader FKPPI.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Di manapun berada, semangat kekeluargaan dan pengabdian kepada bangsa harus terus kita jaga. Kunjungan seperti ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga penguatan jaringan perjuangan dalam wadah FKPPI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GM FKPPI Batu Malang, Budi Purnomo, mengapresiasi sambutan hangat dari keluarga besar GM FKPPI Banyuwangi.

“Kami datang untuk belajar, bertukar gagasan, dan memperkuat sinergi antar-daerah. Banyuwangi memiliki banyak inovasi dan energi positif yang bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkapnya.

Menambahkan hal tersebut, Sekretaris Umum GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi, Marselinus Moa Dany, K., S.Pd., menilai bahwa sinergi lintas daerah seperti ini sangat penting untuk memperkuat karakter dan soliditas organisasi.

“Kita ingin membangun generasi muda FKPPI yang tangguh, berkarakter, dan tetap menjunjung nilai-nilai pengabdian sebagaimana warisan dari orang tua kita, para prajurit TNI dan Polri. Pertemuan ini membuka ruang bagi pertukaran ide, sekaligus mempererat rasa memiliki terhadap organisasi,” ucapnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama kedua pengurus daerah untuk terus mempererat soliditas kader GM FKPPI di Jawa Timur sebagai benteng moral dan sosial anak-anak bangsa yang lahir dari rahim TNI dan Polri.

(sumber: Biro Publikasi dan Dokumentasi GM FKPPI PC-1325)

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kasdim 0825/Banyuwangi Mayor Kav Suprapto menghadiri acara peringatan 10 tahun berdirinya Kampoeng Batara Papring yang bertempat di wilayah Kalipuro, Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat daerah, serta warga setempat yang turut meramaikan suasana penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Mayor Kav Suprapto menyampaikan apresiasi atas kiprah Kampoeng Batara Papring yang selama ini berperan aktif dalam melestarikan budaya dan lingkungan sekitar. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya khas Banyuwangi, khususnya di wilayah Kalipuro. Berbagai penampilan seni tradisional dan pameran UMKM turut memeriahkan acara tersebut.

Kasdim 0825/Banyuwangi berharap, melalui momentum peringatan ini, Kampoeng Batara Papring dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengelola potensi lokal yang berdaya saing serta berwawasan lingkungan.

JEDDAH || jejakindonesia.id — Timnas Indonesia harus menelan kekalahan kedua di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah takluk 0-1 dari Irak. Laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/10/2025) dini hari, memastikan langkah skuad Garuda terhenti di fase ini.

Kekalahan ini menjadi hasil minor beruntun setelah sebelumnya Indonesia juga tumbang 2-3 dari Arab Saudi pada laga perdana. Dengan hasil tersebut, Indonesia kini berada di dasar klasemen Grup B tanpa poin, sementara Irak dan Arab Saudi memimpin dengan masing-masing tiga poin.

Pelatih Patrick Kluivert menurunkan komposisi terbaiknya di laga ini. Posisi kiper masih dipercayakan kepada Maarten Paes, sementara duet bek tengah diisi Rizky Ridho dan Jay Idzes. Di lini tengah, Kluivert menurunkan Joey Pelupessy, Thom Haye, Ricky Kambuaya, serta Eliano Reijnders. Mauro Zijlstra tampil sebagai ujung tombak tunggal, sedangkan Ole Romeny memulai laga dari bangku cadangan.

Sementara itu, Irak yang dilatih Graham Arnold menerapkan skema empat bek dengan Hussein Ali, Younis Manaf, Zaid Tahseen, dan Merchas Doski di lini pertahanan. Meski tanpa striker andalan Aymen Hussein, Singa Mesopotamia tetap tampil agresif lewat duet Sherko Karim dan Mohanad Ali di lini depan.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Irak lebih dulu membuka peluang melalui sepakan jarak jauh Ibrahim Bayesh pada menit ke-3, namun bola masih melebar. Indonesia membalas lewat aksi Thom Haye dan Mauro Zijlstra, tetapi upaya mereka belum membuahkan hasil hingga babak pertama berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Kluivert melakukan beberapa pergantian dengan memasukkan Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny untuk menambah daya serang. Namun, justru Irak yang berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-75 melalui tembakan keras Zidane Iqbal yang tak mampu dihalau Maarten Paes. Skor 0-1 untuk Irak bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Dengan hasil ini, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 resmi tertutup. Sementara Irak memperkokoh posisinya di papan atas klasemen Grup B bersama Arab Saudi.

Penulis: Haris Pranatha, Kepala Biro Bekasi, Jawa Barat (PERS)

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Situasi sempat memanas di area Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (11/10/2025), ketika terjadi kesalahpahaman antara seorang driver online dan sopir angkutan umum terkait penjemputan wisatawan asing. Berkat respon cepat Polresta Banyuwangi, persoalan tersebut berhasil diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, didampingi Plt Kapolsek KP3 Banyuwangi AKP Edi Wahono dan Kasat Reskrim Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, turun langsung ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak. Proses mediasi berlangsung di Pos KP3 Pelabuhan ASDP Ketapang dan dihadiri perwakilan driver online Imam serta perwakilan angkutan umum Selamet.

Dalam kesempatan itu, AKBP Teguh menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, terutama di kawasan pelabuhan yang menjadi gerbang utama wisatawan menuju Banyuwangi.

> “Mari kita selesaikan dengan kepala dingin, tanpa ada keributan. Ke depan, jika ada hal-hal yang perlu dibahas lebih lanjut, bisa dilakukan melalui forum resmi seperti hearing di DPRD. Banyuwangi adalah rumah kita bersama, dan kita ingin semua yang datang merasa aman dan nyaman,” ujar Wakapolresta.

 

Usai mediasi, kedua pihak sepakat untuk berdamai, yang juga direkam dalam bentuk video sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pelabuhan Ketapang.

Langkah cepat Polresta Banyuwangi ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai kehadiran aparat yang mengedepankan pendekatan humanis menjadi contoh nyata bagaimana komunikasi dan empati dapat meredam potensi konflik di masyarakat.

Dengan selesainya insiden tersebut, aktivitas di Pelabuhan Ketapang kembali berjalan normal. Suasana kembali kondusif, menegaskan bahwa semangat “Banyuwangi Aman, Nyaman, dan Bersahabat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata semua pihak.

JAKARTA || jejak-indonesia.id  — Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna, Zuli Zulkipli, S.H., seorang praktisi Hukum berasal dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menilai bahwa Cina merupakan salah satu negara yang berhasil menekan praktik korupsi secara signifikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sistem hukum yang tegas, transparan, dan diterapkan tanpa pandang bulu terhadap pejabat maupun masyarakat biasa.

Zuli Zulkipli, S.H menyebut, keberanian pemerintah Cina dalam menindak pelaku korupsi menjadi contoh nyata bagaimana sebuah negara bisa menegakkan hukum dengan konsisten. “Di Cina, pejabat tinggi sekalipun bisa dijatuhi hukuman berat jika terbukti korupsi. Ini yang membuat efek jera dan membangun budaya bersih di pemerintahan,” ujarnya Sabtu 11 Oktober 2025.

Kendati Demikian keberhasilan Cina menciptakan sistem pemerintahan yang relatif bebas korupsi berawal dari reformasi birokrasi yang dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah setempat tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga memperkuat sistem pengawasan dan menanamkan nilai integritas sejak dini.

Menurut Zuli Zulkipli, S.H Indonesia seharusnya dapat belajar dari pengalaman Cina dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menilai, penegakan hukum di Indonesia masih lemah dan sering kali tebang pilih, sehingga menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

“Jika Indonesia ingin keluar dari jerat korupsi, maka harus ada keberanian politik dan ketegasan hukum seperti di Cina. Jangan hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pembenahan sistem dan budaya kerja di semua level birokrasi,” tuturnya.

Zuli Zulkipli, S.H berharap, semangat pemberantasan korupsi di Indonesia tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran publik agar tercipta pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” Tutup Zuli Zulkipli, S.H

Haris Pranatha

error: Content is protected !!